Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 21 Tulip 555


__ADS_3

Di ruang Tulip triple 5 Chaca dirawat.


Kendy beserta keluarga ikut masuk ke ruang Tulip.Disana nampak jelas seorang ibu yang setia duduk dikursi disamping ranjang sang putri.


Tak berapa lama Chaca mulai membuka matanya dengan pelan-pelan.


"Chaca nak.. Ya Allah..."Ucap Ibu Dewi langsung memeluk Chaca.


"Ken,panggil dokter"perintah papa Bayu.


"Baik pa"Jawab Kendy dan pergi keluar ruangan.


Tak berapa lama kemudian dokter Wisnu datang dan memulai memeriksa Chaca.


"Gimana dok?"tanya Mama Rita.


"Alhamdulillah.. Yah Chaca sudah siuman,keadaannya sudah membaik.Namun masih ada rasa ketraumaan ya.Tolong di jaga ya.. Jangan dibikin stres.Setelah siuman tolong obatnya untuk diberikan."titah dokter Wisnu.


"Baik dok terimakasih."jawab Ibu Dewi dan bmama Rita bersamaan.


"Mari pak Bayu"pamit dokter Wisnu


"Mari pak!Jawab Pak Bayu"


"Ibu.... Hiks...Hiks..."kata Chaca yang menangis dan memeluk Ibu Dewi.


"Fano jahat bu,...F.Fano"kata Chaca terbata-bata.


"Jangan sedih ya nak.. Alhamdulillah kamu selamat.Allah masih melindungi hambanya yang teraniayaya"Ucap Ibu Dewi sambil menenangkan putrinya itu dengan mengelus elus pundaknya.


"Chaca takut bu... Hikss.. Hiksss.." katanya yang menangis sesenggukan.


"Bagaimana kalau dia datang lagi?Bu..?Hiks... Hiks...." Rengek Chaca.


"Chaca sayang... Fano sudah di kantor polisi.Tadi siang Kendy menyuruh pak Gito untuk membawa ke kantor polisi.Kamu yang tenang ya..."Kata mama Rita yang membelai rambutnya.


"Itu mam.. Dikasih makan dulu Chacanya baru minum obat.Pesan dokter Wisnu tadi biar Chaca segera sehat kembali." titah pak Bayu dan mama Rita mengambil bubur yang berada di nakas dan diberikannya kepada ibu Dewi.


"Em.. Tan,boleh Kendy menyuapinnya?"pinta Kendy.


Ibu Dewipun melihat mama Rita menganggukan kepalanya.


"Ini nak Kendy kemarilah"kata Ibu Dewi dan Kendy mengambil mangkok bubur itu.


"Nak,Chaca ibu sama Cindy pamit pulang dulu ya.. Mau mengambil baju ganti kamu"pamit ibu Chaca.


"T.Tapi... "kata Chaca.


"Enggak apa-apa kok Cha,kalau Kendy nakal nanti biar tante yang jewer."Seru Mama Rita dan orang-orang yang berada diruang Tulip itu tertawa.


Ibu Chaca,Cindy,mama Rita dan papa Bayu pulang bersamaan.

__ADS_1


Sementara itu,Kendy yang membawa semangkuk bubur mulai duduk di pinggiran ranjang pasien itu.


"Makan dulu.. Ya" bujuk Kendy sambil menyendokkan bubur dan Chaca hanya diam dan menunduk.


"Chaca... Ayok makan biar cepat sehat."bujuk Kendy lagi.Namun Chaca tetap diam seribu bahasa dan menunduk.


Hiksssss


Tiba-tiba ada bulir-bulir tetesan air mata Chaca yang terjatuh.


akhhhhhhhhhhh


Teriak Chaca sekeras mungkin.


Kendypun langsung memeluk Chaca dan berusaha untuk menenangkannya.


"Aku takut.. Hiks... Hiks..."Kata Chaca sesenggukan sembari memeluk Kendy.


"Jangan takut kan ada aku"sambil melepas pelukkannya.


Kendy menatapi raut wajah Chaca yang pucat kedua mata yang sembab membuat dirinya menjadi tak tega.


"Jangan takut lagi ya.. Ada aku sekarang makan dulu ya biar cepat pulang."ucap Kendy dan Chaca menganggukkannya.


"aaaaaaaaaaaaa"kata Kendy dan Chaca membuka mulutnya.


Sambil menguyah makanan,Chaca sedikit-sedikit curi-curi pandang kepada Kendy yang tengah sibuk menyuapinya.


Setelah selesai makan,Kendy mengambilkan obat depresi di meja nakas.Dan disuapkan untuk Chaca dan ditelannya.


Dengan telatennya Kendy merawat Chaca.


