
mama Indira di pasar yg sedang sibuk mengurus pembeli tiba tiba mendapat telefon dari mama Intan di Italia,, setelah dia melihat nama Intan muncul di layar ponselnya,, serentak dia kaget sampai menutup mulutnya yg terbuka dengan tangannya,, karna dia teringat tentang pembicaraannya dengan mama Intan dua minggu yg lalu,, kemudian dia mengangkat telfonnya dengan penuh rasa bersalah...
("halo Tan,, ya ampun aku lupa Tan,, aku minta maaf ya,, aku ngga ingat sama skali.. kata mama Indira...
("iya In,, ngga apa apa,, aku sudah tau pasti kamu lupa sampai aku memutuakan untuk menelfon,, jawab mama Intan..
("iya Tan,, skali lagi aku minta maaf ya,, aku skarang lagi di pasar Tan,, lagi jualan.. kata mama Indira...
("kalau gitu udah dulu aja ya In,, kamu kan lagi sibuk,, nanti aja kalau udah sampai rumah baru kamu suruh Bela kirim fotonya ke aku aja,,... kata mama Intan..
("ngga usah tunggu pulang Tan,, aku kirim sekarang aja,, ada banyak foto Bela di ponsel aku,, udah dulu ya kalau gitu,, biar aku kirim fotonya Bela sekarang...
("ok In,, aku tunggu ya,,? kata mama Intan dan langsung mengakhiri obrolan mereka....
setelah itu,, mama Indira segera mencari foto Bela yg menurutnya cantik dan segera mengirimnya ke mama Intan,, tidak berapa lama,, ponsel mama Intan di Italia berbunyi tanda ada pesan masuk,, dengan segera mama Intan langsung membuka pesan yg ternyata foto Bela,, tiba tiba senyum mengembang di wajah mama Intan,, dia bahagia dan takjub melihat kecantikan calon menantunya itu,, di tambah mama Intan melihat cincin tunangan melingkar di jari manis Bela yg dia belikan sejak dulu kepada Maikhel dan Bela waktu mereka masih kecil..
m
mama Intan tidak sabar menunggu Maikhel pulang,, dia ingin segera memperlihatkan foto Bela buat Maikhel,, dan diapun ingin segera mempertemukan mereka,, karna dia tidak mau anaknya terpengaruh oleh wanita wanita Italia yg gaya hidupnya sangat bebas.
*******
Karna sudah sore,, Bela memutuskan untuk memasak makanan buat makan malam,, tapi di saat sedang asik memasak,, tiba tiba dia merasa mual karna mencium bau masakan yg sedang dia masak,, tanpa dia sadari,, mama dan papanya sudah berada tidak jauh darinya,, karna mereka sudah pulang pasar...
dengan segera dia berbalik dan berlari menuju kamar mandi,, dia kaget di saat melihat keberadaan kedua orang tuanya,, tapi dia tetap mempercepat langkah kakinya ke kamar mandi,, karna dia udah ngga tahan dan mau segera muntah...
mama dan papanya saling menatap bingung,, mamanya menyusulnya ke kamar mandi,, sampai di sana,, Bela sudah berdiri di depan pintu kamar mandi dan hendak keluar,,...
"kamu kenapa sayang,,,? tanya mamanya...
__ADS_1
"aku ngga apa apa ma,, mungkin aku masuk angin ma,, karna sejak tadi aku tidur tanpa mematikan kipas ma,, jawab Bela berbohong...
"ya udah kalau gitu,, kamu istrahat aja,, biar mama yg lanjut masak,, dan jangan menyalakan kipas lagi,, kata mamanya sambil berbalik dan melangkah ke arah dapur...
sedangkan Bela segera berlari ke kamarnya,, dia mengunci pintu kamarnya dan menangis,, dia sangat merasa bersalah karna sudah membohongi mamanya,, tapi dia juga tidak sanggup kalau harus jujur...
"ya Tuhan,, apa yg harus aku lakukan,,,? sampai kapan aku harus menyembunyikan semua ini,,,? Bela berkata sambil menangis..
******
waktu menunjukan pukul 6 sore,, Maikhel baru pulang,, sejak pagi dia sama Leo asistennya sekalian sepupunya pergi ke pantai bersama saudara saudaranya yg lain..
setelah masuk rumah,, dia langsung ke kamarnya dan segera bergegas mandi,, sedangkan mamanya yg baru keluar kamar,, lnngsung berjalan keluar untuk mengecek mobil Maikhel sudah ada apa belum,, setelah melihat mobil Maikhel sudah terparkir di garasi,, dengan segera dia berlari menuju kamar Maikhel dengan penuh semangat,, sampai di depan pintu kamar Maikhel,, mama Intan langsung membuka pintu Maikhel tanpa di ketuk dan membuat Maikhel yg sedang berbaring di atas ranjang terkejut bukan main...
"Maik,, sini sayang,,! kamu harus lihat ini.. kata mama Intan bersemangat...
