
Maik berjalan ke suatu tempat yg agak jauh dari rumahnya Bela sambil memakai jaket yg dia bawah di tangannya,, di sana ada sebuah rumah tua yg kosong dan di kelilingi pepohonan dan rerumputan hijau di halamannya,, rumah yg sudah sangat rusak dan pekarangannya sudah seperti hutan...
Maik masuk ke dalam rumah itu,, kebetulan pintunya sudah rusak,,
jadi tidak sulit untuk memasukinya,, setelah berada di dalam,, Maik langsung mengirim pesan singkat kepada Bela...
("aku tunggu di rumah tua yg agak jauh dari jalan... pesan Maik...
Bela yg membaca pesan Maik sudah tau tempat yg Maik maksud,, karna rumah itu adalah,, rumah teman sd Bela,, tapi mereka sudah pindah ke surabaya,, jadi rumahnya di biarkan kosong dan sudah rusak...
sejenak Bela berfikir untuk tidak mau ke sana,, tapi di sisi lain,, dia sangat mendambakan sentuhan Maik,, entah kenapa,, tapi dia sangat candu dengan aroma tubuh Maik,, dan dia selalu membayangkan kejadian di bali malam itu,, dan semua itu membuatnya sangat gelisah...
kemudian Bela meraih jaketnya dan berjalan keluar dari rumah tanpa ada yg melihatnya,, karna ibu,, ayah dan adiknya belum juga pulang,, sedangkan papa Antoni,, mama Intan dan luis sedang berada di dalam kamar tamu,,...
Bela setengah berlari ke tempat yg dia tuju itu,, karna dia sendirian jadi dia takut di lihat orang,,....
dari luar rumah,, Bela sudah melihat Maik yg sedang bersandar di dinding rumah itu sambil menatapnya,, dan tatapan Maik itu membuat Bela jadi salah tingkah,, Bela menggaruk garuk kepalanya sendiri sambil tetap melangkah,, sedangkan Maik pun tetap menatapnya tanpa berkedip sama skali...
sampainya di hadapan Maik,, Bela langsung duduk di lantai rumah itu sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding dan kemudian di ikuti Maik,, mereka duduk bersebelahan tanpa ada yg bersuara,, tiba tiba Bela kembali teringat dengan kelakuan Maik yg sering tidur dengan berganti ganti wanita...
Bela yg tadinya grogi dan salah tingkah,, sekarang berubah menjadi tegang dengan wajah yg sudah memerah,, Maik yg melihatnya merasa tidak tenang dan hawatir,, apalagi mereka berada di dalam rumah tua yg kosong kayaa gini,, di tambah Bela yg lagi berbadan dua itu....
"kamu kenapa Bel,,,? ko wajah kamu merah kaya gitu,,,? tanya Maik...
"aku benci sama kamu,,, jawab Bela...
"Bela,, tolong dong ngertiin aku,, aku ngga mau kalau orang tuamu menilai buruk diriku,, kalau mereka mengetahui kita,, jawab Maik...
"trus kamu ngga takut,, kalau orang tuaku mengetahui hubunganmu dengan banyak wanita di Itali sana,, dan semua wanita itu,, sudah perna kamu tiduri... kata Bela dengan suara yg sudah bergetar sambil membuang muka dari Maik,, karna dia sudah meneteskan air mata..
__ADS_1
"Bela,, kenapa kamu selalu ngebahas itu kalau hanya membuatmu sakit,, aku ngga cinta sama mereka,, aku hanya,,,,,,, suara Maik tertahan dan langsung di sambung Bela...
"hanya apa,,,? coba kamu jawab hanya apa,,,?
"suapaya kamu tau Maik,, aku juga ingin pacaran,, aku ingin merasakan masa masa remaja aku,, tapi karna kamu,, karna tunangan aku yg brengsek ini,, aku harus menahan diri dari semua itu,, kata Bela dengan suara kerasnya...
"Bela,, aku minta maaf,, tolong maafkan aku,, aku benar benar ngga ada perasaan sedikitpun sama mereka,, aku pun melakukannya sama mereka di saat aku mabuk saja Bela...
