
Kendy memarkirkan mobil nya rapi ditempat parkir.Mama Rita turun duluan dari mobil setelah Kendy.Kendypun membuka kan pintu mobil sang istri dan menuntun pelan-pelan ke dalam lobby klinik.
Mama Rita kembali menggantikan Kendy yang menuntun Chaca.Karena Kendy harus registrasi ulang.
Merekapun menunggu diruang tunggu,
"Atas nama Nyonya Kendy Adiwijaya."Panggil seorang perawat itu.
Mendengar nama istrinya dipanggil,dengan sigap Kendy membantu Chaca berdiri dan menuntunnya masuk ke dalam ruang dokter Kristin diikuti mama Rita.
Diruang dokter Kristin,
Kendy membuka kan kursi untuk istrinya dan untuk mamanya.Sementara dia berdiri disamping istrinya.
"Selamat pagi ibu Chaca?Bagaimana kabarnya?Sehat?"Sapa dokter Kristin yang ramah tamah.
"Alhamdulillah baik dokter,"Jawab Chaca sambil tersenyum.
"Baik ibu Chaca mari kita periksa kandungannya ya.Silahkan pak Kendy dibantu istrinya untuk berbaring di ranjang periksa."Kata dokter yang mengintruksi Kendy.
Suami sigap itupun langsung menuntun istrinya pelan-pelan dan membaringkan tubugnya di ranjang pasien
Dokter Kristinpun dengan cekatan langsung mengoleskan gel yang bening itu di perut buncitnya Chaca.
"Nah,ibu bapak mohon dilihat di monitor ya.Untuk saat ini usia kandungannya sudah berjalan 4 bulan lewat ya.Keadaan sikembarpun sehat,detak jantungnya pun normal."Jelas doktet Kristin.
"Alhamdulillah,"Jawab Mama Rita dan Kendy bersamaan.
"Mereka sangat lincah sekali disana ya."Kata mama Rita yang sangat bahagia sambil memeluk Kendy putranya.
"Jenis kelaminnya dok,?"Tanya mama Rita penasaran.
"Mamah, kami merahasiakan dulu ya jenis kelaminnya.Nanti kalau mamah tau bukan suprise dong."Jawab Kendy sambil memeluk mama Rita.
"Iya nak.. Yang penting mereka semua sehat."Jawab mama Rita sambil mengusap punggung anaknya.
"Baik ibu Chaca,sampai saat ini mungkin ada yang mau ditanyakan?"
"Untuk saat ini tidak ada dok,"Jawab Chaca.
__ADS_1
"Masih mengalami mual muntah?"Tanya dokter Kristin lagi.
"Sejauh ini sudah enggak pernah lagi dok."
"Baik kalau begitu saya bikin kan resep dulu ya.Pak Kendy yang siap siaga tolong dibantu istrinya ya"Kata dokter Kristin.
Dengan sigap Kendy membantu Chaca untuk turun dari ranjang periksa pasien.
Dokter Kristin memberikan resep Vitamin dan jadwal kontrol untuk bulan depannya.
Setelah menebus resep vitamin dari dokter Kristin di apotik,Kendy menghampiri istri dan mama Rita yang menunggu diruang tunggu apotik.
"Mamah,sayang.. Kendy mau ke kantor.Mamah sama Chaca mau kemana?Mau pulang atau mau jalan?Atau mau ikut Kendy?"Tanya Kendy.
"Mamah mau ikut Kendy ke kantor sama Chaca ya nak.Biar Chaca tau kantor nya keluarga Adiwijaya"Jawab mama Rita.
"Iya mas,Chaca mau ikut mas saja."Jawab Chaca.
"Ya sudah ayok mah sayang."Kata Kendy dan sambil menuntun istrinya.
Kendy menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.Mengingat dia sedang membawa 2 wanita yang sangat dia cintainya,yaitu istrinya dan mamahnya.
"Mas... Chaca mau itu sosis bakar."Kata Chaca yang menunjuk pak lek yang jualan Kendy pun menepikan mobilnya.
"Mamah Chaca mau beli sosis bakar,mamah mau.?"Tanya Chaca sambil menengok ke arah belakang dimana tempat mama Rita duduk.
"Mamah mau cireng saja nak,itu yang samping paklek sosis bakar."Tunjuk mama Rita.
"Ya sudah tunggu disini dulu ya.Biar Kendy belikan.
...****************...
Di Chaca Bakery and Cafe,
Pukul 10 pagi Mayang sebagai manager sudah standby di cafe.Diapun mulai mengecek laporan-laporan dari supervisor cafe.
Dengan duduk di dekat meja kasir ditemani hot tea dan pancake,dia mulai memeriksa lembar per lembar kertas laporan.
Tak lama kemudian dia disamperin Dion,
__ADS_1
"Maaf bu."Kata Dion sambil menunduk.
"Iya Dion!"Jawab Mayang sambil menyibak rambutnya ke telinga dan memperhatikan Dion.
"Ibu Chaca belum datang ya?"Tanya Dion.
"Iya.Kenapa Dion?Kok tumben nanyain ibu Chaca?"Tanya Mayang.
"Tuh bu..."Kata Dion sambil menunjuk pria ber masker,kaca mata hitam,topi hitam berewokkan dan gondrong.
"Kenapa ?"Kata Mayang yang memperhatikan nya.
"Dari tadi nanyain bu Chaca."Jawab Dion.
"Sejak kapan dia ada disitu?"Tanya Mayang.
"Sejak cafe baru dibuka,"Jawab Dion.
"Hah?Biar saja lah Dion.Bilang saja enggak tau kalau dia nanya-nanya soal ibu Chaca ya?"Pesan Mayang dan Dionpun mengangguk sambil berlalu pergi.
"Ini keponakan pak Herman kok aneh sekali sih?"Batin Mayang.
"Tau ahh.."Batin Mayang sambil menggelengkan kepalanya.
"Dimana sih Chaca ini?"Batin cowok yang bermasker itu alias Fano.
"Mas.. Bagaimana?"Tanya Fano kepada Dion.
"Maaf pak saya kurang tau."Jawab Dion dan berlalu pergi.
"****...!"Kata Fano lirih sambil meremas botol air mineralnya.
Nampak ada rasa kecewa yang melanda diri Fano,karena dari kemarin dia tidak mendapati sosok pujaan hatinya.
Rasa-rasa dia ingin ingin sekali mendatangi Mayang dan menanyakan langsung kabar dari Chaca.
Namun tidak dia lakukan,karena takut identitasnya terbongkar.Karena ada misi terselebung yang akan dia jalani.
"Sabar Fan..."Batinnya.
__ADS_1