
Malam minggu..
Keluarga Kendy, Pak Bayu dan Mama Rita berkunjung di kediaman Chaca.
Tak luput juga disana sudah ada Kendy yang duduk di tengah-tengah diantara Pak Bayu dan Mama Rita.
Chacapun membawakan minuman dan cemilan kue kering hasil buatannya sendiri.
"Silahkan om tante diminum."Kata Chaca dan duduk disamping Ibu Dewi.
"Terimakasih nak,"Kata Pak Bayu.
"Cha gimana keadaan kamu?."Tanya Mama Rita sambil minum teh.
"Alhamdulillah Chaca sudah baik tan."Jawab Chaca sambil mengulas senyumnya.
"Chaca gimana kuliahnya?."Tanya Pak Bayu.
deg
"Hem... Hem..."Kata Chaca sambil menengok ke arah ibunya dan Ibu Dewi memberikan kode mengangguk.
"Om dan Tante sebelumnya Chaca minta maaf."Kata Chaca sambil menundukkan kepalanya.
"Kenapa nak?"Tanya Ibu Rita menyelidik.
"Chaca enggak bisa mengambil kuliah di luar negeri.Jujur Chaca masih trauma sama keadaan Chaca sebelumnya.Maafin Chaca sebelumnya sudah mengecewakan om dan tante."Jelas Chaca sedih.
Mendengar penjelasan dari Chaca membuat hati keluarga Kendy terenyuh.
Ibu Rita pun berdiri dan duduk disamping Chaca sambil memeluk dan mengusap lembut punggung gadis itu.
"Gak papa nak.Kami paham akan keputusan kamu."Kata Ibu Rita dan melepas pelukkannya.
"Terus rencana Chaca apa?Mungkin om bisa memberi sedikit saran."Tanya Pak Bayu.
"Mungkin Chaca mau membantu ibu dulu.Membuat catering service karena Chaca suka masak."Jawab Chaca.
"Bagus itu!"Kata Pak Bayu.
"Kalau perlu modal Chaca bisa hubungin om."Tambah Pak Bayu sambil memberi semangat.
"Iya Om."
"Dek Dewi kedatangan kami selain menjenguk Chaca dan silaturahmi,saya berniat untuk melamar Chaca untuk Kendy."Terang Pak Bayu.
deg
Chaca merasa kaget dan melebarkan kedua kelopak matanya mendengar pernyataan Pak Bayu.
Sesaat suasana menjadi hening seketika.
Hingga 5 menit kemudian...
__ADS_1
"Mbak Rita dan Mas Bayu terimakasih sebelumnya.Karena semua ini yang menjalani Chaca,saya pasrahkan ke Chaca yang berhak untuk menjawabnya."Ucap Ibu Dewi sambil menengok ke arah Chaca. Dan Chaca masih terdiam belum merespon.
"Bagaimana Chaca?.Aku ingin membuat komitmen dengan kamu secepatnya.Ya.. Aku tau aku masih umur 24 tahun kamu masih 18 tahun aku sama kamu sudah kenal lama.Meskipun kamu sebelumnya sudah pernah merajut hubungan dengan alm.adiku Kino.Aku akan menjadi yang terbaik buat kamu."Jelas Kendy yang meyakinkan Chaca.
Dan semua mata menuju pandangannya ke arah Chaca.
Chaca menghela nafasnya.
"Ken.Komitmen saja tidak cukup untuk menjalin sebuah hubungan.Apa kamu yakin ingin membina rumah tangga dengan aku?Apa kamu sudah siap tentang lika-liku kehidupan berkeluarga?Apa kamu siap dengan tantangan-tantangan yang lainnya?Aku ingin kamu memikirkan nya dulu,"Jelas Chaca yang tegas.
"Aku sudah siap Cha tentang apapun itu.Aku yakin seyakin yakinnya kalau kamu juga memiliki perasaan yang sama dengan aku.Hanya saja kamu masih gengsi untuk mengakui semua itu."
Makjlebb
Tidak menyangka kalau Kendy memiliki jurus ampuh yang membuat luluhnya hati seorang Chaca.Chacapun tertegun dengan ucapan Kendy.
"Gimana nak?."Tanya ibu Dewi sambil membelai rambut Chaca yang terurai.
"Ken..."Kata Chaca pelan.
"Ibu ku pernah bilang sama aku,kalau kamu adalah pria yang tepat untukku.Dan aku percaya dengan apa yang di ucapkan oleh ibuku karena selama ini doa ibu ku sangatlah mustajab.Aku mau menerima kamu Ken,aku yakin seyakinnya kalau kamu bisa membimbingku,mengayomiku dan melindungi keluarga."Ucap Chaca dengan senyum.
