
Pagi-pagi sekali Ibu Dewi sudah tiba dirumah sakit.Lantas dia menepuk lembut pundak Kendy yang tertidur di kursi jaga pasien.
Sambil mengucek-ucek matanya dia pun membuka matanya.
"Tante!".Kata Kendy dan berdiri dari kursinya.
"Sudah pagi nak,jam 6 pagi."Ucap Ibu Dewi tersenyum.
"Iya tan,Kendy mau pamit dulu ya.Kendy hari ini mau pergi kerja dulu.Nanti siang Kendy datang jemput Chaca.Kendy pamit ya tan,"Kata Kendy dan cium tangannya ibu Dewi.
Dan Ibu Dewi melihat Chaca masih tertidur pulas.
Dikediaman Kendy,
Sehabis dari rumah sakit Kendy pulang mandi siap-siap pergi kerja.Rambut sudah rapih,penampilan sudah ok.Tinggal memakai dasi yang belum dia bisa.
"Aduh.. Bagaimana caranya memakai dasi ini."Gumam Kendy sambil melilit kesana kesini dasinya.Sambil berjalan keluar kamar menuju dapur,karena setiap pagi mamanya sudah bergerilya di dapur.
"Mamah.... Mamah...".Kata Kendy yang menghampiri Ibu Rita di meja makan.
"Kenapa Ken,?Kok teriak-teriak.?"Tanya Ibu Rita yang terkejut.
"Mamah tolongin dong Kendy enggak bisa memakainya."Kata Kendy sambil menunjukkan dasinya.
"Astaga.. Mama kira ada apa.Huft.. Bikin jantungan.Sini mama bantuin,segera sudah menikah biar ada yang mengurus kamu."Kata Ibu Rita sambil memasangkan dasi anaknya.
"Kendy sudah siap mah.Papa dan mamah yang enggak mau melamarkan Chaca."Ucap Kendy dengan muka merengut.
"Bukan enggak mau,tunggu dulu kamu kerja!."Sahut pak Bayu yang turun dari tangga.
"Ya.Sudah yuk sarapan dulu."Ucap Ibu Rita dan mengambilkan sarapan untuk pak Bayu dan Kendy.
Setelah mereka selesai sarapan,Pak Bayu dan Kendy langsung menuju ke kantor.
Pak Bayu pun memanggil bagian HRD untuk keruangannya.
"Kendy,kenalin ini Pak Adam.Beliau bagian HRD nah disini papa ingin kamu kerja di bagian keuangan dengan posisi staf accounting."Kata Pak Bayu.
"Staff pah?".Kendy kaget.
"Iya!Kenapa enggak mau?."Sindir Pak Bayu.
"Bukan pah.Kendy suka tantangan dari papah."Jawab Kendy.
"Gitu dong!Laki-laki harus gentle,bukan maksud pap...".
"Ayo pak Adam!Tunjukin dimana ruang kerja saya".Kata Kendy yang memotong pembicaraan pak Bayu.
Pak Adam hanya melihat Pak Bayu menganggukan kepalanya.Lalu Pak Adam mengajak Kendy ke ruangan staff accounting.
Sampainya diruangan staff,
"Selamat pagi semuanya."Sapa pak Adam.
"Kenalin ini Mas Kendy,beliau akan menjadi rekan kerja kalian dengan posisi staff accounting."Kata pak Adam yang memperkenalkan Kendy.
__ADS_1
"Selamat pagi.Kendy."Sapa temen-temen barunya.
"Selamat pagi,semua.Saya harap kita bisa jadi team yang kompak demi memajukan perusahaan ini."Sapa Kendy ketemen-temennya.
Sesi perkenalan pun sudah selesai.
Dan Kendy duduk di meja kerjanya.
Ruangan staff itupun diisi oleh 6 pegawai.
3 perempuan 3 laki-laki.
"Hy,Ken."Sapa Nana.Yang berdiri di pembatas skat komputer Kendy.
"Iya."Jawab Kendy yang sibuk mengecek file-fie keuangan.
"Kamu anaknya pak Bayu kan?."Tanya Nana.
"Iya."Jawab Kendy singkat.
"Terus kenapa kamu mau di tempatkan di posisi staf?."Tanya Nana penasaran.
"Biasanya kalau anak owner kan jabatannya CEO kah atau Presdir gitu?."Kata Nana.
