
Mama Rita sudah duduk dikursi luar ruang tunggu operasi.Pak Bayu yang selesai transfusi darahpun juga ikut menunggui anaknya di ruang tunggu.
Sementara lampu diluar ruang operasi masih belum padam,menandakan operasinya belum selesai.
"Pah..."Kata mamah Rita sedih sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Sabar mah.. Kita enggak boleh sedih kita harus kuat demi anak-anak kita."Ucap pak Bayu menguatkan sang istri.
"Bagaimana mamah enggak sedih pah?Melihat Kendy di ruang operasi ini?Belum melihat Chaca istrinya sebentar lagi yang mau melahirkan,rasanya enggak tega melihat mereka mendapat ujian seperti ini.Hiks.. Hiks.."Mama Rita yang menangis sesenggukan.
"Mah,ini semua adalah ujian.Jodoh,Rezeki,anak semua adalah titipan.Mungkin ini cara Tuhan untuk menegur kita sebagai manusia yang sudah lalai dalam menjalankan perintahnya.Kita doakan yang terbaik untuk anak-anak kita mah."Jelas pak Bayu dan mama Rita mengangguk paham.
"Bagaimana keadaan menantu kita mah?"Tanya pak Bayu dan mama Ritapun kembali duduk.
"Dek Dewi bilang dia sudah pembukaan 8 pah,dari tadi dia sedih menangisi Kendy,mamah khawatir sekali dengan dia."Ucap mama Rita.
2 Jam berlalu,
Lampu luar ruangan operasipun sudah padam.10 Menit kemudian dokter ke luar dari ruang operasi.
Mama Rita dan pak Bayupun langsung menghampiri dokter tersebut.
"Dok,bagaimana dengan keadaan anak kami dok?"Tanya mama Rita yang penuh harap mendengar kabar anaknya.
"Alhamdulillah ibu,operasinya berjalan lancar.Lukanya sudah kami jahit dan pak Kendy sedang dalam masa pemulihan.Sebentar lagi akan dibawa keruangan pemulihan."Jawab pak dokter.
"Syukur Alhamdulillah,"Ucap ke dua orang tua Kendy sambil menadahkan doa dan mengusap wajahnya.
"Boleh kami lihat dok?"Tanya pak Bayu.
"Tunggu 1 jam setelah dipindah dulu ya pak.Karena saat ini pak Kendy masih terpengaruh obat."Jawab pak dokter.
"Baik pak dokter terimakasih."Kata pak Bayu dan pak dokter pun mengangguk dan berlalu pergi.
"Pah,mamah mau lihat Chaca dulu.Pah jaga Kendy dulu."Kata mama Rita.
"Iya mah,papa disini menunggu Kendy."Jawab pak Bayu.
Mama Rita pun berlalu meninggalkan pak Bayu menuju ke ruangan bersalin menantunya.
Langkahnya pun tergesa-gesa.Sesampainya di ruang bersalin,mama Rita melihat teman-teman Chaca yang masih terjaga walau waktu sudah menunjukan pukul 03 pagi.
Waktu tak terasa begitu cepat menjelang pagi.
"Kalian masih disini nak?"Tanya mama Rita terkejut.
"Iya tan,kami masih disini."Jawab Devan sambil mau membangunkan Mayang dan Rika yang tertidur pulas di ruang tunggu ruang bersalin.
"Jangan dibangunkan mereka nak,biarkan mereka istirahat."Seru mama Rita.
__ADS_1
"Tante mau melihat keadaan Chaca,"Jelas mama Rita.
"Tan,bagaimana keadaannya kak Kendy?"Tanya Ryan.
"Alhamdulilah,operasi Kendy sudah lancar nak.Maka dari itu tante mau melihat Chaca sekaligus memberi kabar.Ya sudah sebentar ya nak,tante masuk kedalam dulu."Ucap mama Rita dan berlalu pergi meninggalkan Ryan dan Devan.
...****************...
Diruang bersalin,
Mama Rita menghampiri besannya yang sedang memegangi tangan Chaca.Sedangkan Chaca berkali-kali mengeluh kesakitan akibat kontraksi nya.
"Aww.. Bu,hiks.. Hiks.. Sakit bu."Rintih Chaca.
"Dek bagaimana keadaan Chaca?"Tanya mama Rita yang ikut tegang.
"Sudah pembukaan 10 mbak,sebentar lagi dokter kesini."
Perawatpun datang,,
"Permisi ibu,sudah waktunya ibu Chaca untuk melahirkan ya."Kata perawat.
"Ibu dimohon untuk menunggu di luar ya."Ucap salah satu perawat.
