
waktu menunjukan pukul 6 sore,, mama Indira,, papa Ferdi dan Fiki segera beres beres karna sudah mau pulang,, biasanya jam 5 sore mereka sudah sampai rumah,, tapi karna besok mereka ngga jualan,, jadi mereka memutuskan untuk membuka toko mereka sampai jam 6,, sedangkan warung sudah di tutup dari jam 4:30,, karna makanan sudah terjual habis,,......
sesampainya di rumah,, Bela sudah selesai menyiapkan makan malam di meja,, dan di saat memasak tadi,, Bela memilih memakai masker biar ngga mual mencium aroma makanan yg dia masak,, orang tuanya sangat bahagia memiliki anak gadis seperti Bela,, dia sangat rajin,, santun dan ngga banyak mau seperti anak anak yg lain...
"ma,, ko pulangnya malam sih,,,? tanya Bela karna orang tua dan adiknya sampai rumah tepat jam 7,,.
"iya sayang,, soalnya,, besok kita ngga ke pasar,,, jawab mamanya...
"emangnya kenapa ma,,,? tanya Bela lagi,,...
"karna besok,, om Antoni,, tante Intan,, Maikhel dan luis tiba di sini sayang,, jawa mamanya yg membuat Bela terkejut bukan main...
"apa ma,,,? bukannya Maik ngga ada waktu,,? kata Bela...
"mama juga ngga tau pasti,, tapi kemarin siang,, tante Intan menelfon mama,,,,,
"kan mama udah janji sama tante Intan,, buat kasih tau kamu untuk mengirim foto kamu buat tante Intan,, dari dua minggu yg lalu,, tapi mama lupa,, jadi kemarin baru mama kirim foto kamu,, dan tadi pagi,, tiba tiba tante Intan telfon,, bilangnya bahwa mereka udah dalam perjalanan ke bandara Italia mau ke sini... jelas mamanya panjang kali lebar...
"iya,, dan kamu tu harusnya senang,, karna akan ketemu calon suami kamu,, besok jam 9 mungkin mereka udah sampai... sambung papa Ferdi...
"iya sayang,, mama sama papa aja senang,, mendengar kabar kedatangan mereka,, tambah mama Indira...
akhirnya Bela tidak bisa berkata apa apa,, karna dia ngga mau merusak suasana hati orang tuanya yg sedang bahagia itu,, mama dan papa Bela sangat bahagia,, karna akan bertemu dengan sahabat mereka yg sudah lama ngga ketemu,,,,,
tapi di sisi lain,, Bela sangat bingung,, entah apa yg harus dia lakukan,, dan dia harus berekspresi seperti apa,, di depan tunangannya dan juga calon mertuanya yg sudah sangat baik hati itu...
__ADS_1
yaa,, usaha orang tua Bela itu,, di modalin sama tante Intan dan om Antoni,, di saat papa dan mama Bela mau menggantikan uang mereka,, mereka malah ngga mau,, karna mereka sudah menganggap keluarga Bela bukan orang lain lagi,, apa lagi Bela dan Maik yg sudah terikat dalam hubungan pertunangan dari masih kecil...
malam itu,, Bela ngga bisa tidur,, dia merasa sangat gelisa,, dia memikirkan hari besok,, semustinya dia harus bahagia seperti orang tuanya,, tapi,, keadaannya yg membuat dia tidak bisa merasakan kebahagiaan,, hanya perasaan gelisa,, hawatir,, dan takut yg dia rasakan,, sampai jam 3:30 dini hari baru dia bisa tertidur,,.....
jam menunjukan pukul 5 subuh,, mama Indira sudah terbangun dan segera ke dapur untuk memasak segala menu makanan,, karna dari pasar semalam,, mama Indira sudah membeli semua bahan bahan makanan untuk dia masak hari ini...
selesai memasak,, tepat pukul 6:30,, mama Indira segera melangkah menuju kamar Bela untuk membangunkannya,, karna kata Bela,, hari ini dia tidak bisa izin,, karna ada tugas makala yg harus di kumpul...
selesai bersiap siap,,, Bela langsung turun ke dapur,, di sana sudah ada adiknya yg lagi sarapan,, mama Indira menyuruh Bela untuk sarapan,, tapi dia ngga mau,, dia memilih untuk membawa bekal,, karna sudah satu minggu ini,, Bela selalu merasa mual kalau makan pagi....
setelah adiknya selesai sarapan,, Bela dan adiknya di antar papanya ke sekolah masing masing,, sampainya di sekolah,, Bela tidak fokus sama skali dengan pelajaran yg di terangkan oleh guru,,,,,
dan setelah jam istirahat,, Bela dan teman temannya memilih ke halaman di belakang sekolah,, mereka membeli makanan dan memilih makan di halaman belakang sekolah,, karna itu permintaan Bela..
di saat mereka sedang asik menyantap makanan mereka,, tiba tiba ponsel Bela berdering,, dan yg menelfonya ternyata mamanya,, sedangkan teman temannya hanya terdiam mendengar obrolan Bela dan mamanya,, karna mereka sudah tau semuanya,, dari semalam mereka sudah membahasnya lewat chat di grup wa...
