Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku

Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku
Bab 6. Rencana pertemuan Maikhel dan Bela/Isabel...


__ADS_3

setelah leo pergi,, mama Intan melangkah menuju kamar Maikhel untuk mengecek keadaan Maikhel,, sampainya di kamar Maikhel,, mama intan melangkah mendekati tempat tidur dan duduk di samping kepala putranya itu...


mama Intan mengelus ngelus kepala Maikhel perlahan,, dan tiba tiba Maikhel mengeluarkan suara,, dia berkata kata tanpa membuka matanya...


"maafkan aku,, aku tidak bermaksud menyakitimu,, kata Maikhel sambil menggenggam tangan mamanya,, sedangkan mama intan hanya terdiam sambil menatap Maikhel dengan tatapan hawatir,, dia takut,, kalau putranya punya kekasih di luar sana tanpa mereka tau...


setelah Maikhel sudah tenang dan ngga mengigo lagi,, mama intan segera menyelimutinya dengan selimut dan kemudian keluar dan melangkah menuju kamarnya,, sampainya di kamar,, mama Intan mondar mandir ke sana ke mari sambil menggigit gigit jarinya sendiri...


suaminya yg sudah berbaring di tempat tidur metasa terganggu dengan istrinya yg ke sana ke mari seperti orang cacingan...


"ada apa sampai kamu mondar mandir kaya gitu,,,? tanya papa Antoni..


"pa,, mama tu lagi pusing mikirin Maikhel,, jawab mama Intan sambil duduk di tepi ranjang samping suaminya...


"pusing kenapa,, memangnya dia kenapa,,? tanya suaminya...


"tadi dia berbicara dalam tidur pa,, waktu mama sedang mengelus ngelus kepalanya,, jawab mama Intan...


"memangnya apa yg dia bilang..? tanya papa Antoni lagi..


"aku minta maaf,, aku ngga ada maksud untuk nyakitin kamu,, gitu pa katanya...


"apaaaa,,,? jangan jangan dia punya kekasih ma,, balas papa Antoni..


"ha itu pa yg membuat mama gelisah,, mama takut dia punya hubungan dengan wanita wanita ngga jelas di luar sana...


"trus menurut mama kita harus gimana,,,? tanya papa Antoni..


"kita pertemukan Maikhel dan Isabel secepatnya pa,, bila perlu langsung di nikahkan aja,, sebelum hal hal yg tidak kita inginkan terjadi pa... kata mama Intan...

__ADS_1


"tapi Isabel kan belum lulus ma,, gimana mau nikah,,,?


"ya nikah ngga jadi masalah pa,, asalkan ngga hamil,, lagian setelah nikah kan,, Isabel tetap di Jakarta sampai dia lulus nanti baru ikut Maikhel ke sini,, kata mama Intan..


"trus Maikhelnya gimana,,? nafkah batin itu penting lo ma,, lama lama Maikhel selingkuh juga kalau jauh jauh sama istrinya... kata papanya Maikhel...


"sudah pa itu biar jadi urusan mama,, nanti mama suruh Maikhel setiap satu bulan berangkat ke Jakarta nyusul istrinya...


"ya terserah mama aja,, papa ikut ikut aja,, kata papanya Maikhel sambil nenarik selimutnya...


*********


mata hari memancarkan cahaya yg sangat cerah di pagi hari,, Bela yg sudah rapi,, sedang menunggu ke dua orang tuanya yg lagi siap siap ke pasar sekalian mengantarnya ke sekolah,, tapi tiba tiba ponsel mamanya berdering....


("halo tan,, mama Indira bersemangat menerima telfon dari calon mertua Isabel...


sedangkan Isabel seperti tersambar petir di saat mendengar nama yg di sebutkan mamanya tadi...


("iya ngomong aja Tan,, kata mama Indira..


("In,, aku sama Antoni,, ingin segerah mempertemukan Maikhel sama Isabel,, biar mereka bisa saling kenal,, bila perlu,, kita langsung nikahin aja,, yg penting kita menunda kehamilan Isabel,,,,,...


("kenapa terburu buru Tan,,? apa ngga sebaiknya mereka menikah setelah Bela lulus nanti.. kata mama Indira..


dan seketika mata Bela terbelalak,, jantungnya berdegup kencang,, mukanya pucat,, dia takut dengan apa yg barusan dia dengar,, apalagi kaadaannya sekarang yg sedang mengandung anak dari laki laki yg ngga dia kenal...


