Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku

Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku
Bab 11. Rencana keberangkatan ke Italia..


__ADS_3

setelah kepergian mama Intan dan mama Indira,, Bela segera berbalik menghadap Maik dan bertanya,,,...


"apa kamu yakin akan meceritakan semuanya dan akan menikahiku,,,? tanya Bela...


"maksud kamu apa bertanya seperti itu,,,? tanya balik Maik...


"aku hanya kurang yakin sama kamu,,, jawab Bela...


"keyakinan bukan hal penting saat ini,, mau dan tidak mau kita harus menikah,,, atau kamu mau menggugurkan kandunganmu,,? tanya Maik...


"apa kamu udah gila,, bertanya seperti itu,,,? ketus Bela...


"walaupun dia datang di waktu yg tidak tepat,, tapi aku ngga sejahat itu mau membunuh darah dagingku sendiri,, tambah Bela...


"kalau gitu,, ngga ada pilihan lain selain menikah... kata Maik...


akhirnya Bela tidak dapat berkata apa apa,,, sebenarnya dia tidak mengerti dengan sikap Maik,, yg tidak menginginkan anak,, tapi mau untuk menikah,, Bela sangat bingung,, apa lagi Maik adalah orang yg baru dia kenal,, walaupun mereka sudah bertunangan sejak kecil,, dan pertemuan pertama merekapun sudah meninggalkan kesan yg buruk bagi Bela,, tapi semua itu tidaklah penting untuk Bela,, dan tidak ada waktu untuk memikirkan semua itu,, yg harus di fikirkan saat ini,, bagaimana caranya menjelaskan semuanya kepada orang tua mereka...


Maik dan Bela melangkah menuju ruang keluarga dan bergabung dengan orang tua mereka yg sudah menunggu mereka sejak tadi,, jantung Bela berdetak tak menentu,, dia ngga tau harus dari mana menjelaskannya,, sedangkan Maik hanya bersikap santai,,seperti ngga ada beban sama skali...


"Maik,, Bela,, ada hal penting yg harus kita bicarakan,, kata papa Antoni memulai percakapan,,,...


"iya Maik,, kita berencana untuk menikahkan kalian setelah Bela lulus nanti,, kurang lebih mungkin satu tahun tiga bulan lagi,, sambung papa Ferdi...


"gimana menurutmu Bela,,,? tanya mama Intan...


sedangkan Bela yg di tanya hanya terdiam,, dia tidak tau harus berkata apa,, karna kalau tunggu dia lulus nanti,, berarti anaknya sudah berumur kurang lebih setengah tahun,, dan karna melihat Bela yg hanya terdiam,, akhirnya mama Intan kembali bertanya kepada Maik...


"bagai mana menurutmu Maik,,,? tanya mama Intan..


"kita mau menikah ma,, tapi tidak menunggu Bela lulus,,, jawab Maik...


"maksud kamu,,,? tanya mamanya bingung...


"kita sudah memutuskan untuk menikah besok lusa,, jawab Maik dan membuat orang tua mereka terkejut tak percaya...


"trus sekolahmu bagaiman sayang,,,? tanya mama Indira ke putrinya...

__ADS_1


"mungkin aku akan mengambil cuti ma,, dan hanya mengikuti tes kenaikan kelas di rumah aja,, dan nanti di saat ujian baru aku ikut di sekolah ma,, itupun kalau bisa,, jawab Bela dengan nada suara yg gugup...


"memangnya kenapa kalian terburu buru seperti itu,,,? tanya mama Intan...


"karna Bela sudah hamil ma,,, jawab Maik yg membuat semuanya mematung sambil membuka mulut saking terkejutnya...


"apa maksud kamu Maik,,,? tanya papa Ferdi,,,...


"iya Maik,,,? bagaimana Bela bisa hamil,,,? dan dia hamil sama siapa,,,? tanya mama Indira panik...


"aku tan,, aku yg menghamilinya,,, jawab Maik sambil menundukan kepalanya...


"maksud kamu apa Maik,,,? bukannya ini pertemuan kalian yg pertama,,,? tanya mama Intan...


"ini pertemuan kita yg ke dua ma,, kita pertama bertemu,, di bali,, kurang lebih dua bulan yg lalu,,,...


