Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku

Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku
Bab 24. Perpisahan.


__ADS_3

Selesai sarapan, Maik, Bela, dan ke dua Mama mereka, langsung pergi menuju butik tempat pakaian pengantin Maik dan Bela di buat. Butik itu milik kerabat Papa Antoni, di sana juga mereka akan melakukan foto prewedding, karena di sebelah butik itu, ada studio Foto yg akan mereka pakai untuk melakukan foto prewedding.


Maik dan Bela melakukan foto prewedding sesuai keinginan Mama Intan,, karna Mama Intan adalah yg paling jago dalam urusan-urusan seperti itu, dan hasil dari foto Prewedding mereka terlihat sangat bagus dan memuaskan.




Selesai semuanya, mereka langsung pulang ke rumah untuk membantu Papa Ferdi dan Papa Antoni yg sedang sibuk menyiapkan yg lainnya. Pukul 8 malam tepat, semua persiapan sudah selesai, dan tinggal menunggu esok hari untuk melakukan pernikahan, yg akan di laksanakan tepat pukul 10 pagi besok.


Selesai makan malam, Maik dan Bela langsung melangkah naik ke lantai atas, mereka berdua memilih untuk bersantai dan mengobrol di balkon kamar Maik, Maik duduk di kursi yg ada di balkon kamarnya itu, sambil memangku Bela di pangkuannya.


Bela yg sudah ketagihan dengan sentuhan Maik? langsung tersentak dan bereaksi di saat Maik mengecup belakang lehernya, dan tidak pakai lama Bela pun langsung berbalik, dan segera mencium Maik dengan rakusnya, dan Maik yg juga sudah sama ketagihan tidak tinggal diam.


Akhirnya pertempuran mereka kembali di lakukan di dalam kamar Maik, dan lagi-lagi di dengar oleh Papa Ferdi yg dari tadi tidak tenang, di saat melihat Maik dan Bela naik ke atas, dan lngsung mengikuti mereka. Karena suara Bela yg tidak bisa di tahan, membuat Papanya yg sedang mendengar dari arah luar bertambah emosi.


Papa Ferdi kembali turun ke bawah menemui yg lainnya, dengan perasaan yg semakin kecewa dan marah, kali ini Papa Ferdi sudah mengambil keputusan, yg akan dia lakukan setelah pernikahan selesai.


Pukul 10 pagi pernikahanpun di mulai, Bela dan Maik terlihat seperti Ratu dan Raja pada hari itu. Bela sangat cantik dengan gaun pengantinnya, dan Maik pun terlihat sangat gagah dengan jas hitam yg dia kenakan.

__ADS_1




Mereka berdua sangat bahagia pada hari itu,, setelah pernikahan selesai, Maik langsung mencium Bela di depan para tamu yg hadir dan membuat Bela langsung malu, karena merasa malu dengan apa yang di lakukan suaminya, Bela segera memeluk Maik dan menyembunyikan wajahnya di pundak Maik, yg langsung membuat Maik juga para tamu yg hadir tertawa, karna merasa lucu dengan tingkah Bela yg terlihat kekanak-kanakan itu.


Setelah selesai semuanya, mereka langsung pulang ke rumah. Pukul 9 malam setelah selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga untuk membahas rencana ke depannya, untuk Maik juga Bela.


"Bagaimana nanti Fer,,?" Tanya Papa Antoni kepada pPapa Ferdi.


"Besok kita langsung pulang saja,,! Dan Bela juga harus ikut karna dia harus mengikuti mata pelajarannya di rumah." Jawab Papa Ferdi berbohong.


Mendengar perkataan Papa Ferdi, membuat Maik dan Bela saling menatap dengan tatapan sedih, terutama Bela yg sudah tidak ingin jauh-jauh dari laki-laki yang sangat di cintainya itu, sedangkan Maik, dia menatap Papa Mertuanya itu, dengan tatapan sedih juga bingung dengan keputusan yg di ambil.


