Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 55 ICU


__ADS_3

Mama Rita,pak Bayu dan Pak Herman sedang menunggui Kendy di ruang tunggu ICU.Bu Dewi pun menghampiri besannya.


"Dek,bagaimana dengan keadaan Chaca?Maaf kami belum menengok Chaca karena masih nunggu dokter menangani Kendy dek."Ucap mama Rita sambil mengelus lengan besannya.


"Enggak apa-apa mbak.Kita sama-sama bagi tugas.Ini Chaca sedang diinduksi untuk memberi perangsang anaknya agar memudahkan persalinannya."Jawab ibu Dewi.


"Hari ini Chaca akan melahirkan dek?"Tambah pak Bayu yang terkejut.


"Dokter bilang begitu mas.Saya kesini mau melihat keadaan Kendy mbak,karena Chaca rewel sekali ingin tahu keadaan Kendy."Jelas bu Dewi.


Tak berselang lama keluar seorang perawat.


"Atas nama keluarga bapak Kendy Adiwijaya."Kata seorang suster.


"Saya sus!Bayu Adiwijaya orang tuanya."Jawab pak Bayu dan menghampiri suaternya.


"Pak Bayu,dokter sudah memeriksa keadaan pak Kendy.Saat ini kami membutuhkan 2 kantong darah golongan A."Jelas suster.


"T.Tapi anak saya baik-baik saja kan sus?"Tanya mama Rita panik.


"Ibu harap tenang ya!Nanti ada dokter yang menjelaskannya,sementara itu kami butuh golongan darah A."Jawab susternya.


"Baik sus.Saya ayahnya Kendy dan golongan darah saya A."Jawab Pak Bayu tegas.


"Mari ikut saya pak ke lab.Kita cek dulu."Kata suster perawat sambil berlalu dan diikuti pak Bayu dari belakang.


Dokterpun keluar dari ruang ICU.


"Dok,bagaimana keadaan anak saya Kendy?"Tanya mama Rita panik yang ditemani besannya bu Dewi.


"Ibu pak Kendy akan kami pindah diruangan operasi.Mengingat perlu ada tindakan dipunggung belakangnya perlu di jahit.Dan pak Kendy pun juga banyak mengeluarkan darah."Jawab pak dokter.


Mak jlebbbb...


"Ya.. Allah"Kata mama Rita sambil mengelus dada.


Hati ibu mana yang tidak sedih tersakiti melihat anak satu-satunya terbaring lemas dan membutuhkan pertolongan.


"Mbak.. "Kata ibu Dewi yang menguatkan besannya.


"Hiks.. Hiks.. Cobaan apa lagi ini dek?"Kata mama Rita yang sedih dengan keadaan.


"Mas Kendy kenapa mah?"Tanya Chaca yang tiba-tiba datang dengan kursi roda yang didorong Mayang.

__ADS_1


"Chaca nak?"Mama Rita dan ibu Dewi terkejut.


"Mamah mas Kendy kenapa?"Tanya ulang Chaca.


Mama Ritapun menjelaskan keadaan suaminya Chaca.


Tak berapa lama Kendy bersama perawat lain keluar dari ruang ICU dan dipindahkan ke ruang operasi.


"Berhenti sus..."Kata Chaca yang melihat Kendy diatas brankar dengan keadaan mata terpejam dan tengkurap.


Suster perawatpun menghentikan brankar dorongnya.


"Mas.. Kamu harus sembuh mas,sebentar lagi aku mau melahirkan mas.Aku ingin kamu mendampingiku mas.. "Kata Chaca sambil mengusap pipi Kendy dengan ibu jarinya.


"Jangan tinggalin aku mas,aku enggak mau si kembar enggak punya papa!Hiks.. Hiks.. Aku enggak mau si kembar nasibnya sama seperti ku mas.Bangun mas... Aku sayang kamu mas,aku cinta kamu mas.."


Hisak tangis Chaca ternyata dirasakan oleh Kendy.Meski raganya yang lemah tak mampu membuka matanya,dia meneteskan buliran putihnya.


"Ibu kami permisi dulu pak Kendy harus segera ditangani."Kata perawat itu.


Mayang dengan sigap memundurkan kursi roda Chaca dan memberikan akses perawat mendorong brankar.


Mama Rita langsung memeluk Chaca yang menangis di kursi roda.


"Sayang.. Sabar ya,mama yakin Kendy pasti sembuh."Kata mama Rita yang menenangkan menantunya.


