
Setelah Chaca dan Kendy bersih-bersih.Mereka menuruni anak tangga untuk makan malam bersama.Pak Bayu dan Mama Rita sudah ada di meja makan duluan.
"Wah.. Banyak makanan nih,"Kata Kendy sambil membukakan istrinya kursi untuk duduk.
"Iya,mamah kamu tadi bikin syukuran!"Jawab Pak Bayu sambil menyendok makanan.
"Syukuran apa mah?"Tanya Kendy.
"Bukan syukuran tepatnya hanya bikin nasi kotak terus di bagi-bagikan."Jelas Mama Rita.
"Mamah tadi masak banyak?Kok Chaca enggak dipanggil?Kan bisa bantuin"Kata Chaca.
"Kan kamu mabok,terus pingsan.Enggak apa-apa lagian dibantuin mbok Darmi."Jawab mama Rita sambil minum.
"Kamu pingsan sayang?"Tanya Kendy kaget yang menghadap ke Chaca dan Chacapun mengangguk.
"Kok kamu enggak hubungin aku?"Tanya Kendy lagi.Pak Bayu dan mama Ritapun mulai memperhatikan Kendy.
"Aku kan suami kamu!"Kata Kendy sedikit kesal.
"Iya mas.. Maaf tapi kan tadi mas yang bi..."
"Aku enggak suka ya kamu begitu kalau terjadi apa-apa dengan kamu bagaimana?"Kata Kendy dengan nada tinggi.
"Kendy..."Kata Pak Bayu.
Mendengar ucapan suaminya yang bernada tinggi itu entah kenapa membuat hati Chaca agak sedikit sakit.Bahkan dia juga belum selesai menjelaskan maksudnya tidak menghubungi suaminya.
"Mah,pah.. Maaf Chaca duluan."Kata Chaca yang pamit dari makan malamnya sambil mengeluarkan bulir-bulir matanya.
"Chaca... "Panggil mama Rita namun Chaca tak menghiraukannya.
Mata mama Ritapun mengarah keanaknya Kendy.
"Ken,kamu jangan begitu.Chaca itu sedang hamil dan perasaannya sangat sensitif."Kata mama Rita yang menasehati putranya.
"Chaca hamil mah?"Tanya Pak Bayu kaget.
"Iya pah... Sebentar lagi kita akan jadi kakek nenek.Tadi Chaca pingsan di cafe,Mayang nelfon mama.Mama yang jemput Chaca dan mengantarnya ke klinik.Mayang mau nelfon Kendy, tapi dilarang Chaca karena tadi Kendy bilang kalau ada meeting penting."Jelas mama Rita.
Mendengar penjelasan dari mamahnya Kendy beranjak berdiri dari meja.
"Mau kemana Ken?"Tanya Pak Bayu.
"Mau ke atas pah,mau minta maaf."Jawab Kendy.
"Bagus.Lain kali dengarkan penjelasan istri kamu dulu biar enggak salah paham!"Saran Pak Bayu.
"Ingat Ken,orang hamil itu sensintif!Banyakin rasa sabar kamu,"Tambah mama Rita.
Setelah mendengar saran dari kedua orangtuanya itu,Kendy mencoba mendatangi Chaca yang marah.
Ceklek
Pintu kamar dibukanya.Kendy melihati Chaca sedang berbaring memeluk gulingnya dan terdengar suara sesenggukkannya.Kendypun merasa bersalah sudah membuatnya menangis.
Kendypun menaiki ranjang dan merangkak kearah istrinya yang membelakanginya.
Lalu Kendy pun memegang bahunya,Chaca mengibaskan tangan Kendy.
__ADS_1
"Sayang aku minta maaf ya,"Kata Kendy yang ikut berbaring dibelakang punggung Chaca.Lalu tangannya mengalungkan dipinggang istrinya.
"Jangan diam begitu dong."
Butuh perjuangan untuk membujuk istrinya itu,
"Ya sudah Chaca maunya apa sekarang?"Tanya Kendy sambil mengusap-ngusap pinggangnya.
"Aku mau kerumah ibu."Jawab Chaca yang mengibaskan tangan suaminya dan mendudukan tubuhnya.
Kendy pun terkejut dan ikut duduk.
"Kok pulang kerumah ibu sih?Sayang aku minta maaf coba kita menyelesaikan masalah kita berdua tanpa melibatkan orang tua.Bisa enggak?"Kata Kendy.
"Ih.. Mas itu apa sih?Aku mau kerumah ibu,aku mau beli martabaknya mang ujang yang didepan gang dekat mang bengkel itu."Jelas Chaca dan Kendy hanya menggaruk-garuk kepalanya.
"Sekarang mas mau antar apa tidak?"Tanya Chaca.
"Aku ingin makan itu mas"Kata Chaca yang merengek-rengek kayak anak kecil.
"Iya.. Ayo,"Jawab Kendy sambil berjalan ke arah meja mengambil kunci mobilnya.'
...----------------...
Setelah membeli martabak telur dan martabak manis,Kendy menyalakan mulai menyalakan mobilnya.Dia melihat istrinya yang menutup mulut nya dengan telapak tangan kanannya.
"Kenapa sayang,?"Tanya Kendy yang menghadap ke istrinya.
"Mual mas,mau muntah!"Jelas Chaca.