"Sus tunggu dulu.Biar menantu saya di dampingi ibunya boleh?Karena suaminya masih di ruang pemulihan setelah menjalani operasi."Kata mama Rita.
"Dek,saya tunggu diluar ya.Chaca.. Mamah diluar ya."Pamit mama Rita ke ibu Dewi dan Chaca.
Dokter bersalinpun sudah tiba.Dia dibantu dengan empat perawatnya.
Chaca dibantu perawat untuk duduk bersandar di brankar,tempat Chaca untuk melahirkan dilipat sedikit agar bisa bersandar.
Kemudian perawat membantu Chaca untuk menekuk kakinya dan membantu untuk membuka pahanya.
Sementara disisi kanan Chaca ada ibu Dewi yang setia mendanpingi putrinya.
Sebenarnya Chaca menginginkan suaminya untuk mendampinginya.Apalah daya suaminya sedang dalam kena musibah.
"Ibu Chaca.. Tolong perhatikan saya ya.Kalau saya bilang tarik nafas,ibu tarik nafasnya ya.Kalau saya bilang lepas ibu lepas ya."Intruksi dokter dan Chaca mengangguk.
"Baik ibu Chaca kita mulai ya."
"Tarik nafasnya bu Chaca pelan,tahan.. Tahan.. Lepaskan."Intruksi dari dokter dan Chaca mengikutinya.
"Tarik lagi nafasnya bu Chaca pelan,tahan.. Tahan lepaskan."
Dokterpun menginstruksikan berkali-kali hingga terdengar lah suara tangis bayi.
"Ooek... Ooek... Ooek..."😂😂😂
__ADS_1
Chaca yang mendengar suara tangis bayinya pun merasa bahagia,bahkan dia sempat menitikan air matanya.
"Tarik nafas lagi bu Chaca ya.. Adiknya masih didalam."Jelas bu dokter itu.
Sesuai dengan instruksi,Chacapun mengulangi lagi.
"Ooek.. Ooek.. Ooekk.."
"Selamat bu Chaca,anak kembar ibu yang lahir pertama adalah perempuan.Yang lahir kedua adalah adik berjenis kelamin laki-laki."Kata dokter.
"Alhamdulillah,nak..."Ucap ibu Dewi bahagia.
Lalu ibu Dewi melihat wajah anaknya Chaca pucat dan lemas.
"Nak.. Nak...Nak.."Kata bu Dewi sambil menggugahnya.
"Dokter anak saya kenapa?"Tanya bu Dewi yang panik melihat Chaca seperti orang tidak bernyawa.
"Ibu.. Kalau terjadi apa-apa dengan Chaca,Chaca titip si kembar bu."Kata Chaca lirih.
Genggaman tangan Chaca yang tadi menggenggam ibu Dewi kini mulai memudar dan terlepas.
"Chaca.. Nak.. Dokter,"
Dokterpun segera memeriksa Chaca dan ibu Dewi menuju ke pintu keluar.
"Dek Dewi bagaimana Chaca dan anak-anaknya."Tanya mama Rita penasaran.
Ibu Dewi yang nampak sedihpun langsung memeluk mama Rita.
"Si kembar sudah lahir mbak.Anak pertama perempuan anak kedua laki-laki."Jawab ibu Dewi sembari melepas pelukannya.
"Terus Chaca bagaimana keadaannya?"Tambah mama Rita.
"Chaca.. Chaca.. Kritis mbak.Hiks... Dia pingsan mengalami pendarahan setelah melahirkan kembar bungsu."Jelas ibu Dewi sesenggukan.
Mama Rita,Mayang,Rika,Ryan dan Devan shock mendengar kabar berita tentang Chaca.
"Hiks.. Hiks.. Hiks.."Bu Dewi yang sesenggukan.
"Baru saja kami mendengar kabar bahagia operasinya papa kembar dan kabar lahiran nya Si kembar.Kenapa kami juga mendengar kabar mamanya kembar yang kritis ini Tuhan."Gumam mama Rita sedih sambil duduk mengusap dada.
"Tante yang sabar ya.Kita doakan Chaca"Mayang yang menenangkan mama Rita dan ibu Dewi.
"Mbak saya titip si kembar dulu,saya mau ke ruang laboratorium untuk cek darah golongan B.Karena Chaca membutuhkan 3 kantong tranfusi darah."Kata bu Dewi ke besannya dan mama Rita mengangguk sedih tertunduk.
"Mari tante Rika antar,golongan darah Rika B juga mungkin nanti diperlukan."Kata Rika yang mengajukan diri.
"Mari nak.."Jawab bu Dewi dan berlalu pergi dengan Rika.
__ADS_1