
Bela berdiri di dapan gedung tempat acara akan di langsungkan selama hampir satu jam,
dan dia langsung masuk ke dalam gedung bersama teman-temannya yang lain, setelah mendengar pemberitahuan dari dalam gedung, kalau para pengusaha sukses yang mengunjungi Kampus mereka sudah berada di parkiran.
Semua Mahasiswa dan Mahasiswi yang sudah berada di dalam ruangan, jadi heboh ingin melihat para pengusaha yang keluar dari mobil, hanya Bela yang langsung duduk di bangku yang sudah di siapkan untuk para Mahasiswa dan Mahasiswi di dalam ruangan, sambil mengotak ngatik ponsel di tangannya.
Tidak lama dari situ, mereka semua langsung duduk di tempat masing-masing karena melihat Rektor, para Dosen dan para pengusaha-pengusaha itu, sudah melangkah menuju ruangan yang sudah di siapkan.
Semua Mahasiswa dan Mahasiswi begitu tenang tanpa ada yang bersuara, karena orang-orang yang mereka tunggu sudah memasuki ruangan. Dan di saat pengusaha muda dan tampan itu memasuki ruangan, semua yang ada di situ langsung terpana dengan ketampanannya, juga wanita yang ada di sampingnya yang terlihat begitu sangat cantik dan elegan.
Semuanya berbisik-bisik satu sama lain setelah pengusaha tampan itu masuk, mereka berbisik mengagumi ketampanannya, selain itu, mereka juga sangat penasaran dengan wanita yang berada di sampingnya, terutama para Mahasiswi.
"Dia tampan bangaat,," kata salah seorang wanita yang merasa paling cantik di Kampus itu.
"Iya dia tampan bangat, tapi siapa wanita di sampingnya itu,,?" Tanya yang lainnya.
"Ngga tahu. Mungkin secretarisnya." Jawab yang lainnya.
Setelah mereka semua sudah duduk, salah seorang dari Dosen yang di tugaskan untuk membawa acara, segera membuka acara, dan mempersilahkan Rektor untuk memberikan sambutan. Selesai memberi sambutan, tanpa menunggu lama, Rektor pun segera mempersilahkan para pengusaha-pengusaha yang sudah duduk di tempat mereka masing-masing, untuk memperkenalkan diri.
Sedangkan Bela yang duduk di bagian tengah antara kedua sahabatnya, sejak tadi hanya fokus dengan ponsel di tangannya. Dia tidak memperhatikan mereka yang ada di depan.
Dan tidak lama dia pun terkejut sampai ponselnya terlepas dari tangannya, di saat pengusaha muda dan tampan itu memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan,, nama saya, Maikhel Fernando." Kata Maikhel yang langsung terhenti karena suara ponsel Bela yang terjatuh ke lantai.
Bela yang sejak tadi hanya menunduk memperhatikan ponsel di tangannya, langsung mengangkat mukanya dan menatap Maikhel dengan tampang kagetnya. Begitupun dengan Maikhel, dia seperti tersambar petir setelah menatap ke arah wanita yang menjatuhkan ponselnya itu.
__ADS_1
Bela juga Maikhel saling menatap satu sama lain, dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Tapi itu terjadi tidak lama, karena suara Rektor menegur Bela, membuat mereka berdua tersadar dari keterkejutan mereka masing-masing.
"Belaaa,,! Apa yang kamu lakukan,,?" Teriak Rektor kepada Bela.
"I,,i,,iya Pak. Maafkan saya Pak, saya tidak sengaja." Kata Bela meminta maaf, dan langsung menunduk untuk memungut ponselnya yang tergeletak di atas lantai.
Dan Maikhel yang masih tetap berdiri karena belum selesai memperkenalkan diri, sudah sangat merasa kacau dengan perasaannya sendiri. Maikhel sangat terkejut melihat wanita yang sudah menyakitinya, dan yang sangat dia benci berada tepat di hadapannya.
Maikhel hanya terdiam sambil sesekali melirik ke arah Bela, yang sudah selesai memunguti ponselnya, dan sudah menatap ke depan tapi bukan ke arahnya. Dan kemudian Rektor langsung meminta maaf kepada Maik, dan mempersilahkan Maik untuk melanjutkan kata-katanya yang terhenti tadi karena ulah Bela.
