Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 48 Di Chaca bakery and Cafe


__ADS_3

Beberapa hari Chaca tidak datang mengontrol Cafenya.


Pagi wekend ini dengan mengenakan dress hamilnya yang berwarna coklat muda,rambut pirang yang panjang dia urai.Polesan bedak tipis-tipis dan lipsgloss berwarna pink,membuat Chaca terlihat tampak cantik anggun elegan serta lebih terlihat kedewasaan.


"Mas kok senyum-senyum begitu?"Tanya Chaca yang menaruh tas kecil makeup nya ke dalam


"Sayang.. Sampai kesini kok kamu terlihat sangat cantik sekali,"Puji Kendy sambil menyetir mobilnya.


"Mulai deh gombal,"Kata Chaca sambil menyisir rambutnya.


"Gombalin istri sendiri enggak apa-apa kan?"Seru Kendy dengan mengedipkan satu mata nakalnya.


"Hmmmm...."Jawab Chaca.


Sesampainya di Chaca bakery & coffe,


Masih didalam mobil,


"Sayang rame ya weekend begini,mas cari tempat parkir dulu.Kamu enggak apa-apa kan turun di depan cafe?"Jelas Kendy yang sambil membuka jendela mobilnya dan melihat cafe Chaca yang rame.


"Iya mas,"Jawab Chaca sembari merapikan tasnya.


"Hati-hati sayang ya..."Pesan Kendy yang melihati istrinya keluar dari mobilnya.


"Iya mas,Chaca masuk duluan ya.."Jawab Chaca dari luar mbobil kemudian Kendy mengangguk.


Dengan pelan-pelan Chaca melangkah kan kakinya.Tiba-tiba ada yang menyenggol Chaca,Chaca refleks terkejut dan hampir terjatuh.Lalu dengan sigap ada pria bermasker,rambut di kuncir,topi hitam,kaca mata hitam dari arah belakang punggung Chaca yang langsung menolong dengan memeluk agar Chaca tidak terjatuh.


"Auhhhh... "Rintih Chaca.


"Mbk tidak apa-apa?"Tanya pria itu dan Chaca langsung berdiri dari pelukan pria itu.


"Mas kalau jalan pakai mata!!Lihat enggak ini ibu-ibu hamil!!"Pekik pria itu.


"Iya mas!Maaf... Maaf,maaf mbak"Ucap pria yang menabrak Chaca.


"Enggak apa-apa lain kali hati-hati ya mas."Jawab Chaca sambil menghela nafasnya lalu pria itu berlalu pergi.


Chaca yang berdiri membelakangi pria bertopi hitam itu pun membalikkan badannya.Lalu dia mengibaskan rambutnya.


"Chaca... ??"Batin Fano.


"Hmmm... Terimakasih mas sudah menolong tadi."Ucap Chaca sambil tangannya yang memegangi pinggangnya.


Fano hanya bisa berdiri terdiam terpelongo,melihat perubahan Chaca sekarang.Dibalik kaca mata hitamnya,dia memperhatikan dari ujung kaki hingga ujung rambut Chaca.


"Kamu lebih cantik dari yang ku duga Chaca,tapi kamu sudah menikah.Tega betul kamu Cha,"Batin Fano.


"Mas.. Halo?"Kata Chaca sambil melambaikan tangannya di depan kaca mata hitam Fano.


Fano pun tersadar,


"Oh..."Kata Fano dan tanpa sadar dia melihat Kendy sudah ada disamping Chaca.


"Mas Ken,tadi Chaca hampir terjatuh dan pria ini yang menolong Chaca."Kata Chaca yang mengenalkan Kendy kepada Fano (Pria bermasker)

__ADS_1


Kendy pun menelisik dengan dekat,


"Kamu broo yang tempo hari itu memberikan pentolan itu ya?"Tebak Kendy dan Fano mengangguk senyum.


"Astaga... Terimakasih ya broo ke dua kalinya ini kamu sudah menolong istriku."Ucap Kendy sambil menepuk bahu Fano.


"Istri??"Batin Fano.


"Oh... Jadi kalian sepasang suami istri.Bagus sekali kalian menari diatas penderitaan saat aku di bui."Batin Fano.


"Hey.. Broo"Panggil Kendy dan Fanopun membuyarkan lamunannya.


"Mau ngopi time kah?Saya undang kamu di coffe milik istri saya."Kata Kendy.


"Sebagai tanda terimakasih saya karena kamu sudah menolong istri saya."Tambah Kendy.


Fano masih nampak berpikir.


"Udah ayok masuk"Ajak Chaca.


"Tapi free kan?"Canda Fano.


"He.. He..He..."Fano ketawa ngekeh.


"Iya dong... "Jawab Kendy.


