Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku

Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku
58. Akhir Cerita.


__ADS_3

Seketika Maik meneguk ludah, melihat keindahan tubuh wanita cantik itu tanpa balutan busana. Bela terlentang pasrah di hadapan Maik, yang sudah siap bertempur. Wajah pria berambut pirang itu begitu memerah pengaruh tuntutan batin yang tak lagi bisa di kendalikan. Perlahan di menundukkan kepala dan mulai menyedot kedua bukit kembar yang terlihat masih begitu padat. Tangan Bela pun meremas perlahan pundak kekarnya, menikmati sensasi yang sudah sekian lama tak pernah dirasakan.


Dengan nafas terengah-engah, Maik menelusuri setiap lekuk tubuh indah itu dan tak lupa meninggalkan jejak kepemilikan. Dia tak ingin memulai pertempuran tanpa membuat Bela melayang jauh. Suara Bela dalam seketika menggema memenuhi seisi ruangan. Maik mulai melancarkan serangan rudal, masuk keluar memporak-porandakan telaga kenikmatan yang sudah sekian lama tak di jajaki pria manapun. Betapa beruntungnya Maik memiliki wanita seperti Bela. Di zaman modern yang penuh dengan berbagai kemaksiatan, dia bisa menjaga dirinya hanya untuk satu lelaki. Kesetiaannya tak dapat di nilai dengan apapun. Namun Maik pun melakukan hal yang sama. Keinginan batinnya seketika meredup saya berpisah dari Bela. Ikrar dalam pernikahan berhasil mereka jaga sejak berpisah sampai bertemu kembali.


Bukan hal yang mudah untuk Maik dan Bela melewati waktu begitu lama dengan menahan rindu. Dan kini mereka kembali di persatukan dalam sentuhan hangat penuh gelora cinta dan gairah. Maik begitu bersemangat menyalurkan tuntutan batin yang telah terpendam sekian lama. Bela sampai tak berdaya dibuatnya. Terdapat begitu banyak tanda merah yang tinggalkan Maik di sekujur tubuhnya. Kegilaan pria tampan itu benar-benar diluar kendali.


Setelah hari itu Maik dan Bela kembali bersatu membangun rumah tangga yang sekian lama terbengkalai. Mereka sama-sama berjuang untuk kesembuhan Angel. Di depan Angel yang hanya terbaring lemas di atas tempat tidur, Bela meminta Maik berjanji untuk selalu bersama apapun yang terjadi. Tanpa ragu Maik pun mengucapkan janji sembari menggenggam erat kedua tangan Bela.


Mereka memilih untuk hidup jauh dari keluarga. Kini Maik telah membangun usahanya sendiri tanpa ada kaitan dengan kekayaan keluarganya. Dia rela meninggalkan kedua orang tuanya, juga keluarga besarnya demi istri dan anaknya.


Baik keluarga Bela maupun Maik, sama-sama tidak mendukung penyatuan mereka. Walaupun mendengar keadaan cucu mereka yang semakin parah. Sepertinya mata hati orang tua mereka telah ditutupi kebencian tak mendasar. Namun itu sama sekali tidak menggoyahkan keyakinan Maik dan Bela untuk tetap berjuang demi cinta dan kasih sayang terhadap sangat buah hati.


Hari-hari yang mereka lalui penuh suka dan duka. Kebahagiaan yang mereka rasakan, selalu diselimuti kesedihan karena keadaan Angel yang semakin memburuk. Hampir setiap malam Maik meminta Bela untuk melayaninya, bukan menuruti hawa nafsunya. Tetapi dia seperti itu, demi mendapatkan adik buat Angel. Bela pun tak pernah menolak. Karena tujuan mereka hanyalah satu, yakni menyembuhkan Angel dari penyakit yang sudah membuatnya sekarat.


Usaha demi usaha mereka lakukan bersama. Sampai pada suatu hari, Bela dinyatakan hamil oleh seorang Dokter kandungan. Betapa bahagianya mereka mendengar kabar baik itu. Ternyata Tuhan tak pernah menutup mata selagi hambanya mau berusaha. Sejak hari itu, Maik memperlakukan Bela seperti putri Raja. Dia tidak di izinkan untuk keluar rumah, apalagi melakukan sesuatu yang bisa membuatnya kelelahan.