"Saya minta maaf atas kesalahan Mahasiswi saya Pak Maikhel, dan silahkan di lanjutkan." Kata Rektor dan Maik hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
"Nama saya Maikhel Fernando, dan saya berasal dari Italia. Tapi sekarang saya menetap di London, karena saya membangun bisnis di sana. Dan wanita yang datang bersama saya ini, namanya Felisia, dia adalah tunangan saya. Terimakasih." Maik berkata-kata sambil menatap ke depan dengan tampang yang sangat dingin.
Sedangkan Felisia yang duduk di samping Maik, merasa sangat bahagia dan langsung tersenyum, setelah Maik memperkenalkan dirinya sebagai tunangannya, karena Maik tidak pernah melakukan hal itu sebelumnya. Dan Maik yang sudah kembali duduk, sangat sakit hati dan kesal melihat Bela yang sudah semakin cantik, dan bergaya seperti wanita yang belum pernah menikah apalagi punya anak.
Hampir dua jam acara berlangsung, kemudian mereka pun bubar, setelah Rektor selesai menyampaikan beberapa kata untuk menutup acara. Setelah keluar dari dalam ruangan, Bela langsung di panggil oleh Rektor.
"Bela." Suara Rektor memanggil Bela.
"Iya Pak." Jawab Bela.
"Kamu ikut sebentar ke ruangan Bapak,,!" Kata Rektor kepada Bela.
"Baik Pak. Tapi aku izin ke toilet sebentar." Jawab Bela.
__ADS_1
"Ya sudah." Balas Rektor.
Bela yang sudah menahan buang air kecil sejak tadi, segera melangkah menuju toilet bersama kedua temannya yang juga mau ke toilet. Sambil melangkah mereka bertiga bertanya satu sama lain, tentang Rektor yang barusan menyuruh Bela menghadapnya.
"Ada apa sampai kamu di suruh ke ruangan Rektor,,"? Tanya Sari bingung.
"Ngga tahu juga aku,,?" Jawab Bela sambil terus melangkah.
"Mungkin karena masalah di dalam ruangan tadi." Sambung Mita.
"Iya. Mungkin karena itu." Jawab Bela.
Setelah keluar dari toilet, tanpa menunggu lama Bela segera melangkah pergi setelah berpamitan kepada kedua temannya.
"Aku pergi dulu ya,,!" Kata Bela.
"Iya. Nanti kita berdua tunggu di parkiran yaa,," Kata Mita.
Bela melangkah menuju ruangan Rektor sambil memikirkan Maikhel. Dia tidak menyangkah bisa bertemu dengan Maikhel setelah beberapa tahun mereka berpisah. Padahal dia sudah berusaha untuk melupakan sosok laki-laki yang telah menghancurkan hidupnya, juga sudah mencampakannya itu. Dan di saat bertemu ternyata Maik sudah punya wanita lain.
Luka Bela karena di campakan oleh Maik bertambah parah, setelah melihat Maik tadi memperkenalkan tunangannya di depan mata kepalanya. Tapi dia kembali berfikir, mungkin inilah jalan yang terbaik yang di berikan Tuhan, karena selama ini dia sudah berusaha melupakan Maik, tapi sosok Maik tetap tidak bisa hilang dari ingatannya.
Sampainya di depan ruang Rektor, Bela langsung mengetuk pintu beberapa kali sambil memberi salam. Dan tidak lama, terdengar suara Rektor, yang mempersilahkannya untuk masuk.
Bela membuka pintu perlahan dan masuk. Tapi tiba-tiba, dia langsung mematung dengan tampang datarnya, setelah melihat laki-laki yang dulu sangat dia cintai, sedang duduk bersama Rektor dan beberapa pengusaha lainnya juga tunangannya.
Bela memang sangat teeluka melihat kedekatan Maik dengan wanita yang menjadi tunangannya itu. Tapi Bela berusaha untuk tenang dan bersikap santai, karena dalam fikirannya, Maik hanya masalalunya yang pahit. Dan dia berada di Negara asing itu, semata-mata hanya untuk mengejar cita-citanya, bukan untuk bertemu Maik.
__ADS_1
Selama ini Bela sudah berusaha untuk melupakan Maik, walaupun itu sangat sulit baginya, karena biar bagaimanapun, dia memiliki seorang putri dari Maik. Tapi setelah mengetahui Maik sudah bertunangan tadi, membuat Bela semakin yakin untuk melupakan Maik dan semua kenangan tentang mereka berdua.