Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku

Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku
Bab 28. Dua Tahun Pertunangan.


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Kini pertunangan Maik dan Felisha sudah memasuki tahun ke dua. Tapi Maik masih tetap sama memperlakukan Felisha. Mereka berdua semakin dekat, setelah ikatan pertunangan mereka yang sudah dua tahun berjalan. Tapi Maik tidak pernah sekalipun melakukan hal yang romantis terhadap Felisha.


Maik memperlakukan Felisha sama seperti dia memperlakukan sahabat-sahabatnya yang lain. Sebagai seorang wanita, Felusha yang benar-benar mencintai tunangannya itu, selalu ingin di perlakukan layaknya seorang kekasih. Tapi semua itu hanyalah harapan yang tidak pernah bisa menjadi sebuah kenyataan.


Felisha sangat tersiksa dengan sikap Maik yang selalu dingin dan cuek padanya. Dan dia juga sangat tertekan dengan permintaan orang tuanya, yang memintanya untuk segera menikah dengan Maik. Karena pertunangan mereka yang sudah terjalin begitu lama, selalu menjadi pertanyaan para sahabat orang tua Felisha juga Maik.


Felisha juga ingin secepatnya menjadi istri Maik, tapi bagaimana mungkin itu bisa terjadi,,? Kalau Maik saja tidak pernah menyinggung akan hal itu.


Suatu hari, karena orang tuanya terus menerus bertanya mengenai pernikahannya, akhirnya Felisha pun memutuskan untuk membicarakannya dengan Maik.


Pukuk 8:30 malam, Felisha dan Maik sudah berada di salah satu restoran paforit mereka. Sebenarnya Maik tidak ingin keluar malam itu. Tapi dia pun terpaksa pergi, karena permintaan Felisha yang lagi ingin menikmati menu paforitnya di situ.


Selesai makan Maik pun ingin segera pulang dengan alasan, kalau dia mau menyelesaikan pekerjaannya yang belum sempat dia selesaikan tadi di kantor. Dan tanpa berkata apa-apa, Felisha pun menuruti apa yang di inginkan oleh Maik.


Dalam perjalanan, tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua. Sampai akhirnya Felisha pun berfikir, untuk membahas apa yang menjadi beban pikirannya selama beberapa hari ini. Dan tanpa menunggu lama, Felisha pun langsung membuka suaranya.


"Maik,, aku ingin membicarakan sesuatu." Kata Felisha.


"Bicarakan saja..! Memangnya apa yang ingin kamu bicarakan..?" Tanya Maik sambil terus fokus menyetir.


"Papa Mama aku tanya, kapan kita akan menikah..?" Tanya Felisha yang membuat raut wajah Maik langsung berubah.


Maik tidak menjawab apa-apa, karena dia sendiri tidak tahu apa yang harus dia jawab. Memang Maik setuju untuk bertunangan. Tapi kalau untuk menikah, dia sama sekali tidak pernah memikirkannya. Apalagi dia sendiri masih bingung dengan perasaannya kepada Felisha.

__ADS_1


Melihat Maik yang hanya terdiam dengan ekspresi dinginnya, membuat Felisha tiba-tiba merasa sedih dan kembali bertanya.


"Maik,, kamu ko ngga jawab..?" Tanya Felisha dengan perasaan yang bercampur aduk.


Felisha merasa khawatir, karena dia takut kalau ternyata Maik tidak ingin menikahinya. Felisha sudah terlanjur mencintai Maik dengan sepenuh hatinya. Jadi dia tidak rela berpisah dari Maik.


"Jawab dong Maik..!" Tuntut Felisha.


"Aku ngga tahu harus jawab apa. Karena aku sama sekali belum memikirkan hal itu." Jawab Maik yang membuat hati Felisha terasa sangat perih.


"Tapi Maik, kita bertunangan sudah dua tahun, dan kamu sama sekali belum memikirkan tentang pernikahan..?" Tanya Felisha.


"Aku minta maaf. Tapi aku sama sekali belum kepikiran untuk menikah. Dan kalau orang tuamu ingin kamu segera menikah, kita bisa akhiri pertunangan ini. Dan kamu bisa mencari laki-laki yang lebih baik dariku." Jawab Maik yang membuat Felisha langsung kaget.


"Ya sudah kalau kamu belum siap untuk menikah. Tapi sampai kapanpun, aku tidak akan mau pisah dari kamu. Karena aku sangat mencintaimu." Ujar Felisha.