Mayang bersama temannyapun merasa iba melihat keadaan Chaca.Mereka hanya bisa men suport Chaca dengan standby dirumah sakit.


Sementara Pak Herman mengurusi Fano yang berada di kantor polisi.Dan pak Bayu sedang berada diruangan laboratorium.


20 Menit kemudian setelah Chaca diinduksi,


"Aww... Aduh,"Rintih Chaca yang meringis kesakitan.


"Nak..??"Mama Rita dan ibu Dewi panik.


"Astagfirullah.. Sakit sekali perut Chaca."Rintihnya diatas kursi Roda.


"Tante sebaiknya kita keruangan tadi.Rika tolong panggil dokter tadi ya."Seru Mayang sambil mendorong kursi roda Chaca keruangan bersalin.


"I-Iya Mayang."


"Dek,tolong temenin Chaca ya.Saya mau menemani Kendy.Kita bagi tugas ya dek!"Ucap mama Rita.

__ADS_1


"Iya mbak,saya keruangan Chaca dulu mbak."Ucap Bu Dewi berlalu pergi mengikuti Mayang yang mendorong kursi roda Chaca.


...****************...


Ruang bersalin,


"Bu.. Perut Chaca sakit.Mulesnya tambah kencang.Astagfirullah.... "Kata Chaca yang meringis kesakitan.


"Sabar nak ya.. Sambil terus istigfar,"Ucap ibu Dewi sambil memegangi tangan Chaca dan Mayang membasuh keringat yang keluar di dahi Chaca.


"Permisi ya ibu Chaca,kami mau memeriksa dulu."Kata suster perawat.


Perawat itu pun mulai mengangkat paha Chaca dan membukanya dengan posisi mengangkang.Setelah di periksa,susterpun menurunkan kembali paha Chaca.


"Aduh Sus.. Bagaimana?Kok saya belum melahirkan?Perut saya mules sus,saya enggak tahan."Kata Chaca yang merintih kesakitan.


"Ibu di bantu ya.. Tarik nafas pelan-pelan dan di keluarkan pelan-pelan.Di ulangi sampain 3× ya bu."Intruksi perawat dan Chaca mengikuti nya.


"Ibu Chaca sudah berjalan pembukaan ke 8 pintu lahirnya,sabar ya bu.Terus di ulang ya bu tarik nafasnya itu untuk meringankan sedikit kontraksi."Jelas perwat itu.


Setelah perawat selesai memeriksa Chaca dan infus Chaca,dia segera berlalu dan diikuti Mayang yang sebelumnya sudah izin sama ibu Dewi.


Mayangpun keluar dari ruang persalinan.Dia menyenderkan kepalanya dinding.


"Huft.... "Hela nafasnya.


"Mayang kok kamu tinggal Chaca,"Kata Rika yang menghampiri Mayang.


"Aduhh.. Aku enggak sanggup melihat Chaca merintih kesakitan seperti itu.Bulu kuduku merinding,perutku terasa ngilu."Jawab Mayang lemas.


"Nih,pelajaran ya buat kalian para lelaki.Tuh lihat pengorbanan ibu-ibu kalian saat mengeluarkan kalian.Lihat Chaca tuh.. Awas durhaka sama ibu dan istri."Kata Rika yang sarkas.


"Idihh.. Kejamnya Rik.Kamu nyumpahin kita berdua."Sahut Devan.


"Bukan nyumpahin tapi ini mengingatkan.!"Jawab Rika.


"Sudah-sudah jangan lagi resek disini ya.Chaca dan kak Kendy sedang menghadapi situasi yang sulit!Kita seharusnya membantu mendoakan mereka agar mereka dimudahkan dalam menghadapi ujian ini."Lerai Ryan.


Saat genting seperti inilah yang dibutuhkan oleh Chaca dan Kendy.Selain suport dari keluarga,suport dari teman-temanpun sangat dibutuhkan.


Sementara itu selama 3 jam setelah melakukan penusukan itu,Fano hanya diam dan diam ketika tim penyidik sedang memberikan beberapa pertanyaan.


Pak Herman pun hanya bisa pasrah dengan keadaan keponakannya itu.Dari tim kesehatan kepolisian disarankan Fano untuk diperiksa dirumah sakit gangguan jiwa.

__ADS_1


Pak Hermanpun menyetujui dengan keputusan dari kepolisian.


Fanopun dirujuk ke rumah sakit gangguan jiwa dengan didampingi oleh pak Herman dan beberapa lawyer pak Herman.


__ADS_2