"Suka saja!.Ya udah saya lagi kerja tolong profesional anda di gaji untuk kerja bukan untuk mau ikut campur kehidupan orang.Maaf sebelumnya."Kata Kendy ketus dan Nana kembali ke meja kerjanya.
...**************...
Mayang,Rika,Devan dan Ryan sudah tiba dirumah sakit.
"Chaca... maafin kita ya kita baru bisa jenguk kamu hari ini."Ucap Mayang seraya meluk Chaca dan diikuti Rika.
"Ye.. "Jawab Rika.
"Cari kesempatan aja."Mayang ketus dan semua tertawa.
"Kok bisa ya Fano keji begitu."Sela Devan dan membuat raut wajah Chaca berubah sedih.
"Sorry Cha,bukan ma..."
"Gak papa Devan.I'm okey."Kata Chaca senyum.
Rika yang pandangannya kesana kemari memfokuskan melihat meja nakas.
"Mawar merah siapa Cha?."Tanya Rika dan sekilas Chaca tersenyum dan dia baru ingat Kendy yang pergi tanpa pamit.Untungnya sang ibu sudah memberi tahu.
"Punyaku."
"Dari?."Tambah Ryan penasaran.
"Idih kepo."Jawab Chaca.Dan mengambil handphonenya yang berbunyi nada pesan.
Tung Ting
Mesage from
__ADS_1
Kak Kendy
Sebentar lagi mau otw jemput.🚗
wait and for you 🌷😊
Chaca yang melihat pesan dari Kendy langsung senyum sumringah.
"Hedeh sableng!"Pekik Devan.
"Masih waras."Sentak Chaca sambil nyubit lengan Devan.
"Wuih sakit Cha!."Kata Devan yang mengusap-ngusap kasar lengannya.Seketika Chaca ketawa ngekeh sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
Chaca tersadar akan cincin dari Kino.
Cincin yang biasa bersemayam di jemari manisnya kini tiada.Dia pun kebingungan clingak-clinguk mencari di sekitar ranjang.
"Kenapa?"Tanya Rika.
"Cincin Kino enggak ada nih."Sambil mengangkat telapak tangannya.
"Jatuh mungkin."Tambah Mayang yang membantu mencari kesana kemari diruang tulip.
"Gimana dong,Devan tolong dong siapa tau terjatuh di bawah kolong ranjang."Pinta Chaca panik.
Setelah mencari disudut-sudut ruangan ternyata hasilnya nihil.Dan seketika itu membuat Chaca merasa sedih.
"Jangan sedih Cha.Coba diingat-ingat lagi jatuh nya dimana?"Kata Mayang sambil mengusap-ngusap punggungnya.
Chacapun cuman menganggukkan saja dan terdiam mencoba mengingat-ngingat.
"Maaf Kino,aku enggak bisa menjaga pemberian terakhir dari kamu."Chaca yang ngebatin.
Tak selang beberapa kemudian datang Kendy.Dan membuat Chaca melupakan sejenak cincin dari Kino.
"Wuih... Kak Kendy,"Kata Mayang.
"Ada yang beda deh!Tapi apa ya?"Pikir Ryan sambil melihati Kendy dan mengangkat jari telunjuknya di dagu.
Chacapun mengernyitkan dahinya penasaran sambil melihat cowok maskulin yang berdiri di dekat pintu.
Dan Chaca tersenyum ketika sudah tahu jawabannya.
"Sekarang bedanya memakai baju stelan kantor!."Jawab Chaca dan Kendy melangkahkan kakinya ke arah ranjang pasien.
"Oh iya.. Kak Kendy sudah bekerja?."Tanya Devan dan Kendy mengangguk.
"Iya di tempat papa hehehe."Jawabnya sambil ketawa berdiri didekat Chaca yang terduduk di pinggiran ranjang pasien.
deg
Jantung Chaca berasa meletup-letup.Stelan baju kerjanya menambah Kendy berubah lebih maskulin.
Parfum nya dapat menghipnotis Chaca yang diam-diam memperhatikan Kendy.
__ADS_1
"Kenapa aku jadi gemeter gini."Batin Chaca.
Hari ini jadwal kepulangan Chaca dari rumah sakit.Semua teman-temannya setia membantu mengemasi barang-barang Chaca.Sementara disana tidak terlihat sang ibu,karena ibu Dewi setelah mengurusin administrasi pamit pulang duluan untuk mempersiapkan di rumah.