
Jam tangan Kendy menunjukkan pukul 8 malam.Rasanya dia tidak puas kalau menanyakan kabar Chaca hanya melalui seluler milik Cindy,akhirnya dia pun pergi ke rumah sakit untuk menjenguk tambatan hatinya.
Sampainya dirumah sakit,dia meminta Ibu Dewi dan Cindy untuk pulang kerumah agar biar bisa beristirahat.Kendypun memesankan taxi online untuk mengantar Ibu Dewi dan Cindy.
"Nak,titip Chaca ya..."pesan ibu Dewi.
"Iya tan,"jawab Kendy sambil tersenyum.
"Kata dokter Wisnu besok siang Chaca sudah boleh pulang."Tambah Ibu Dewi.
"Iya tan,besok saya usahakan jemput Chaca."Ucap Kendy.
"Bu.Taksi online nya sudah datang."Sahut Cindy yang tiba-tiba datang menghampiri dari arah pintu keluar.
"Ayokk bu."Kata Cindy.
"Kak Ken,titip kakak ya.Awas ya jangan macam-macam."Ancam Cindy.
"Siap non."Jawab Kendy sambil mengangkat tangannya seperti hormat.
"Assalamualaikum."Salam Ibu Dewi dan Cindy.
"Waalaikum salam."
Kendy membalikkan badannya dan masuk kedalam ruang rawat inap Chaca.
Klekk
Kendy melihat Chaca sedang duduk diatas ranjang dengan bersandarkan bantal.
Entah kenapa raut wajah Chaca berubah bahagia ketika Kendy datang menjenguknya.
Tap.. Tap..
Suara langkah kaki Kendy yang menghampiri Chaca.
"Buat kamu."Kata Kendy sambil memberi setangkai bunga mawar yang dia ambil di dari kantong dalam jacket jumpernya.
"Terimakasih."Jawab Chaca tersenyum sambil mencium bunga mawar itu.
"Boleh aku duduk disini."Kata Kendy sambil duduk di pinggiran ranjang pasien.
"Hemb."Jawab Chaca yang membolehkannya.
"Aku tau kamu kangen sama aku."Kata Kendy dan Chaca mengernyitkan dahinya mendengar pernyataan Kendy.
"Enggak usah kaget.Bilang aja kangen".Serunya.
"Enggak tuh"Kata Chaca Ketus.Dan membuang mukanya yang merah merona itu.
"Enggak usah ketus gitu.Tuh... muka kelihatan merah merona.Ha ha ha".Ledek Kendy.
__ADS_1
Seketika Chaca memalingkan wajahnya menghadapkan ke Kendy dan menyubit perut Kendy dengan sekuat tenaganya.
"Aduuhh sakit Cha."Keluh Kendy.
"Jangan begitu sama calon suami."Tambah Kendy dengan Pede.
"Pede sekali ya."Jawab Chaca.
"Harus dong."Kata Kendy sambil nyubit hidung Chaca.
"Kamu nya saja yang sok jaim."
"Tapi aku gak cinta tuh."Kata Chaca.
"Yakin?".Tanya Kendy sambil mendekat kearah Chaca.Dan Chaca menganggukan kepala.
dag dig dug
"Suara jantung mu saja gak bisa berbohong.Masih jaim."
"A.Ak.....".Kata Chaca terbata-bata dengan menunduk malu.
Lalu Kendy mengangkat dagu Chaca yang menunduk itu.
"Ishh."Batin Kendy yang melihati wajah Chaca yang paras cantik itu.
"Aduh."Batin Kendy lagi yang gemas melihat Chaca menggigit bibir bawahnya itu.
Kedua tangan Kendy mulai memegang kedua pipi Chaca.Kendypun memeluk Chaca.
"I love you."Kendy melepas pelukannya.
Tangan Kendy pun mencoba meraih dagu Chaca.Dia mulai mengecup bibir Chaca yang ranum itu sebentar.
CUP
Dan dia melihat raut wajah Chaca berubah merah merona.
