Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 17 Datangnya Cindy membuat salting


__ADS_3

"Please dech... Cindy masih dibawah umur"katanya sambil menutup matanya dengan kedua tangannya.


"Bu.Bukan seperti yang kamu pikirkan dek"Kata Chaca yang gugup sambil mendekat ke arah Cindy.


"Ehm.. Ehm.. itu.. itu. Coba lihat tangan kakak ini kena pisau tadi.Ja.. jadi"jelas Chaca yang terbata-bata sambil melirik ke Kendy.Kendy hanya senyum saja melihat Chaca yang mulai menjelaskan ke Cindy.


"Terus apa hubungannya tangan dengan mulut.Ihhh... Kakak," kata Cindy manja dan membalikkan badannya lalu melangkahkan kakinya keluar.


"Dek..... "panggil Chaca namun Cindy tetap pergi menjauh.Dilihat nya Cindy pergi,lalu Chaca membalikkan badannya dan melihat Kendy yang pura-pura buang muka.Dan Chacapun menghampiri Kendy dengan raut wajah kesel.


"Ihhhhhhhhhhhh"kata Chaca yang menyubit pinggang Kendy.


"Aduhhhhhh Cha..... Sakit"kata Kendy dan melihat Chaca duduk sambil menyilangkan tangannya dengan raut wajah kesal.


"Kamu cantik ya kalau lagi marah"goda Kendy dan Chaca tambah gemas dan menyubit pinggang Kendy lagi kenceng.


"Auuuuhhhh... "sakit Cha.


"Biarin."pekik Chaca dan melihat Kendy tertawa ngekeh.


"Bahagia sekali ketawa seperti itu"Kata Chaca dan berdiri sambil membawa bakul sayurnya ke wastafel dengan raut wajah kesal.


Tap.. Tap.. Tap..


Terdengar suara langkah kaki yang menuju ke arahnya.Namun Chaca tak menghiraukannya di berpikir itu pasti Kendy.Lalu pundak Chaca ada yang menepuk pelan.


"Sudah lah Kendy aku lagi masak ini.Nanti gak selesai-selesai gak pulang-pulang pula juga kamu dari sini."kata Chaca yang sibuk membersihkan sayur.


puk...puk..puk


"Ihhhh... Kendy,"Dan Chaca membalikkan badannya dengan wajahnya yang terkejut melihat siapa yang sudah menepuk pundaknya.


deg..


"Tante,?😊"kata Chaca salting.Dan mengelap tangannya yang basah dengan lap kemudian mencium tangan mamanya Kendy.


"Sedang masak apa??"sapa mama Kendy yang lembut.


"Hmmmm??"


Belum sempat Chaca menjawabnya tiba-tiba Kendy datang dan mencium pipi mamanya.


"Mamah.... Kok tau Kendy disini."tanya Kendy.


"Ya taulah.. Pokoknya kalau jam nya makan kamu pasti ada disini.Ternyata ada yang masakkin kamu ya..."goda mama Kendy dan melirik Chaca yang tersipu malu.


"Oh... Gak papakan mah kalau Kendy makan disini."tanya Kendy.


"Enggaak apa-apa berati kan ada yang ngurusin kamu sudah."jawab mama Kendy.


Deg...


"kenapa mama Kendy ngomong begitu?Apa mungkin dia marah karena Kendy tidak pulang-pulang di saat jam makan" batin Chaca.

__ADS_1


Mama Kendy yang melihat Chaca yang bengong sedang merangkul Chaca pun berkata.


"Masak yang enak ya.. Tante juga lapar" tambah mama Kendy dan Chacapun tersenyum.


Akhirnya Chaca pun mulai memasak.Setelah banyak drama yang dilaluinya tadi.


Chaca semakin semangat memasak nya karena di meja makan sudah berkumpul ibu nya adiknya, Kendy beserta mamanya.


"Taraa......."


"Wauuuu... Bubur mando.Enak nih sepertinya"Kata mama Kendy dan senyum tersipu.


"Makasih tante,sebentar ya.. Chaca menyiapkan dulu."


Dengan kepiawaiannya dan hobinnya memasak,Chaca mengambilkan bubur Manado itu ke mangkuk.


"Untuk tante,"sambil menyodorkan semangkuk bubur ke mama Kendy.


"Untuk Ibu"


"Untuk Cindy"


"Dan untuk Kendy"Sambil menaruh mangkok dan chaca sambil melirik Kendy.Kendypun membalas lirikan matanya Chaca dengan menggengam tangan Chaca.


Tingkah mereka berdua yang saling curi-curi pandang itupun diperhatikan oleh Rita mama Kendy.Ritapun senyum dan menyenggol lengan Dewi ibu Chaca.Dewipun senyum melihat anaknya bisa memulai membuka hati.


Mama Rita yang melihat kepiawaiannya Chaca dalam melayani orang tua sampai mengolah masakan sudah fix sekali Chaca adalah istri yang cocok untuk Kendy.


Ingin sekali Mama Rita cepat-cepat melamar Chaca untuk Kendy.Hanya saja Kendy masih melarangnya.Kendy takut Chaca merasa tidak nyaman dan terpaksa.Apalagi mengingat kepergian Kino beberapa bulan yang lalu masih memberikan luka yang sangat tajam dihatinya.


