Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 15 Chaca yang memasak


__ADS_3

Dengan sambil mengambil nafas panjangnya Chaca memulai mempersiapkan apa yang di masaknya.Kali ini dia memasak semur ayam.


Kendy nampak serius melihat Chaca dalam memasak.Sepertinya dia sangat lihai dalam memasak.


"Taraaaaaa....." kata Chaca dan menaruh semur ayamnya di meja makan.


Kendypun tersenyum... Dan reflek dia langsung memegang tangan Chaca.


Deg.....


Dan Chaca melepas tangan Kendy sambil tersipu malu.Lalu Chaca mengambilkan piring dan menyendokkan nasi untuk Kendy.


"Hmmmm... Ayok kak Kendy"kata Chaca dan meletakkan piring yang sudah diisi dengan nasi dan lauk pauk.


Kemudian Chaca juga membuatkan minum untuk Kendy dan duduk berhadapan dengan Kendy.


"Kendy!Susah betul sih ngomong gitu"jawab Kendy ketus dan menyendokkan makanannya.


"I.. Iya Kak"kata Chaca dan Kendy mulai membulatkan kedua bola matanya.


"Kendy.Iya Kendy"kata Chaca yang sambil *******-***** jemarinya.


"Hmmmmmmm"


"Istri idaman"Gumam Kendy.


"Kenapa?Enggak enak ya? tanya Chaca penasaran.


"Hmmm Enak sekali.Enak"Puji Kendy dan melihat Chaca menelungkupkan kedua tangannya di atas meja.


"Kamu enggak makan"tanya Kendy sambil mengunyah.Dan Chaca hanya menggelengkan kepalanya.


"O....."Kata Kendy dan Chaca mengeryitkan dahinya.Lalu melihat Kendy menggeser tempat duduknya dan memindah makanannya di depan Chaca.


"Kenapa ini?"kata Chaca dan Kendy duduk disamping Chaca.


"Suapin... aaa....aaa"Kendy sambil membuka mulutnya.


"What....???"Kata Chaca kaget melihat tingkah Kendy.


"Ihhh.. Kelamaan suap"kata Kendy dan memasak tangan Chaca untuk menyuapnya.


Chacapun akhirnya menyuapin Kendy.


"Dasar bayi bangkotan"ledek Chaca yang terus menyuapin Kendy.


Sambil mengunyah Kendypun tertawa.


"uhuk... uhuk.. uhuk..."


"Cha.. tolong..."seru Kendy sambil meraih air minum yang berada disamping Chaca.


"glek.. glek..glek.. ahhh"dan Chaca hanya menggelengkan kepalanya.


Kemudian Chaca mulai memandangi Kendy dengan perlahan.


"Kenapa Cha?"tanya Kendy penasaran.


Chaca masih diam dan perlahan mulai mendekatkan wajahnya.Kendy pun mulai mengerjapkan matanya dan mencium wanginya tubuh Chaca.


plakkkkk


sontak Kendy kaget dan membuka mata.


"Ada Nasi tau"kata Chaca mengambil nasi di pipi Kendy dan berdiri mengambil piring bekas Kendy.


Kendypun hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya.Sesekali menunduk karena malu.

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian Handphone Kendy berbunyi.Kendy pun mengambil Handphonenya di saku celananya.Panggilan itu dari Mang bengkel.


"Cha...."panggil Kendy dan berdiri menghampiri Chaca yang berada di dekat wastafel.


"Cha..Cha"panggil Kendy lagi dan Chaca menoleh.


"Hemmmmm"jawab Chaca sambil ngelap tangannya dengan kain lap.


"Aku pamit ya.. Mang bengkel tadi telfon katanya motor Kino sudah selesai.Salam ke ibu ya.."pamit Kendy.Dan Chaca hanya menganggukan kepalanya.


"Assalamualaikum."Salam Kendy dan melangkahkan kakinya keluar pintu.


"Waalaikum salam."jawab Chaca dan menarik nafas nya yang panjang dan mengeluarkan nya.


"Hufffttt...."katanya sambil menggelengkan kepalanya.


"Kakak dan Adik sama-sama aneh"gumam Chaca.


Setelah Kendy pulang,Chacapun berberes-beres.Menyuci piring,menyapu dan mengepel.


"Alhamdulillah..."ucap Chaca sambil mengusap dahinya yang basah karena keringat.


Setelah bersih-bersih.Chaca mulai masuk rumah dan membersihkan dirinya yang selesai aktifitasnya membantu sang ibu.


Setelah selesai mandi Chacapun membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Sambil melihat handphonenya yang sedaritadi pulang sekolah belum dia pegang.


Diapun membuka galeri dan men scroll nya keatas dan kebawah.Tangan nya berhenti ketika melihat foto Kino.


Foto-foto Kino dan dia saat merayakan ulang tahun Kino yang ke 18tahun.


Kadang dia tersenyum,kadang sedih.


Masih dengan scroll layar handphonenya.


"Hemb"jawab Chaca yang sambil menscroll handphonenya dengan posisi duduk disebelah Cindy.


"Gimanna kak Kendy?"tanya Cindy dan Chaca merubah posisi duduknya menghadap adeknya dan menyimpulkan senyumnya.


