
Setelah satu bulan berpisah, Maik yang sudah tidak bisa menahan rasa rindunya kepada Bela, ingin segera berangkat ke Indonesia menemui Bela. Semua sudah selesai Maik urus, dari paspor, tiket pesawat, juga oleh-oleh buat Bela dan keluarganya.
Tapi di saat besok Maik sudah akan berangkat ke Indonesia, tiba-tiba dia terima pesan masuk dari Mama mertuanya, yang tidak lain Mama Indira, dan isi pesannya itu membuat Maik merasa sangat kecewa dan berputus asa.
\*Maik,, mulai saat ini, Bela bukan istrimu lagi, karena Bela sudah selesai menandatangani surat cerai yang di kirim oleh orang tuamu.
Membaca isi pesan dari mertuanya itu, membuat hati Maik hancur berkeping-keping, dan dia sangat kecewa juga marah, dengan apa yang sudah di lakukan oleh orang tuanya tanpa sepengetahuan dia.
Dengan emosi yang membara, Maik melangkah menuju ruang keluarga menemui
kedua orang tuanya, yang kebetulan sedang membahas masalah, yang sedang di hadapi oleh putra mereka itu.
Tanpa bertanya ataupun mendengarkan, apa yang sedang di bahas oleh mama papanya, Maik sudah mengeluarkan segala keluh kesahnya dengan berlinang air mata juga emosi yang membara.
__ADS_1
"Ma,, Pa,, apa salah aku dan Bela,,? Sampai Mama dan Papa tega memisahkan aku dan dia tanpa sepengetahuan aku,,! Padahal Mama dan Papa tahu, kalau Bela itu sedang mengandung anak aku,,!" Maik berkata-kata dengan penuh amarah.
"Maik,, kamu harus dengerin dulu penjelasan Mama dan Papa,," kata Mama Intan.
"Penjelasan apa yang harus aku dengar Ma,,? Aku kecewa bangat sama Mama dan Papa." Kata Maik dengan wajah penuh kekecewaan.
"Papa sama Mama sangat kecewa dengan keputusan Bela dan orang tuanya." Sambung Papa Fernando.
"Maksud Papa apa,,?" Tanya Maik bingung.
"Bela dan orang tuanya sudah membunuh anak kamu Maik,," kata Mama Intan yang membuat mata Maik seketika terbelalak saking kagetnya.
"Bela dan orang tuanya sudah menggugurkan kandungannya, dan setelah semuanya sudah selesai, baru mereka mengabari Mama dan Papa." kata Mama Intan dengan berlinang air mata.
"Ngga mungkin Ma,, ngga mungkin,,!" Kata Maik sambil mengusap wajahnya sendiri.
Sedangkan di Indonesia, Bela pun sudah terpengaruh dengan kata-kata Mamanya juga kakak laki-lakinya. Bela di beri tahu sama Mamanya juga kakak laki-lakinya, kalau Maik punya wanita lain selain dia. Sebenarnya, Mama Indira dan Mas Fikram melakukan semua itu juga, karena terpaksa.
__ADS_1
Mereka terpaksa melakukan apa yang di perintahkan sama Papa Ferdi, karena Papa Ferdi mengancam akan bunuh diri, kalau sampai istri dan putra sulungnya itu, tidak mengikuti apa yang di inginkannya. Akhirnya Mama Indira dan Mas Fikram langsung mengikutinya, karena mereka sudah mengenal watak Papa Ferdi, yang tidak pernah main-main dengan ancamannya.
Awalnya Bela tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Mamanya juga Mas nya itu. Tapi Mama Indira menunjukan foto Maik bersama wanita lain, yang membuat Bela langsung percaya. Dan hati Bela seketi hancur berkeping-keping.
Di dalam foto itu memang terlihat jelas, Maik sedang menggenggam tangan seorang wanita cantik dan seksi. Tapi wanita itu bukan kekasih Maik, wanita cantik itu hanyalah sahabat baik Maik dari masi sekolah.
Foto itu di kirim oleh Mama Intan kepada Mama Indira, karena Mama Intan sudah terlajur sakit hati dengan kabar yang di sampaikan Mama Indira, kalau kandungan Bela sudah mereka gugurkan. Alasannya karena Bela masih ingin bebas, dan dia sudah tidak mencintai Maik lagi.
Mama Intan dan Papa Fernando sangat kecewa dengan orang tua Bela, yang melakukan semuanya sesuka mereka, dan karena sakit hati dan kekecewaan yang begitu besar, akhirnya Mama Intan dan Papa Fernando, memilih untuk mengirimkan foto Maik bersama wanita lain, dan mengatakan kalau Maik juga sudah punya wanita lain di sana, dan Maik sebenarnya tidak pernah mencintai Bela putri mereka.
Bela merasa sangat hancur mendengar apa yang di sampaikan oleh Mamanya, dan itu juga di rasakan oleh Mamanya Bela. Mama Indira sangat kecewa setelah mengetahui kalau Maik sebenarnya tidak pernah mencintai putrinya, dan Mama Indira mengetahui semua itu langsung dari mulut sahabatnya sendiri, yang tidak lain adalah Mamanya Maik.
Setelah mendengar semuanya, Bela langsung berlari menaiki tangga menuju kamarnya dengan berlinang air mata. Bela naik ke atas tempat tidur, kemudian dia menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang, sambil terus menangis dan berkata-kata, dengan penuh kekesalan kepada Maik.
"Aku benci kamu Maik,,! Kamu tega membuat aku hancur di saat aku sedang mengandung anakmu." Bela berkata-kata sambil terus menangis.
"Kalau kamu tidak mencintaiku, dan kalau kamu punya wanita lain, mengapa kamu bilang cinta padaku,,? Mengapa juga kamu harus menikahi akuuuu,,! Dasar brengseeeeek,,!" Teriak Bela dengan penuh emosi.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah memaafkanmu Maik,, dan aku bersumpah, kalau anak di dalam kandunganku ini, tidak akan pernah mengenal bahkan melihatmu,, karena aku tidak akan pernah mengijinkan itu terjadi." Bela berkata sambil menangis sejadi-jadinya.
Tanpa Bela sadari, Papannya sedang tersenyum bahagia di depan pintu kamarnya, setelah mendengar semua yang baru saja dia katakan. Karena semua ini terjadi atas rencana juga upaya Papa Ferdi, Papanya Bela.