Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 6 Pagi hari disekolah Chaca


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Chaca sudah bangun bantuin ibunya nyusun jualan nasi uduk,nasi kuning,nasi pecel.


Terlihat Chaca sedang gak konsen bantuin ibunya menyiapkan jualannya.Ibunya pun memahami keadaannya.


"Cha.. Berangkat sudah nak.Nanti kesiangan."Kata ibu Chaca.


"Belum jam 6.kok bu.."Kata Chaca sambil melihat jam tangannya.


"Ibu tau nak.Kamu sedang gelisah,ayo berangkat mungkin Kino sudah disekolah bukannya hari ini terakhir ya persiapan buat acara besok?."Kata Ibu Chaca dan melihat anaknya terdiam sejenak.


"Cindy bantuin ibu kak..."Sahut Cindy dari dalam rumah.


Chacapun mendapat dukungan dan kekuatan dari Ibu dan adiknya.Sehingga membuat Chaca cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya.


Tiba nya Chaca digerbang sekolah.Dia langsung menuju lokasi dimana Kino parkir motor.


Setelah dicari-cari kesana kemari sekalinya tak kunjung bertemu.Chacapun melihat Mayang dak Rika berkumpul di kantin sekolah.Dengan datang sambil tergopoh-gopoh Chaca menghampiri teman-temannya.


"Astaga.. Cha,kamu kenapa?"Tanya Rika yang ngos-ngosan kecapean mencari Kino.


"Huh.. "Chaca menghela nafasnya.


"Lihat Kino enggak?"Tanya Chaca keteman-temannya.


"Ada diruangan musik."Jawab Mayang.


Setelah mendengar Jawaban Mayang,Chacapun pergi nyusulin Kino.


"Kenapa tuh?"Tanya Rika keheranan.


"Yah.. begitulah Chaca kalau sudah tidak melihat mbebnya sehari."Jawab Mayang lebay.


...****************...


Chacapun berjalan menuju ruang musik.


Sampai di ruang musik,Chaca ragu mau masuk atau enggak.


Akhirnya Chacapun masuk ke dalam ruang musik.Dia pun melihat Kino sendirian sedang chek alat-alat musik buat manggung besok. Dengan kesal Chacapun mencubit lengan Kino dengan keras.Tiba-tiba..


"Aduh..duh.."Rintih Kino.


"Tau enggak sih!Aku khawatirin kamu semaleman?"Kata Chaca kesal sambil masih nyubit tangan Kino.


"Sakit sayang..."Keluh Kino dan berusaha melepas tangan Chaca.


"Ok.Aku minta maaf ya.. Hehehe"Goda Kino.


"Enggak lucu."Kata Chaca sambil membelakangi Kino.


Kinopun memeluk Chaca dari belakang.


"Aku punya sesuatu buat kamu."Bisik Kino ke Chaca.


Chacapun penasaran dan melepas pelukan Kino dan membalikkan tubuhnya menghadap Kino.


"Ini.Jangan dibuka disini dicobain dirumah besok aku ingin lihat kamu memakainya setelah acara festival sekolah"Kata Kino sambil memberikan tas hampers.


"Apa ini?"Tanya Chaca penasaran.


"Keep saja ya!Besok aku masih ada lagi sesuatu untuk kamu"Kata Kino.


"Apa lagi yang.."Tanya Chaca penasaran.


"Ada deh.."Jawab Kino dan memeluk Chaca erat.


"Ehm..."Fano mendehem.Kinopun melepas pelukan Chaca.


Dengan rasa enggak enak dan salah tingkah Chacapun mau keluar dari ruang musik itu namun dicegah Kino.


"Enggak papa kok Cha,aku cuman mau mengembalikan gitar ini."Kata Fano.

__ADS_1


"Oh... iya!" Kata Chaca sambil senyum menunduk.


