Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku

Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku
Bab 14. Bela merasa tidak di inginkan...


__ADS_3

Maik membawakan mangga yg di petiknya kepada Bela yg sudah menunggunya di dapur,, Bela yg sudah duduk di meja makan tersenyum setelah melihat Maik datang dan membawakan mangga muda yg dia inginkan sejak tadi.....


Maik memberikan mangga yg ada di tangannya kepada Bela dan langsung duduk di kursi tepat di hadapan Bela,, Bela melahap mangga muda itu dengan lahapnya,,...


selesai memakan mangga muda itu,, Bela langsung membereskan meja makan dan kembali duduk di hadapan Maik....


"kamu ngga ngantuk,,,? tanya Bela sambil menatap Maik yg juga sedang menatapnya..


"ngga,, kalau kamu,,,? tanya Maik...


"aku juga ngga ngantuk,, tapi aku mau ke kamar aja,, jawab Bela...


"mau ngga kamu nemanin aku ngobrol di kamar sampai aku merasa ngantuk,, tanya Bela,,..


maik tidak menjawab apa apa,, dia hanya mengangguk dan langsung melangkah menuju kamar Bela dan di susul Bela dari belakang,,,....


sampainya di kamar,, Bela dan Maik duduk di atas ranjang sambil bersandar di kepala ranjang,, Bela seketika membeku,, dia terdiam dan salah tingkah,, karna ini untuk yg ke dua kalinya dia berada di dalam satu kamar bersama Maik....


seketika jantungnya berdegup kencang,, dia teringat dengan kejadian malam itu,, tapi anehnya,, dia tidak merasa takut,, malahan dia menginginkan sentuhan Maik seperti malam itu,, apa mungkin karna bawaan bayi di dalam perutnya....


Maik yg menyadari tingkah aneh Bela berlaga pura pura ngga tau,, dia bersikap santai,, padahal di dalam fikirannya dia sudah memikirkan hal yg sangat nakal...


Maik mencoba untuk menahan diri,, karna dia ingat dengan apa yg di katakan sama mamanya,, dia ngga mau kalau papa dan mamanya Bela akan menilai buruk dirinya...


karna melihat Bela semakin gelisah dan gugup,, akhirnya Maik berfikir untuk segerah kembali ke kamar Fiki,, tapi sebelum dia beranjak pergi,, dia mendekatkan wajahnya ke wajah Bela dan langsung melumat bibir tipis Bela,,......


Bela yg dari tadi menginginkan hal itu,, langsung mambalas lumatan Maik,, malahan Bela semakin agresif,, dia meraih kapala Maik dengan ke dua tangannya dan berlutut sambil terus melumat bibir seksi Maik...



karna merasa Bela semakin menggila,, akhirnya Maik menghentikan lunatannya dan sedikit menjauh dari Bela,,,,,...


sedangkan Bela yg merasa di hindari, langsung menatap Maik dengan wajah ngambeknya,, kemudian dia segera berbaring membelakangi Maik dan memeluk gulingnya..


Maik yg menyadari kalau Bela sudah ngambek,, menghela nafas panjang dan membuangnya kasar sambil menggaruk garuk kepalanya sendiri,,,,....


sebenarnya Maik yg lebih menginginkan hal itu,, tapi karna dia ingat dengan ucapan mamanya,, jadi dia mencoba untuk menahan dirinya...

__ADS_1


"Bel,, aku kembali ke kamar Fiki ya,,,? kata Maik yg sudah berdiri di samping ranjang..


Bela tidak menjawab sama skali,, dia malah menarik selimut untuk menutup tubuhnya dengan kasar,, Maik yg melihat tingkah Bela kembali duduk di tepi ranjang sambil berkata..


"apa mau kamu sebenarnya,,,? tanya Maik...


"apa kamu mau kita melakukannya sekarang,,? aku ngga bisa Bela,,.. tambah Maik dan langsung melangkah keluar dari kamar Bela...


Bela sangat sedih dan malu karna dia merasa di tolak oleh Maik,, matanya terasa panas,, jantungnya berdegup kencang,, perasaannya sudah bercampur aduk,, dia merasa malu,, marah,, sedih dan kecewa...


"apa maksud dia berkata seperti itu,, kenapa skarang dia ngga bisa,,? aku sudah hamil baru dia bilang ngga bisa,, kenapa dari kemarin kemarin tidak seperti itu,,,? gerutu Bela dalam hati,,,...


Bela sangat kecewa denga sikap Maik yg menolaknya seperti wanita yg tidak punya harga diri,, dia memikirkan semuanya sampai dia tertidur...


pukul 6 pagi Bela sudah terbangun,, dia turun dari tempat tidurnya dan beranjak mandi,, selesai mandi dan berpakain santai,, dia langsung ke dapur membantu ibunya yg sedang sibuk menyiapkan sarapan...


Bela memang anak yg sangat rajin dan pandai dalam mengerjakan pekerjaan rumah,, Bela membantu mamanya sampai semuanya selesai tanpa harus bersiap siap ke sekolah,, karna selama beberapa hari ke depan,, dia akan libur ke sekolah,, karna besok mereka akan ke Italia untuk acara pernikahannya...


di saat Bela sedang menyiapkan sarapan di atas meja,, tiba tiba,, mama Intan datang menghampirinya sambil berkata...


