Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku

Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku
Bab 40. Kata Hati Seorang Ayah.


__ADS_3

Maik yang baru mengetahui keberadaan Enjel begitu sangat marah, mendengar kabar putrinya yang selama ini tidak dia ketahui sedang sakit parah. Dengan tampang yang di penuhi kemarahan juga kekecewaan yang begitu besar, Maik melangkah masuk ke dalam kamar Bela, setelah kedua sahabat Bela pergi meninggalkan mereka.


"Pergi kamu dari sini! Aku tidak ingin melihat tampang mu." Ketus Bela yang sedang menangis di atas tempat tidurnya tanpa melirik Maik sama sekali.


"Aku ingin melihat putriku." Ujar Maik sambil menatap Bela dengan tatapan dinginnya.



"Untuk apa kamu ingin melihatnya.. Ha..? Dia sama sekali tidak membutuhkan kehadiranmu. Dan dia juga tidak mengenal siapa kamu." Ujar Beka dengan nada yang sudah mulai naik.


"Aku ini Ayahnya. Dan dia berhak mengetahui keberadaanku." Jawab Maik sambil melangkah mendekat ke arah Bela.


"Apa..? Ayah kamu bilang? Selama ini kamu di mana..? Kamu di mana di saat aku membutuhkanmu..? di saat aku hampir saja mati melahirkan putriku? Hiks,,hiks,,hiks." Bela berkata-kata dengan nada yang sangat tinggi sambil menangis.


"Dengan mudahnya kamu mencampakkan aku, dan memilih pergi bersama wanita lain. Dasar laki-laki brengsek.." Tambah Bela dengan suara yang semakin keras.


"Bela.. Ini sudah malam. Apa kamu ngga malu di dengar sama orang?" Ujar Maik yang sudah berada tepat di depannya.


"Biarin saja. Biar semua orang yang ada di sini tahu, kalau laki-laki terhormat yang ada di dalam kamar aku adalah seorang pengecut. Dan satu lagi. Aku tidak akan pernah membiarkan Enjel mengetahui tentangmu." Perkataan Bela yang membuat Maik semakin marah.

__ADS_1


"Oke.. Kalau itu yang kamu inginkan, aku tidak akan segan-segan mengambil hak asuh putriku dari tanganmu." Perkataan Maik yang membuat Bela langsung menatapnya tajam.


"Apa..? Apa kamu bilang? Mengambil hak asuh putrimu? Kamu tidak pantas mengatakan itu di hadapanku! Selama ini kamu di mana? Di saat aku dan putriku membutuhkan dirimu, kamu malah bersenang-senang dengan wanita lain. Dasar brengsek.." Bela berkata-kata dengan nada yang tinggi sambil bercucuran air mata.


"Bukannya kamu menginginkan perpisahan itu? Biar kamu bisa bebas seperti sekarang." Ujar Maik dengan tatapan yang begitu tajam.


"Apa kamu bilang? Aku yang menginginkan perpisahan itu? Malah aku yang jadi korban keegoisanmu brengsek.." Jawaban Bela yang membuat Maik langsung tersadar, dengan apa yang sebenarnya terjadi selama ini.


"Aku tidak tahu harus berkata apa. Intinya aku ingin melihat keadaan putriku." Ujar Maik dan langsung melangkah pergi meninggalkan kamar apartemen Bela.


Dengan tampang penuh bersalah, Maik melajukan mobilnya tanpa arah dan tujuan. Karena tidak mampu memikirkan semua masalah yang sedang terjadi, akhirnya dia pun memilih untuk kembali ke apartemen Endru. Endru yang belum tertidur begitu terkejut dengan kedatangan Maik yang terlihat begitu rapuh juga berantakan.


"Aku lagi ada masalah yang sangat besar." Jawab Maik dan langsung duduk di sofa yang ada di ruang depan.


"Masalah apa yang membuat kamu jadi seperti ini?" Tanya Endru bingung.


Endru sangat kebingungan mendengar perkataan Maik barusan. Karena setahu dia, Maik adalah orang yang begitu tegar menghadapi setiap masalah dalam hidupnya.


Tapi tampang Maik saat itu begitu rapuh dan hancur karena masalah yang belum di ketahui oleh Endru.

__ADS_1


"Masalah apa sebenarnya yang sedang kamu hadapi?" Tanya Endru yang masih saja kebingungan.


"Putriku sedang sakit parah." Jawab Maik yang membuat mata Endru seketika terbelalak saking kagetnya.


"Putri? Sejak kapan kamu memiliki putri? Sedangkan kamu saja belum menikah." Tanya Endru dengan tampang tidak percaya.


"Sebenarnya aku sudah menikah beberapa tahun yang lalu, dengan anak dari sahabat orang tuaku di Indonesia. Tapi entah kenapa, orang tuanya malah memisahkan dia dariku di saat dia sedang mengandung putriku. Dan mereka memberitahukan kepada keluargaku, kalau kandungan istriku telah di gugurkan." Jawab Maik yang membuat Endru semakin bingung.


"Berarti selama ini kamu tidak mengetahui keberadaan putrimu?" Tanya Endru.


"Aku baru tahu malam ini di saat bertemu Ibunya di apotek tadi." Jawab Maik yang membuat Endru menatapnya tajam. Karena pikirannya seketika tertuju kepada Bela.


"Maksud kamu Bela sahabatnya Sari?" Tanya Endru dengan tatapan mencari tahu.


"Iya. Bela adalah istriku sampai saat ini. Tapi keegoisan orang tuanya yang sudah memisahkan kita." Jawab Maik dengan tampang yang terlihat begitu kacau.


"Lalu bagaimana dengan tunanganmu?" Tanya Endru dengan tatapan mencari tahu.


"Aku belum memikirkan itu. Sekarang yang aku pikirkan hanyalah keadaan putriku yang sedang sakit parah di Indonesia." Jawab Maik.

__ADS_1


Maik begitu kebingungan berada dalam keadaan yang serba salah. Hubungan yang telah terikat dengan tunangannya, membuat dia begitu terjepit untuk melangkah. Namun dia memilih untuk mengikuti kata hatinya sebagai seorang ayah, yang begitu merindukan putri kecilnya yang sedang sekarat.


__ADS_2