
pukul 12 siang,, ibu Indira naik ke kamar Bela dan mengetuk ngetuk pintu Bela karna sudah waktunya makan siang,, sedangkan yg lainnya sudah berada di meja makan...
"Bel,,, Bela ayo makan nak,,,!
mama Indira mengetuk pintu dan memanggil Bela berulang ulang kali tapi tidak ada jawaban sama skali dari dalam kamar,, akhirnya mama Indira memilih untuk pergi ke bawah karna dia berfikir mungkin Bela lagi tidur.....
sampainya di dapur,, mama Intan yg melihat mama Indira datang tanpa Bela langsung bertanya......
"mana Bela In,,,,? tanya mama Intan...
"munkin lagi tidur Tan,, dan pasti dia memasang earphone di telinganya,, soalnya aku ketuk pintunya berulang ulang tapi tidak ada jawaban,,,, jawab mama Indira...
sedangkan Maik yg mendengar itu hanya terdiam sambil menundukan kepalanya,, Maik sudah tau kalau Bela pasti sangat marah padanya sampai dia mengurung dirinya di kamar,,.....
akhirnya mereka semua memilih untuk langsung makan,, selesai makan,, maik langsung menyusul Fiki dan Luis ke kamar untuk melihat mereka main ps....
pukul 4:30,, Maik keluar dari kamar dan masuk ke dapur,, di dapur hanya ada mama Indira dan mama Intan yg sedang memasak sambil mengobrol,, Maik mendekati mereka dan ingin bertanya mengenai Bela,, tapi belum sempat Maik bersuara,, mama Indira yg melihatnya langsung bersuara duluan...
"Maik,, coba kamu bangunin Bela,, dia tu belum makan siang,, bisa bisa dia sakit,, besok kan kita mau berangkat... kata mama mertuanya itu...
"iya ma,, jawab Maik dan langsung pergi..
Maik langsung melangakh menuju kamar Bela,, sampainya di depan kamar Bela,, Maik langsung mengetuk ngetuk pintu kamar Bela tanpa bersuara,, karna dia berfikir,, kalau dia bersuara,, Bela makin tidak mau keluar....
"tok...tok....tok...tok...tok...
Bela yg baru selesai mandi dan hanya memakai handuk,, cepat cepat mengenakan pakainnya dan melangkah ke arah pintu,, dia berfikir pasti papanya yg mengetuk pintu tanpa suara seperti itu....
sampainya di depan pintu,, Bela langsung membuka pintunya,, dan dia sangat terkejut,, karna yg berdiri di hadapannya itu bukan papanya melainkan Maik,, dengan cepat Bela ingin menutup pintunya kembali tapi di tahan oleh Maik....
Bela berusaha sekuat tenaga untuk menutup pintu kamarnya,, tapi kekuatannya kala dengan tenaga Maik,, akhirnya Maik berhasil mendorong pintu yg mau di tutup Bela itu dan langsung masuk ke kamar Bela....
sampainya di dalam kamar,, Maik kembali menutup pintu kamar Bela dan berbalik menghadap Bela di belakangnya itu....
__ADS_1
"mengapa kamu ngga mau makan,,,? tanya Maik...
"apa urusannya sama kamu,,,? aku mau makan,, mau ngga,, ngga ada urusannya sama kamu,, ketus Bela...
"kenapa ngga ada urusannya sama aku,,? besok kita tu mau berangkat ke Itali,, kalau kamu sakit gimana,,,? aku ngga mau ya keberangkatanku tertunda,, aku tu ada banyak pekerjaan di sana,, kata Maik sambil menatap tajam Bela...
"brangkat aja sendiri,, sekarang bila perlu,, karna aku udah muak lihat muka kamu di rumahku tiap hari,,... sambung Bela...
"benar kamu udah muak,,,? tanya Maik...
"iya,, aku udah muak,, dan aku sudah ngga berhasrat untuk memilikimu,, jawab Bela dengan menatap Maik ngga kalah tajamnya..
"ya udah,, terserah kamu aja,,, kata Maik sambil melangkah mendekati pintu...
tapi di saat Maik mau membuka pintu,, Bela sudah berteriak sambil melemparinya dengan bantal yg dia ambil dari atas tempat tidur,, dan membuat Maik kaget dan segera berbalik melangkah menghampirinya....
"kamu sudah gila,,,? nanti di dengar sama orang tua kita di luar sana,,,! kata Maik...
"biarin aja,, siapa suruh kamu mau menguji kesabaranku,,,? jawab Bela...
Bela yg sudah kesal hanya terdiam sambil memasang wajah yg cemberut,, Maik yg melihat tingkah cemberut Bela,, langsung mengangkat wajah cantik itu dan berkata...
"aku tau,, kamu sangat menginginkan itu,, karna kamu baru menginjak masa puber kamu,, dan aku laki laki pertama yg membuatmu merasakan hal itu...
setelah mengatakan itu,, Maik langsung duduk di kursi yg terdapat di samping tempat tidur Bela sambil menarik tangan Bela untuk berdiri dekat di hadapannya...
