Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 58 Rumah sakit seger waras


__ADS_3

Sementara itu,


Fano terlihat memberontak di kamarnya.Dia berusaha melepaskan kedua genggaman tanhannya yang dipegang oleh 4 perawat laki-laki.Dua laki-lakinya mencekal kaki Fano.


Dan seorang dokter perempuan sedang mengambil obat yang akan disuntikkan ke infus Fano.


Pak Herman hanya bisa berdiri melipatkan kedua tangannya didada.


"Fano enggak gila paman.Paman lepaskan Fano.Paman..."Teriak Fano yang memberontak.


"Fano.Paman hanya ingin kamu menjadi anak yang lebih baik lagi."Jawab pak Herman.


"Tapi Fano enggak mau disini paman!Ha... Ha.. Ha.."Teriak Fano sambil tertawa ngekeh.


"Astaga Fano!Kenapa hidup mu jadi seperti ini."Kata pak Herman sembari menundukan kepalanya dan bersedih.


Pak Herman pun mengangkat kepalanya sejenak setelah rengekan suara Fano tidak terdengar lagi.


Pak Herman melihati Fano yang sudah mulai terbaring di ranjangnya.


"Dok,kenapa dengan keponakan saya?"Tanya pak Herman pamit.


"Iya pak Herman,tadi saya memberikan obat penenang Fano lewat infus."Jawab Dokter Bella.


"Kira-kira berapa lama ya dok Fano dirawat?"Tanya pak Herman


"Kita lihat perkembangannya dulu ya pak Herman dalam beberapa minggu ini.Karena saya tidak bisa memastikannya."Jelas dokter Bella.


"Baiklah dokter Bella,kalau begitu saya pamit dulu.Tolong berikan pengobatan yang terbaik buat Fano."Pesan pak Herman.


"Iya pak Herman!Kami akan memberikan yang terbaik buat Fano dan buat pasien-pasien yang lainnya."Dokter Bella yang menjelaskan dan pak Herman pun mengangguk.


Setelah dari rumah sakit seger waras,


Pak Herman melajukan mobilnya kerumah sakit dimana Chaca dan Kendy dirawat.


Chaca sudah melewati masa-masa kritisnya diapun sudah dipindah keruangan rawat inap.Hanya saja dia masih belum siuman.


Sementara Kendy sudah diperbolehkan dokter untuk pulang.


Kendy yang berada di ruangan Chaca sambil menggendong baby A,dia duduk di tepian brankar.


"Sayang.. Bangunlah,lihatlah mas menggendong baby A.Dia cantik sekali.."Kata Kendy dan menidurkan baby A di ranjang samping ibunya.


"Oek.. Oek.. Oek.."Tangis baby A kemudian yang melihat tangan mamanya bergerak.


"Cup.. Cup.. Cup.."Kendy yang menenangkan baby A pun tidak mengetahui kalau Chaca sudah melihatkan tanda-tanda siuman dari kritisnya.


Baby A pun terus menangis,mungkin dia sedang memberitahu kabar bahagia bahwa mamanya sudah sadar dari kritisnya.Firasat bayi yang tak pernah bisa ditebak,

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian datanglah ibu Dewi.


"Kenapa nak Kendy?Kok baby A menangis terus?"Tanya ibu Dewi yang mencoba menggendong nya.


"Oek.. Oek.. Oek.."Tangis baby A tambah kejer nyaring.


"Enggak tau bu.. Lapar kali ya?"


Disaat baby A menangis dengan nyaring disitulah Chaca mulai mengerjapkan matanya pelan-pelan.


"Mas.. "Kata Chaca lirih.


Dan Kendypun menoleh ke arah Istrinya.


"Sayang..??"Kata Kendy yang terkejut melihat istrinya sudah siuman.


"Chaca nak?Alhamdulillah..."Ibu Dewi yang menggendong baby A pun juga terkejut.


Chacapun tersenyum melihat orang-orang yang disayanginya.


Chacapun mencoba mendudukan tubuhnya dan dibantu Kendy menyandarkan di kepala ranjang.


"Sayang.. Anak kita sikembar.Si kakak baby A."Kata Kendy ke istrinya.


Ibu Dewi pun menyerahkan baby A ke Chaca.Tangis baby A terhenti ketika dia di dalam dekapan mamanya.


"Dia kangen sama kamu mamahnya.. "Tambah bu Dewi.


