
setelah memarkirkan mobil di dekat pantai,, Maik tidak langsung turun dari mobil begitupun dengan Bela,, Maik menatap Bela yg sedang memainkan posel di sampingnya sambil berkata.....
"Bel,, kita duduk sebentar di sini setelah itu kita pulang ya,,,? kata Maik...
sedengkan Bela hanya mengangguk tanpa berkata kata,, sebenarnya Maik sangat menginginkan lebih dari hanya sekedar duduk duduk,, tapi di sisi lain dia tidak mau melakukan hal itu dengan Bela di luar rumah kaya gini,, karna dia sangat menghargai dan mencintai Bela dengan sepenuh hati....
tapi Bela dia tidak bisa berfikir sampai situ,, mungkin karna pengaruh hamil dan masa puber yg dia alami sampai membuat dia begitu agresif,, dia sedikit kesal mendengar ucapan Maik barusan sampai dia hanya memilih diam dengan memasang wajah kesalnya....
setelah mereka duduk terdiam hampir setengah jam,, kemudian Maik melajukan mobilnya menuju rumah tanpa bertanya atau berkata kata kepada Bela yg masih saja memasang wajah kesalnya...
dalam perjalanan pulang,, Maik hendak meraih kepala Bela untuk menyandarkannya di dada bidang Maik tapi Bela malah ngga mau dan itu membuat Maik langsung menepikan mobilnya dan menatap Bela...
"Bela,, kamu kenapa sih ngga mau ngerti,,? tanya Maik sedikit kesal...
"ngerti apa,,? ngerti kalau kamu takut sama papa aku iya,,,? tanya balik Bela ngga kalah kesal....
"Maik,, aku tu ngga tau bagaimana perasaan kamu sama aku yg sebenarnya... tambah Bela...
"Bela,, aku tu sangat mencintai kamu,,, jawab Maik...
"aku ngga bisa percaya begitu saja sama kata kata kamu Maik,, buktinya aja kamu ngga menginginkan aku,, kata Bela..
"Bela aku tu bukan ngga menginginkan kamu,, tapi aku tu,, kata kata Maik terputus karna langsung di potong Bela...
"ngga tau ah,, aku tu malas sama kamu,, sambung Bela dengan suara gemetar karna dia sudah meneteskan air mata lantaran sangat kesal terhadap Maik...
setelah itu Bela langsung membuka pintu mobil,, dia turun dari mobil dan berjalan tanpa tujuan memasuki sebuah lorong yg terdapat dekat situ,, Maik yg melihat itu langsung mengejarnya memasuki lorong yg agak gelap dan sangat sepi itu....
"Bela,, dengarin dulu dong penjelasan aku,, kata Maik sambil menarik tangan Bela...
"apa lagi yg harus aku dengar,,,? kamu membuatku seperti wanita yg tidak punya harga diri,, aku benci kamu,,,! Bela berkata sambil menghempaskan tangan Maik...
"hiks...hiks....hiks....hiks.... Bela menangis di hadapan Maik...
sedangkan Maik,, dia sudah tidak tau harus berbuat apa,,,? dia hanya menyandarkan tubuhnya ke tembok sambil ke dua tangannya di masukin ke dalam saku celananya dan menatap Bela yg sedang menangis di depannya itu..
__ADS_1
"hiks....hiks...hiks....hiks... Bela terus saja menangis dan membuat Maik tambah pusing...
mereka seperti itu selama beberapa menit,, Maik menatap Bela sambil berfikir,, kemudian di langsung menarik tangan Bela dan berkata.....
"ayo kita pulang,,,! kata Maik sambil menarik tangan Bela...
"ngga mau,, aku ngga mau pulang,,,! jawab Bela....
karna sudah kesal dengan tingkah Bela,, Maik segera menggendong Bela dan membawanya ke mobil,, kemudian Maik langsung melajukan mobilnya menuju rumah Bela....
setelah sampai rumah,, Maik langsung memarkirkan mobil,, kemudian dia segera menyusul Bela yg sudah jalan duluan menghampiri pintu rumah....
tapi di saat Bela mau mengetuk pintu,, Maik yg berada tepat di belakang dengan segerah langsung mencegahnya,, karna Maik masih mendengar suara obrolan orang tua mereka berdua di ruang keluarga...
Maik menarik tangan Bela menuju halaman samping,, sedangkan Bela hanya nurut saja,, karna dia juga mendengar suara orang tua mereka yg masih mengobrol di dalam...
Maik tidak mau orang tua mereka melihat keadaan Bela yg masih saja menangis itu,, apalagi papa Ferdi,, akhirnya Maik memutuskan untuk membawa Bela ke halaman samping yg ada pohon mangga itu.
sampainya di halaman samping,, Maik membawa Bela ke bawah pohon mangga,, biar kalau ada yg lihat,, dia bisa beralasan mau mengambil buah mangga untuk Bela....
