Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku

Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku
Bab 18. makan malam di luar...


__ADS_3

mama Intan menutup pintu kamar Bela dan melangkah mendekati Bela dan juga Maik yg sedang menatap mama Intan dengan muka yg sangat tegang.....


"apa yg kalian lakukan Maik,,,? tanya mama Intan...


"kita hanya mengobrol aja ma,,, jawab Maik...


"kamu ngga usah bohongin mama Maik,, mama juga pernah muda seperti kalian,, kata mama Intan...


"kita hanya ciuman aja ma,,, jawab Maik jujur...


"kalian jangan bertindak bodoh,, mama ngga ngelarang kalian untuk melakukan apapun,, tapi tunggu sampai kalian udah nikah dulu,,, kata mama Intan..


"kamu ngga ingat apa kata mama Maik,,,? tambah mama Intan...


"maaf tan,, aku yg salah,, kata Bela meminta maaf...


"ya udah tante maafin,, skarang kamu turun dan makan dulu sayang,, dan kamu Maik,, jangan masuk masuk lagi ke kamar Bela nanti om Ferdi bisa curiga,, kata mama Intan..


setelah itu mama Intan langsung keluar sambil menarik tangan Maik,, sedangkan Bela hanya menatap kepergian mereka dengan tatapan kecewa,, kehamilan Bela tidak membuatnya ngidam makanan macam macam,, tapi malah ngidam laki laki yg akan menjadi suaminya itu,, dia sangat haus akan aroma tubuh dan sentuhan Maik...


Maik yg sudah melangkah keluar pun sangat kecewa,, karena dia itu laki laki normal yg sangat membutuhkan itu,, tapi dia tidak bisa melakukan apa apa untuk saat ini,,....


pukul 6 tepat Bela yg sudah selesai mandi dan berpakaian turun dari kamarnya menuju dapur,, dan di saat dia berpapasan dengan Maik,, dia hanya menatap Maik dengan tatapan yg tidak bisa di artikan....



dan tatapan Bela itu membuat Maik jadi serba salah,, setelah menatap Maik sebentar Bela langsung melangkah pergi,, dan di saat Maik mau menahan Bela,, tiba tiba ada papa Ferdi masuk dari pintu depan dan membuat Maik mengurungkan niatnya dan segera pergi dari situ...


Maik memilih untuk kembali masuk kamar,, sampainya di dalam kamar dia langsung mengambil ponselnya dari dalam saku celananya dan segera terlentang di atas tempat tidur sambil mengetik dan mengirim pesan kepada Bela....


*Bel,, kamu kenapa,,,? pesan Maik...

__ADS_1


*ngga apa apa,,,! balas Bela singkat...


*ngga apa apa tapi tatapan kamu ke aku ko kaya gitu,,? balas Maik...


*itu karena aku ngga suka sama sikap kamu yg ngga bisa mengambil keputusan dan tidak punya prinsip sama skali... balas Bela..


*terus mau kamu aku harus gimana,,,? apa aku harus tidur sekamar sama kamu di rumah ini,,,? itu mau kamu,,,? balas Maik..


*aku benci kamu,, dan aku ngga akan berangkat denganmu ke Itali besok,, aku ngga mau nikah sama kamu,,,... balas Bela...


setelah membaca pesan Bela yg terakhir membuat Maik jadi stres dan bingung,, dia ngga tau harus berbuat apa,, dia meletakan ponselnya di atas tempat tidur dan menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang dan meletakan kedua tangannya di belakang kepalanya sambil memikirkan bagaimana caranya dia bisa berduaan dengan Bela malam ini biar Bela ngga marah lagi padanya....



setelah beberapa menit berfikir,, Maik kembali mengirim pesan kepada Bela....


*kita makan malam di luar saja,,,! pesan Maik....


"ada apa sayang,,,? tanya mama Indira...


"ngga ada apa apa ko ma,,, jawab Bela yg kaget dan langsung memasukan kembali ponselnya ke dalam saku celananya...


pukul 7:30 Maik yg sudah siap siap langsung berjalan dan duduk bersama orang tuanya dan orang tua Bela di ruang keluarga,, sedangkan para orang tua hanya menatapnya dengan tatapan bingung,, dan sebelum mereka membuka suara Maik sudah duluan membuka suaranya...


"om tante,, aku mau ajak Bela jalan jalan ke luar,,,! boleh ngga,,,? tanya Maik...


"ya boleh aja dong,, dia kan calon istri kamu,, kenapa ngga boleh,,,? jawab papa Ferdi...


"iya Maik,, kenapa ngga bole,,? sambung mama Indira...


"makasih om tante,, jawab Maik dan di anggukan oleh ke dua calon mertuanya sambil tersenyum kepada Maik...

__ADS_1


sedangkan mama Intan dan papa Antoni pun ikut tersenyum,, karena menurut mama Intan,, mungkin lebih baik mereka berduaan di luar sana dari pada di rumah,,...


tidak berapa lama akhirnya Bela pun turun dengan penampilan yg sangat cantik dan seksi sampai membuat Maik tidak berkedip sama skali di saat menatapnya....


mereka pergi menggunakan mobil papa Ferdi menuju restoran yg berada tidak jauh dari situ,, karena mereka berdua belum sempat makan malam,, jadi mereka ingin makan di Restoran...


dalam perjalanan,, Bela sesekali menatap Maik yg lagi fokus menyetir tanpa berkata apa apa,, dia makin tergoda oleh ketampanan Maik dan parfum yg di pakai Maik membuatnya ingin segera memeluk lelaki pujaannya itu...


sedangkan Maik yg menyadari itu,, langsung menarik kepala Bela untuk bersandar di dada bidangnya itu,, dan Maik menyetir hanya menggunakan satu tangan saja...


Bela yg sangat suka di perlakukan seperti itu langsung memeluk pinggang Maik dan mengecup dada Maik yg sedikit terbuka itu..


tidak berapa lama akhirnya mereka sampai di restoran yg mereka tuju,, mereka memilih untuk langsung makan karena mereka sudah sangat lapar,, mereka makan tanpa ada yg bersuara sampai selesai,, karena itulah kebiasaan di keluarga mereka,, kalau makan ngga bisa untuk bersuara...


selesai makan,, Maik langsung menatap Bela yg juga sedang menatapnya dan bertanya,,,,..


"kita mau kemana setelah ini,,,? tanya Maik...


"ngga tau,, jawab Bela...


sejenak Maik menundukkan kepalanya dan berfikir,, dan tidak berapa lama dia kembali mengangkat kepalanya dan segera berdiri sambil menarik tangan Bela...


Maik membawa Bela menuju mobil,, sampainya di samping mobil,, Maik langsung menyandarkan Bela ke badan mobil dan menghadapnya kemudian berkata.....


"aku ngga tau kita harus ke mana,,,? kalau ke hotel ngga mungkin,, karena di hotel hotel itu sering ada razia,, dan kalau kita tertangkap,, kita akan menghadapi masalah besar,, jelas Maik panjang lebar..


"kalau ke rumah temanmu bisa ngga,,,? tanya Maik sambil menatap Bela...


"ngga bisa,, ada orang tua mereka,,, jawab Bela dan membuat Maik menarik nafas panjang dan membuangnya kasar...


kemudian Maik langsung menyuruh Bela untuk masuk mobil,, dan Bela hanya nurut nurut saja,, Maik melajukan mobilnya menuju pantai,, dan sampainya di pantai,, Maik menghentikan mobilnya tapi dia tidak keluar dari dalam mobil.....

__ADS_1


__ADS_2