Di lihatnya Chaca dengan tertunduk diraihnya lagi dagu Chaca.Ditautkanlah bibir Kendy ke bibir Chaca.Dengan lembut Kendy mengecup bibir Chaca sambil ******* nya.Chaca pun tidak tinggal diam dengan ulah Kendy,dia membalas ******* bibir Kendy dengan gemes tanpa sengaja Chaca menggigit bibir Kendy yang bawah.
"Aduh."Kata Kendy dan melepaskan ciumannya.
"Nakal betul ya."Kata Kendy sambil nyubit pipi Chaca.
"Sudah aku mau tidur."Jawab Chaca sambil menepuk-nepuk bantal yang tadi di buat sandar.
Chacapun mulai menarik selimut dan memasukkan kakinya ke dalam selimut.Dan tidur membelakangi Kendy yang masih duduk di pinggiran ranjangnya.
"Astaga aku kenapa?"Batin Chaca sambil mentoyorkan kepalanya.
"Udah gak usah jaim sama calon suami."Kata Kendy yang dibelakangi Chaca.
__ADS_1
"Idih.Diam".Pekik Chaca dan memasukkan kepalanya ke dalam selimut.
Beberapa jam kemudian terlihat Chaca sudah tertidur lelap.Malampun semakin larut.Kendy pun mulai menguap dan mulai mengatur posisi tidur dikursi kunjung pasien yang berada disamping Chaca.Dia melipat kedua tangannya dan ditaruhnya kepalanya.
"Jangan jangan jangan."Chaca yang mengigau dengan mata yang terpejam.
Kendy pun terbangun melihat Chaca yang mengigau.
"Cha."Gugah Kendy yang membangun kan Chaca.
"Jangan Fano."Teriak Chaca dan terbangun dari mimpi buruknya.
Chacapun mendudukkan dirinya dengan panik.Dengan nafas tersengal-sengal,dan keringat yang keluar di dahinya.
"Cha."Kata Kendy.Dan Chaca memeluk Kendy.
"Aku takut hiks"Ucap Chaca.
"Aku takut Fano kembali lagi Ken."Tambahnya sambil sesenggukan.
"Jangan takut.Kan ada aku disamping kamu."Kata Kendy yang sambil menenangkannya.
"Sudah malam tidur lagi ya."Kata Kendy dan melepas pelukannya.
"Aku gak bisa tidur."Ucap Chaca.
"Sudah ayok tidur ya.Aku ada disini."Titah Kendy sambil menyibakkan selimut Chaca dan Chaca mulai memasukkan kakinya ke dalam selimut dan berbaring.
"Ken."Panggil Chaca dan menggenggam kuat lengan Kendy.
"Hemb."Kata Kendy.
"Jangan tinggalin aku ya.Aku takut."Pinta Chaca yang berkaca-kaca.Kendy pun menganggukan kepalanya sambil mengusap kepala Chaca dengan kelembutan.
15 Menit kemudian,Chaca tertidur pulas.Tangannya yang kuat menggenggam lengan Kendy tak bisa di lepas oleh Kendy.Chaca memang sangat trauma dengan kejadian hari ini.Berulang-ulang Kendy ingin melepas genggaman tangan itu selalu tak berhasil.
"Kasian sekali kamu sayang."Ucap Kendy sambil membelai lembut pipi gadis itu.
"Aku janji,aku akan melindungi kamu sampai kapanpun."Gumamnya sambil mencium tangan Chaca.
Ketika Kendy mencium tangan Chaca,pandangannya melihat kilauan cahaya emas yang berada di jemari manis Chaca.
Kendypun tersenyum.
"Kino."Gumam Kendy.
"Dek aku harap kamu bahagia dan damai selalu di surga."Gumam Kendy.
"Cha maafin aku ya."Ucap Kendy dan melepas cincin pemberian Kino yang berada di jemarinya dan menyimpankan nya di saku kantong kemejanya.
Kendy pun mulai menyandarkan kepalanya disandaran kursi.Dia menatapi langit-langit ruang Tulip 555 sambil memejamkan matanya.
__ADS_1