Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 47 Bebasnya Rey Fano Samudera


__ADS_3

pagi yang cerah di hari sabtu ini,


Sinar matahari yang sedikit naik menembus tirai kamar nya Fano.Dia mulai mengerjapkan matanya dan mulai memandangi langit-langit warna putih kamarnya.


Mendudukan badannya dan menyibak selimutnya.Dia turunkan kakinya,baranjak berdiri dan memutar-mutar badan dan memutar kepalanya untuk meregangkan segala ototnya.Tidurnya kali ini sangat begitu nyenyak dibandingkan tidur di lapas kurang lebih 1 tahun yang lalu.


Tanpa alas kaki dia mulai berjalan mendekati cermin.


"Huft... Berewok,kumis tipis,rambut gondrong."Batin Fano sambil memegangi area wajahnya.


"Reinkarnasi Rey Fano Samudera,ha ha ha..."Kata Fano ketawa ngekeh.


Ketika dia mau menguncir rambutnya yang sedikit gondrong,dia memicingkan alisnya saat foto Chaca terpasang di sudut cermin.


"Chaca Chantika Bramantyo!!! I'm come back!.. I'm come back,reminder it sebuah permainan akan ku mulai."Teriak Fano.


"Ahhhkkk"Teriak Fano sambil meninju udara.


Sabtu pagi,


Fano menuruni anak tangga kamarnya.Diapun menuju meja makan dan disana sudah disajikan makanan oleh asisten rumah tangga paman Herman.


Dia mulai membuka kursi dan duduk sambil mengambil roti tawar yang diolesi selai strowberry.


Matanya tertuju kursi kosong yang ada bekas kopi dan piring kotor bekas sarapan.


"Dari kecil sampai sekarang selalu bekas kopi yang menjadi teman sarapanku."Kata Fano kesal sambil mengunyah roti tawarnya.


"Miris sekali hidupmu Fano."Gumamnya sambil minum susu.


glek glek glek


Fanopun mengusap bibirnya.


Setelah selesai sarapan,Fano berjalan menuju garasi mobil paman Herman.Lantas dia mulai mengemudikan mobil berwarna silver dengan plat mobil ber nomor 1112.


Jalan February,,


"Jalan menuju rumah Chaca,"Gumam Fano.


Fano melajukan mobil silvernya,kemudian dia memasuki gang.Sambil mengurangi kecepatan mobilnya,dia membuka jendela dan pandangannya fokus melihat rumah Chaca dan warung ibu nya.


"Tertutup semua?"Gumam Fano sambil mengemudikan mobilnya.


"Kemana ya mereka?"Gumamnya lagi.


"Lebih baik aku ke cafenya Chaca semoga hari ini aku bisa bertemu dia."


"Ha... Ha... Ha..."Kata Fano yang tertawa lepas.


"****!!..."Fano yang membantung tangannya dikemudi stir mobil.


"Awas kamu Chaca.. Kamu enggak akan bisa lari dari aku.Aku gila karena kamu.. Aku gila"Teriaknya di dalam mobil.


Sampai saat ini Fano belum mengetahui kalaulah Chaca sudah menikah dengan Kendy ,laki-laki yang menyelamatkan Chaca dari Fano yang mencoba menodai nya.Kendy pulalah yang menjebloskan Fano kedalam penjara.

__ADS_1


Dikediaman Kendy,


Diruangan keluarga di pagi hari,


Mama Rita,Pak Bayu,Kendy,Chaca dan ibu Dewi sudah berkumpul bersantai ria sambil menikmati kopi dan teh hangat.


"Bagaimana Chaca keadaan kamu?"Tanya pak Bayu sambil minum kopi.


"Sudah enak kan pah,enggak seperti tadi malam."Jawab Chaca yang duduk disamping suaminya.


"Ampuh juga ibu kamu ya mengurutnya."Tambah mama Rita.


"Mbak bisa saja.Chaca itu begitu mbak kalau sudah lelah betul ya rewelnya seperti tadi malam."Jawab santun ibu Dewi.


"Terus semalam kamu ngapain Ken?Tidur gitu?"Tanya pak Bayu.


"Hmmmm... Papah meragukan aku sayang."Jawab Kendy.


"Enggak kok pah,mas Kendy ikut bantuin juga."Jawab Chaca yang membela suaminya sambil memegang jari-jari tangan suaminya yang menggenggam tangannya.


"Permisi tuan,?"Kata mbok Darmi.


"Ya mbok."Jawab pak Bayu.


"Ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan.Katanya teman waktu kuliah di luar negeri dulu."Jawab mbok Darmi.


"Ahk.. Iya mbok suruh kesini saja,"Suruh pak Bayu.