("ngga sayang,, mama cuma mau kasih tau,, kalau om,, tante,, Maik dan Luis udah sampai di rumah,, jawab mamanya..
("ooo iya ma,, udah dulu ya ma,,, aku lagi makan soalnya,,, kata Bela...
setelah telfon dengan mamanya terputus,, Bela langsung menangis di depan ke dua sahabatnya,, dan ke dua sahabatnya pun ikut menangis sambil memeluk Bela...
"Bel,, apa yg mau kamu lakukan nanti,,,? tanya Mita...
" aku akan jujur buat Maik,, biar dia mau mengakhiri pertunangan kita,, dan setelah itu baru aku fikirkan cara menjelaskan semuanya kepada papa mamaku... jawab Bela..
__ADS_1
"iya Bel,, semoga semuanya baik baik saja,, kita hanya bisa mendoakan yg terbaik buat kamu,,, kata Sari...
Mita dan Sari selalu menguatkan Bela,, dan hanya merekalah saat ini,, tempat Bela mengadu,,,,,,,
karna sudah bel tanda masuk kelas berbunyi,, mereka bertiga segera menghapus air mata mereka dan langsung melangakah ke arah kelas mereka,, sampai di kelas,, mereka kembali menerima pelajaran,, dan Bela semakin tidak fokus,,...
jam 12:30,, bel pulang pun berbunyi,, Bela pulang di jemput papa dan adiknya yg memang sudah pulang,, dan di jemput duluan sama papanya,, dalam perjalanan pulang,, papa Ferdi mengajak ngobrol Bela,, dia kasih tau sama Bela,, kalau Maik skarang adalah laki laki yg sangat tampan dan sempurna...
sedangkan Bela hanya senyum senyum terpaksa mendengar omongan papanya yg begitu semangat dan ceria,, melihat kebahagian yg terpancar dari wajah papanya,, membuat Bela semakin tidak sanggup memberitahukan yg sebenarnya,, jadi menurutnya,, jalan satu satunya hanya jujur kepada Maik dan meminta bantuannya agar tidak memberi tahu orang tua mereka...
tidak berapa lama akhirnya mereka pun sampai rumah,, jantung Bela berdetak tak menentu,, dia jadi serba salah,, dia ngga tau harus menjelaskan kepa Maik dari mana,,,...
sedangkan Maik yg sedang duduk di ruang tamu dengan mama Indira,, Luis dan orang tuanya pun ngga kalah tegangnya,, segala hal terlintas dalam fikirannya,,, dan yg paling dia takutkan,, apabila di benci Bela,, dan tidak mau di terima Bela,, sebenarnya di terima dan tidaknya ngga jadi masalah buat seorang Maik,, karna niatnya ke sini,, hanya untuk meminta maaf,, kalau untuk pernikahan,, belum dia fikirkan,, karna dia masih ingin bebas,,, Maik duduk sambil menopang kepalanya yg tertunduk dengan sebelah tangannya sambil terus menatap ke arah pintu..
dan tiba tiba,, dia menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa sambil menatap wanita yg sedang melangkah dari luar,, wanita yg ingin dia minta maaf kepadanya atas perbuatan bejatnya sekitar dua bulan yg lalu di bali waktu itu...
sedankan Bela yg berjalan menunduk dari luar,, segera mengangkat wajahnya setelah berada di depan pintu,, karna di panggil mama Intan,,,,,
dan tiba tiba,, matanya terbelalak dan terasa panas,, nafasnya memburu,, dan jantungnya seakan akan mau loncat dari dalam rongga dadanya,, saking terkejutnya,, setelah melihat laki laki yg berada tepat di hadapannya,, laki laki brengsek yg telah memperkosanya dan mengakibatkan dia hamil,,,,,
semua orang yg ada,, menatap Bela bingung,, terkecuali Maik,, yg sudah mengerti ekspresi Bela,, di saat semua sedang menatap Bela,, tiba tiba muncul papa Ferdi dari arah belakang Bela dan berkata...
"itu Maik sayang,, calon suami kamu,,,..
__ADS_1
seketika mata Bela memerah dan terasa panas,, dengan segera,, dia langsung melangkah ke arah kamarnya tanpa berkata apa apa,,, dan membuat semuanya tambah bingung...