Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 27 Pingitan #2


__ADS_3

Sore hari menjelang senja


Dikediamannya Chaca,


Dikamar Chaca dengan pintu yang terbuka terlihat Chaca sedang melihati kalender kecilnya.Cindy sang adek yang berdiri di dekat daun pintupun mendatanginya.


"Februari,Maret,April,Mei,Juni,Juli,Agustus,September."Kata Chaca.


"Ngapain kak?"Tanya Cindy yang duduk di tepian ranjang.


"Enggak kenapa-kenapa kok dek."Jawab Chaca sambil menyibak anakkan rambutnya ditelinga kiri.


Raut wajah Chaca terlihat berbeda,dia nampak fresh.Mungkin karena dari aura pengantinnya yang keluar.


"Kak...."Kata Cindy dengan nada serius.


"Iya."Jawab Chaca singkat dan memperhatikan adiknya.


"Kakak bahagia?"Tanya Cindy yang sedikit menyelidik.


Pertanyaan yang dilayangkan Cindy bukanlah pertanyaan yang aneh pada umumnya.Tapi entah mengapa Chaca sulit untuk menjawabnya.Sehingga membuat dia diam sejenak.


"Kakak kok diam?"Tanya Cindy lagi sambil memandangi wajah kakaknya yang tertunduk.


Dengan menghela nafas panjangnya,


"Bahagia kok dek."Jawab Chaca.


"Kak,Cindy memang masih anak kecil.Tapi Cindy tau isi hati kakak."Jelas Cindy.


Entah kenapa pernyataan Cindy membuat bulir-bulir air mata berjatuhan.Dia pun memeluk adik satu-satunya itu.


"Hiks..... "Chaca yang menangis sesenggukan dipelukan Cindy.


"Kakak bahagia kok dek.Bahkan sampai kakak menangis seperti ini."Jelas Chaca sambil memeluk adiknya.


"Kino..."Batin Chaca.


"8 bulan kamu pergi meninggalkan ku,apa aku harus mengakhiri hidupku untuk bisa bersamamu."Batin Chaca lagi.


"Kendy!Aku masih mencoba untuk belajar mencintaimu.Kenapa aku jadi goyah begini?"Batinnya.


Akhir-akhir ini perasaan Chaca memang sedang kesana kemari.Sepintas dia mengingat Kino.Sepintas dia mengingat Kendy.


"Kak,Cindy akan selalu mendoakan kakak agar kakak bahagia selalu."Ucap Cindy dan melepas pelukan kakaknya.


"Makasih dek,"Jawab Chaca dan mengangguk.


"Loh.. Loh.. Ada apa ini?Kok anak-anak ibu semua pada sedih.?"Tanya Bu Dewi dan duduk di tengah-tengah ke dua anaknya.

__ADS_1


"Enggak kok bu.Lagi kangen suasana seperti ini.Sebentar lagi kakak menikah,kakak ikut kak Kendy.Enggak ada lagi yang perhatian dengan Cindy."Kata Cindy sedih.


"Chaca.Sebentar lagi akan menjadi seorang istri.Jadilah istri yang sholehah ya nak,kalau ada masalah di bicarakan baik-baik.Apalagi Chaca usianya berjalan 18thn dan nak kendy 24 tahun.Usia kalian usia yang masih sangat muda dalam membina rumah tangga."


"Tapi ibu juga lega,karena kamu bisa memilih Kendy untuk menjadi pendamping hidupmu nak.Ibu juga lega karena ibu yakin seyakinnya Kendy bisa membuat kamu bahagia."Kata Ibu Dewi dan Chaca hanya bisa mengulas senyum.


"Nak,Kino sudah bahagia di surga.Kamu juga harus berbahagia di dunia ya."kata ibu Dewi dan membuat Chaca menelan salivanya.


"Assalamualaikum.. "Sapa Mayang dan Rika dari daun pintu kamar Chaca.


"Waalaikum salam.. Sini nak Mayang Rika masuk."Kata Bu Dewi beranjak berdiri dari ranjang.


"Cindy ayok ikut ibu nak"Dan Cindy beranjak berdiri dan menge ekor dibelakang ibunya.


Chaca,Mayang dan Rika saling berpelukan.


"Ciehh Calon pengantin."Goda Mayang dan duduk di kursi meja rias Chaca sedangkan Rika duduk disamping Chaca dipinggiran ranjang.


"Mulai deh...."Kata Chaca tersipu malu.


"Mayang Rika gimana keadaan cafe dan Catering servisnya?"Tanya Chaca mengawali pembicaraannya.