__ADS_1


Tugas Bela hanya untuk mengawasi Angel, menemaninya dan memberikannya semangat. Sementara Maik semakin bersemangat menjalankan bisnisnya yang semakin berkembang pesat. Demi pekerjaan, Maik sering meninggalkan mereka berdua. Namun Bela tidak mempermasalahkan hal itu. Karena dia tahu, semua yang Maik lakukan demi masa depan anak-anak nya.


Pagi itu Maik yang baru saja tiba di bandara, langsung masuk kedalam mobil yang sudah menjemputnya. Dalam perjalanan pria tampan itu tidak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan istrinya yang sedang mempertaruhkan nyawa melahirkan putranya, juga putrinya yang tiba-tiba pingsan saat melihat Ibunya kesakitan.


Sesampainya di Rumah Sakit, Maik langsung berlari menuju ruang ICU untuk melihat keadaan putrinya. Dari balik kaca dia melihat Angel sedang terbaring di atas tempat tidur, dengan nafas buatan yang sudah terpasang.


"Dokter,, bagaimana keadaan putri saya?" tanya Maik saat Dokter yang menangani Angel keluar dari dalam ruangan.


"Kita harus bertindak cepat sebelum semuanya terlambat. Putri Anda sudah semakin lemas. Dia tidak mampu untuk bertahan lebih lama." Jawaban Dokter yang membuat Maik semakin panik.


"Sebaiknya Pak Maik langsung ke ruang persalinan. Istri anda pun sedang dalam masa kritis. Air ketuban nya sudah hampir kering, karena dia mengalami pecah ketuban sejak pagi tadi," ucap Dokter dengan tatapan penuh kecemasan.


Tanpa menunggu lama Maik langsung berlari dan masuk ke dalam ruang persalinan. Dia memeluk Bela yang sudah terbaring di atas meja operasi, sambil berbisik dengan suara lirih menahan tangis.


"Sayang,, kamu harus berjuang demi Angel. Ingat perjuangan kita selama ini. Aku akan gila kalau sampai terjadi apa-apa padamu ataupun Angel. Aku yakin kamu bisa. Tolonglah sayang, aku sangat mencintaimu. Tolong kasihanilah aku."

__ADS_1


"Maik,, bagaimana keadaan Angel?" tanya Bela dengan suara tersendat-sendat menahan sakit.


"Dia sedang menunggumu juga adiknya. Kamu yang kuat ya." Buru-buru Maik menghapus air matanya, dan mendaratkan ciuman di kening sangat istri, sebelum dia di bius.


Betapa kacaunya pria tampan itu melihat proses operasi sang istri. Walaupun itu kelahiran yang kedua kali, namun baru kali itu Maik melihat betapa tersiksa nya Bela sebagai seorang Ibu. Air mata tak kunjung berhenti menetes di pipi, saat dia melihat perut Bela di robek oleh Dokter. Karena tak sanggup melihat apa yang terjadi, Maik memilih untuk memeluk Bela, sambil terus berbisik di telinganya. Dia berusaha menyemangati Bela, walaupun dia sendiri benar-benar terguncang menghadapi semua itu.


"Pak,, Bu,, ini putra kalian yang begitu tampan," ujar Dokter, yang diiringi suara tangisan mala ikat kecil di tangannya.


"Maik,, anak kita," ucap Bela sambil meneteskan air mata haru, melihat putra kecilnya yang sedang menangis dalam gendongan Dokter.


"Iya sayang. Terimakasih." Maik kembali menekuk Bela dan menciumnya berulang-ulang.


Tanpa menunggu lama, para Dokter segera melakukan operasi pada Angel. Maik dan Bela yang ada di dalam kamar persalinan tidak henti-hentinya menangis, dan mendoakan kesembuhan putri mereka. Dan setelah beberapa jam berlalu, Dokter pun datang menemui mereka, untuk menyampaikan kabar, kalau operasi Angel berhasil lakukan. Hanya rasa syukur yang terucap dari mulut Maik maupun Bela. Apa yang mereka inginkan dan mereka perjuangan akhirnya terkabulkan, setelah melewati begitu banyak cobaan dan rintangan.


"**TAMAT**."

__ADS_1


__ADS_2