Kendy dan Chaca masih belum tersadar kalo yang mereka ajak ke Cafe adalah Fano.Fano memang jago ackting,apalagi dengan perubahan tubuhnya yang sangat drastis.


"Aauwww...."Rintih Chaca sambil mengusap perut nya.


"Kenapa sayang?"Tanya Kendy yang panik sambil mengusap perut istrinya.


"Ya sudah ayo kita masuk,ayo broo masuk."Kata Kendy yang mengajak Fano sambil menitah istrinya pelan-pelan yang hamil besar.


Fano yang berjalan dibelakang Chaca dan Kendy berasa kesal ketika melihat ke mesraan mereka.


Tangan kanannya terlihat mengepal.


"Harus nya aku yang jadi suami kamu Cha,"Batin Fano.


Rasa Kesal Fano nampak nya tak terbendung,dia masih terlihat mengepalkan tangan walau sudah masuk ke Cafe dan duduk di table 8.Table kesukaannya.


"Broo.. Sebentar ya saya antar istri dulu di ruang kerjanya."Kata Kendy dan Fano mengangguk.


"Mari mas..."Sapa Chaca dan Fano mengangguk.


Setelah Chaca dan Kendy berjalan ke arah ruangan kerja Chaca,


Fano merasa kepo dengan apa yang dilakukan Chaca dan Kendy😉.


Diruang kerja Chaca,


Ceklek


Kendy membuka pintu,Chaca mulai masuk diikuti Kendy sambil menutup pintu.Kendy tidak sadar kalau pintu nya belum tertutup rapat.

__ADS_1


"Hufft...."Chaca yang menghela nafasnya sambil mendudukan bokongnya di sofa kecil dekat pintu.


"Sayang mau minum?"Tanya Kendy sambil menaruh barang bawaannya Chaca di meja kerjanya.


Kendypun mengambil air mineral di tumbler yang di siapkan Chaca dari rumah.


glek.. glek..


"Makasih mas,"Ucap Chaca dan kendy menaruh tumbler air minumnya di meja sofa.


Kemudian Kendy membersihkan bibir Chaca yang sedikit ada air mineralnya dengan kecupan bibir.


Cup


"Mas.....???"Kata Chaca yang membulatkan kedua bola matanya.Kendypun tersenyum.


Kemudian Kendy membetul kan posisi duduknya miring duduk di tepian sofa agar bisa memandang raut wajah cantik istrinya.


Disibaknya anakan rambut pirang Chaca di telinganya.


Kedua tangannya menyentuh pipi gembul istrinya dan mengusap lembut dengan ibu jarinya.Kendy semakin mendekatkan wajahnya ke arah Chaca.


Chacapun mengulas senyum.


"I love you more."Ucap Kendy.


Chaca tidak menjawab kalimat dari Kendy,dia cukup mengulas senyumnya.


Kendy memiringkan kepalanya dengan kedua tangannya yang masih memegang pipi istrinya.Chaca menutup matanya ketika Kendy memulai memagut bibirnya.


Keduanya pun saling berpagutan bibir.


Menikmati sentuhan-sentuhan permainan ludah.Dengan gemas Kendy ******* bibir Chaca.Chaca juga membalas ******* bibir Kendy.Keduanya asik bermain lidah bertukar saliva.


Merasa gerah,Kendy melepaskan pagutan dengan istrinya untuk bernafas.Lalu kembali Kendy memagut bibir istrinya lagi.Pagutannya dilepas,bibirnya mulai turun kebawah menuju curuk leher istrinya.Kendy merebahkan tubuh istrinya pelan-pelan sampai kepala istrinya berbantalkan lengan sofa.


"Mas...??"Kata Chaca yang melihat badan suaminya mau naik sofa.


"Mas.."Kata Chaca pelan dan Kendy memagut bibir istrinya itu.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengintai mereka berdua dari celah pintu yang sedikit terbuka.


"Brengsek kalian..."Kata Fano gereget emosi.


Prank...


Fano menendang tempat sampah yang ada di luar ruang kerja Chaca.


Chaca melepas pagutan Kendy dan menatap ke arah pintu keluar.


"Apa itu mas?"Kata Chaca Kaget dan mendudukan tubuhnya di sofa.


Kendy pun beranjak berdiri dan memeriksa ke area luar ruang kerja istrinya.Kendy menengom kesana-kesinj namun tidak ada orang.


Diapun kembali masuk ruang kerja Chaca dan menutup pintunya dengan rapat.

__ADS_1


"Enggak ada apa-apa sayang."Jawab Kendy dan duduk disamping istrinya.


"Hmmm.. Ya sudah mas,aku mau periksa laporan dulu."Kata Chaca beranjak berdiri sambil merapikan baju dan rambutnya yang tadi di acak-acak oleh suaminya.


__ADS_2