Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku

Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku
Bab 23. keinginan Bela tercapai...


__ADS_3

Maik dan Bela saling beradu bibir sampai mereka hampir kehabisan nafas,, setelah itu dengan nafas yg ngos ngosan Maik bangkit dan berlutut menghadap Bela yg sedang terlentang di hadapannya,, dan seketika dia tersadar dengan apa yg dia lakukan,, segera Maik langsung terduduk lemas di tepi ranjang membelakangi Bela sambil berkata...


"pergi ke kamar kamu,,,! kata Maik...


"memangnya kenapa kalau aku di sini,,,? tanya Bela sambil menatap punggung Maik".


"ini belum waktunya Bela,, kita akan tidur sekamar dan aku akan melakukan kewajiban aku kalau kita sudah menikah,,! jawab Maik tanpa menoleh ke arah Bela...


"Maik,, mengapa harus kaya gini,,,? apakah serendah itu kah diriku yg selalu meminta dan mengemis belaianmu,,? tanya Bela yg sudah berlinang air mata...


"aku sangat mencintaimu Bela, dan aku juga sangat menghormati orang tuamu sampai aku ngga bisa melakukan itu sekarang,,! jawab Maik sambil menatap Bela dengan mata sayunya...


"tolonglah mengerti situasi ini Bela,,! pinta Maik memohon sambil menatap Bela yg sedang menangis...


"aku ngga mau,, aku mau tidur sama kamu,,! kata Bela sambil terisak...


"Bela,, kenapa kamu ngga bisa untuk mengerti,,,? tanya Maik sedikit kesal...

__ADS_1


"aku menginginkaanmuuu,,,! aku juga ngga tau kenapa sampai aku kaya gini,,? aku tu merasa seperti perempuan murahan yg selalu mengemis untuk di sentuh olehmu,, hiks...hiks...hiks... Bela berkata kata sambil menangis...


mendengar jawaban Bela dan melihatnya menangis membuat Maik tidak tega untuk memaksanya pergi,, Maik segera mendekati Bela dan membelai wajah cantik itu sambil berkata...


"kamu menginginkan sentuhan dariku,,,? tanya Maik sambil menatap Bela dengan tatapan yg tidak bisa di artikan...


"aku laki laki normal Bela,, aku lebih menginginkan itu,, aku sangat mencintaimu dan aku ngga bisah melihatmu seperti ini.. tambah Maik..


"aku akan melakukannya,, tapi tidak di sini,, kita melakukannya di kamar kamu,, dan setelah itu aku akan kembali tidur di sini.. kata Maik lagi dan Bela hanya mengangguk..


dan setelah itu Maik langsung menggendong Bela dan membawanya ke kamar sebelah,, setelah sampai di sana,, tidak pakai lama Maik langsung melakukan apa yg di inginkan Bela dengan begitu bergairah dan penuh tenaga karna itu permintaan Bela di sela sela desahannya..


karna melihat Bela tidak turun sejak tadi membuat papa Ferdi merasa hawatir dan dia segera melangkah menuju kamar Bela,, karna itulah kebiasaan orang tua Bela selalu mengecek keadaan anak anaknya di waktu malam,, mereka adalah orang tua yg sangat menyayangi anak anak dan penuh perhatian.


setelah sampai di depan pintu kamar Bela langkah papa Ferdi seketika tertahan dengan tampang yg kaget di saat mendengar suara jeritan bela yg begitu keras,, karna merasa hawatir dan penasaran,, dengan perlahan lahan papa Ferdi membuka pintu yg memang tidak di kunci...


serentak papa Ferdi langsung kaget dengan mata yg terbelalak di saat melihat Maik yg sedang menghujam Bela dengan senjatanya tanpa ampun dan terlihat sangat kasar,, Maik seperti itu karna itu yg di inginkan Bela,, Bela terkesan sangat agresif dan hormonnya membuatnya sedikit berlebihan dalam pertempuran mereka itu...

__ADS_1


dan Maik yg hasratnya sudah semakin memuncak mengikuti apa yg di inginkan Bela dengan senang hati,, awalnya Bela meminta seperti ini dan itu sambil mendesah,, tapi setelah setengah jam berlalu dia hanya terlentang pasrah dengan apa yg Maik lakukan,, mungkin karna dia sudah lemas,, sedangkan Maik dia tambah menggila di buat Bela yg mempunyai ******* yg sangat awet dan terawat itu...


papa Ferdi yg melihat putrinya tidak berdaya dan Maik yg seperti orang yg sedang memacu kuda sangat kecewa dan marah tapi dia tidak bisa untuk berbuat apa apa...


karna sudah tidak tahan akhirnya papa Ferdi turun dan kembali ke kamarnya sambil menahan amarah dan rasa kecewanya terhadap Maik,, karna dalam fikiran papa Ferdi pasti Maik yg memaksakan putri kesayangannya itu untuk melayani hasratnya yg menggila itu...


setelah satu jam mereka bertempur akhirnya Maik tumbang di samping Bela dengan nafas yg sudah tidak teratur begitupun dengan Bela,, setelah selesai mengambil nafas,, Maik langsung bangkit dan mencium kening Bela kemudian perutnya yg sudah memasuki bulan ke tiga kehamilannya itu...


kemudia Maik melangkah mengambil tisu di atas meja di dalam kamar itu dan langsung membersihkan sisa siasa *******nya di bagian ******* Bela yg terlihat sedikit membengkak dan sudah sangat memerah...


dan setelah itu dia langsung menyelimuti tubuh Bela yg terlentang tidak berdaya tanpa sehelai benangpun dengan selimut kemudian dia kembali mencium kening Bela sambil berkata...


"tidurlah yg nyenyak,, aku akan pergi ke kamarku.. kata Maik dan hanya mendapat senyum manis dari Bela...


Maik segera melangkah menuju kamarnya dan langsung berbaring di atas ranjang tanpa mandi karna dia sudah sangat kecapean,, sejenak Maik kembali teringat dengan bentuk tubuh Bela yg membuatnya sangat menggila tadi,, kemudian dengan senyum kepuasan di wajah tampannya itu Maik segera memejamkan matanya dan tidak lama dia pun langsung terlelap...


pukul 7 pagi semua sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan,, Bela duduk di samping Maik dengan wajah yg sedikit masam karna dia merasakan nyeri di bagian bawahnya,, dan Maik yg melihat itu langsung tersenyum sambil menatap Bela yg juga sedang menatapnya dengan malu malu...

__ADS_1


tanpa mereka sadari papa Ferdi sedang menatap mereka dengan tatapan yg tidak bisa di artikan,, ekspresi Maik yg tersenyum dan Bela yg hanya terdiam malu malu membuat papa Ferdi semakin berfikir buruk terhadap Maik dan dia sangat merasa kasihan dengan putrinya itu dengan apa yg dia lihat tadi malam di kamar Bela...


papa Ferdi sangat kecewa dan marah atas perbuatan Maik yg di fikirannya sangat buruk,, karna satu Maik pernah memperkosa Bela sampai dia sekarang hamil,, dan ke dua dia melihat aksi Maik yg menurutnya sangat kasar dan terkesan menyiksa,, padahal papa Ferdi tidak tau kalau apa yg Maik lakukan itu semua karna permintaan putrinya sendiri...


__ADS_2