"aku sangat senang,, karna aku laki laki pertama yg menyentuhmu,, dan membuatmu menginginkanku,, tapi ini bukan waktu yg tepat Bela,,....
"aku akan melaksanakan kewajibanku sebagai seorang suami,, bukan sebagai laki laki yg hanya menuruti hawa nafsunya saja...
"jujur,, aku lebih menginginkan itu,, kamu tidak tau betapa tersiksanya aku selama ini memikirkanmu Bela,,....
"tapi saat ini,, aku tidak bisa melakukan apa apa,, karna aku tidak mau kehilanganmu dan anakku yg berada di dalam kandunganmu itu..
__ADS_1
"kenapa bisa begitu,,,? tanya Bela polos...
"karna kalau orang tuamu melihat kita,, aku takut mereka akan membatalkan pernikahan kita dan menyuruhmu untuk menggugurkan kandunganmu,,, kata Maik sambil menatap wajah Bela yg juga sedang menatapnya...
setelah mengenal Bela,, Maik besikap semakin dewasa,, dia selalu memikirkan segala sesuatu yg akan dia lakukan,, apalagi Bela itu masih sangat mudah,, pemikirannya masih kekanak kanakan,, dan egonya masih sangat besar,,....
sebenarnya Maik sudah sangat mencintai Bela sampai dia sangat takut kehilangannya,, apalagi mamanya sudah memberitahukan sifat papa Ferdi kepadanya yg sangat tegas dan keras dalam mengambil satu keputusan,, karna orang tua Maik sudah sangat kenal dengan sifat papanya Bela...
papa Ferdi itu,, orangnya sangat keras dan nekat,, dia tidak segan segan membunuh seseorang apabila menyakiti orang yg dia sayang,, apalagi hanya membunuh bayi yg masih belum terlahir ke dunia....
sebenarnya papa Ferdi mempunyai seorang kakak perempuan,, tapi kakaknya itu pernah mau membunuh Bela di saat Bela masih bayi,, karna dia tidak suka dengan mama Indira dan juga Bela,, jadi papa Ferdi memilih untuk membunuh kakaknya itu,, karna dia sangat menyayangi istrinya terlebih lagi putri satu satunya itu...
Bela yg mendengar penjelasan Maik jadi tenang karna dia sudah mengerti apa yg terjadi,, dan Maikpun merasa sangat legah karna melihat Bela yg sudah mengerti dan tidak ngambek lagi...
Maik menarik tangan Bela dan membuat Bela duduk di pangkuannya,, Bela duduk di pangkuan Maik sambil menyandarkan tubuhnya ke dada bidang Maik itu...
dan Maik melingkarkan tangannya di perut Bela sambil mengecup leher Bela bagian belakang,, kecupan Maik itu membuat Bela jadi panas,, Bela memejamkan matanya sambil menikmati kecupan laki laki tampannya itu....
Maik yg laki laki normal,, tidak bisa menahan diri dengan posisi mereka yg seperti itu,, kecupannya sudah semaki liar,, tangannya yg tadi hanya melingkar di perut Bela,, kini sudah naik ke bukit kembar Bela dan bermain di sana,,....
Maik meremas remas ke dua bukit itu dari balik baju Bela,, tanpa dia sadari,, Maik kecil di bawah sana sudah bangun dan mengeras,, Belapun merasakan benda keras yg menonjol di bawah sana,, tapi dia tidak menghiraukannya,,...
karna dia terlalu asik dengan kecupan Maik yg sudah sangat membuatnya tegang dan basah,, karna sudah tidak tahan,, akhirnya sura desahan Bela pun keluar dari mulutnya..
"aaah,, aaah,,aaah,,,...
tapi tiba tiba mereka di kagetkan dengan suara mama Intan yg memanggil manggil nama Bela dari bawah,, dengan segera mereka menghentikan aksi mereka,, Bela segera berdiri dari pangkuan Maik dan merapikan rambut dan bajunya yg sedikit berantakan itu...
Maikpun memperbaki duduknya dan mereka sama sama menatap ke pintu dengan wajah yg sedikit tegang,,.....
tiba tiba pintu terbuka dan munculah mama Intan dengan tatapan yg tidak bisa di artikan ke arah Maik,, mama Intan merasa tidak tenang karna Maik tidak turun turun dari atas sejak tadi,,...
__ADS_1
akhirnya dia memilih untuk menyusul,, tapi di saat baru mau menaiki tangga,, mama Intan sudah memanggil manggil nama Bela,, karna firasatnya mengatakan kalau mereka sedang melakukan apa apa di dalam kamar Bela,, jadi dia memanggil manggil nama Bela,, biar mereka segera menghentikan apa yg sedang mereka lakukan sebelum di lihat yg lain....