"Disini sudah ada yang masakin."tambah mama Rita sambil nyenggol lengan ibu Dewi.


"Masakannya enak"tambah mama Rita dan Chaca mengulas senyumnya.


"Alhamdulillah kalau tante suka"jawab Chaca yang tersipu malu.


"Jadi tidak khawatir nanti kalau Kendy ke amerika sudah ada yang ngurusin "tambah mama Rita dan melirik Kendy dan Chaca.


Kendy dan Chaca hanya tersipu malu.


Sore hari yang melelahkan untuk Chaca,setelah bersih-bersih warung Chaca membersih kan badannya.


Dengan rambut yang basah yang dibungkusnya dengan handuk, lalu dia duduk di meja riasnya.Sejenak dia mulai mencerna apa yang diomongin oleh mama Rita.Sambil menyandarkan punggungnya disandaran kursi dia mulai ber gumam dan senyum-senyum.


Tidak lama kemudian Ibu Dewi masuk ke kamar Chaca.


klek


Dan Chaca menoleh ke arah pintu.


"Ibu....."kata Chaca dan masuk ke kamarnya dan duduk di pinggiran ranjang yang jaraknya tidak jauh dari meja riasnya Chaca.


Ibu Dewipun tersenyum melihat Chaca.

__ADS_1


"Sudah Cantik anak ibu"puji ibu Dewi sambil mengelus pipi Chaca dengan lembut.


"Ibu bisa saja"jawab Chaca tersenyum.


"Bu... Boleh Chaca tanya sesuatu?"tanya Chaca.


"Apa nak?"jawab ibu Chaca.


"Ibu jangan marah ya?,Chaca merasa ibu dan mama Rita serta Kendy sekongkol"kata Chaca.


"Sekongkol gimana nak?"tanya ibu Dewi kaget.


"Mau jodohin Chaca dengan Kendy"jawab Chaca dan menatap wajah ibu Dewi.Ibu Dewi pun mengusap ngusap bahu anak gadisnya itu.


"Maafin ibu ya nak... Kalau kamu tidak berkenan,ibu hanya ingin kamu memiliki seorang pendamping yang tepat.Yang mampu mendampingi kamu yang mau menerima kamu apa adanya sayang sama kamu.Ibu hanya ingin kamu bahagia.Sudah cukup dari kecil kamu dan Cindy membantu ibu bahkan ibu sangat bangga saat kamu dan Cindy lulus sekolah dengan nilai yang bagus.Semoga umur ibu panjang agar bisa melihat kamu dan Kendy menikah"kata ibu Dewi yang mulai berkaca-kaca dan Chaca mulai memeluk ibunya.


"Percayalah nak,Kendy itu orang yang tepat untuk kamu"jelas Ibu Dewi dan Chaca hanya bisa diam dan melepas pelukannya.


Diam Chaca hanya bisa diam ketika ibunya memberikan penjelasannya.Diia untuk saat ini tak ingin menolak kemamauan sang ibu.Apalagi banyak sekali perjuangan-perjuangan yang telah dilakukan untuk dia dan Cindy ini.Tapi hatinya masih untuk Kino.


Sebenarnya dia masih belum bisa untuk move on dari Kino ya walau dia tau kalau Kino tak kan kembali lagi di dunia ini seperti yang diucapkan oleh Fano beberapa bulan yang lalu.


"Kenapa Cha,kok diam?"tanya ibunya.


"Enggak apa-apa kok bu."jawab nya sambil mengulas senyum.


Tidak berselang lama datang Cindy sang adek yang juga ikut nimbrung di kamar Chaca.Cindy duduk disamping ibunya sambil memeluk guling Chaca.


"Bu.. "kata Cindy.


"Hemb" jawab ibu Dewi.


"Tau enggak... tadi di dapur ada kejadian aneh"kata Cindy yang bola matanya melirik ke arah Chaca.


"Aneh?,aneh kenapa?"


"I.Itu....."jawab Cindy yang terpotong karena mulutnya sudah di tutup ddngan tangan kanan Chaca.


"Enggak ada apa-apa kok bu"jawab Chaca gugup sambil menutup mulut Cindy.


"Ihhhhh...."berontak Cindy dan mengibaskan tangan Chaca.


"Aduhhhh.... Kalian berdua ini."seru ibu Dewi dan beranjak pergi dari kamar Chaca.


"Ih.. Awas ya Dek.. kalau kamu ngomong yang enggak-enggak sama ibu"kata Chaca sembari pura-pura mengancam Cindy.


"Kan kakak sudah bilang,kakak enggak ada ciuman sama Kendy"


"Cindy gak ngadu soal Ciuman kakak sama kak Kendy ya.Cindy mau bilang kalau tangan kakak terluka."jelas Cindy.


"Makanya kak kalau Cinta bilang saja jangan jaim."Ledek Cindy sambil menjulurkan lidahnya.


"Ihhhh nyebelin"pekik Chaca dan melempar Cindy dengan guling seketika Cindy lari dan pergi sambil membanting pintu.k

__ADS_1


brakkkkk


"Astagfirullah" kata Chaca kaget.


__ADS_2