
Semua tamu undangan sudah berkumpul.Wali murid,Staff dewan guru kepala sekolah serta donatur Pak Bayu Adiwijaya sekeluarga juga sudah berkumpul di tempat yang sudah disediakan.
"Heii..."Sapa Chaca dan duduk dengan ke 2 temannya Mayang dan Rika.
"Ya ampun Chaca hari ini kamu kebangetan deh Cantiknya"puji Mayang dan merangkulnya.
"Kalian juga Cantik sekali"puji Chaca terhadap temannya.
"By the way sama kak Kendy kah ?"tanya Mayang dan Chaca hanya mengulaskan senyumnya.
"Iya...."jawabnya.
Rangkaian demi rangkaian sudah dijalani.
Acara terakhirnya adalah pemakaian Toga dan pemberian sertifikat.Sertifikat tanda kelulusan.
Semua siswa kelas X11 satu per satu naik ke podium secara bergantian.Mereka satu persatu mendapatkan ucapan kelulusan serta menerima sertifikat.
"Panggilan yang terakhir ditujukan oleh Aliandra Kino Dwi Putra Adi Wijaya dimohon untuk keluarga alm.Aliandra Kino untuk memawakili pengambilan sertifikat."Ucap Mc.
Tap.. Tap..
Kendy Putra Pratama Adiwijaya berjalan menuju podium.Dia berjalan sambil membawa foto alm.Kino.
Kendy juga ingin Kino yang sudah berpulang disana bisa merasakan apa yang dirasakan oleh teman-teman nya saat ini.
Semua merasa terharu saat kepala sekolah mengalungkan dan menyerahkan sertifikat kepada Kendy wakil dari Kino.
Setelah menjadi perwakilan Kino,Kendy kembali duduk bersama Mama dan papanya.
"Marilah bapak/ibu tamu undangan kita mengankat tangan dan kita mendoakan teman kita anak kita yaitu alm.Aliandra Kino dengan alfatihah semoga Ananda husnul khotimah.Alfatihah......" Kata pak kepala sekolah.
Semua undangan pun khusuk dalam mendoakan alm.Kino.
Setelah selesai mendoakan alm.Kino acara terakhir adalah penutupan.
Kini Chaca naik ke atas panggung untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum berpisah.
"Assalamualaikum wr.wb.Alhamdulillah puji syukur acara hari ini berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun.Sebelumnya perkenalkan saya Chaca Chantika Bramantyo.Biasa di sapa dengan Chaca saya mewakili dari teman-teman kelas X11 mengucapkan banyak terimakasih atas bimbingannya bapak/ibu guru yang dengan sabar dan telaten dalam mendidik kami hampir kurang lebih 3 tahun.Suka duka kami lewati bersama dalam belajar di sekolah tercinta ini.Tidak lupa kami juga mengucapkan terimakasih kepada orangtua kami yang selalu mensport kami maafkan kami yang kadang masih seperti anak-anak kecil,suka rewel dan yang lainnya.Untuk adek-adek yang tercinta yang kusayangi jadilah kalian penerus generasi bangsa yang dapat mengharumkan sekolah ini.Akhir kata dari acara ini bukan salam perpisahan melainkan waktunya untuk berjuang.Dan izin kan saya membawakan lagu untuk seseorang yang pernah singgah.. selamat jalan."kata Chaca.
Suara pianopun dimulai..
*Pernah ada rasa Cinta antara kita
Kini tinggal kenangan
Ingin kulupakan semua tentang dirimu
Namun tak lagi kan seperti dirimu
Oh kekasihku...
Jauh kau pergi meninggalkan diriku
Disini aku merindukan dirimu
Ingin ku coba mencari penggantimu
Namun tak lagi kan seperti dirimu oh bintangku*...
__ADS_1
^^^Saat Chaca melantunkan lagu..^^^
Diputarlah slide mengenai foto-foto alm.Aliandra Kino berserta aktivitasnya di sekolah dari kelas satu hingga kelas akhirnya.
Tak berapa lama tepuk tangan dari undangan menghujani penampilannya.
"Cantik ya yang nyanyi"kata tamu undangan.
"Oh jadi yang ditayangin itu Kino ya. Jadi itu alm. pacarnya"tambah ibu-ibu tamu undangan.
"Aduh ibu-ibu kalo udah merapat"celetuk Mayang.
"Hussssst"kata Rika sambil menutup mulut mayang dengan jari telunjuknya.
Fano dan Kendy 2 sesok laki-laki yang mengagumi Chaca tanpak ternganga melihat Chaca yang menghayati lagu.
Selain jago dalam hal memasak Chaca juga jago dalam bernyanyi.
"Cantik.Cantik"batin Fano.
"Setelah ini aku tidak akan melepasmu"
batin Fano dengan mengepalkan tangannya.
Acaranya sudah selesai semua.
Semua tamu undangan sudah pulangan.