"Ayo sudah muntah kan dulu."Kata Kendy yang membuka jendela Chaca.Chacapun menutup kembali pintunya.
"Kok ditutup?Katanya mau muntah?"Tanya Kendy.
Kendypun memaklumi istrinya itu,setelah 10 menit kemudian Kendy memarkirkan mobilnya diteras rumah ibu mertuanya.Mendengar ada suara mobil parkir Cindy membuka pintunya.
"Kakak..?"Kata Cindy yang menghampiri kakaknya diteras.
"Adek?Kangen sekali sama kamu?"Kata Chaca yang berjalan kearah Cindy dan memeluknya.
"Cindy juga kangen kakak,"Sambil melepas pelukann kakaknya dan menyalami punggung tangan kakak iparnya.
"Ini kakak bawakan martabak kesukaan kamu?"Kata Kendy.
Sambil menerima martabak,mereka bertiga masuk kedalam rumah dan menyalami punggung tangannya ibu nya yang sedang duduk di ruang tamu yang diikuti Kendy.
"Ibu,?"Kata Chaca yang memeluk ibunya.
"Anak ibu,"Sambil mengusap-ngusap kepala Chaca dan melepas pelukannya.
"Sehat bu?"Tanya Kendy dan duduk di samping Chaca.
"Alhamdulillah sehat nak,kalian bagaimana sekeluarga?"Tanya balik ibu Dewi.
"Alhamdulillah sehat semua bu,"Jawab Kendy.
Cindypun membawa martabak pemberian kakak nya ke ruang tamu.Ketika dia membuka martabak telur,seperti biasa perut Chaca terasa diaduk-aduk mual.Diapun menutup mulutnya dan berlari menuju wastafel dan diikuti ibu Dewi dan suaminya.Cindy yang melihatnya hanya bengong dan duduk mengunyah martabak telurnya.
"Hoek.. Hoek.. Hoek.."
__ADS_1
Chaca mengeluarkan semua isi perutnya.
"Astaga nak,kamu kenapa?"Tanya ibunya yang panik.
"Hoek.. Hoek.. Hoek.."
"Chaca hamil bu,"Sahut Kendy yang memijit tengkuk leher istrinya.
"Hamil nak?"Ibu Dewi kaget yang sambil mengankat kedua tangannya dan menutup bibirnya dengan raut wajah bahagia.
Setelah Chaca selesai membasuh mulutnya baru Chaca mengangguk lemas.
"Iya bu,Chaca hamil.Chaca enggak bisa mencium bau telur sepertinya mas."Kata Chaca.
"Ya sudah kamu istirahat di ruang belakang ya."Jelas ibu Dewi dan Kendy memapah istrinya berjalan.
Sampainya diruang belakang
Chaca duduk dikursi panjang yang terbuat dari bambu.Lalu ibunya mengambilkan bantal untuk sandaran dipunggungnya.
Wajah Chaca terlihat pucat badannya terasa lemas.Digenggamannya tak luput minyak kayu putih yang dari tadi dia oles-oleskan dihidung dan perutnya.
"Sabar ya nak,itu baru awal perjuangannya ibu hamil."Kata Ibu Dewi yang sambil memijit-mijit kepala anaknya.
"Ya udah diminum tehnya."Kata ibu Dewi.Dan Chaca mulai meminumnya.
"Jadi Cindy punya ponakan nih?"Kata Cindy tiba-tiba dan mau memeluk kakaknya namun Chaca menghindar.
"No.. No.. No.."Seru Chaca sambil menutup hidungnya.Melihat kakaknya yang menjauh Cindy jadi bingung.
"Dek,maaf jangan peluk!Adek bau martabak telur,kakak nanti muntah."Kata Chaca.
"Cindy,cuci tangan gosok gigi ganti baju!Kakak kamu sedang sensintif.Enggak mau nyium bau telur"Jelas bu Dewi.Cindypun mengangguk kan kepalanya.
Tak berapa lama suaminya datang.
"Mas,kok lama betul?Aku lapar sampai bunyi perut ku."Gerutu Chaca yang manja.
"Maaf sayang antri,ini udah siap mie gorengnya."Kata Kendy dan membuka bungkusan mie goreng.
Chacapun mengintip isi bungkusan mie gorengnya..
"Mas... Kok enggak ada sosisnya?Pentolan baksonya mana?"Gerutu Chaca.
"Pak leknya gak ada toping itu sayang.Adanya udang topingnya"Jelas Kendy.Ibu Dewi pun mulai ketawa.
"Bilang saja mas enggak mau belikan ya kan.Bilang saja mas masih marah kan sama Chaca."
"Hiks.. Hiks..."
"Loh.. Loh.. Kok gitu sih sayang."Kata Kendy sambil berlutut didepan istrinya.
Kendypun bingung harus mau ngapain.
"Chaca.. Di makan ya,kasian loh suami kamu."Kata ibu Dewi yang membujuknya.
"Enggak mau bu.Chacakan maunya ada toping sosis sama pentol bakso.Mas Kendy itu enggak ikhlas belikan Chaca.!"Kata Chaca sesenggukan.
"Enggak gitu sayang."Kata Kendy memelas.
__ADS_1
"Ya sudah sini nak Kendy mie gorengnya.Ayo ikut ibu,ibu tau penjualnya."Kata ibu Dewi dan beranjak berdiri diikuti Kendy.
"Chaca tunggu diaini ya"