Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 46 Tidak bisa tidur


__ADS_3

Malam mulai larut,


Dengan hangat Kendy dan Chaca tidur saling berhadap-hadapan.Salah satu tangan Kendy merangkul pinggang istrinya.


Detik jam dinding menunjukan pukul 02 pagi.


Chaca menyibak tangan Kendy dengan pelan,lalu dia memiringkan tubuhnya ke kanan,miring ke kiri mengatur pola tidurnya yang akhir-akhir ini kurang nyaman.


Sambil menghela nafas panjang,dia menyibakkan selimutnya dan mendudukan tubuhnya sembari menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.


Dia melihati wajah suaminya yang tertidur pulas.Sambil mengusap perutnya,tangannyapun membelai rambut suaminya dengan pelan.


Kendypun mengerjapkan matanya dan terbangun merasa kepalanya ada yang membelai.Dia mulai mendudukan sejajar dengan posisi istrinya.


"Sayang kenapa?"Tanya Kendy dengan suara khas bangun tidur.


"Ini jam 2 pagi kok enggak tidur."Tanya Kendy sambil membelai rambut istrinya.


"Aku enggak bisa tidur mas,badan ku sakit semua.Terasa pegal-pegal.. "Jawab Chaca.


"Yang mana yang sakit sayang?"Tanya Kendy.


"Mas pijit ya.."Kata Kendy sambil memijit tangan istrinya.


Tak berapa lama kemudian Kendy melihati istrinya mengeluarkan air matanya.


"Loh.. Loh sayang kenapa?"Tanya Kendy panik.


"Mas,boleh enggak tolong panggil ibu untuk datang kerumah?Chaca mau dipijit ibu mas,badan Chaca pegel-pegel mas.. Hiks.. Hiks.."Pinta Chaca yang sambil menangis.


Kendy merasa tidak tega melihat istrinya yang sedang merasa kesakitan.Diapun mencoba menghubungi ibu Dewi di sepertiga malamnya.


"Sayang,ibu sedang siap-siap.Mas jemput ibu dan Cindy dulu ya.Kamu disini mas mau ngasih tau mamah."Kata Kendy sambil mengecup dahi istrinya.


"Jangan lama-lama mas ya."Kata Chaca dan melihat suaminya berlalu pergi.


Kendy berjalan menuju kamarnya mama Rita.


Tok.. Tok..


"Mamah.. Mamah.. Ini Kendy mah,"Kata Kendy sambil mengetuk pintu.


Ceklek


"Kendy??"Kata mama Rita terkejut sambil menguap.

__ADS_1


"Ada apa nak?Malam-malam begini ketukin pintu kamar mamah?"Tanya nya lagi.


"Mah,Kendy mau jemput ibu Dewi.Chaca badannya sakit semua sampai merintih kesakitan.Mamah tolong temanin Chaca ya."Pinta Kendy dengan panik.


"Sakit kenapa?"Tanya mama Rita yang ikut panik sambil menutup pintu kamar dan berjalan menuju ke kamar Kendy diikuti Kendy.


Sampainya dikamar Kendy,mama Rita melihat menantunya itu sedang terduduk disandaran ranjang sambil kedua tangannya yang memeluk perut buncitnya.


"Nak,mana yang sakit?"Tanya mama Rita duduk ditepian ranjang sambil menyibak rambut Chaca ketelinga.


"Badan Chaca semua pegel-pegel mah,Chaca maunya dipijit ibu.Biasanya kalau badan Chaca sakit seperti ini Chaca selalu minta tolong ibu untuk memijitnya."Jawab Chaca sambil memijit tangannya.


"Ya sudah.Tunggu sebentar ya,biar ibu kamu dijemput sama Kendy.Ken tolong jemput ibu Dewi ya,ingat di ajak mang Diman."Pesan mama Rita.


"Mas,diluar dingin pakai jacket nya."Tambah Chaca.


"Iya mah,iya sayang.Mas pergi dulu."Pamit Kendy sambil mencium punggung tangan mamahnya dan mencium kening istrinya.


"Hati-hati Ken,"Pesan mama Rita.


Kendy dan mang Diman melajukan mobilnya kerumah ibu mertuanya ibu Dewi.Jalanan malam pukul 02 pagi itu memang terasa dingin.


Dinginnya pun sampai menusuk ketulang.


Time-time seperti ini adalah time waktunya untuk tertidur pulas.Tapi apalah daya,sebagai suami siap siaga dia harus mengurungkan niatnya untuk tidur nyenyak sambil memeluk istrinya.