"Enggak tau dek."jawab Chaca polos.


"Kak Fano?"tanya Cindy dan Chaca teringat apa yang dilakukan Fano kepadanya.


"Kak.. Cindy hanya mengingatkan,kak Chaca juga perlu bahagia kakak juga harus move on."


"Maaf kak ya.. Kak Kino sudah meninggal.Sudah saat nya kakak membuka hati.Di sana ada kak Fano dan kak Kendy.2 cowok yang sama-sama ingin memiki kakak"tutur Cindy.


"Dek.Dari mana adek tau kalau Kak Kendy punya perasaan sama kakak?"tanya Chaca sambil mengertitkan dahinya.


"Ya taulah kak.Kakak saja yang kurang peka"jawab Cindy.


"Makanya kakak move on.Terus gimana dengan kak Fano?"tanya Cindy penasaran.


Mendengar nama Fano membuat Chaca merasa kesal.


"Kakak baru tau dek sifat dari Fano.Kakak takut kalau suatu saat kakak menjalin hubungan sama dia."jelas Chaca.


"Kalau dengan Kendy mungkin hanya sebatas kakak adik.Kakak juga enggak tau."


"Mungkin saat ini kakak hanya ingin fokus untuk belajar dan kuliah"jawab sambil mengulas senyum.


"Ya.. udah kak.Cindy tetep dukung kakak,tapi jangan lupa buka hati.Cindy enggak mau kakak nanti jadi perawan tuir"Goda Cindy yang memeluk Chaca.


"Aduhhhhhhhh"rintih Cindy yang di cubit kakaknya.


Chacapun tertawa sambil menutup mulutnya dengan tangan.

__ADS_1


Keesokan paginya di SMA Harapan Jaya,,


Seperti biasa Kendy selalu mengantar dan menjemput Chaca setiap hari.Bahkan kali ini Kendy mengantar Chaca tidak sampai depan pintu gerbang melainkan sampai didepan kelasnya.Sontak membuat teman-teman Chaca ke heranan.


Kelas X11 Ipa


"Sampai sini saja ya... "kata Chaca.


"Ya iyalah masak sampai aku harus menunggui kamu"pekik Kendy kemudian Chaca melebarkan bola-bola matanya.Kendypun senyum tipis.


"Nanti aku jemput.. Aku pulang,"Pamit Kendy yang ketus dan langsung pergi begitu saja.


"ihhhh... ngeselin banget.."gerutu Chaca.


"Cie... Cie..."goda Mayang tiba-tiba dan menghampiri Chaca yang berdiri didepan pintu.


"Apa sih..."jawab Chaca dengan sewot dan berjalan masuk kelas.


"Ye...."sorak Rika dan mengekor dibelakang Chaca.


"Cha.. kalian jadian"tanya Rika penuh penasaran dan duduk disamping Chaca sambil menghadap Chaca dengan tangan kanan menopang dagu.


"Kasih tau enggak ya????"goda Chaca penasaran.


"Ihhh Chaca nyebelin bangett"kata Rika dan Chaca hanya senyum simpul.


Setelah mengantar Chaca,Kendy berjalan menuju area tempat parkir.


Saat mau mengeluarkan motor sportnya dia berpas-pasan ketemu Fano.Mata mereka memandang tajam tangan mereka sama-sama mengepal.


tet.. tet.. tet...


Tanda jam sekolah mau dimulai.Kendypun memilih untuk keluar dari sekolah itu dengan tatapan tajamnya.Sementara Fano masih melihati Kendy pergi.Hingga Kendy terlihat jauh baru Fano menuju kelasnya.


Sampainya Kendy dirumah,


Dilihatnya diruang tamu ada ibu-ibu paruh baya yang sedang mengobrol sama mamanya.


"Siapa yang ngobrol sama mama ya"gumam Kendy sambil melangkahkan kakinya untuk mendatangi mamanya.


"Assalamualaikum..."sapa Kendy


"Waalaikum salam"mama Kendy menoleh Kendy pun langsung mencium tangan mamanya dan ibu paruh baya itu.


"Loh.. Tante"kata Kendy dan duduk disamping mamanya.


"Iya nak..."jawab ibu paruh baya itu.


"Gimana Ken,Chaca sudah diantar"tanya mama Kendy .


"Sudah ma.."jawab Kendy.


"Gimana nak Kendy dengan Chaca.Apa masih ketus"tanya ibu paruh baya itu yang tak lain adalah ibu Chaca.


"He..He..He.. Sepertinya butuh kesabaran tante untuk melemahkan hati Chaca😊"jawab Kendy dan senyum manis.


"Ya sabar dong anak mama..."kata mama Kendy dan mengelus punggungnya.


"Cinta itu butuh perjuangan."tambah Mama Kendy.


"Hehehe..."


"Oh ya tan.Chaca nanti jadi ikut Kendy kan ke Amerika"tanya Kendy.


"Iya nak kemarin Chaca sudah bilang sama tante,katanya dia setuju untuk ke Amerika"jawab Ibu Chaca dan Kendy menganggukan kepala dan senyum.


"Ya sudah ma,tante Kendy ke kamar dulu ya"Pamit Kendy dan berjalan menuju ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2