Hari ini Chaca pulang sekolah agak cepet karena memang tidak ada kegiatan.Hari ini Kino super sibuk sehingga tidak sempat untuk mengantar Chaca pulang.


Sampai dirumah,Chaca ikut membantu ibunya bersih-bersih warungnya.Setelah pekerjaannya semua selesai baru Chaca kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya dikasur sambil mau memejamkan matanya,namun dia teringat tas hampers yang diberikan oleh Kino.


Chacapun mencoba membukanya.


Dia terkejut.


"Astaga...?"Kata Chaca kaget dan senyum sumringah melihat gaun putih.


Disitu ada sepucuk surat yang bertuliskan.


"Hai.. dear,aku ingin melihat bidadariku besok memakai ini ya"Tulis Kino.


Chacapun happynya kebangetan.Senyum-senyum sendiri sambil memeluk gaun putih itu.


Dari luar pintu kamar Chaca yang terbuka,ada Cindy yang dari tadi tengah memperhatikan kakaknya.


Ditepuklah pundak Cindy oleh ibunya.


"Sst... Ngapain?"Tanya ibunya.


Dan Cindy menunjuk kakaknya.


Ibu Chacapun geleng-geleng kan kepala.


"Ayo.. Audah jangan ganggu kakak."Kata ibunya dan mengajak Cindy meninggalkan kamar Chaca.


"Tunggu dek... Masuk.Ibu masuk."Kata Chaca yang tiba-tiba menghampiri ibu dan adiknya itu.


"Hmmmm... Pinter ya ngintipin kakak."Kata. Chaca sambil menjewer kuping Cindy dengan pelan.


"Ibu......"Kata Cindy manja ke ibunya dan memeluknya.


"Ibu juga kenapa ikut-ikutan Cindy?"Tambah Chaca dan meluk Ibunya.


"Kakak seperti putri loh.Cantik"Puji Cindy.


"Ya.. Allah nak. kamu cantik sekali kalau memakai Gaun itu.Enggak terasa kamu sudah besar mau lulus sekolah.


2 atau 3 tahun lagi kamu akan menikah."Puji ibu Chaca seraya membelai rambutnya dan dibalas pelukan Chaca.


Dan tidak terasa ibunya menitikan air matanya.Chacapun melepas pelukkan ibunya.


"Ibu kok nangis ?"Tanya Chaca.


"Kalau kamu sudah menikah nanti nak,kamu akan ikut suami kamu.Disaat itu lah tugas ibu sudah selesai sebagai ibu yang selalu mengurusmu dari kecil.Dan kamu harus ikut suamimu kemanapun dia pergi."Kata ibu Chaca sedih.


"Ih... ibu.Jadi sedih nih..."Imbuh Chaca.


"Memang Kak Chaca nanti mau menikah sama siapa?Kak Kino atau Fano?"Goda Cindy yang mencairkan suasana.


"Adek doakan saja yang terbaik buat kakak ya."Kata Chaca.


"Tentunya dong kak" Jawab Cindy.


...----------------...


Malam hari pukul 12 malam perasaan Chaca mulai gelisah.


Dia tidak bisa tidur seperti biasanya.Beberapa kali dia membolak-balikkan badannya sambil memeluk gulingnya namun tetap tidak bisa tidur.


Kemudian dia pergi dari kamarnya dan mendatangi ibunya yang didapur sedang mempersiapkan catering kotakan untuk acara arisan ibu-ibu rt besok siang.


"Astaga bu..."Kata Chaca kaget.


"Kok ibu belum tidur?"Tanya Chaca dan duduk disamping ibunya.


"Nanti ibu sakit loh"Kata Chaca yg menggengam tangan ibunya.

__ADS_1


"Ibu gak bisa tidur nak.Masih banyak tanggungan ini"Jawab ibu Chaca,sambil melipat lipat kotakkan nasi.


"Chaca bantuin ya.."Kata Chaca dan membantu ibunya.


