Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 16 Obrolan Mama Kendy dan Ibu Chaca


__ADS_3

Mama Kendy dan Ibu Chaca memang sedang mengobrolkan Chaca dan Kendy.Bahkan kedua ibu-ibu itu memang sengaja menjodohkan anak-anak mereka.Karena memang dari keluarga Kendy yang tidak ingin memutuskan tali persahabatan ayah mereka.


"Pokoknya dek.. nanti setelah mereka lulus kuliah mereka harus menikah"ujar Mama Kendy.


"Tapi bagaimana dengan Chaca mbk?"tanya Ibu Chaca.


"Mbak tau sendiri sampai saat ini Chaca masih belum bisa buka hatinya"ucap Ibu Chaca.


"Itu gampang dek!Yang penting kan si Kendy tuh sudah ada benih-benih Cintanya,nanti tinggal dipepet saja Chaca pasti mau.Lawong Kendy dan Kino itu kan 11-12😉"jawab mama Kendy ceplal-ceplos.


"Semoga mereka berjodoh mbk"kata Ibu Chaca.


"Iya Amiin... Udah tenang saja ya"Kata Mama Kendy yang menenangkan sambil mengusap punggung sahabatnya itu.Dan ibu Chaca senyum tipis.


Beberapa bulan kemudian,,


Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan.


Chaca.Semua anak-anak kelas X11 sudah nampak ngumpul di di papan pengumuman.Nampak dari mereka yang sangat bahagia yang setelah melihat pengumuman kelulusan itu..


"Alhamdulillah...."seru anak-anak itu.


"Ye... Ye... Ye..."seru nya lagi.


"Alhamdulillah Chaca kita lulus"kata Mayang.


"Semua siswa juga lulus"


"Ye......"Mayang Rika dan Chacapun berpelukan.


"Hy girls.. Selamat ya"kata Devan.


"Kita semua tidak ada yang tertinggal dan lulus semua"tambah Ryan.


"Selamat juga ya buat kalian semua"kata Chaca sambil toss.


"Iya nih.. Btw kita bikin acara apa ya?"tanya Rika.


"Bagaimana kita kalau coret-coret?"seru Mayang.


"Enggak-enggak.Enggak setuju kalau kita bikin acara seperti itu."tolak Chaca.


"Bagaimana kalau kita buka donasi untuk pengumpulan baju sepatu dan lain-lain.Kan bisa kita sumbangin untuk mereka yang membutuhkan"kata Chaca.


"Wahh.. Ide bagus itu Cha,setuju"jawab Devan.


"Good idea.Aku ikut!"tambah seru Ryan.


"Kita berdua juga ikut"tambah Mayang sambil merangkul Rika dan senyum.


"Ok.Fixs ya.. Nanti kita open donasi untuk pengumpulan barang-barangnya"Seru Chaca.


"Setuju...."jawab teman-teman Chaca serentak.


Obrolan mereka tampaknya dari kejauhan sudah dipantau oleh Fano.


Ya... Fano yang beberapa bulan lalu sempat membuat Chaca kecewa.Semenjak kejadian itu Fano tak pernah lagi menampakkan wajahnya di depan Chaca.


Kadang kalaupun mereka berpas-pasan Chaca hanya menundukkan kepalanya dan pura-pura tidak tau.


krekkkkk


Fano yang meremas botol air mineral itu tampak marah.

__ADS_1


"Awas kamu Cha!"kata Fano.


"Aku Cinta sama kamu.6 tahun aku menunggu kamu"


"Aku sakit Cha..... Sakit kamu campakan aku"Gumam Fano.


Aghhhhhh.... Teriak Fano.


Kendypun sudah standby di area parkir.Dia duduk di kursi punya pak sekuriti yang dia pinjam,sambil memainkan handphonenya


Tidak lama kemudian Chaca datang menghampirinya,,


"Ken...."sapa Chaca lembut yang menghampirinya. Kendy yang melihat Chacapun langsung berdiri


"Sudah selesai kah.Yuk pulang... Jangan lama-lama panas"kata Kendy ketus sambil mengibaskan kaos oblongnya dengan tanganya.


"Hemb..."jawab Chaca kecut.Kendy yang melihat raut muka Chaca berubah langsung menarik lengannya.


"Ayooookkkkk"kata Kendy.


"ihhh.... menyebalkan sekali"gerutu Chaca.


Langkah mereka berhenti karena berpas-pasan dengan Fano.Kendy pun langsung meraih pinggang Chaca.Tangan kanannya melingkar di pinggangnya.


deg...


Seraya kaget Chaca mencoba untuk melepaskan tangan Kendy.Namun Kendy malah mengeratkan tangannya dipinggang Chaca.Fano yang melihat mereka berdua pun langsung nampak mengepalkan tangannya.Dan menatap tajam mereka berdua.


Setelah Fano pergi.


"Ihhhh...... Apaan sih"kata Chaca dan mengibaskan tangan Kendy.


"Jangan marah-marah!"kata Kendy ketus.


"Biar kamu aman!"jawab Kendy sambil memakaikan Chaca helm.


"Aman apanya?Bilang saja curi-curi kesempatan dalam kesempitan"gerutu Chaca.


"Bilang saja kamu suka ya kan"tambah Kendy dan melirik Chaca senyum dengan wajah merah merona.


"Cepat Naik"titahnya dan Chaca mulai naik.


