
Pukul 06 pagi,
Chaca yang ditemani suaminya berjalan pagi keliling komplek rumah suaminya tanpa menggunakan alas kaki.
"Hmmm.. Segar sekali mas udaranya"Ucap Chaca sambil berjalan pelan dengan tangan kanan memegang pinggangnya sebagai penyangga perut buncitnya.
"Iya sayang.. "
"Mas.. Istirahat dulu ya Chaca capek."
"Iya sayang... "
Chaca dan Kendy pun beristirahat di bawah pohon,kebetulan sekali disitu ada mamang yang jualan bubur kacang ijo.Bubur langganannya Kendy.
"Mang mau buburnya 2 ya,"Kata Kendy yang menghampiri mang burjo.
"Siap bang Kendy,tumben bang jalan pagi."Tanya mang burjo sambil menyiapkan pesanannya.
"Iya nih mang,istri minta jalan santai.Biar sehat serta biar mudah jalannya persalinannya nanti"Jawab Kendy.
"Iya perlu atuh itu bang,biar mudah jalan persalinan nya nanti.Ini bang sudah siap buburnya."Tambah mang burjo sambil menaruh mangkok ke meja dimana Kendy dan Chaca duduk.
"Makasih mang,"Kata Chaca dan Kendy.
"Iya bang,sama-sama."
Kendy pun menyuapi istrinya bubur kacang ijo.Dia duduk disamping istrinya.
"Mas kok nyuapin Chaca terus,Chaca bisa makan sendiri mas."
"Enggak apa-apa dong sayang."Kata Kendy sambil mengusap perut istrinya.
Kendy memang suami siap siaga yang patut di acungi jempol.Dia sangat meratukan istrinya itu.
Setelah makan burjo Chaca pun berjalan pelan-pelan sambil menunggu suaminya yang masih membayar bubur kacang ijo.
Ketika Chaca berdiri di pinggir jalan,ada mobil berwarna hitam berhenti disampingnya.Lalu turun satu orang dan mencoba menarik tangan paksa Chaca untuk masuk ke dalam mobil.
"Mas.. Tolong"Teriak Chaca sekeras mungkin.
"Mas Ken..."Orang itupun menyumpal mulut Chaca dengan sapu tangan yang sudah dibaluri obat bius.
"Chaca"Kata Kendy dan menoleh ke arah Chaca.
Kendy yang melihat dan mendengar jeritan istrinya minta tolong pun langsung dengan cepat lari kearah mobil tersebut.Namun dengan cepatnya mobil itu berlari membawa istrinya.
"Chaca..."Panggil Kendy sambil berlari.
Dengan nafas tersengal-sengalnya Kendy memberhentikan langkah nya.
"Sialan... "Kata Kendy yang meninju angin.
__ADS_1
Kaki-kaki Kendy merasa gemetar melihat dengan kedua matanya sendiri istrinya diculik.
Dengan buliran-buliran bening nya dia lari menuju rumahnya.
"Brakkk....."
Kendy membuka pintu dengan kasar.
Semua mata tertuju kepada Kendy,kebetulan di rumah Kendy sedang ada ibu Dewi,Cindy dan Mayang yang setiap minggu sebelum berangkat ke cafe dia mampir kerumah Kendy untuk memberikan laporan mingguan cafe Chaca.
"Astagfirullah Ken,?"Kata mama Rita terkejut dengan kedatangan Kendy yang membuka pintu dengan kasar.
Semua orang yang berada di ruang tamu itu mengarahkan pandangannya ke arah Kendy.
"Mamah.. Hiks.. Hiks.."Kata Kendy dengan mata berbinar-binar.
"Mamah.. Mamah.."
"Kenapa Ken?Ada apa?"Tanya pak Bayu dengan penasaran.
"Kemana Chaca?"Tambah pak Bayu.
"Chaca diculik!"Jawab Kendy.
"Apa?"Semua orang yang berada di ruang tamu itu shock dan berdiri dari tempat duduknya.Begitupula dengan pak Bayu langsung berjalan menghampiri Kendy.
"Coba tenang dulu.Dan coba jelaskan bagaimana kronologinya."Tanya pak Bayu sambil merangkul bahu anaknya.