"Aduhhh Boss kamu mau merid loh.Masih bisa-bisanya mikirin kerjaan."Gerutu Mayang yang mengomeli Chaca.


"Tau nih,seharusnya mikirin apa gitu yang indah-indah.Bulan madu kemana gitu atau..."Mulutnya langsung ditutup oleh Chaca dengan telapak tangannya.Lalu Rika mengibaskan tangan Chaca.Chaca pun tertawa.


"Cha.."Kata Rika pendek sambil menatap Chaca.


"Kamu kelihatan semakin fresh dech."Tambah Rika dan lagi-lagi Chaca hanya senyum manis.


"Cha...."Kata Mayang dengan nada serius dan Chaca mulai menatap Mayang.


"Kenapa say?"Tanya Chaca serius.


"Kamu sudah siap itu anu kah.?"Kata Mayang yang godain Chaca.


"Oh.. Siap sekali,apalagi Kendy itu orangnya agresif sekali."Jawab Chaca ngekeh yang ngerjain temannya.


"Kok kamu tau dia agresif?"Tanya Rika penasaran.


"Emang udah pernah kikuk kah?"Tambah Rika lagi sambil ketawa.


"Orang kamu loh di jodohin sama orang tua kalian masing-masing."Tambah Mayang.


Mayang dan Rika memang hanya tau kalau Chaca menikah itu karena dijodohkan.Tapi mereka juga enggak tau kalau Kendy dan Chaca sering bertautan bibir setiap Kendy melihat kesempatan.


Chaca sendiri juga bingung,


mengapa dia selalu terbuai oleh tautan bibirnya bersama Kendy.Kendy juga belum pernah nembak Chaca untuk jadian dan pacaran.

__ADS_1


Chaca juga enggak pernah ngomong soal perasaannya dengan Kendy.Tau-tau mereka harus menikah hari sabtu nanti.


"Kamu hamidun ya Cha."Kata Mayang asal dan Chaca membelalakkan ke dua matanya.


"Idih.. Asal ya."Jawab Chaca kesal dan melempar guling ke arah Mayang.


"Masih bersegel ya.."Pekik Chaca.


Kedua sahabatnya itupun tertawa ngekeh.


Dan mereka saling berpelukan.


"Bagaimana selama 1 minggu ini dipingit enggak boleh kesana kemari.?"Tanya Rika.


"Iya apa ya?Itu aja sih enggak kontekkan sama Kendy bedanya.Hehehe"Jawab Chaca.


"Terus dia ada enggak chat kamu Cha,?"Tambah Mayang penasaran.


"Hemb.. Ada aja dia Chat aku.Tapi cuman ku read saja biar tambah gelisah dia."Kata Chaca terkekeh.


"Cha.. Kamu bener-bener sudah siapkah untuk menjalani hidup barumu ini?"Tanya Rika dengan wajah serius.


"Insya Allah aku sudah siap lahir batin."Jawab Chsca yakin.


"Kamu bener-bener sudah cinta sama dia?"Tanya Mayang penasaran.


Chaca menghirup nafas panjangnya dan melepaskannya.


"Intinya aku hanya ingin menjadi istri yang sholehah buat dia.Terlepas dari cinta atau yang lainnya aku hanya ingin menjalaninya kodratku sebagai perempuan."Jelas Chaca.


"Berarti kamu enggak ada perasaan sama kak Kendy dong.?"Tanya Rika lagi.


Chaca hanya diam dan mengulas senyum tentang pertanyaan yang Rika tanyakan.


Sehingga membuat Mayang dan Rika penasaran.


"Cha... Jawab dong!"Kata Rika penasaran yang menyenggol lengan Chaca.


"Kasih tau enggak ya..."Goda Chaca dan beranjak berdiri dari kasurnya.Kemudian Rika menarik lengan Chaca sehingga membuat Chaca terduduk kembali.


"Jawab dulu!"Pekik Mayang penasaran.


"Itu PR buat kalian.Hehehe..."Kata Chaca.


"Ayo sudah makan,kalian dari cafe belum pada makan kan."Ajak Chaca dan beranjak berdiri dari ranjang dan beranjak keluar dari kamarnya diikuti ke 2 temannya yang mengekor.


Kedatangan teman-temannya Chaca memang sangat dibutuhkan oleh Chaca.Entah kapan akan terulang lagi masa-masa indah berkumpul seperti ini.


Apalagi salah satu dari mereka akan menikah,itu akan jarang membuat mereka bertemu seperti saat ini.

__ADS_1


Berkumpul dengan teman pastinya nanti jarang sekali.


__ADS_2