Tidak berselang lama datanglah pak Herman Samudera.


"Hy... Bayu,"Sapa pak Herman ke pak Bayu.


"Hy.. Rita."


"Iya Herman kenalin nih ini istrinya Kendy."Tunjuk mama Rita ke Chaca.


"Chaca om.."Chaca yang mengenalkan diri.


"Om Herman.. "


"Loh,Rit.. Menantumu ini yang punya cafe di dekat daerah Jalan February ya.."Tebak Pak Herman.


"Iya Herman,ini disampingnya ibu nya dek Dewi Nurmala."Jawab mama Rita dan mengenalkannya ke ibu Dewi.


Pak Herman menghampiri ibu Dewi.


Dan menatap ibu Dewi,wanita berhijap lemah lembut serta pejuang nafkah bagi Chaca dan Cindy.


"Dewi Nurmala?"Kata pak Herman.


Makjlebbb


"Bagaimana kabar kamu?"Tanya pak Herman seraya menjabat tangannya namun ibu Dewi tidak membalasnya.


"B-Baik mas Herman."Jawab ibu Dewi terlihat kaku.

__ADS_1


Semua pandangan tertuju ke arah ibu Dewi dan pak Herman.


"Kalian saling kenal?"Tanya pak Bayu.


"Bayu.. Apa kamu lupa kemaren sore aku bercerita kenapa sampai sekarang aku masih belum menikah?"Jawab Pak Herman sambil mengode kedipan matanya.


"Oh.."Kata pak Bayu sambil menggarukan kepalanya.


"Hmmm Kendy,katanya kalian mau pergi ke cafe?"Tanya pak Bayu.


"Iya pah Kendy sama Chaca izin permisi dulu ya."Pamit Kendy sambil cium punggung tangan pak Bayu,mama Rita dan ibu Dewi diikutin Chaca yang ikut menyalami mertuanya dan ibunya.


"Hati-hati ya nak."Pesan ibu Dewi.


"Jangan capek-capek."Tambah mama Rita.


"Iya ibu,mamah.Kami pamit."Pamit Chaca dan berlalu pergi bersama suaminya.


Setelah kepergian Kendy dan Chaca.


"Herman dek Dewi duduk."Kata mama Rita.


Pak Herman pun duduk disamping bu Dewi.


Merasa enggak enak dengan posisi duduknya,bu Dewi pindah posisi duduknya di sofa tunggal.


"Jelaskan Herman apa maksudnya obrolan kamu yang terpotong."Kata pak Bayu.


"Jadi kalian saling kenal?"Tanya mama Rita.


"Iya mbak kita saling kenal dan itu pun sudah lama sekali."Jawab bu Dewi tegas.


"Apa kabarnya Bramantyo?"Tanya pak Herman ke ibu Dewi.


"Suamiku sudah meninggal lama mas Herman.Dia meninggal karena sakit jantung."Jawab Ibu Dewi singkat padat.


"Mbak Rita,mas Bayu saya mau permisi ke belakang dulu."Kata ibu Dewi.


"I-Iya dek..."Jawab mama Rita dan ibu Dewi beranjak pergi.


"Itu sudah Herman!Cinta pertamaku."Tunjuk pak Herman ke ibu Dewi dengan santainya.


"Hust!"Sentak mama Rita.


"Enggak kusangka dunia itu terlalu sempit sekali."Tambah Herman lagi.


"Bramantyo meninggal karena serangan jantung?"Tanya pak Herman ke pak Bayu.


"Iya Herman.Bram adalah sosok pekerja keras,dia pandai,pintar aktif cekatan dalam mengambil peluang bisnis!Makanya aku tak bisa melupakan dia,jasa-jasanya yang membantu perusahaanku hingga bisa berdiri sampai detik ini."Jawab pak Bayu yang menjelaskan sosok Bramantyo besannya ayah dari Chaca Chantika Bramantyo.


"Kecerdikkannya dalam berbisnis kini dilanjutkan oleh istrinya Kendy,Chaca.Pengusaha muda."Tambah mama Rita.


"Dewi Nurmala itu sosok yang keras menolak belas kasihan.Dia lebih senang kalau berjuang sendiri.Selepas Bram meninggal,dia menolak kami bantu dalam segala hal."Jelas pak Bayu lagi.


"Hebat.. Ya,berarti masih ada kesempatan buatku untuk menikahinya?"Tanya pak Herman.

__ADS_1


"Hmmmm... Coba kamu tanyain dia,aku sukung dan semoga berjodoh."Saran pak Bayu.


"Okey... Thank you atas dukungannya."


__ADS_2