Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku

Tunanganku Adalah Orang Yg Telah Menodaiku
Bab 13. Memanjat mangga di malam hari...


__ADS_3

mama Intan memangil manggil nama Maik dari arah yg tidak terlalu jauh dari kamar Bela...


"Maik,, ayo makan,,,! mana Bela,,? teriak mama Intan bersandiwara...


mendengar suara mamanya,, Maik langsung menjauh dari Bela,, dan segera melangkah ke arah pintu kamar,, sedangkan Bela,, dengan salah tingkah dan tergesa gesa,, merapikan baju dan rambutnya yg sudah acak acakan karna ulah Maik tadi....


Maik keluar dari kamar tanpa menunggu Bela,, setelah berada di luar kanar,, Maik tarkejut melihat mamanya yg sedang berdiri tidak terlalu jauh dari kamar Bela,, Maik menatap mamanya dengan tatapan curiga..


"ngapain mama di sini,,,? tanya Maik...


"kamu yg ngapain di dalam,,,? tanya balik mamanya...


"aku cuman,,, mandi doang,,, jawab Maik..


"mandi mandi,,, kamu pikir mama ngga lihat apa yg barusan kamu lakukan di dalam sana,,? kata mamanya..


"hmmm,, dasar orang tua kepo,, lagian dia itu akan jadi istri Maik,, dan di dalam perutnya itu ada anak Maik.. jawab Maik ngga mau kalah..


"iya,, dia calon istri kamu,, tapi belum jadi istri,, dan anak kamu di dalam perutnya itu,, karna perbuatan bejat kamu itu,, kamu mau,, kalau di lihat om Ferdi atau tante Indira,, bisa bisa kamu ngga di izinin nikahin Bela,, tegas mamanya...


"dasar anak nakal,, memangnya kamu ngga bisa tahan sebentar,,,,? tambah mamanya..


Maik tidak menjawab apa apa lagi,, dia hanya terdiam sambil memikirkan perkataan mamanya barusan,, dan tiba tiba Bela keluar dari kamar,, Bela terkejut melihat Maik dan mamanya yg sedang berhadapan tanpa berkata apa apa...


"ayo sayang,,,! kita makan,, ajak mama Intan sambil menatap Bela yg kelihatan grogi...


"iya tan,, jawab Bela sambil melangkah menghampiri Maik dan mamanya...


setelah Bela dan mama Intan melangkah pergi,, Maik pun langsung menyusul mereka,, sampainya di dapur,, sudah ada yg lain di sana,, segera mereka bergabung dan langsung makan tanpa ada suara...

__ADS_1


selesai makan,, mereka memilih untuk duduk di ruang keluarga dan mengobrol,, Bela yg sudah merasa ngantuk,, akhirnya berpamitan dan langsung melangkah ke kamarnya,, Maik sempat melirik Bela,, tapi karna di tatap tajam oleh mamanya,, akhirnya dia tidak melirik Bela lagi...


hampir satu jam mereka mengobrol,, karna waktu sudah menunjukan pukul 10:30 malam,, akhirnya mereka pun bubar dan masuk kamar masing masing,, Maik tidur sama Fiki dan luis di kamar Fiki...


Maik sangat gelisah,, dia ngga bisa tidur,, dia terus memikirkan Bela,, Bela pun demikian,, dia juga tidak bisa tidur,, entah kenapa,, malam itu dia sangat merindukan Maik,, Bela ingin sekali mengobrol dan menatap wajah Maik,, mungkin karna bawaan bayi nya...


karna tidak bisa tidur sampai jam 1 malam,, akhirnya Bela turun dari tempat tidurnya,, dia berniat ke kamar Fiki untuk melihat Maik,, dia hanya ingin melihat wajah Maik biar dia bisa tenang,, karna sejak tadi wajah Maik selalu terbayang bayang dalam fikirannya...


tapi setelah Bela keluar kamar,, dia terkejut dengan Maik yg sedang bersandar di dinding samping pintu kamarnya,, mereka saling menatap,,....


"kamu mau ngapain,,,? tanya Maik dengan suara yg sangat pelan...