Mendengar jawaban dari Chaca,Ken begitu bahagia.Dia langsung memeluk Pak Bayu yang berada didekatnya.
"Terima kasih Cha,aku akan menjadi yang terbaik untukmu.I'm promise."Ucap Kendy dengan bahagia dan haru.
"Alhamdulillah... Terimakasih nak,"Kata Mama Rita sambil memeluk Chaca.
"Mama ya sayang.. Bukan tante,"Pinta Mama Rita sambil melepas pelukannya.
"I.. Iya tante,eh.. maaf Mah."Kata Chaca yang gugup.
Ibu Dewi,Mama Rita dan Pak Bayu sedang berbincang-bincang di ruang tamu,tentunya mereka sedang membahas pernikahan putra-putrinya.
Sementara Kendy dan Chaca sedang duduk santai di teras rumah.
Kendy yang duduk dari tadi senyum-senyum sendiri sambil terus-terusan memandangi perempuan yang duduk disampingnya itu.
"Ada yang aneh dengan ku?."Tanya Chaca yang duduk menyamping menghadap Kendy.
"Enggak!"Kata Kendy pendek dan senyum.
"Terus?Kenapa menatap aku seperti itu?"Tanya Chaca penasaran.
"Kamu Cantik."Bisik Kendy di telinga Chaca.
Gombalan Kendypun membuat wajah yang cantik itu berubah warna menjadi merah.
Tak tanggung-tanggung juga Chaca menyubit perut Kendy.
"Cha....."Kata Kendy yang manja dan kemudian menarik lengan Chaca yang menyubit perutnya itu.
Cup Kendy mencium punggung tangan Chaca.Lagi-lagi Kendy mulai berulah.
__ADS_1
Chacapun melepaskan tangannya dari genggaman tangan Kendy.
Dan Kendy mengernyitkan alianya.
"Ken!"Panggil Chaca.
"Eh,maaf! Mas..."Kata Chaca dan Kendy langsung melebarkan kedua kelopak matanya bahagia.
"Mas?"Ulang Kendy.
"Iya Mas!Enggak boleh?Aku panggil gitu?."Kata Chaca ketus.
"Boleh dong sayang.Hehehe.."Jawab Kendy ngekek.
"Kenapa?Ada yang mau kamu omongin?."Tanya Kendy sambil menggenggam tangan Chaca erat.
Dan Chaca menggelengkan kepalanya.
"Ya udah,aku punya sesuatu untuk kamu."Kata Kendy sambil merogoh tangannya di saku celana kanannya dan memberikan kotak kecil yang berwarna hitam itu untuk Chaca.
"Apa ini?."Tanya Chaca penasaran.
"Buka saja."Kata Kendy dan Chaca mulai membuka kotak hitam itu.
Chaca terkejut ketika membuka isi kotak warna hitam itu.Mulutnya ternganga melihat liontin yang berhurufkan "K".
"Mas..?".Tanya Chaca yang mengambil kalung itu dari kotak.
"Baguskan?Kendy K itu artinya."Terang Kendy.
"Sini aku pakaikan!Tolong menghadap kebelakang."Kata Kendy dan Chaca mulai menurut.
Kendy memakaikan kalung liontin itu di leher Chaca.Merasa sudah terpasang Chacapun membalikkan badannya menghadap ke Kendy.Sambil menundukkan kepala dan dengan tanggannya Chaca membelai liontin K itu.
"Bagus Mas."Kata Chaca yang masih menundukkan kepalanya.
Kendypun mengangkat dagu Chaca dan dia mendekatkan wajahnya ke arah Chaca.Hingga hidung mereka saling menyatu.
Mata Kendy melirik bibir Chaca yang berwarna pink itu.Rasanya ingin sekali dia mengecupnya.
Dag dig dug
Suara detak jantung keduanya yang sedang menari disko.
"Aishhhhhh..."Batin Kendy yang melihat Chaca menggigit bibir bawahnya itu.
"Mas......"Kata Chaca dengan suara lirihnya.Dan Kendy langsung menutup mulut Chaca dengan memagut bibirnya itu.
Sontak Chaca tercengang tentang apa yang dilakukan oleh Kendy.Awalnya Chaca mau menolak tapi dia malah merasa ketagihan dengan pagutan Kendy.Dia membalas ciuman Kendy dengan ******* bibir Kendy.Mereka saling bertukar saliva hingga lidahnya sampai terasa dikerongkongan.Sementara Kendy tidak melepaskan pagutannya sampai beberapa menit hingga Chaca merasa kehabisan oksigen.Tidak menyangka kalau calon suaminya itu lebih agresif dalam berciuman.
"Mas...."Kata Chaca lirih yang sambil melepaskan lumatannya dan menghirup udara.
Kendypun mengernyitkan alisnya dan menghirup udara.
__ADS_1