("gini lo In,, aku tu takut bangat,, soalnya Maikhel ini,, banyak sekali wanita yg ngejar ngejar dia,, aku takut dia terjebak,, maka dari itu aku putuskan untuk nikahkan mereka,, biar Maikhel punya status suami orang,,... jelas mama Intan...


("ya udah kalau gitu,, aku omongin dulu ya sama Bela dan papanya... jawab mama Indira...

__ADS_1


setelah telfon dari mama Intan terputus,, mama Indira langsung berbalik menatap Isabel dan papanya yg juga sedang menatap mama Indira,, Isabel menatap mamanya dengan tatapan yg tak bisa di artikan,, sedangkan papanya menatap mamanya sambil senyum senyum,,,....


"pa,, apa kamu mau,, kalau Bela segera di nikahkan dengan Maikhel,,? tanya Mama Indira ke suaminya...


"ya lebih bagus kan ma,, mereka kan udah lama tunangan,, jadi apa salahnya kalau Antoni dan Intan mau segera menikahkan mereka.. kata papa Ferdi dengan santainya..


"kalau kamu bagaimana Bel,, tanya mama Indira yg membuat Bela hampir terkena serangan jantung...


"aku,, aku,, aku masih mau sekolah ma,, jawab Bela dengan gugupnya..


"ya iya,, kamu tetap sekolah sayang,, dan kamu tetap tinggal di sini sampai kamu lulus nanti baru ke Italia tinggal sama suami kamu nanti,, dan kamu akan kuliah di sana,, sedangkan Maikhel tetap di Italia,, palingan sebulan sekali dia ke sini,, kata mama Indira...


akhirnya Isabel tidak punya alasan lagi untuk menolak,, dia ngga mungkin memberitahukan yg sebenarnya kepada ke dua orang tuanya,, akhirnya dia hanya mengangguk pasrah menyetujui omongan mamanya...


setelah itu,, mereka berangkat bersama,, papa dan mamanya duduk di bagian depan,, sedangkan Bela dan adiknya Fiki duduk di bagian belakang, dalam perjalanan,, Bela hanya terdiam sambil menatap ke luar jendela,, tiba tiba muncul ide untuk mengatasi masalahnya,, Isabel atau yg biasa di panggil Bela itu berfikir,, kalau nanti bertemu dengan calon suaminya nanti,, dia jujur saja tentang apa yg terjadi,, biar Maikhel menolak penikahan dan memutuskan perrunangan mereka nanti...


sesampainya di sekolah,, dia turun dari mobil sambil melambaikan tangan kepada papa mama dan adiknya,, setelah mobil papanya menghilang,, Bela langsung segera beranjak masuk ke dalam ruangannya,, dan di sana sudah ada teman temannya termasuk Mita dan Sari...


Isabel memilih untuk merahasiakan rencana pernikahannya bersama Maikhel dari Mita dan juga Sari,, karna dia ngga mau merepotka ke dua sahabatnya itu lagi,, karna kalau mereka tau,,pasti mereka akan hawatir dengannya,, Bela ingin menyelesaikan masalahnya kali ini sendirian saja...


waktu menunjukan pukul 1 siang,, Bela dan teman temannya beranjak keluar dari dalam ruangan dan berjalan menuju parkiran,, ada juga yg berjalan menuju halte bis,, sedangkan Isabel di ajak pulang bareng sama Mita,, karna Mita pake mobil sendiri,, sedangkan Sari di jemput sama sodaranya...


Bela memilih untuk langsung pulang ke rumah,, setelah sampai rumah,, Bela turun dari mobil sambil melambaikan tangannya ke Mita yg akan segera melaju pulang ke rumahnya juga...


Bela menggantikan seragamnya dengan baju santai dan memilih duduk di depan jendela sambil menatap ke luar merenungi musibah yg sedang menimpanya itu...



Bela melamun dan tiba tiba air matanya sudah mengalir membasahi wajah cantiknya itu,, dia meraba perutnya sambil menangis,, dan berkata kata seakan akan dia mengobrol dengan janinnya yg baru beberapa minggu itu...

__ADS_1


"apa kabarmu sayang,, kamu baik baik ya di dalam perutku,,,,kata Bela...


"sebenarnya aku tidak ingin kamu datang di saat ini,, karna aku belum siap,, tapi asal kamu tau,, aku sudah terlanjur menyayangimu,, dan apapun yg terjadi,, aku akan selalu mempertahankanmu dan melindungimu sayang,, kata Bela sambil terisak....


__ADS_2