
Setelah membeli bunga, Kendy dan Chaca berjalan menyusuri makam.
Sampailah mereka dimakam Kino,Kendy dan Chaca serasa berjongkok didepan makam Kino.
"Assalamualaikum...."kata Chaca yg mengelus2 Nisan Kino kemudian Chaca menyiramkan air kemakam dan diikuti Kendy yang menaburi bunga.
"Assalamualaikum dek,Kino yang paling manja.Kakak datang kesini kakak kangen,lihat kakak ajak Chaca"Kata Kendy dengan tiba-tiba menggenggam tangan Chaca dan Chacapun kaget dan menoleh ke arah Kendy.Niat hati mau melepas genggaman tangan Kendy namun Chaca'
mendapati,Kendy sedang ngomong sendiri di depan makam Kino membuat hatinya merasa terenyuh.Setelah selesai ngomong,Kendy melihati Chaca dan genggaman tangannya dan dengan sigap Kendy melepasnya.
"Ops!,, Sorry..."ucap Kendy gugup.
"Enggk apa-apa,"jawab Chaca dan senyum manis.Dan mengalihkan pandangannya ke arah makam.
"Hi,, aku datang kesini sama kak Kendy,Alhamdulillah aku semakin membaik.Dan aku sampai saat ini masih belajar,belajar ikhlas dengan keadaan.Aku disini baik-baik saja.Aku juga tidak akan pernah melupakan kamu dan mendoakan kamu.I miss you"kata Chaca sambil mencium nisan Kino dan sesekali mengusap-ngusap Nisannya.
Tak ingin melihat Chaca dalam kesedihan,Kendy dengan sigap langsung memeluk Chaca.
Dan Chacapun melepas pelukan Kendy sebagai tanda penolakan.
"I'm Fine"kata Chaca dan Kendy menganggukan kepala.
"Dek.. Kakak mau bilang,kalou kakak akan melanjutkan s2 dengan Chaca di luar Negeri.Jadi maafkan kami mungkin untuk beberapa tahun kedepan tidak bisa mengunjungi kamu.Tapi kakak tidak akan pernah lupa untuk mendoakanmu. " Kata Kendy yang mengusap nisan Kino.
"Kita pamit ya Kino.."kata Chaca.
"Assalamualaikum"Kata Chaca dan Kendy.
Kendypun mengantar Chaca pulang.Entah selama diperjalanan mengendarai motor sportnya Kino,Chaca merasa nyaman memeluk Kendy.Sampai-sampai Chaca tidak merasa kalau sudah sampai didepan rumahnya.
"Hem..."Kendy mendehem dan Chaca salting. Dan melepas pelukannya.
"Sorry.."Kata Chaca salting.
"Masih mau memeluk lagi kh?" goda Kendy yang menoleh kearah Chaca sambil senyum.
"Idih.. apaan sih"Kata Chaca dengan raut wajah yang memerah terus turun dari motor.
"Kalau mau lagi gak apa-apa juga"Goda Kendy lagi. Dan Chaca melebarkan matanya untuk melototi Kendy yang senyum jahil.
"Aneh.. Bisa melawak juga nih orang"Batin Chaca.
"Ya.. Sudah aku pulang ya.Salamin ke Ibu maaf gak bisa mampir" pamit Kendy dan pergi begitu saja.
"Eh......"kata Chaca terpotong dan melihat Kendy sudah melaju jauh.Chacapun hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Kesambet apa tuh orang"gumamnya.
"Lagi jatuh Cinta kali"seru Cindy adik Chaca dari kejauhan.
"Sejak kapan adek disitu?,"tanya Chaca dan menghampiri adeknya yang berdiri didepan pintu.
"Sejak kapan ya...??,"tanya Cindy balik sambil menggoda Chaca.
__ADS_1
"Ihhhh... nyebelin banget"sambil mencubit pinggang Cindy.
"Auuuhhh kak.."Rintih Cindy.
"Ibu... Ibu..."teriak Cindy dan ibunya datang.
"Ada apa sih nak..."tanya ibunya.
"Ini kakak mencubit pinggang Cindy"Kata Cindy dan ibunya menggelengkan kepalanya.
"Mengadu terus..."Gerutu Chaca dan nyium tangan Ibunya.Ibunya pun hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah anak-anaknya.
"Masak sih bu.Kak Kendy bilang begini mau di pe...."Kata Cindy terpotong karena mulutnya ditutup dengan telapak tangan Chaca.
"Chaca nak.."kata ibu . Dan Chaca tersenyum dan melepaskan tangannya.