"aku mau lihat wajah kamu,, jawab Bela polos..


"ngapain mau lihat wajah aku,,? tanya Maik bingung...


"ngga tau,, aku kepengen aja,,, jawab Bela...


"ngapain kalian ini,,,? tanya mama Intan...


"la mama juga ngapain,,,,? tanya balik Maik sedikit kesal...


"aku mau ngecek kamu,, karna aku hawatir sama Bela,, ternyata kekawatiranku benar,,, kata mama Intan...


"apanya yg benar,,,? tanya Maik...


"ni,,, kamu sudah ada di depan kamar Bela dan membangunkan Bela,, jangan jangan kamu ini makhluk jadi jadian atau kolor ijo,, kelayapan malam malam di depan kamar orang hamil.. ketus mama Intan...


"Maik ngga membangunkan aku ko tan,, aku yg bangun sendiri,,, jawab Bela...

__ADS_1


"kamu mau apa sayang,,,? bangun malam malam gini,,,? kamu ngga takut sama dia,,? kata mama Intan sambil menatap Maik..


"ngga ko tan,, malahan aku bangun karna ingin nemuin dia,,, jawab Bela jujur dan membuat mama Intan kaget...


"apa,,? nemuin dia,, buat apa sayang,,,? tanya mama Intan bingung...


"aku ngga bisa tidur tan,, aku ingin lihat wajahnya,, jawab Bela dan membuat mama intan tambah kaget dan pusing...


"haaa,, itu kan ma,,,? dia tu ingin lihat wajah aku,, karna anaknya kangen sama papanya,, bukan sama neneknya yg kepo,, sambung Maik...


"ya sudahlah,, terserah kalian,, mama jadi pusing sama kalian berdua... kata mama Intan dan langsung melangkah kembali ke kamar...


setelah mama Intan pergi,, Bela segera mendekati Maik,, karna tiba tiba dia menginginkan sesuatu,, setelah berada di dekat Maik Bela segera berbisik di telinga Maik dengan menjinjitkan kakinya,, karna Maik terlalu tinggi,,,...


"aku pengeeeen,,,.... kata Bela...


"pengen apa sayang,,,? tanya Maik bersemangat...


"pengen makan mangga mudah di samping rumah,,, jawab Bela sambil menatap Maik dengan wajah memohon...


"astaga Bela,,, aku kira kamu ingin lihat wajah aku karna kepengen tidur sama aku,, ternyata kamu ingin lihat wajah aku,, hanya untuk nyuruh aku manjat mangga muda di jam segini,,,? kata Maik sambil meramas ramas rambutnya sendiri...


"iya,, aku pengeb bangat,, sampai aku ngga bisa tidur,, jawab Bela...


"ya udah kalau gitu,, kamu tunggu di sini aja,, nanti aku ambilin... kata Maik pasrah,, dan Bela hanya mengangguk sambil tersenyum manis...


Maik melangkah ke samping rumah dengan wajah seperti orang yg mau menangis,, dia memanjat pohon mangga sambil menggerutu sendiri...


"ya tuhan,,,siksaan apa ini,,? aku kira,, dia menginginkan aku,,, ternyata dia menginginkan mangga brengsek ini,, kalau ada yg lihat aku manjat mangga di jam segini,, nanti aku di kirain kolor ijo, atau makhluk jadi jadian lagi,, sama kaya yg di katakan mama tadi,,

__ADS_1


"ini anak ku yg pertama dan terakhir,, karna aku ngga sanggup punya anak lagi kalau kaya gini,, moga moga aja,, anaku kembar tiga sejali gus,, biar aku ngga perlu bikin Bela hamil lagi...


"aku mau beliin dia mangga,, dia ngga mau,, maunya yg ini aja,, trus kalau dia di Itali dan menginginkan mangga ini,, gimana coba,, mau ambil banyak banyak buat persediaan dianya ngga mau,, trus aku harus gimana nanti kalau sampai Itali,,, ya tuhan,, semoga itu ngga pernah terjadi,, kata Maik di atas pohon sambil memetik mangga...


__ADS_2