Felisha akhirnya memutuskan untuk bersabar, sebab dia sangat tidak sanggup kehilangan Maik. Apalagi banyak sekali wanita yang tergila-gila dengan Maik, dan ingin menjadi pendamping hidup Maik. Karena selain tampan, Maik adalah laki-laki yang memiliki kekayaan yang tidak terhingga.


Selesai mengantarkan Felisha ke apartemennya, Maik langsung bergegas untuk pulang. Dalam perjalanan Maik memikirkan apa yang dia dan Felisha bahas tadi. Tapi tiba-tiba bayangan Bela pun muncul dalam ingatannya, yang membuat dia menjadi bingung dengan pikirannya sendiri.


Sebenarnya Maik sudah tidak ingin mengingat sosok Bela lagi. Karena Bela adalah wanita yang sudah membuatnya terluka dan hancur. Tapi entah kenapa, Bela sering datang di dalam mimpinya. Dan sekarang Bela tiba-tiba datang dalam pikirannya, di saat dia mulai memikirkan hubungan yang lebih serius dengan Felisha.


Sampainya di rumah, Maik segera naik ke kamarnya. Kemudian dia duduk di tepi ranjang, sambil mengingat sosok wanita yang sudah membuatnya hancur. Dalam diam Maik pun berkata-kata dalam hatinya, dengan tampangnya yang begitu datar.

__ADS_1



"Mengapa bayangannya selalu datang menggangguku..? Dalam mimpi juga pikiranku. Aku sangat membencinya, karena dia adalah wanita yang egois. Dia rela membunuh darah dagingnya sendiri demi mencapai kebebasannya." Maik berkata-kata dalam hatinya dengan tampang datar yang penuh dengan amarah.


Maik berfikir seperti itu, karena setelah mengetahui kalau Bela sudah menggugurkan kandungannya, dan mengirimkan gugatan cerai untuknya, Maik tidak hanya tinggal diam. Dia mencari kebenarannya lewat sosial media yang Bela punya. Dan sayangnya, dia malah menemukan dan percaya dengan postingan-postingan palsu, yang di buat oleh Papanya Bela.


Semenjak berpisah dari Maik dan mengetahui kalau Maik sudah memiliki wanita lain, Bela tidak mau lagi memegang ponsel juga laptopnya. Bela seperti itu karena dia langsung percaya dengan apa yang di katakan, juga di perlihatkan oleh Mamanya juga Mas Fikram.


Bela langsung percaya dengan semuanya, karena yang mengatakan juga menunjukan semua foto Maik bersama wanita lain, itu adalah orang yang paling dia percaya dalam keluarganya. Tanpa dia ketahui, Mamanya juga Mas Fikram yang sangat dia percaya itu, sedang menjalankan rencana dan niat busuk Papanya.


Bela yang tidak ingin menggunakan Ponsel juga laptopnya selama hampir dua bulan, di jadikan kesempatan Papanya untuk memposting fotonya dengan beberapa kata-kata yang menunjukan kalau dia sangat bahagia di saat itu. Dan itulah yang membuat Maik sangat kecewa, juga sangat membenci Bela setelah melihat postingannya.


#Aku adalah wanita yang paling bahagia, dengan kebebasanku saat ini#



Selain licik Papa Ferdi juga sangat cerdas. Papa Ferdi sengaja memposting foto-foto lama milik Bela, yang terlihat begitu bahagia karena dia tahu, kalau Maik tidak akan percaya begitu saja. Dan dia juga yakin Maik akan mencari tahu lewat sosial media milik Bela.


Maik tidak menyangka kalau Bela bisa sekejam itu. Bela juga bisa sebahagia itu setelah membunuh darah dagingnya sendiri. Padahal di saat itu Maik sangat hancur dengan semua yang terjadi.


Setelah hampir dua minggu postingan itu di posting, Papa Ferdi dengan segera kembali menghapusnya. Sebab dia takut Bela akan melihatnya. Sedangkan Maik yang sudah terlanjur sakit hati dan kecewa tidak mau kalah. Maik juga ikut memposting beberapa foto lamanya bersama Felisha, dan postingan itu di lihat oleh Bela di saat dia kembali menggunakan sosial medianya.


Karena sakit hati, tidak pakai berpikir panjang Bela langsung menghapus semua akun sosial medianya, dan menggantikannya dengan yang baru. Dan itu membuat dia tidak lagi mengetahui tentang Maik begitupun sebaliknya.

__ADS_1


__ADS_2