"ya ampun,, anak perempuan tante sangat rajin,, kata mama Intan sambil mengelus ngelus kepala Bela,, dan kemudian melangkah mendekati mama Indira yg sedang mencuci peralatan masaknya...


"ngga usah Tan,, biar aku aja yg cuci,, udah terlanjur soalnya,, kamu kupasin buah aja,, kata mama Indira...


"ya udah kalau gitu,, jawab mama Intan sambil melangkah menuju kulkas untuk mengambil buah...


tidak berapa lama yg lainnya pun datang,, kemudian mereka sarapan bersama sama,, sebelum duduk di meja makan,, Maik sempat melirik Bela,, dan Bela yg menyadari itu,, hanya cuek,, karna dia masih sangat kesal...


Maik dan Bela duduk di tengah,, di samping Maik ada Luis,, dan di samping Bela ada Fiki,,sedangkan di deretan sebelahnya ada mama Intan,, papa Antoni,, mama Indira dan papa Ferdi....


mereka makan tanpa ada yg bersuara,, hanya ada suara sendok dan piring yg sedang beradu,, Maik sesekali melirik Bela yg masih saja cuak dan tidak mau bersuara dengannya,,......


selesai makan,, papa Ferdi,, mama Indira dan Fiki langsung berangkat ke sekolah Bela kemudian sekolah Fiki meminta izin mereka untuk beberapa hari ke depan,,....


sedangkan papa Antoni,, mama Intan dan Luis,, mereka memilih pergi mengunjungi kerabat jauh mama Intan yg tinggal tidak jauh dari situ,, mereka juga mengajak Maik dan Bela,, tapi Maik maupun Bela sama sama menolaknya,,,....


di rumah tinggal Maik dan Bela saja,, selesai membersihkan dapur,, Bela memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya,, dia memilih untuk menonton film yg ada di leptop nya...

__ADS_1


sedangkan Maik,, dia memilih untuk main ps di kamar Fiki setelah selesai makan tadi,, setelah merasa rumah sudah sepi,, Maik menghentikan permainannya dan keluar mencari Bela,, karna tidak menemukan Bela di dapur maumun di ruang tengah,, akhirnya Maik melangkah menuju kamar Bela...


Maik masuk ke kamar Bela,, kebetulan pintunya tidak di kunci,, dia melihat Bela sedang duduk di atas tempat tidurnya sambil nonton film di leptop...


Maik melangkah mendekati tempat tidur Bela dan dudu di samping Bela sambil berkata.....


"Bel,, kenapa sih kamu cuekin aku,,,? tanya Maik...


Bela tidak menjawab ataupun melirik Maik sama skali,,, dia tetap menonton tanpa memperdulika Maik yg sudah duduk di sampingnya,, karna merasa kesal tidak di perdulikan,, akhirnya Maik meraih lengan Bela dan menariknya sehingga membuat Bela berbalik dan menghadapnya..


"apa apaan sih kamu,,,? ketus Bela...


"kamu yg apa apaan,, marah marah ngga jelas,,, kata Maik...


"siapa yg marah,, tanya Bela...


"trus kalau ngga marah,, mengapa kamu cuekin aku,,,? tambah Maik...


"aku hanya ngga mau perduli sama laki laki yg tidak meperdulikan aku,, jawab Bela...


"apa maksud kamu,,? kalau aku ngga perduli sama kamu,, aku ngga akan mau untuk menikahi kamu,, kata Maik...


"apa,,,? nikah,,,? kamu mau nikahi aku,, itu karna aku sudah terlanjur hamil,, kalau aku ngga hamil,, ngga mungkin kamu mau nikahi aku,,, kamu kan pasti punya banyak perempuan di Itali yg lebih canti dan seksi..


"dan lebih baik kita ngga usah nikah saja,, karna aku ngga mau di nikahi sama laki laki yg tidak menginginkan aku,,, tambah Bela..


"aku ngga ngerti sama kamu Bela,, kata Maik..


"kamu ngga ngerti sama aku,, tapi aku sangat faham dengan jalan fikiranmu,,,,


"sekarang kamu ngga bisa melakukan apa apa denganku,, karna kamu itu sadar,, kalau kamu ngga menginginkan aku,,,,,


"dan kamu melakukannya dengan ku dua bulan yg lalu,, karna kamu tidak sadar sama skali,, kamu di bawah pengaruh alkohol waktu itu,,,,


"dan kamu mau menikahiku sekarang ini,, karna aku sudah terlanjur hamil anak kamu,,,, kata Bela panjang lebar...


"kalu itu yg kamu inginkan,, ok,, sekarang aku akan melakukannya,, kata Maik sambil berdiri melepaskan bajunya...

__ADS_1


setelah melihat Maik yg sudah bertelanjang dada di hadapannya,, Bela langsung turun dari tempat tidurnya dan melangkah keluar dari kamarnya,,,,,...


memang sebenarnya,, sentuhan Maik yg sangat dia inginkan saat ini,, dia sendiri bingung,, mengapa sampai dia haus sentuhan Maik seperti ini,, tapi karna dia sudah terlanjur kesal,, jadi dia memilih untuk pergi dari hadapan Maik...


__ADS_2