Tinggal beberapa panitia yang masih ngumpul di sekolah.
"Cha.. perform kamu bagus banget"kata Imey sambil makan nasi kotak acara.
"Iya tuh.. Enggak kaleng-kaleng deh,"tambah Devan sambil mengangkat kedua tangannya dan memberikan 2 jempol.
"Astaga!"kata Chaca kaget.
"Kenapa Cha?"tanya Rika.
"Aku lupa, ada Kendy dia belum makan"Kata nya sambil melihat sana sini mencari sosok Kendy.
"Bentar ya.. Aku cari dulu Kendy"kata Chaca dan berdiri dari kursi tempat dia duduk dan makan.
Chacapun mulai mencari Kendy.
Sekolah siang hari itu sudah sangat sepi hanya tinggal Chaca dan teman-teman panitia yang masih asyik ngobrol tentang acara perpisahan hari ini.
"Ihhh.. Kemana sih itu orang."Gumam Chaca yang berjalan di lorong lorong kelas sambil melihat kesana kemari mencari Kendy.
Langkah kaki Chaca semakin cepat mencari Kendy.Sampai menuju ketempat parkir,mobil Kendy masih terpakir rapih ditempatnya lantas kemana dia.
"Pak Gito maaf bapak lihat Kendy enggak ?"tanya Chaca kepada pak Gito security di sekolah Chaca yang kebetulan sedang duduk santai diatas motor.
"Oh.. Mas Kendy ada di warung sebrang sana mbk."tunjuk pak Gito dan Chaca melihat dari Jauh untuk memastikan.
"Oh .. Iya pak betul."kata Chaca dan keluar dari gerbang.
Sesaat sebelum Chaca mau menyebrang datang mobil warna hitam.Mobil sejuta umat itu berhenti tepat di depan Chaca.Chacapun kaget yang keluar dari mobil itu adalah Fano.
"Fano..?"kata Chaca kaget dan Fano menghampiri Chaca.
__ADS_1
"Chaca ikut aku sekarang"kata Fano yang menarik tangan Chaca dengan kuat.
"Enggak.Aku enggak mau lepasin aku!"kata Chaca memberontak.
"Udah ayok ikut aku"Kata Fano dan menarik paksa Chaca masuk kedalam mobil Fano.
"Pak Gito tolong... Kendy tolong"teriak Chaca.
Fanopun mendorong Chaca masuk kedalam mobil Fano.Secepat kilat Fano melajukan mobilnya.
"Mbak Chaca... woyyy.. penculik"teriak pak Gito.Sambil nyalakan motornya dan berusaha mengejar mobil hitam itu.
"Jalan pak."kata Kendy tiba-tiba sudah ada dibelakang pak Gito.
"Iya.. Mas Iya mas"jawab pak Gito dan melajukan motornya.
"Plat mobilnya 0491.Itu mobil Mas Fano mas tadi sepintas mbak Chaca teriak nama Mas Fano."kata pak Gito.
"Sialan Fano!Ayo pak.. kejar "perintahnya.
"Jangan sampai kita kehilangan jejak"seru Kendy.Dan pak Gito menarik gas motornya lebih kuat.
Sementara itu didalam mobil Fano.
"Fano lepasin aku.Aku mohon"Rengek Chaca sambil menangis.
"Shhhhht Diam!"Bentaknya sambil menyetir mobil.
"Apa salah aku sama kamu Fan!"tanya Chaca sesenggukan.
"Kamu nolak aku!Itu salah kamu.Dan kamu lebih memilih Kino saingan aku.Kino sudah mati sekarang kamu malah deketin Kendy!"jelas Fano.
"A.A...."kata Chaca terbata-bata.
"Apa!!!"bentak Fano dengan sorotan mata tajam.
"Kamu itu jahat ternyata Fano.Kamu membungkus kejatan kamu dengan kebaikan mu sama aku selama ini."
"Jahat kamu Fano"bentak Chaca ke Fano.
"Chaca diam!"
plakkkkkk
Reflekk Chaca ditampar Fano.
Sambil memegangi pipinya Chaca menangis sesenggukan.
"Chaca.. sayang maafin aku.Maafin"ucap Fano dengan tangan kiri membelai pipi Chaca yang tergambar bekas tangannya.
"Kamu itu gila.Physocopat"kata Chaca dan mengibaskan tangan Fano.
"Turun aku dari sini kalau enggak aku akan melompat."ancam Chaca sambil mau buka pintu mobil.
"Cha..."kata Fano pendek.
"Turunin aku Fank!"bentak Chaca.
"Ok.. Ok..."kata Fano sambil menepuk bahu Chaca dengan keras dan akhirnya Chaca pingsan.
__ADS_1
"Maafin aku sayang... Aku kasar."sesal Fano sambil mengelus pipi Chaca yang bekas tamparannya.
"Aku gila... Aku gila karena kamu"kata Fano tiba-tiba dan tertawa ngekeh.