"Pegangan yang erat dong"Kata Kendy dan menarik tangan Chaca dan dilingkarkannya tangan Chaca di perutnya. Chacapun hanya bisa pasrah.Lalu Kendy melajukan motor sportnya dengan kencang.


Fano yang diam-diam memperhatikan mereka pergi hanya bisa berdiri di balik gerbang dengan tangan mengepal.Entah ada apa dengan Fano,Fano yang dulu dianggap baik oleh Chaca dan sebagai penyelamat kini berubah 100 derajat.


"aaghhhhhhhhhhhh"teriak Fano sesaat sambil mengacak rambutnya.


"Awas kamu Cha.Aku akan membuat kamu bertekuk lutut memohon sama aku"Gumam Fano.


Kendy mengantar Chaca sampai depan rumah.


"Terimakasih"ucap Chaca sambil turun dari motornya lalu melepas helm.


"Sama-sama"jawab Kendy dan turun dari motor sambil memakirkan motornya.


"Loh.. Loh mau kemana?,"tanya Chaca penasaran dan melihat Kendy mau masuk warung ibu Chaca dan diikuti Chaca dari belakang.


"Ya.. mampir lah"Jawab Kendy berhenti dan membalikkan badannya menghadap Chaca.


"Tugas kamu sudah selesai Kendy.Aku sudah sampai dirumah.Sekarang boleh pulang"kata Chaca sambil mengedipkan ke dua bulu matanya dan sambil senyum manis.


"T.Tap...."kata Kendy yang keburu didorong oleh Chaca pelan.

__ADS_1


"Hust.. Hust... hehehe"Kata Chaca yang mengusir Kendy dengan halus.


"Cha.. Enggak boleh begitu"kata Ibu Chaca yang datang dengan tiba-tiba.Dari dalam warung.


"Nah tante,Kendy lapar Chaca malah mengusir Kendy"kata Kendy yang mengadu ke ibu Chaca sambil melirik Chaca.Spontan Chaca merasa sedikit jengkel dengan tingkah Kendy.


"Aduhhh.Pasti disuruh masak lagi"Batin Chaca sambil lihatin Kendy tertawa ngekeh.


"Ayo nak.. masuk"kata ibu Chaca dan menarik lengan Kendy dalam warung.Kendypun semakin tertawa dan menjulurkan lidahnya sengaja menggoda Chaca.


"Ibu Chaca ini anak ibu loh..."kata Chaca sambil menghentak-hentakkan kakinya.


"Nyebelin bangettt..."


"Chaca ayok masuk.Masakin Kendy lagi ya nak..."Panggil ibu Chaca.


Akhirnya Chacapun melangkahkan kakinya menuju dapur.Seperti biasa Kendy duduk manis di meja makan sambil memperhatikan langkah demi langkah Chaca yang mengeluarkan beberapa sayuran dari kulkas.


Chaca pun memakai clemek kesayangannya.


Dan menghampiri Kendy dengan membawa bakul yang berisi sayur-sayuran dan ayam atau ikan.Di taruhnya bakul itu didepan Kendy.


"Mau di masakin apa?,"tanya Chaca yang lembut sambil mengibaskan rambutnya yang tergurai panjang.


Kendy hanya diam dan menelan salivanya.


"Beautyfull"gumamnya.


"Apa??"tanya Chaca.


"Enggak!Masak ini saja ehm.. ehm.. Bubur Manado😊"jawab Kendy.


"Cocok dengan cuacanya yang rintik-rintik"tambah Kendy sambil mengulas senyumnya.


"Ya sudah.Tunggu sebentar ya... "


Setelah memilah-milah sayurannya.


Chaca kembali duduk di meja makan dan mulai memotong-motong sayurannya. Tanpa Chaca sadari sebenarnya dari tadi Kendy curi-curi pandangannya.


"Kenapa kok memperhatikan aku seperti itu"tanya Chaca sambil menatap wajah Kendy yang didepannya.Kendy hanya menggelengkan kepalanya dan senyum sambil menopang dagunya dengan tangan kananya.


"Ihhhh..."kata Chaca sewot.


"aaahhhhkkk hiksss...." Chaca yang menangis karena jari telunjuknya terluka karena pisau.


"Cha...."Kendy kaget berjalan ke arah Chaca dengan posisi berlutut menyamai Chaca yang duduk di kursi makan dan langsung menghisap darah yang keluar dari jari Chaca.Chacapun mencoba untuk melepas namun Kendy menarik jarinya.


"Tunggu! ini masih keluar darahnya"kata Kendy dan Chaca hanya bisa diam.


Entah kenapa cuaca dingin yang begitu mendung itu menurun kan hujan.Di tambah angin yang tiba-tiba datang dan mengkibaskan rambut Chaca menutup wajahnya yang tertunduk sambil melihat jarinya yang terluka.


Kendy yang dengan lembut menyibakkan rambut Chaca dan menyelipkan di telinga.


deg...


Disitulah paras kecantikan Chaca terpancar.


Kendy mencoba mendekatkan dirinya ke arah Chaca dilihat bibirnya yang ber warna pink cerah yang menggoda.Tangan kanan nya mencoba mengangkat dagu Chaca.Dengan tatapan yang lembut dia ingin mengecup bibir Chaca.


"Kakak.... "teriak cindy . Chaca dan Kendy menjadi salting.


"Sorrry"Cindy menutup matanya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Kendy pun langsung berdiri dan kembali ketempat semula dengan tersipu malu.


__ADS_2