
setelah Maik mengambil beberapa buah mangga,, dia turun dari pohon mangga dan meletakannya di atas bangku tepat di samping Bela,, Bela tersenyum sambil menelan ludahnya menatap mangga segar yg berada di sampingnya,, tiba tiba Bela berdiri dan berlari ke dalam rumah sambil berkata,,,,......
"kamu tunggu di sini dulu,, aku mau mengambil pisau di dalam,,,! kata Bela..
Maik hanya mengangguk tanpa suara,, dia bingung dengan Bela yg sangat bersemangat hanya karna melihat buah mangga yg masih muda itu...
sampainya di dapur,, Bela melihat mamanya dan mama Intan sedang sibuk di dapur memasak sambil mengobrol dan tertawa,, mama Indira dan mama Intan sedang masak untuk makan malam mereka,, mama Intan yg melihat kedatangan Bela,, segera berbalik dan berkata.....
"kamu mau apa sayang,,,?
"aku mau pinjam pisau tante,,, jawab Bela...
"buat apa sayang,,? tanya mama Intan lagi,,...
"trus Maiknya di mana Bel,,,? sambung mama Indira...
"dia di luar ma,, aku mau ambil pisau buat kupasin mangga,,, jawab Bela...
"kamu beli mangga di mana sayang,,,? tanya mama Intan...
"aku ngga beli tan,, tadi Maik yg manjat buat aku,, jawab Bela...
mendengar jawaban Bela,, ke dua mama itu langsung menghentikan aktifitas mereka sejenak dan tersenyum sambil menatap Bela,, Bela sangat malu dengan tingkah mamanya dan calon mama mertuanya itu...
dengan segera dia mengambil pisau dan garam di piring kecil dan langsung berlari meninggalkan mama Intan dan mama Indira yg masih saja senyum senyum dan menggodanya,, dia berlari menghampiri Maik yg sedang menunggunya...
"mengapa kamu berlari seperti itu,,,? tanya Maik...
"abis aku di godain sama mama mama kepo itu,,,, jawab Bela...
"mama mama kepo yg mana,,,? tanya Maik bingung...
__ADS_1
"yg mana lagi mama mama di rumah ini,,? jawab Bela...
Maik yg sudah faham maksud Bela hanya terdiam,, kemudian Bela duduk di samping Maik dan segera mengupas mangga mangga muda itu dan mencucinya di air krangs yg terdapat tidak jau dari tempat duduk mereka itu...
setelah mangga sudah bersih,, Bela kembali ke tempat duduknya dan melahap mangga mangga muda itu dengan rakusnya,, sedangkan Maik hanya menatap Bela dengan muka masamnya,, Maik merasa heran,, karna Bela sangat lahap menyantap mangga yg menurut Maik sangat asam itu...
"ngga terasa asam ya,,,? tanya maik dengan muka yg masih masam...
"asam sih,, tapi enak,, jawab Bela...
"udah udah,, ngga usah makan lagi,, biar nanti kita beli yg sudah masak,, biar rasanya manis,, kata Maik...
"aku ngga suka yg manis,, aku suka yg kaya gini,, jawab Bela dengan wajah polosnya sambil terus melahap mangga muda itu...
akhirnya Maik tidak bisa berkata kata lagi,, karna dia berfikir,, mungkin ini yg di namakan masa ngidam,, Maik tidak henti hentinya menatap Bela sehingga membuat Bela malu sendiri,, akhirnya Bela berbalik membelakangi Maik sambil berkata...
"ngapain kamu menatap aku kaya gitu,,? aku kan malu...
"biarpun anak kamu sudah ada di dalam perut aku,, tapi kita kan kenalnya baru,, jawab Bela...
"ya udah kalau gitu,, aku ngga akan natap kamu lagi,, tapi kamu makan jangan terlalu banyak lagi,, nanti sakit perut lo,, jawab Maik.
setelah selesai memakan semua mangga muda itu,, Maik dan Bela beranjak dari tempat duduk mereka dan kembali ke dalam rumah,, Bela langsung masuk ke kamarnya,, dia mau mandi,, karna sudah soreh...
sedangkan Maik,, memilih untuk bergabung dengan papanya dan papa Bela,, untuk membahas sekolah Bela setelah menikah nanti,, dan di mana Bela tinggal nanti...
"kan tinggal satu bulan lagi mereka semester ni,, jadi bagaiman,, kalau selesai menikah,, Bela kembali bersekolah seperti biasanya,, sampai dia naik kelas tiga baru kita fikirka lagi,, kata papanya Bela...
