
Mayang,Rika,Ryan dan Devan berkumpul dikantin.
Tak lupa disana juga ada Chaca yang ikut nimbrung bersama-sama.
Tangan Devanpun menyolek lengan Rika sambil menggerutu melihat Chaca yang diam seribu bahasa sambil melihati jemari manisnya.
Aksi Devan pun direspon,Rika dengan menempelkan tangannya ke kening Chaca.
"Iihhh apaan sih?"protes Chaca dan mengibaskan tangan Rika.
"Alhamdulillah.. Ada suaramu Cha,"tambah Devan.
"Kira in masih sunyi"tambah Rika dan Chaca menghela nafas panjang.
"So far.. I'm so fine!"Jawab Chaca sambil minum es teh yang dipesannya.
"Akhir-akhir ini kamu terpuruk.Kamu membuat semuanya orang-orang bingung dengan tingkahmu yang sunyi"Kata Mayang yang menatap tajam wajah Chaca.
"Alhamdulillah sekarang sudah sadar"tambah Ryan.
"Eittsss jangan bilang kalo saya gila ya"pekik Chaca.
"Lha memang iya.Hahahahaha..."Sahut Rika sambil tertawa diikuti Mayang,Devan dan Ryan.
Chacapun hanya diam dan memaklumi keadaan teman-temannya yang ruwet sambil geleng-gelengkan kepalanya.
"Fano... adalah orang yang paling sibuk dan sangat cemas melihat keadaanmu down."Jelas Rika.
"hah.....?" Kata Chaca kaget.
"Maksudnya??"Tambah Chaca.
"Cha.. Fano itu kemaren itu nanyain kabar kamu terus-terusan sama kita."terang Mayang.
"O....."kata Chaca pendek.
"Kok O...ajja?"tanya Devan penasaran.
"Terus aku harus bagaimana lagi dong Devan?"timpal balik Chaca.
__ADS_1
"Cha... Fano itu suka sama kamu!"tambah Ryan.
"Iya aku tahu."jawab Chaca santai sambil minum es nya.
"Apa tidak ada perasaan sedikit kah kamu sama dia?"tambah Mayang.
"Kamu lihat perjuangannya dia untuk ngedapatin kamu dulu."
Mendengar kata-kata Mayang tiba-tiba membuat Chaca merasa terenyuh.
Dia merasa iba dengan apa yang dilakukan Fano kepadanya.
Ingattannya mencoba me refresh sejenak tentang Fano.
Fano memang yang selalu gercep kalau Chaca sedang ada problema.
Contoh kecilnya beberapa bulan yang lalu dia sudah membantu membawa adiknya Cindy kerumah sakit.Dia juga yang membiayai rumah sakit adiknya,meskipun uangnya diganti sama ibu Chaca,Fano tetap menolak.
Tet.. Tet.. Tet.. Tet..
Bunyi bel membuyarkan lamunan Chaca.
Hari ini ada tambahan pelajaran atau bimbingan untuk anak-anak kelas X11,karena minggu depan mereka akan menghadapi tryOut.
Jam bimbingan dimulai pukul 14:00 siang.
Jam pulang sekolah pukul 12.30 siang.
Lumayan waktu istirahatnya panjang.
Fano tiba-tiba muncul di kelas Chaca.
Kelas X11 ipa.
Fano juga melihat ruangan kelas yang sepi,hanya ada Chaca seorang diri di kelas yang sedang melamun dibangkunya sudut ruangan kelas.
"Ehem.. "Fano mendehem didepannya.
"F.Fano..."Chaca kaget.
__ADS_1
"Sudah makan?"tanya Fano dan Chaca menggelengkan kepalanya.
"Makan yuk."ajak Fano.
"Maaf Fan.Aku masih kenyang" tolak Chaca dan Fano duduk di bangku Chaca.
"Kenapa sih?,kamu selalu menolak ajakan aku?,Aku ada salah ya sama kamu"tanya Fano dengan mendekat ke arah Chaca.
"Maaf Fan.Bukan maksud aku seperti itu.Saat ini aku sedang butuh sendiri"jawab Chaca.
"Mau sampai kapan Cha?Mau sampai kapan kamu menangisi Kino?Mau sampai dunia ini berakhir kamu menangisi Kino dia tidak akan pernah bisa hidup lagi"kata Fano bernada pelan namun dengan bahasa yang menyeletuk sakit didengar Chaca.
Raut wajah Chaca yang tadinya sedih berubah marah tersinggung dengan ucapan Fano.Chacapun berdiri dari bangkunya dan menggeser mejanya untuk mencari jalan keluar,agar Chaca bisa keluar dari sudut bangku yang menghimpitnya dengan Fano.Chacapun mencoba meninggalkan kelasnya namun Fano mencoba untuk menghalanginya dengan menarik lengan Chaca.
"Fano... "bentak Chaca dan mengibaskan tangan Fano.
Fanopun mengusap keras raut wajahnya dan mengambil nafas panjangnya.
"Ok.. Ok.. Maaf." Kata Fano ke Chaca yang berdiri di depannya.
Kemudian Fano mendorong tubuh Chaca dengan pelan ke pintu.Lalu kedua tangannya mensejajarkannya dengan kepala Chaca.
Chacapun kaget dengan sikap Fano.Namun Chaca mencoba tenang menghadapi Fano yang kini tengah merengkuhnya didalam kungkungannya.
"Cha... aku sayang kamu."Kata Fano sambil membisik di telinga Chaca.
"Maaf Fano..." Jawab Chaca dan mendorong Fano pelan.Chacapun lepas dari kungkungan Fano dan dia pergi ke luar kelas.
"Cha.. Chaca".Panggil Fano namun Chaca tetap berlalu pergi.
"Ahkkk ****!".
Seperti biasa sebelum pulang Chaca,Mayang dan Rika menunggu angkotan umumnya.Mereka bertiga berkumpul di depan sekolanya .
"Tadi kita lihat kamu sama Fano di kelas."kata Rika tiba-tiba sambil nyruput es yang dipegangnya.
"Kenapa enggak di terima saja sih Cha,"tambah Mayang.
Mendengar obrolan teman-teman nya yang bikin pusing,membuat tangan Chaca melambaikan salah satu angkot dan ngibrit masuk naik angkot.Dari jendela kaca Chacapun melambaikan tangannya...
__ADS_1
"Duluan ya......"kata Chaca seraya melambaikan tangannya.😑😑