
Hari ini Chaca disibukkan dengan orderan 500 box kotak nasi.Dia bersama teman-temannya sedang berjibaku di dapur.
Ibu Dewi dan Cindy pun juga ikut turun tangan membantu.
"Wah.. Alhamdulillah sedikit lagi selesai."Kata Mayang sambil menyusun lauk pauknya ke dalam kotak nasi.
"Semoga kedepannya laris manis ya Cha usahanya."Tambah Rika.
"Aamiin."Jawab Chaca.
"Terimakasih ya guys!Atas bantuannya."Kata Chaca terharu.
3 Bulan kemudian,
Semenjak keputusannya membatalkan kuliahnya di LN bersama Kendy dan berusaha menerima perjodohan dan lamaran Kendy,usaha catering Chaca mulai berkembang semakin pesat.
Kini dia juga memiliki beberapa anggota karyawan. Dan membuka outlet bakery and coffe yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Sedangkan Kendy kini jabatannya juga sudah naik menjadi manager accounting.Bertolak belakang dengan ilmu yang dia dapat semasa kuliah yang dulu mengambil jurusan dokter umum.
Dikediaman Chaca,
Sudah nampak Kendy berserta kedua orang tuanya yang duduk di sofa.
Nampak ibu Dewi juga sedang menemani mengobrol,
Beberapa menit kemudian datanglah Chaca.
Malam ini dia begitu cantik sekali,Kendy pun dibuatnya terdiam ternganga dengan kedatangan Chaca.
"Mah.. Pah.."Kata Chaca sambil mencium kedua tangan calon mertuanya itu.
Kemudian Chaca duduk disamping Kendy,
"Cantik."Puji Kendy berbisik dan membuat Chaca tersipu malu.
"Nah,sudah kumpul semua!"Kata pak Bayu yang membuka pembicaraan dengan wajah serius.
"Chaca.. Bagaimana dengan bisnis catering kamu nak.?"Tanya pak Bayu.
"Alhamdulillah,pah.. Sampai saat ini tidak ada kendala."Jawab Chaca.
"So.. Kendy,bagaimana ada kendala dengan pekerjaan kamu setelah naik menjadi manager?"Tanya pak Bayu.
"Enggak ada pah sejaug ini."Terang Kendy.
"Baiklah anak-anakku semua.Papa sudah lega melihat hasil kerja keras kalian."Kata pak Bayu sambil senyum.
"Minggu depan papa sudah mengizinkan kalian untuk menikah!"
__ADS_1
"Apa?"Kata Kendy dan Chaca terkejut.Dan Chaca menyenggol tangan Kendy untuk memastikan ucapan papanya itu.
"Menikah pah.?"Ulang Kendy.
"Iya Kendy,bukan nya ini yang selama ini kamu inginkan."Jawab pak Bayu seketika Kendy mengulas senyumnya.
"Bu..."Kata Chaca terpotong.
"Semua sudah dipersiapkan nak.Mamah Rita. sudah mengurus semua dari legalitad surat-suratnya sampai ke acara hari H nanti."Jelas Ibu Dewi.
"Kendy dan Chaca nanti tinggal duduk di pelaminan aja."Tambah Mama Rita.
Betapa bahagianya Kendy,sang papa sudah memberi izin untuk menikahi Chaca pujaan hatinya.
"Akad nya hari sabtu siang dirumah papah dan mamah.Habis itu acara resepsinya."Kata mama Rita yang semangat sekali.
"Pokoknya kalian sudah terima beres.Hehehe.."Tambah pak Bayu.
Terkejut ya.. Dengar pernyataan dari keluarga Kendy, kalau mereka akan melangsungkan pernikahan.
"Pokoknya jangan tunda-tunda ya kalian."Kata Mama Rita.
"Tunda apanya ma?"Tanya Kendy sambil mengernyitkan ujung alisnya.
"Cucu lah..."Jawab pak Bayu dan semua tertawa ngakak.
"Ow tenang pah.Enggak tanggung-tanggung nanti Kendy bikinkan 2 atau 3 cucu biar rame rumah kita pah.Ya kan Cha..."Goda Kendy dan melirik Chaca yang tersipu malu.
"Mbak, sabar ya.Kino sudah bahagia dan tenang disana."Ucap Ibu Dewi yang menguatkan Mama Rita.
"Iya dek,seharusnya saya enggak boleh sedih seperti ini."Kata mama Rita.
...****************...