Maik juga tidak ingin jauh-jauh dari Bela, apalagi dia sudah di buat gila beberapa malam ini, tapi keputusan Papa Ferdi itu tidak bisa di bantah sama skali oleh mereka semua, karena mereka sudah sangat mengenal karakter Papa Ferdi yg sangat keras.


Akhirnya mereka semua mengiyakan perkataan Papa Ferdi, sebab itu semua demi kebaikan Bela, apalagi Papa Ferdi juga berkata, kalau Maik bisa sering-sering mengunjungi Bela di saat ada waktu luangnya, akhirnya dengan berat hati, Maik juga Bela menerima apa yg di sampaikan Papa Ferdi.


Maik dan keluarganya mengantar Bela dan keluarganya ke bandara, sampainya di sana, Bela langsung menarik tangan Maik menuju sebuah lorong, karna masih ada waktu satu jam lagi sebelum pesawat take oof. Sampainya di lorong itu, Bela memeluk Maik sambil menangis dan berkata.

__ADS_1


"Kamu ngga boleh macam-macam di sini,,! Karena aku dan anakmu selalu merindukanmu dan menantikan kedatanganmu. Kata Bela sambil menangis.


"Aku janji tidak akan macam-macam,,! Karena sekarang hanya kamu yg aku inginkan, dan hanya kamu yg dapat membuatku bisa menjadi laki-laki yg lebih baik." Jawab Maik dan langsung mencium Bela denga mesranya.


Mereka berdua berdiri di sebuah lorong yg jarang di lewati orang, dan berjauhan dengan keluarga mereka jadi tidak ada yg melihat mereka sama sekali, karena merasa tidak ada yg melihat, dengan segera Maik langsung mencium Bela, sambil tangannya bereaksi di bagian dada Bela, dan perlakuan Maik itu, membuat Bela langsung tidak tahan dan meminta lebih.


Akhirnya Maik segera membawa Bela ke dalam mobil mereka yg berada di parkiran, dan tanpa di duga, Papa Ferdi memperhatikan mereka berdua sejak tadi, tapi dia hanya membiarkannya, karena dia berfikir ini untuk yg terakhir kalinya, Bela melaksanakn kewajibannya sebagai seorang istri.


Maik dan Bela kembali melakukannya di dalam mobil mewahnya Maik, setelah setengah jam, mereka keluar dengan wajah yg mandi keringat juga nafas yg sedikit tidak teratur, dan keadaan mereka itu membuat Papa Antoni, Mama Intan dan Mama Indira jadi bingung, sedangkan Papa Ferdi dia hanya menatap mereka, dengan tatapan tanpa ekspresi, karena dia sudah tahu apa yg barusan terjadi.


"Kalian dari mana, sampai keringatan begitu,,,?" Tanya Mama Intan bingung.


"Aaa,,, kita,, kitaaaa,," jawab Bela gugup dan langsunh di potong oleh Maik.


"Kita baru selesai makan Ma, dan makanannya pedas bangat jadinya keringatan,,!" Jawab Maik berbohong.


Dan tidak beberapa lama, akhirnya Maik melepaskan istrinya yg sedang mengandung anaknya itu, dengan hati yang sedih. Maik menatap pesawat yg di tumpangi Bela, terbang menembus cakra wala, dengan mata yang berkaca-kaca.


Maik sangat sedih di tinggal Bela ke Indonesia, dan Bela yg Berada di dalam pesawat pun, sangat sedih sampai dia meneteskan air matanya, sambil menatap ke arah luar lewat jendela yg ada di sampingnya.

__ADS_1


Semua ini adalah rencana papa Ferdi untuk memisahkan Maik dan Bela, karena Papa Ferdi tidak mau membuat anaknnya yg masih remaja itu, hidup menderita karna melayani laki-laki dewasa seperti Maik. Apalagi Maik sangat kasar memperlakukan putrinya di atas tempat tidur, menurut Papa Ferdi. Jadi Papa Ferdi langsung mengambil keputusan itu, karena dia tidak ingin anaknya menjadi budak hasrat Maik.


__ADS_2