Kendy dan bu Dewi sudah sampai di rumah Kendy.Tak perlu banyak waktu Kendy langsung mengantar ibu mertuanya itu untuk menaiki tangga dan menuju ke lantai 2 dikamar Kendy.Sedangkan Cindy diminta Kendy untuk melanjutkan tidur nya di kamar yang sudah disiapkan oleh mbok Darmi dilantai 2.


Ceklek


Kendy membuka pintu kamarnya dan masuk diikuti ibu Dewi.


"Mbak...?"Sapa bu Dewi ke besannya mama Rita.


"Dek,maaf ya Kendy malam-malam menjemput kalian."Ucap mama Rita dan menggandeng besannya ke arah Chaca.


Sementara Kendy duduk dipinggiran ranjang.


"Ibu,, hiks..."Chaca yang tiba-tiba menangis melihat ibunya datang dan memeluknya.


"Kenapa nak?"Tanya ibu Dewi sambil melepas pelukan ibunya.


"Chaca enggak bisa tidur bu,"


"Badan Chaca semua terasa sakit bu.Hiks... Tadi sudah dipijitin sama mas Kendy,tapi semakin tambah pegel bu.hiks.. hiks.."Jawab Chaca sesenggukan.

__ADS_1


"Ya sudah sini ibu pijitin ya,coba Chaca posisinya tiduran ya."Kata bu Dewi dan Kendy membantu istrinya untuk merebahkan tubuhnya.


"Mbak.. Ini masih malam,mbak istirahat saja ya,biar saya yang mijitin Chaca."Kata ibu Dewi.


"Iya mamah istirahat ya,seharian tadi kan mama sibuk nemenin Chaca dan sibuk periksa laporan di kantor papa,maafin Chaca ya mah sudah ganggu istirahatnya."Tambah Chaca.


"Hmmmm.. Padahal mama juga mau nemenin,tapi mau bagaimana lagi.Ya sudah sayang mamah tinggal ya.Kendy jangan tidur loh,diperhatikan Chaca dan bu Dewi ya.Dek.. Saya istirahat dulu ya."Pamitnya


"Iya mbak.."Jawab bu Dewi sambil tersenyum dan mama Rita berlalu pergi.


"Ibu mau minum apa?Biar Kendy buatin.?"Tanya Kendy.


"Teh saja nak,"


"Mas.. Chaca minta susu ya."Sahut Chaca.


"Iya sayang sebentar ya."Ucap Kendy beranjak berdiri dan pergi menuju ke arah pintu keluar kamar.


Ibu Dewi pun,mengoleskan minyak urut ke tangan Chaca dan memulai untuk mengurut.


"Hiks.. Hiks.. "Chaca yang sesenggukan menangis.


"Kok nangis nak?"Tanya ibu Dewi sambil mengurut tangan Chaca.


"Maafin Chaca ya bu,hiks.. hiks.. Chaca masih repotin ibu.Padahal Chaca sudah menikah dan sebentar lagi Chaca menjadi seorang ibu.Begitu berat perjuangan ibu,mencari nafkah untuk Chaca dan Cindy.Hiks.."Kata Chaca yang meluapkan kesedeihannya.


"Chaca hamil besar begini saja masih diurusin ibu,"Celetuk Chaca.


Ibu Dewipun hanya mengulas senyumnya sambil mengurut tangannya.Dia tau kalau mood nya Chaca sedang labil,maklum mood ibu hamil.


Kendy yang berada dibalik pintu itu tak sengaja mendengar curahan hati istrinya kepada ibu mertuanya.


"Aku janji sayang,aku akan selalu ada untukmu."Batinnya sambil berjalan masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan yang berisi teh dan susu.


Jari-jari ibu Dewi sangat ampuh dalam membius Chaca.15 menit mengurut Chaca dengan tangannya sudah membuat Chaca tertidur nyenyak.


"Tertidur buk Chaca,"Kata Kendy yang menyelimuti istrinya.


"Iya nak,itu tandanya dia benar-benar kelelahan.Apalagi dia saat ini sedang hamil besar."Jawab ibu Dewi sambil meminum tehnya.


"Kasian sekali istriku ini."Batin Kendy sambil melihati wajah nya yang tertidur pulas.


"Nak,ibu kekamar Cindy ya.Kalau Chaca minta diurut lagi panggil ibu ya.Dia sudah tertidur sayang susunya belum diminum,jangan dibangunin biar gak rewel dia."Kata ibu Dewi.


"Iya bu,nanti saya panggil ibu."Kata Kendy dan ibu Dewi beranjak berdiri dan berjalan ke arah pintu.

__ADS_1


"Ibu ke kamar Cindy dulu ya nak"


"Iya bu."Jawab Kendy sambil menutup pintu.


__ADS_2