"malam itu aku mabuk,, dan tanpa sengaja,, aku bertemu Bela,, kemudian,, aku memperkosanya tanpa berfikir panjang,, aku ngga tau ma,, kalau wanita yg aku perkosa itu adalah Bela... jelas Maik yg langsung mendapat tamparan yg keras dari papa Antoni...


"plaaaaaaak,,,


"kurang ajar kamu,,, kenapa kamu seperti itu,,,? teriak papa Antoni,, karna merasa malu dengan perbuatan putranya itu...


"sudah ton,, semuanya sudah terjadi,, lagian Maik juga siap untuk bertanggung jawab,, kata papa Ferdi..


"Bela sayang,, sudah berapa bulan kandungan kamu sayang,,,? tanya mama Intan yg sudah berada di samping Bela sambil memeluk Bela yg lagi nangis...


"sudah satu bulan lebih tante,,, jawab Bela...


"ya ampun Bela,, pantas saja kamu sering muntah muntah ngga jelas,, kenapa kamu ngga menceritakan semuanya sama mama Bel,,? tanya mama Indira yg juga sudah menangis...


"aku takut ma,, karna aku ngga kenal sama Maik waktu itu,, aku ngga mau buat mama sama papa kecewa,, karna selama ini kan,, papa sama mama selalu melarangku berhubungan sama lelaki manapun... jawab Bela...


"sudah sudah,, kalian jangan nangis lagi,, mending skarang kita fikirkan dan atur hari pernikahan mereka,, kata papa Ferdi...


"iya,, dan kalau untuk masalah,, sekolah Bela,, itu urusan gampang,, nanti kita atur sesuai kemauannya tadi... sambung papa Antoni...


"ya udah kalau gitu,, gimana kalau kita nikahkan mereka di Italia saja,, biar orang orang di sini ngga pada tau tentang pernikahan Bela,, takutnya akan menyebar sampai ke sekolah Bela,, kata mama Intan..

__ADS_1


"iya iya,, aku setuju,, biar kalau Bela mau kembali bersekolah,, ngga ada masalah... sambung mama Indira..


"ya udah,, kalau gitu lusa kita berangkat,, biar semuanya aku yg tanggung Fer,, kata papa Antoni...


"ngga usah pa,, biar aku saja yg tanggung,, sambung Maik...


"ya udah kalau gitu,, jawab papa Antoni...


selesai berbincang bincang,, mama Indira dan mama Intan beranjak ke dapur untuk menyiapkan makan malam,, karna waktu sudah menunjukan pukul 6 sore,, sedangkan Maik dan Bela memilih untuk keluar dan duduk di halaman samping rumah...


"kamu sering muntah muntah,,,? tanya Maik ke Bela di saat mereka sudah berada di halaman samping rumah...


sedangkan Bela hanya mengangguk,, dia sedang berfikir tentang keberangkatan mereka ke Italia,, dia berfikir untuk memberitahukan Mita dan Sari besok pagi,, biar mereka tidak mencemaskannya kalau dia tidak masuk sekolah...


"apa yg kamu Fikirkan,,,? tanya Maik...


"aku hanya ngga nyangka akan menikah dan mengandung di saat aku baru mau menginjak kelas tiga sma,, jawab Bela...


"ya mau gimana lagi,,,? jawab Maik...


"mengapa kamu ngga menginginkan anak ini,,,? tanya Bela sambil menatap Maik...


"siapa bilang ngga menginginkan,,,? tanya balik Maik,,,?


"kan tadi kamu yg bilang... jawab Bela..


"aku bilang,, belum siap punya anak,, bukan ngga menginginkannya,, memangnya kamu sudah siap,,? tanya Maik..


"sebenarnya belum sih,, tapiiii,,,


"tapi siap dan ngga siap harus terima iya kan,,,? jawab Maik memotong perkataan Bela..


dan Bela hanya menganggukan kepalanya tanpa menatap Maik,, tiba tiba mata Bela tertuju ke arah pohon mangga yg terdapat beberapa buah mangga di atasnya,, dia serentak menelan liurnya dan berbalik menatap Maik,, Maik yg sudah tau maksud dari tatapan Bela langsung berkata,,...


"kamu mau itu,,,? tanya Maik sambil menunjuk buah mangga yg tergantung di atas sana..


"iya aku mau itu,,, jawab Bela bersemangat...

__ADS_1


"inilah yg membuatku tidak siap,, kata Maik dan segera melangkah ke arah pohon mangga dan memanjatnya...


__ADS_2