
Hari itu hari rabu tepat jam 3:30 sore, Bela bersama kedua sahabatnya sudah berada di ruang tunggu bandara. Bela ke bandara tanpa di antar oleh keluarganya. Itu memang keinginan Bela, dia tidak ingin di antar oleh siapapun. Karena dia tidak sanggup melihat anggota keluarganya, di saat dia menaiki pesawat yang akan membawanya, pergi jauh dari keluarganya.
Karena Bela tidak di antar oleh keluarganya, Sari dan Mita pun memutuskan untuk tidak di antar oleh keluarga mereka. Sari dan Mita melakukan itu, karena mereka tidak mau membuat Bela semakin bersedih.
Bela duduk di ruang tunggu sambil termenung memikirkan buah hatinya. Bela sangat bersedih, meninggalkan Enjel yang masih berusia enam bulan. Dengan tatapan yang sedih, Bela pun berkata kata dalam hatinya.
"Enjel,, maafkan Mama yang tidak bisa merawatmu. Mama terpaksa harus pergi meninggalkanmu, demi kebaikan kita bersama. Percayalah sayang,, Mama melakukan semua ini, semata-mata demi masa depanmu." Bela berkata-kata dalam hati dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.
Melihat keadaan Bela, membuat Sari dan Mita ikut bersedih. Kemudian, Sari dan Mita langsung berusaha untuk menghibur juga menguatkan Bela.
"Bela,, ini adalah jalan yang terbaik untukmu juga untuk masa depan Enjel. Enjel akan sangat bangga memiliki Ibu seperti kamu. Karena kamu adalah wanita yang kuat, dan tidak mudah untuk menyerah." Kata Sari sambil mengusap-usap punggung Bela.
"Iya Bel,, kamu adalah wanita yang sangat kuat. Kamu harus buktikan kepada semua orang, kalau kamu bisa menggapai kesuksesan, dengan jalan yang kamu ambil saat ini." Sambung Mita.
__ADS_1
"Iya,, dan aku akan lebih bersemangat juga kuat, karena ada kalian berdua di sampingku,," kata Bela sambil menggenggam tangan kedua sahabatnya itu.
Pukul 4 sore tepat, pesawat yang di tumpangi Bela dan kedua sahabatnya takeof. Bela yang masih saja bersedih, memilih untuk menatap ke luar melewati jendela pesawat, sambil berkata-kata dalam hatinya dengan bercucuran air mata.
"Enjel,, Mama akan selalu merindukanmu. Jadilah anak yang manis, jangan jadi anak cengeng yang suka menangis. Biar Mama juga bisa tenang dalam mengejar cita-cita Mama untuk masa depanmu sayang." Bela berkata-kata dalam hatinya, sambil terus meneteskan air matanya.
Sari dan Mita yang melihat Bela, saling menatap dengan tatapan haru. Dan tanpa menunggu lama, Sari meraih pundak Bela yang duduk tepat di sampingnya, sambil berkata-kata dengan nada suara yang begitu pelan.
"Beel,, kamu jangan terlalu sedih,,! Nanti Enjel juga sedih di sana loh. Karena kata orang, kontak batin antara Ibu dan anak itu sangat kuat." Kata Sari yang membuat Bela mengangguk sambil menghapus air matanya.
**************
Maik dan Felisia bersahabat sejak mereka SD, dan Felisia sudah lama memiliki perasaan suka kepada Maik, tapi Maik menganggapnya hanya sebatas sahabat.
Felisia adalah anak dari Pejabat di Italia. Orang tua Felisia dan orang tua Maik, sudah kenal dekat sejak lama. Karena sejak Maik dan Felisia masih berada di Sekolah SD, sampai mereka kuliah, mereka tinggal bertetangga. Tapi sekarang Felisia dan keluarganya sudah pindah ke tempat tinggal baru mereka, yang letaknya cukup jauh dari rumah keluarga Maik.
__ADS_1
Felisia sangat bahagia dengan perjodohan dia dan Maik, karena Maik laki-laki yang sangat Felisia cintai sejak lama. Sedangkan Maik, dia hanya menganggap Felisia hanya sebatas sahabat selama ini. Tapi sekarang dia memutuskan untuk membuka hatinya kepada Felisia. Maik melakukan itu, sebap dia sudah tidak bisa menolak keinginan orang tuanya lagi. Apalagi menurut dia, Felisia adalah wanita yang selalu bisa mengerti keadaannya.
Felisia dan keluarganya sudah mengetahui masa lalu Maik. Mereka tahu kalau Maik sudah pernah menikah, tapi mereka tidak terlalu pusing dengan semua itu. Karena menurut mereka, Maik itu laki-laki yang sudah duda, bukan suami orang.
Felisia dan Maik sudah bertunangan, dan karena rasa cintanya terlalu besar kepada Maik, sehingga membuat Felisia memutuskan untuk pindah ke London, dan menjadi Produser film di London.
Di London, Felisia ingin tinggal bersama Maik di rumah Maik yang besar dan sangat mewah itu. Tapi Maik tidak mengizinkannya, karena Maik tidak ingin menjadi bahan gosip semua orang, kalau dia tinggal serumah dengan tunangannya bukan istrinya.
Akhirnya Felisa terpaksa tinggal di sebuah apartemen mewah yang di belikan Papanya. Felisia yang terlahir dan di besarkan di Negara yang sangat bebas, ingin sekali menjalani hubungan, seperti yang di jalani banyak pasangan muda di Negaranya. Tapi itu hanya keinginan Felisia semata, karena Maik tidak ingin menjalani hubungan seperti itu.
Felisia sebenarnya sangat bingung, juga heran dengan sikap Maik yang berubah sembilan puluh persen. Karena Felisia sangat kenal dengan sikap Maik yang dulu. Maik yang dulu adalah laki-laki yang sangat suka berganti-ganti pasangan. Tapi saat dalam setahun ini, Maik seperti mati rasa pada semua wanita.
Maik adalah laki-laki yang sangat tampan. Siapapun wanita yang melihatnya, pasti ingin memilikinya. Dan Felisia adalah wanita yang sangat beruntung, karena sekarang dia sudah memiliki status sebagai tunangan Maik atau lebih jelasnya, calon istri Maik.
Walaupun mereka tidak tinggal serumah, tapi mereka sering menghabiskan waktu libur bersama di rumah. Seperti saat ini, Maik dan Felisia sedang berada di apaetemen Felisia. Mereka berdua sedang duduk di sofa sambil mengobrol, dan bercanda layaknya sepasang kekasih.
__ADS_1
Setelah bertunangan dengan Felisia, Maik sudah lebih banyak tersenyum. Maik seperti itu, karena dia sudah mulai membuka hatinya untuk wanita yang sudah menjadi tunangannya itu.