Pingitan,
Pingitan adalah tradisi adat Jawa dimana proses pernikahan pengantin wanita dilarang bertemu dengan pengantin pria dalam waktu yang ditentukan.
Kediaman Kendy,
Di Sore hari,Kendy sudah nampak fresh turun dari anakkan tangga rumahnya.Dia berjalan menghampirin mamahnya yang sedang sibuk dengan beberapa orang Wo.
"Wangi sekali kamu Ken,mau kemana sudah ganteng rapi begini.?"Tanya mama Rita kepada Kendy yang duduk disampingnya.
"Mau kerumah Chaca mah!"
"Apa?"Mama Rita kaget dan menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kelakuan anak satu-satunya itu.
"Ih.. Mama jitak kepala kamu ya."Ucap mama Rita yang gemas jitak kepala Kendy.Kendypun meronta-ronta kesakitan.
__ADS_1
"Mamah..."Kata Kendy yang manja.
"Chaca itu sedang di pingit Kendy,jadi kalian enggak boleh ketemu sampai hari H nanti paham.?"Kata mama Rita yang kesal.
"Aduh mah.. Kendy enggak tahan.Kendy kangen betul sama dia."Rengek Kendy yang tidak tau malu sama mamahnya dan orang-orang wo pun tertawa ngekeh.
Rengekkan Kendy seperti rengekkan nya anak kecil yang ingin minta mainan.
"Kendy mau whatsup tapi dia malah dari kemarin enggak mau angkat telfonnya,di chatpun cuman di read saja.Kan itu membuat Kendy penasaran mah."
"Iya memang mamah yang nyuruh.Puasa dulu lah sabar.Kurang beberapa hari saja loh."Kata Mama Rita yang ketus serta melihat Kendy merengut.
Mama Rita sendiri geleng-gelengkan kepala dengan kelakuan anaknya itu.Hingga melihat Kendy menaiki anak tangga rumahnya masih terus-terusan menggelengkan kepalanya.
"Manja sekali ya putra ibu Rita."Kata salah satu orang Wo dan membuyarkan pandangan mama Rita ke anaknya yang pergi menuju kamarnya.
"Iya mas,dulu enggak seperti itu manjanya.Entah kenapa?Mungkin sedang moodyan bucin sama calonnya."Jawab Mama Rita.
"Wajar sih bu.Di hari bahagianya.Apalagi calonnya cantik begini."Tambah nya sambil melihat foto Chaca di kartu undangan.
"Iya mas.. Gadis itu cantik.Anak yatim kepribadiannya sangat di sukai oleh banyak orang.Salah satunya saya."Ucap Mama Rita.
"Beruntung sekali gadis itu."Kata orang Wo.
"Iya.. Mas.Dulu anak saya dua.Kendy anak pertama dan Kino anak ke dua.Gadis ini dulu calon tunanangan Kino,karena musibah kecelakaan Kino meninggal."Jelas mama Rita sedih.
"Sabar ya bu."Kata orang wo itu menguatkan mama Rita.
"Iya mas.. Makanya cepet-cepet saya jodohkan mereka dan berhasil."Kata mama Rita yang nampak bahagia.
Mama Rita sendiri juga enggak menyangka kalau perjodohan Chaca dan anaknya bisa berhasil.
Dikamarnya,Kendy terlihat jenuh dengan keadaannya.Sambil merebahkan badannya diranjang di menscroll-scroll handphonenya.Dan dia baru ingat sesuatu dan mendudukkan dirinya ke ranjang,lalu melihat kotak warna merah kecil tempat perhiasan.
Dibukalah kotak itu dan ibu jarinya mengusap-ngusap cincin itu.
"Maaf ya Cha,cincinnya aku ambil."Gumam Kendy.
"Taruh dimana ya?."Kata Kendy sambil berfikir.
Dengan asal-asalan akhirnya Kendy menyimpan kotak cincin itu dilaci.
Dilaci tempat peralatan make up yang baru dia beli untuk Chaca nantinya.
Kendypun kembali merebahkan badannya di ranjang.Sambil scroll-scroll handphonenya lagi.
"Huft membosankan sekali."Kata Kendy sambil melempar ponselnya diranjang.
"Chaca.. Aku kangen."Kata Kendy sambil meraih guling dan di peluknya.
__ADS_1
"Satu minggu tidak melihat mu berasa seribu tahun."Gumam Kendy.
"Awas ya ku habisin kamu nanti diranjang ini.Aishh kamu membuatku meronta-ronta."Tambahnya.