"iya,, itu lebih bagus,, sambung papanya Maik...
"berarti kita ngga perlu urus apa apa dulu di sekolahnya kan om,, nanti izin saja,, selama beberapa hari... sambung Maik...
__ADS_1
"iya Maik,, nanti biar om saja yg izin buat dia besok siang.. jawab papa Ferdi...
selesai mengobrol,, Maik di suruh papa Ferdi untuk mandi di kamar Bela,, karna kamar yg terdapat di rumah itu,, hanya 4 kamar,, dan yg terdapat kamar mandi di dalamnya,, hanya di kamar Bela dan kamar tamu saja..
Maik segera beranjak ke kamar Bela untuk mandi,, sedangkan Bela sudah berada di dapur,, dia menyiapkan makan malam di atas meja bersama mamanya dan calon mama mertuanya,, selesai menyiapkan makanan di atas meja,, Bela di suruh mamanya untuk memanggil papa Ferdi,, papa Antoni,, Maik,, Fiki dan Luis...
selesai memanggil papanya dan calon papa mertuanya di ruang keluarga,, Bela kembali melangkah ke kamar Fiki,, untuk memanggil Fiki dan luis yg lagi asik main ps...
kemudian dia melangkah ke kamarnya untuk memanggil Maik,, dia masuk kamarnya,, dan di sana sudah ada Maik yg sedang merapikan rambutnya di depan meja rias Bela,, Bela melangkah mendekati Maik,, sedangkan Maik sudah melihatnya dari cermin yg sedang dia tatap,, tanpa Maik sadari,, jiwa dan raganya sudah sangat terpengaruh oleh Bela...
setelah berada tepat di belakng Maik,, dengan ragu ragu Bela mencoba membuka suaranya...
"kalau sudah siap,, ayo kita makan,, kata Bela sambil menunduk...
Maik tidak menjawab apa apa,, dia hanya menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan,, kemudian dia berbalik menghadap Bela,, karna menyadari kalau Maik sudah menghadapnya,, akhirnya Bela mengangkat mukanya dan menatap Maik yg juga sedang menatapnya,,....
jantung mereka,, sama sama berdetak sangat kencang,, ekspresi mereka sudah tidak bisa di artikan lagi,, Bela yg merasa malu dengan tatapan Maik,, segera berbalik dan hendak melangkah meninggalkan Maik,, namun dengan gerakan cepat,, Maik menariknya dan membuat Bela kembali menghadap Maik...
dan tanpa aba aba,, Maik langsung melumat bibir Bela dengan rakusnya,, Bela yg terkejut hanya terdiam tanpa menolak,, tapi lama kelaman, akhirnya Bela bereaksi juga...
mereka saling melumat sampai hampir kehabisan nafas,, tanpa mereka sadari,, mama Intan sedang melihat aksi mereka dari depan pintu dengan mata terbelalak dan mulut yg terbuka saking kagetnya...
karna hampir kehabisan nafas,, akhirnya Maik melepaskan lumatannya,, setelah beberapa menit mengambil bafas,, Maik kembali melumat bibir Bela yg tipis itu lagi,, mereka saling melumat,, dan tiba tiba mama Intan yg berada di depan pintu hampir berteriak karna melihat anaknya yg sudah mulai menggila...
ciuman Maik sudah berpindah ke leher putih Bela,, dia meninggalkan tanda mera di leher Bela,, dan tangannya sudah mulai meremas bukit kembar Bela dari balik baju ketatnya...
dari leher,, Maik kembali ke bibir Bela,, dia melumat bibir Bela dan Belapun membalasnya,, mereka kembali melumat selama beberapa menit,, dengan Maik yg begitu rakusnya...
kemudian Maik menghentikan aksinya untuk mereka kembali mengambil nafas,,,...
__ADS_1
sedangkan mama Intan yg hampir kehabisan nafas di depan pintu saking terkejut melihat anaknya yg begitu bringas,, memilih untuk berdiri sedikit menjauh dari kamar Bela dan berteriak,, seakan akan mama Intan baru mau menghampiri kamar,, mama Intan bertindak seperti itu,, karna dia takut,, yg lain datang dan melihatnya juga,, dia takut,, penilain buruk yg akan muncul tentang Maik,, apa bila mama Indira atau papa Ferdi yg melihatnya,, apalagi kesan pertama Maik yg sudah memperkosa Bela sampai hamil saja sudah ngga bagus menurut mama Intan,,.....