"Chaca sendiri kenapa belum tidur?"Tanya ibunya.


"Enggak tau bu.Akhir-akhir ini Chaca gelisah.Seperti campur aduk"Jawabnya.


"Pasti Kino ya.."Tambah ibunya dan Chaca senyum.


"Yaudah biar Chaca yang lipatin ibu tidur ya udah larut malam.Chaca enggak mau ibu sakit nanti."Saran Chaca.


"Iya nak.. Tapi kalau sudah selesai kamu istirahat ya.Besok kan ada acara di sekolah kamu."Kata Ibu Chaca dan Chacapun menganggukan kepala sebagai tanda setuju.


Malam sudah selarut ini,Chacapun masih belum bisa tidur.Akhirnya dia inisiatif mengerjakan orderan catering ibunya untuk besok.Dia memulai dari memotong sayur-sayurannya.Menggoreng ayam biar memudahkan tugas ibunya besok pagi.Tidak lama handphonenya berdering.


my honey calling.....


Melihat dilayar hpnya bertuliskan sayang Chaca semangat untuk menjawabnya.


"Hai... Kok belum tidur."Sapa kino via video call whatsup.


"Gak bisa tidur."Jawab Chaca.


"kamu kok belum tidur juga?Ini sudah malam?"Tambah Chaca.


"Sama!Gak bisa tidur juga."Jawabnya.


"Jangan lupa ya besok jam 7 malam dipakai Dressnya."Pesan Kino.


"Iya... Besok aku pakai" Jawab Chaca.


"Ya sudah,aku mau istirahat ya.Kamu jangan lupa istirahat.See you princess nice dream."Pamit Kino dan mengakhiri panggilannya.


"See you."Jawab Chaca dan merasa lega.


Mungkin dengan mendengar suara Kino dapat sedikit mengurangi rasa gelisahaan yang dialaminya.


Pagi hari Cindy membangunkan kakaknya yang tertidur pulas dimeja makan.


"Kak..kakak."Panggil Cindy sambil menepuk bahu Chaca.


Panggilan Cindy membuat kakaknya terbangun.


"Kakak tidur disini?"Tanya Cindy.


"Iya dek.Semalem kakak enggak bisa tidur.Kakak lihat ibu belum tidur juga,jadi kakak bantuin ibu menyiapkan catringannya.Tapi ini sudah sebagian tinggal ibu bumbuin saja."Jawab Chaca dan melihat jam dinding menunjukkan pukul 5.30.


"ibu ke Masjid ya dek."Tanya Chaca.Cindy pun menganggukan kepalanya.


"Kok.Kakak semalem tidak bangunin Cindy?,Cindyjuga ingin bantuin ibu dan kakak."Terang Cindy sedih.


"Iya maaf ya... Ya sudah kakak mau siap-siap dulu baru mandi."Kata Chaca.


"Iya kak "Jawab Cindy.


Sambil memasukan bekal ditasnya,ibu Chaca menghampirinya.


"Nak.Ini uang saku buat kamu ya"Kata ibu Chaca.


"Bu.uang saku Chaca buat ditabung ya.Ibu yang tabung."Kata Chaca lembut.


"Tadi malam Chaca sudah bantu ibu.Jadi ini upah Chaca"Kata ibunya.


"Ibu simpan ya.Nanti kalau Chaca ada keperluan mendadak Chaca bisa meminta ibu.Ya udah Chaca pamit ya bu. Assalamualaikum."Pamit Chaca nyium kening ibunya.


"waalaikum salam".


Terenyuh ibu Chaca melihat sikap anaknya yang memiliki ke pribadian yang sangat santun.


Menghargai keadaannya.

__ADS_1


"Maafin ibu ya nak.Ibu belum bisa membuat kamu dan adek kamu hidup senang.Tapi ibu sangat bersyukur kita diberi kecukupan." batin ibu Chaca.


__ADS_2