Chacapun berlalu pergi menuju kamar'nya.
Dan menutup pintu kamarnya.
Sambil duduk dikursi meja belajarnya dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.
"Hmmmmmm..."menghela nafasnya sambil memejamkan matanya.
Kemudian dia membuka matanya,sambil dilihatnya cincin yang melingkar di jemari manisnya.Enggak tau kenapa perasaan hari ini berasa begitu berbeda.
Keesokan paginya...
Tidak lama terdengar dari dalam rumah suara motorsport,
"Kayak gak aneh dengan suara motor ini"batin Chaca dan berjalan keluar menuju arah suara motor sport tersebut.
"Kak Kendy...."batin Chaca yang mengintip dari horden jendela.
"Kenapa nak?"tanya ibu Chaca yang juga ikut-ikutan mengintip dari horden.
"Ada kak Kendy buk....."jawab Chaca.
"Ya... dibuka in dong pintunya,"suruh ibu Chaca.
"Tumben pagi-pagi sudah sampai disini"gumamnya dan membuka pintunya.
"Hy... pagi,,!"sapa Kendy
"Pagi"
"Assalamualaikum.Tante"Kata Kendy yang menghampiri ibu Chaca dan mencium tangan.
"Waalaikum salam...Nak"jawab Ibunya Chaca.
"Sudah sarapan?Sarapan dulu ya.. Sebelum berangkat?"
"Berangkat kemana bu?"sahut Chaca dengan penasaran.
__ADS_1
"Antar kamu!"jawab Kendy singkat
"What?,,,,,,"Chaca kaget.
"Udah enggak usah what whet whot.. ibu enggak paham!Sini nak Kendy masuk dan duduk di meja makan."Kata ibu Chaca yang menarik tangan Kendy dan mendudukkan nya di kursi tempat makan.
"Segini cukup Nak,"Tanya ibu Chaca sambil mengambilkan nasi uduk untuk Kendy.
Sementara Chaca merasa aneh dengan gelagat Kendy yang tiba-tiba datang.
"Chaca.. Ayok sini sarapan.Mau sampai kapan berdiri di sana"Kata ibunya dan Chaca melangkah kakinya ke meja makan dan duduk.
Setelah selesai sarapan Chaca dan Kendy berpamitan dengan Ibu Chaca.
Sampai depan rumah Kendy langsung memakaikan helm di kepala Chaca dan Chaca hanya terdiam melihat apa yang dilakukan Kendy.
"Nah.. Ok,yuk Naik"kata Kendy dan menarik tangan Chaca dengan kuat.
"Eits.... "kata Chaca pendek.Dan naik motor sport merah matroon itu.
"Pegangan dong.... yang benar begini"kata Kendy menarik tangan Chaca dan melingkarkan tangannya di pinggang.Dan Chaca mengeryitkan keningnya.
"Aneh..."Batin Chaca.
Selama di perjalanan.Chaca dan Kendy hanya bisa diam.
"Nanti pulang aku jemput ya.."kata Kendy.
"Enggak usah kak!"tolak Chaca lembut.
"Jangan kak dong,Kendy!Aku kan bukan kakak kamu"kata Kendy.
"Hah?,"kata Chaca yang mengeryitkan keningnya.
"Ya.. Enggak sopan lah.Kak Kendy kan kakaknya alm.Kino.Rasanya aneh aja."jawab Chaca.
"Biar enggak aneh,belajar panggil Kendy dari sekarang!"Jelas Kendy dan menghentikan laju motornya karena sudah sampai di sekolah.
Chacapun turun dari motor Kendy.
Sudah nampak Mayang dan Rika yang berada di seberang sedang melambaikan tangannya.
Chacapun membalas lambaian teman-temannya.
"Ingat.. Kendy!Call me Kendy,"jelas Kendy.Dan Kendy melihat Chaca hanya mengeryitkan keningnya.
"Kalau enggak bisa panggil saja sayang kan mudah itu"Goda Kendy sambil lajui motornya.
"Hai... maksudnya?"teriak Chaca dan terlihat Kendy sudah nampak jauh.
Chacapun berjalan menuju gerbang sekolahnya dan menghampiri ke dua temannya Mayang dan Chika.
Mereka berjalan bersama-sama melewati area tempat parkir motor.Kalau melewati tempat parkir ini sepintas mengingatkan sosok Kino yang sering memarkirkan motor kesayangannya di bawah pohon kamboja. Yang katanya dulu keluarga alm.Kino yang menanam.
__ADS_1