"Iya bu,"Jawab Kendy dan ibu Dewi pun beranjak keluar dari pintu.


Kendy pun kembali duduk ditepian ranjang,sambil melihati putrinya yang sedang diam dipelukan mamanya.


"Hmmmmmmmmmt"Kendy yang meraih tengkuk Chaca dan mengecup bibir istrinya.


"Mas!!"Pekik Chaca pelan.


Suaminya itupun hanya bisa tersenyum setelah berhasil meraup bibir istrinya.


Ketika ibu Dewi berjalan di lorong-lorong rumah sakit,dia ber papasan dengan pak Herman.


"Dewi!"Panggil pak Herman.


"Mas Herman,"Jawab bu Dewi sambil menunduk.


"Mau kemana?"Tanya pak Herman.


"Mau memanggil mbak Rita di ruang bayi mas.Karena Chaca sudah siuman"Jawab ibu Dewi.


"Alhamdulillah syukurlah."Kata pak Herman.

__ADS_1


"Permisi ya mas,"Kata ibu Dewi yang beranjak pergi,namun lengannnya dicekal oleh pak Herman.


"Ada apa mas?"Tanya ibu Dewi.


Kemudian pak Hermanpun menggenggam tangan ibu Dewi.


"Kamu bukanlah anak kecil lagi Dewi.Kamu tau kan apa maksud aku menggenggam tanganmu?"Tanya pak Herman sambil menatap ibu Dewi dan ibu Dewipun mengibaskan tangan pak Herman.


"Maaf mas!Saya sudah bercucu dan memiliki anak yang masih gadis.Saya sudah tertarik dalam mengikat komitmen berumah tangga."Jelas ibu Dewi.


"Saya tidak perduli dengan statusmu Dewi.Saya hanya i...."


"Ibu!"Panggil Kendy dan menghampiri ibu mertuanya itu.


"Ibu.Chaca sudah menunggu ibu dan mamah loh.Ayo kita jemput baby B."Kata Kendy.


"I-Iya nak..."Jawab ibu Dewi dan beranjak menuju ke ruang bayi meninggalkan pak Herman dan Kendy.


"H.mmm jadi itu alasan om Herman belum menikah hingga saat ini?"Tanya Kendy dan om Hermanpunn tersenyum.


"Kalau saja tidak ada ayahnya Chaca,mungkin saja saya sudah menikah dengan dia."Ucap pak Herman.


"Kalau ayahnya Chaca tidak menikah dengan ibu Dewi,mungkin saya tidak akan sebahagia. ini."Balas Kendy dan beranjak pergi dari hadapan pak Herman.


Ibu Dewi yang berjalan disamping Kendypun hanya bisa tersenyum malu-malu.


"Kenapa ibu enggak menerima om Herman?"Tanya Kendy dan ibu Dewi menghentikan langkahnya.


"Buat apa nak?Kalau sekarang ibu lebih bahagia?Biarkanlah masa lalu itu berlalu,ibu hanya ingin melihat Chaca dan Cindy bahagia saja itu lebih dari cukup!"Jelas bu Dewi.


Mendengar jawaban dari ibu mertuanya membuat Kendy terdiam.Mungkin ibu mertuanya lebih memprioritaskan kehidupan anak-anaknya.


"Nak,jangan beri tahu Chaca ya."Pesan ibu Dewi.


"Ibu hanya ingin Chaca fokus menjalani kehidupannya yang bahagia ini."


"Iya bu."Jawab Kendy.


Setelah dari ruangan Baby B.


Kini Kendy,mama Rita dan ibu Dewi kembali menuju ke ruang rawat inap Chaca.


Kendypun mengambil baby A yang tertidur lelap di pelukan Chaca.Dan memindahkannya di ruang bayi.Tinggal baby B yang belum bertemu dengan mamanya.


"Anak mama..."Kata Chaca sambil menggendong baby B.


"Mama senang sekali nak,kamu sudah siuman."Ucap mama Rita sambil mengusap kepala Chaca.


"Alhamdulillah mah,Chaca senang sekali bisa melihat sikembar"Ucap Chaca sambil menciumi baby B.

__ADS_1


Tak berselang lama saat dalam gendongan mamanya baby B menangis.Dengan sigap dan telatennya Chaca langsung memberikan baby B air asinya.


Ini kali ke dua Chaca menyusui baby B setelah sebelumnya Chaca menyusui baby A hingga puas dan tertidur lelap dipangkuannya.


__ADS_2