"trus siapa yg kamu cintai,,? tanya Bela sambil menatap Maik dengan wajah yg sudah basah dengan air matanya....
"hanya kamu yg akan aku cintai,, aku janji,, karna hanya kamu wanita yg akan aku nikahi seumur hidupku,, kata Maik sambil menggenggam tangan Bela...
"Maik,, ngga usah berjanji kalau ngga bisa untuk kamu tepati,, dan satu lagi,, aku sudah memaafknmu,, walaupun aku ngga bisa melupakan semua kelakuanmu,, jadi ngga perlu minta maaf lagi...
"dan satu lagi,, aku rasa di mata kamu,, aku dan para wanita penghiburmu itu ngga ada bedanya,,, tambah Bela...
"mereka itu ******,, dan kamu itu wanitaku,, tambah Maik...
"aku dan mereka sama sama wanita,, dan sama sama jalangmu,, yg kamu butuh di saat kamu sedang mabuk,,,...
"Isabelaaaaaa,,,, teriak Maik saking emosinya...
"aku ngga suka ya kamu berkata kaya gitu,,,! tambah Maik...
"kenapa ngga suka,,? memangnya aku salah,,,? kamu melakukan itu padaku di saat kamu sedang mabuk,, dan sekarang di saat kamu lagi sadar,, kamu ngga mau kan menyentuhku,,,? jawab Bela...
"iya,, memang benar,, sekarang aku ngga mau dan ngga akan melakukannya,, terserah kamu mau berfikir apa,,,? kata Maik dengan kerasnya dan membut Bela langsung berdiri..
setelah berdiri,, Bela langsung berlari ke luar,,,, tapi dengan cepat Meik pun berdiri dan langsung mengejar Bela,, sampainya di luar rumah Maik langsung menahannya....
__ADS_1
"Belaaaa,,, sebenarnya apa sih mau kamu,,,? tanya Maik dengan kerasnya...
sedangkan Bela yg sudah sangat kecewa dengan Maik,, hanya terdiam dan menatap Maik dengan air mata yg sudah mengalir di pipih mulusnya itu...
"kamu mau aku menyentuhmu di tempat ini,,,? Bela,, disini seperti hutan,, dan rumah itu,, apa layak buat kita melakukannya,,? yg melakukan itu di tempat kaya gini hanyalah binatang,,....
"kamu mau aku melakukanmu seperti seekor binatang haaaa,,,? kata Maik sambil teriak dan membut Bela langsung menamparnya dengan kerasnya...
"plaaaak,,,,,,
"kamu jahat,,, aku benci kamu,,,! teriak Bela dan langsung berlari meninggalkan Maik...
Bela berlari dengan berlinang air mata,, dia tidak sanggup mendengar kata kata Maik yg menyakitkan itu,, dan dia sangat kecewa di perlakukan kaya gini sama laki laki yg sudah terlanjur dia cintai dan terlanjur merusak masa depannya itu...
"aku benci kamu Maik,, mengapa kamu seperti ini padaku,, aku hanya nenginginkanmu,,, mengapa kamu jahat Maik,, mengapaaaaa,,,? hiks....hiks....
sedangkan Maik yg masih berada di dalam rumah tua itu,, sangat emosi dengan dirinya sendiri,, dia berbalik dan meninju diding rumah itu berulang ulang sampai tangannya keluar darah...
*********
setelah mendekati rumah,, Bela segera menghapus air matanya,, tapi dia memilih untuk masuk lewat pintu samping,, karna tidak jauh dari pintu terdapat tangga naik ke kamarnya di atas,,.....
dan di saat mau menaiki tanggah,, Bela mendengar suara ayah dan ibunya,, sedang mengobrol di ruang keluarga bersama mama dan papa Maik,, dengan segera Bela langsung berlari menaiki tangga kemudian memasuki kamarnya dan mengunci pitu kamarnya....
Bela tidak mau orang rumah melihat wajah sembabnya dan mengetahui kalau dia baru habis nangis......
Bela memilih untuk mengurung diri di kamar sampai sore,, sedangkan Maik yg juga sudah berada di rumah,, memilih untuk main ps bersama Fiki dan Luis di kamar Fiki....
__ADS_1