Obat yang diminum Chaca mulai bereaksi,dia mulai menguap.Lalu Kendy membetulkan posisi bantal tersebut yang tadinya untuk bersandar,kini di betulkan dengan posisi untuk tidur.


"Nah,siap."kata Kendy yang selesai menata bantal pasien itu.


Tangan Kendy pun ditarik oleh Chaca ketika Kendy ingin bergegas mau pergi.


Lalu dengan cepat Chaca memeluk Kendy.


"Aku takut!"kata Chaca dengan nada panik.


Kendy pun melepas pelukan Chaca.


"Tenanglah ada aku.Istirahatlah,kalau kamu butuh apa-apa panggil aku."ujar Kendy menenangkan Chaca.Chacapun mulai membaringkan tubuhnya dan memulai memejamkan matanya.


Chacapun tertidur pulas karena efek obat.


Sore hari Kendy pun memutuskan untuk pulang kerumah.


Ibu Dewi dan Cindypun sudah datang,kini bergantian mereka yang menjaga Chaca.

__ADS_1


Dirumah Kendy,


Menjelang senja Kendy sudah sampai dirumahnya.


Lalu dia menghampiri mama dan papanya yang sedang duduk santai di ruang tamu.


"Gimana keadaan Chaca Ken?"tanya pak Bayu kepada Kendy yang duduk disamping mamanya.


"Sudah baik pah.Tapi sepertinya dia masih trauma,tadi Kendy pulang harus menunggu dia tidur dulu."jawab Kendy.


"Terus Ibu Dewi sudah datangkan?,"tambah mama Rita.


"Sudah mah!Ibu Dewi minta Kendy untuk pulang dulu."jawab Kendy.


"Em... Em... Mah Pah!Boleh enggak Kendy bicara sebentar?"tanya Kendy.


"Sepertinya penting?"tanya mama Rita dan pak Bayu mengernyitkan keningnya.


"Bicaralah Ken,"titah pak bayu.


"Pah,boleh enggak Kendy menikahi Chaca secepatnya?"tanya Kendy.


Pertanyaan Kendy itu pun membuat kaget mama Rita dan pak Bayu.


"Menikah?"tanya ulang pak Bayu dan Kendy menganggukan kepalanya.


"Bagaimana dengan kuliah kalian?Satu minggu lagi kalian akan pergi ke Amerika Ken?"tambah pak Bayu.


"Pah,melihat kondisi Chaca saat ini tidak memungkinkan dia untuk mengejar cita-citanya.Kita enggak bisa memaksa Chaca,papa ingat?Bagaimana perasaan Chaca waktu Kino meninggal?Butuh waktu untuk membuat suasana Chaca hidup kembali."jelas Kendy


"Tapi Ken,lihat juga dong.Kendy belum bekerja,mau dikasih apa anaknya Ibu Dewi.Menikah itu bukan perkara gampang."tambah pak Bayu.


"Pah,Kendy kan sudah S1 Kendy bisa kok mencari pekerjaan sesuai ijasah Kendy."jawab Kendy.


"Besok,Kendy akan melamar pekerjaan!"kata Kendy yang meyakinkan pak Bayu.


"Sudahlah pah! Nikahkan mereka,"rayu mama Rita ke pak Bayu.


"Bukannya kita sudah berjanji dengan alm.ayah Chaca untuk tidak memutus tali persahabatan?"tambah mama Rita.


"Iya mah.Papa masih ingat itu,tapi Kendy belum bekerja?Terus bagaimana dengan Chaca?Dia sudah siap belum?Papa enggak mau menikahkan kalian kalau belum ada persiapan.Ingat Ken,pernikahan itu bukan main-main.Tunjukan ke papah kalau memang kamu siap untuk menikah,besok temui papa dikantor untuk bekerja.Kalau semua itu sudah kamu penuhi,papa akan lamar gadis yang kamu cintai untuk kamu."pesan papa sambil nepuk pundak Kendy dan berlalu pergi.


"Kendy sayang,papa sudah memberikan lampu hijau!Waktunya kamu untuk tunjukan kepada papa kalau kamu bisa."kata mama Rita sambil mengusap-ngusap pundak anaknya.Dan Kendypun mengulas senyumnya.


"Yakinlah,Chaca juga Cinta sama kamu"tambah mama Rita yang menyemangatinya.


"Memang mama tau kalau Chaca juga cinta sama Kendy?"tanya Kendy.


Dan mamanya hanya mengulas senyumnya.


"Pertahankan kalau kamu cinta!Soal tantangan dari papa kerjakan.Mama support kamu."jawab mama Rita dan pergi meninggalkan Kendy.

__ADS_1


Kendy yang duduk diruang tamu sendirian itupun hanya terdiam.


__ADS_2