"ada apa si ma,,? mama bikin kaget aku aja.. jawab Maikhel....
"ini,, lihat ini,, ini foto Bela,, tadi mama Indira mengirimnya ke mama,, kata mama Intan sambil menjulurkan ponselnya ke arah Maikhel,, tapi Maikhel,, tidak sama skali melirik foto yg ada di ponsel mamanya itu..
"ayo dong Maik,, lihat dulu,, Bela sangat cantik,, ngga kalah cantik dari gadis gadis Italia... kata mamanya lagi..
akhirnya Maikhel dengan wajah kesal,, terpaksa harus melihat foto itu biar mamanya cepat pergi,, karna dia sangat cape dan ingin beristirahat..
tapi tiba tiba mata Maikhel terbelalak,, jatungnya berdegup kencang,, nafasnya memburu seperti orang yg baru selesai lomba lari,, sedangkan mamanya hanya tersenyum senyum sambil melihat ekspresi anaknya,, karna menurut mama Intan Maikhel berekspresi seperti itu karna dia terpesona oleh kecantikan Bela...
"ma,, benar ini Bela,,? calon istri aku,,,? tanya Maikhel sambil terus menatap foto Bela di posel mamanya yg sudah dia ambil dari tangan mamanya...
"iya sayang,, ini Bela,, calon istrimu,, dan coba kamu lihat jari manisnya,, ada cincin pertunangan kalian yg mama belikan dulu...
"ma,, kapan kita ke Indonesia ma,,? aku harus bertemu Bela secepatnya,, kata Maikhel yg membuat mamanya langsung tertawa sambil memeluk anaknya itu..
__ADS_1
"terserah kamu aja,, kan kamu yg bilang belum ada waktu,, jawab mamanya...
"besok aku ada waktu ma,, besok pagi aku langsung memboking tiket untuk keberangkatan kita,,.... kata Maikhel..
"jadi besok kita berangkat ni,,,? tanya mamanya kurang yakin...
dan Maikhel hanya mengangguk,,, kemudian mama Intan langsung berlari menuju ruang kerja suaminya dengan senyum yg sangat ceria,,, sampainya di ruang kerja papa Antoni,, mama Intan langsung memeluk tubuh suaminya yg sedang berada di meja kerjanya,, mama Intan memeluk tubuh papa Antoni dari belakang dan berkata...
"pa,, besok kita ke Indinesia menemui Indira dan Ferdi,, Maikhel akan memboking tiket untuk keberangkatan kita besok pa,, kata mama Intan penuh semangat...
"yg benar ma,,? tanya suaminya...
"iya pa,, tadi mama sudah kasih lihat Maik fotonya Bela,, dan papa tau ngga,,,? setelah melihat foto Bela,, dia langsung bersemangat untuk segera bertemu Bela pa,, kata mama Intan..
"ya sukurlah kalau gitu,, nanti sebentar papa hubungi sekrestaris dan asisten papa untuk mengurus semuanya selama papa ngga ada.. sambung papa Antoni...
sedangakan Maikhel yg berada di kamarnya,, merasakan perasaan yg campur aduk,, dia tidak bisa tidur sampai jam 3 dini hari,,...
jam menunjukan pukul 6 pagi,, mama Intan sudah selesai berkemas,, dia berjalan menuju kamar Maikhel dan membangunkannya,, dua kali ketukan Maikhel langsung bangun,, dia bangun dan segera mengemasi pakain dan barang barang yg mau dia bawa...
selesai berkemas,, Maikhel menghubungi Leo asistennya,, untuk memberitahukan keberangkatannya ke Indinesia selama satu minggu,, dan setelah itu,, dia segera memboking 4 tiket untuk keberangkatan jam 9 pagi itu juga,, lewat ponselnya...
setelah itu Maikhel turun ke dapur untuk sarapan bersama orang tuanya dan adik laki lakinya,, selesai sarapan,, Maikhel beranjak dari meja makan,, tapi sebelum melangkah pergi,, dia menatap mama papanya dan berkata...
"ma,, pa,, kita berangkat jam 9,, aku udah boking tiketnya untuk kita berempat,, kata Maikhel dan langsung beranjak naik ke kamarnya...
mama yg mendengar jam 9 keberangkatan langsung heboh,, dia segera memerintahkan suaminya dan anaknya luis untuk segera bersiap siap karna sudah mau jam 7...
setelah semuanya sudah siap,, mereka langsung berangkat ke bandara di antar supir pribadi mereka,, dalam perjalanan,, baru mama Intan mengabari mama Indira tentang keberangkatan mereka hari itu juga ke Indonesia...
******
__ADS_1
mama Indira dan papa Ferdi yg sedang sibuk di pasar langsung kegirangan mendengar keberangkatan sahabatnya dari Italia ke Indonesi,, tapi setelah itu,, mama Indira dan papa Ferdi tetap melanjutkan aktifitas mereka di pasar,, karna masih ada waktu,, besoknya kan baru mama Intan,, papa Antoni dan ke dua putranya tiba di Indonesia...