Maik menyandarkan Bela di batang pohon mangga dan dia berdiri di hadapan Bela sambil kedua tangannya di masukan ke dalam saku celananya,, dia menatap Bela dengan tatapan yg bercampur aduk kemudian dia berkata....
"Bela,, aku ini laki laki normal,, aku juga sangat menginginkan sesuatu yg lebih dari kamu,, tapi ini bukan waktu yg tepat,,, tambah Maik...
"tolong dong sayang,, kamu jangan nangis lagi dong,,,! pinta Maik...
"aku ngga akan nangis lagi,, tapi aku mau kita tidur bersama di kamar aku malam ini,,, kata Bela dengan suara bergetarnya karna menangis...
"apa,,,? itu lebih parah lagi Bela...
"pokoknya aku ngga mau tau,, aku ingin tidur di pelukanmu malam ini,,, rengek Bela...
Maik yg sudah tidak bisa berkata kata hanya menarik nafas panjang dan membuangnya kasar sambil kedua tangannya dia taruh di pinggang kiri dan kananya sambil menatap wajah sembab Bela di hadapannya itu...
"kalau kamu ngga mau,, aku akan pergi dari rumah malam ini,, ancam Bela...
"hmmmm,, ok,, kita akan tidur bersama di kamar kamu malam ini,, tapi kamu jangan nangis lagi,, kata Maik...
__ADS_1
"sebentar nanti,, kamu duluan ke kamar kamu,, tengah malam baru aku nyusul,, tambah Maik...
Bela tidak menjawab apa apa,, dia hanya tertunduk sambil menghapus air matanya dengan jari jarinya,, sedangkan Maik dia terus menatap wajah Bela dan kemudian mengecup pucuk kepala Bela dengan penuh kasih sayang,,,.....
mereka di luar hampir satu jam,, dan para orang tua yg sedang asik mengobrol tidak menyadari kedatangan mereka dari tadi,, mereka tidak mendengar bunyi mobil yg berhenti dan tidak mengetahui kalau Maik dan Bela sedang berada di halaman samping....
Maik itu adalah seorang laki laki yg sangat nakal,, dia tidak pernah mencintai wanita satupun selama ini,, walaupun dia sudah meniduri banyak wanita cantik dan seksi,, namun hatinya tidak pernah tertarik pada mereka,, padahal mereka sangat tergila gila padanya sampai rela memberikan diri mereka kepada Maik...
Maik tidak henti hentinya menatap wajah Bela yg sembab itu,, sedangkan Bela,, dia jadi merasa tidak nyaman dengan tatapan Maik,, Bela memilih untuk menundukan kepalanya karna wajahnya sudah memerah menahan malu...
Maik yg melihat wajah Bela yg semakin memerah karna malu jadi senyum senyum sendiri sambil berkata...
"kenapa wajah kamu jadi merah gitu,,,? tanya Maik...
"ngga apa apa,,,? jawab Bela tanpa menatap wajah Maik...
"ngga apa apa tapi wajah kamu ko merah kaya gitu,,,? tambah Maik...
"aku malu di tatap kaya gitu,, jawab Bela jujur sambil menunduk...
"ya udah,, aku ngga akan tatap kamu lagi,, nanti aku tatap aja wanita wanita cantik di luar sana,, banyak ko yg mau di tatap sama aku,,.. kata Maik...
"tatap aja sana,, bila perlu sampai mata kamu terlepas,, ketus Alira kesal...
"dasar laki laki gatal,, tambah Bela dengan kesalnya sambil memalingkan wajahnya dari Maik...
Bela sangat kesal dengan perkataan Maik barusan,, saking kesalnya sampai matanya sudah berkaca kaca,, sedangkan Maik,, dia hanya tersenyum menatap wajah kesal Bela,, dia merasa lucu dengan tingkah Bela yg kekanak kanakan itu,, karna melihat mata Bela sudah mulai berair,, akhirnya Maik meraih wajah Bela sambil berkata...
"aku cuma bercanda,, ko kamu jadi marah,, kata Maik...
"aku ngga suka kamu ngomong kaya gitu,, karna itu bukan bercanda,, tapi itu kata kata yg mengambarkan diri kamu yg memang suka memandang wanita wanita seksi di Itali sana sampai sampai kamu meniduri mereka.
kata Bela dengan suara bergetar karna menahan tangis...
setelah mendengar perkataan Bela,, Maik langsung terdiam karna dia tidak ingin membuat Bela tambah kesal,, kemudian dia meraih pundak Bela dan langsung membawa Bela ke dalam pelukannya...
__ADS_1
"aku minta maaf,, aku ngga akan ngomong kaya gitu lagi,, aku memang ********,, tapi aku ngga pernah mencintai wanita manapun selama ini,, hanya kamu wanita yg membuatku merasakan jatuh cinta...
mendengar perkataan Maik,, Bela langsung luluh,, dia mendekap tubuh kekar Maik dengan kencangnya,, dan Maikpun mempererat pelukannya,, mereka berpelukan dan kemudian berciuman dengan mesranya.