"Pah.. Kasian Chaca pah,Chaca hamil tua pah.Sebentar lagi dia mau lahiran.Kendy khawatir pah dengan dia.Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Chaca dan si kembar,Kendy enggak akan maafin Kendy sendiri."Kata Kendy sambil sesenggukan.
Sementara itu,
Lelaki yang sudah menculik Chaca memarkirkan mobilnya di sebuah rumah kecil minimalis,sederhana yang berpagar besi.Kanan kirinya hanya ada tetangga dengan jarak 5 rumah.
Lelaki itupun membopong Chaca ke dalam kamar.Dan merebahkan tubuhnya diranjang yang masih dalam keadaan pingsan.
"Cantik...."Laki-laki itupun menyibak anakan rambut yang menutupi wajah Chaca.
Laki-laki itupun duduk diujung tepian ranjang sambil menunggu Chaca siuman.
15 Menit kemudian,
Chaca mengerjapkan matanya sambil memegangi kepalanya.
Dia syok tergaget dan mendudukan tubuhnya ditengah-tengah ranjang,ketika melihat sosok lelaki bermasker hitam rambut gondrong berkaca mata hitam dan bertopi hitam yang berada di ujung tepian ranjang.
"Kamu?Kamu yang menolong aku waktu itu?"Tanya Chaca dan laki-laki itupun mengangguk.
"Siapa kamu sebenarnya?Kenapa kamu menculik aku?"Tanya Chaca.
Laki-laki itu pun berdiri dan menghadap ke arah Chaca.
__ADS_1
Dan dibukanyalah masker,kaca mata hitam dan topi hitamnya.
"F.Fa.. no?"Kata Chaca syok sambil mengangkat kedua telapak tangannya dan menutup mulutnya.
Fanopun tersenyum sambil melangkahkan kakinya ke arah Chaca.Chaca yang melihatnya berusaha memundurkan tubuhnya ke belakang hingga punggungnya menyandarkan ke kepala ranjang.
"Mau apa kamu?"Tanya Chaca dengan raut wajah menantang.
"Kurang lebih satu tahun aku hidup di penjara.Hidup sengsara di dalam sel sana,sementara kamu dengan Kendy sedang hidup enak-enakan memadu kasih memagut cinta."Jelas Fano dengan suara lirih namun sambil menekan.
"Itu semua karena ulah gila kamu Fano!Coba waktu itu kamu tidak mencoba me..."
Plakkk
Fano melayangkan tamparan di pipi kanan Chaca.
"Kalau saja kamu tidak menolakku aku tidak akan sejahat itu sama kamu,paham kamu!"Bentak Fano dan Chaca masih memegangi pipinya sambil menatap tajam mata Fano.
Fano yang melihat tatapan Chaca yang begitu tajam,mencoba meraih rahang Chaca dan memegangnya kuat.
"Fano lepas!"Chaca mengibaskan tangan Fano.
"Kamu gila!Kamu pyisycopat.. "Kata Chaca sesenggukan.
"Kamu enggak lihat kah aku sekarang Fano!Aku sudah punya suami,aku hamil besar seperti ini dan sebentar lagi aku akan memiliki anak.Masih banyak perempuan di luar sana yang bisa kamu cintai.Kalau kamu memang mencintai ku,biarkan aku bahagia dengan pilihanku.."Jelas Chaca.
"Kamu belum pernah merasakan patah hati kah?Semudah itu kamu ngomong,coba ingat kamu dulu pernah ditinggal mati Kino,rasanya seperti apa?Seperti orang gila!!."Sulut Fano emosi.
"Iya!Aku seperti orang gila,tapi aku belajar dari ke gilaanku untuk menerima suamiku Kendy.Dan akhirnya aku jatuh cinta sama dia."
Plak plak plak
Fano menampar pipi Chaca lagi.
"Tuhan masih melindungiku dan merestui hubunganku dengan Kendy yang menyayangiku.Menjauhkanku dari kamu."Bentak Chaca.
Prang.. Prang..
Dengan membabi buta Fano melempar barang-barang yang ada didekat nya.
Nyali Chaca yang tadinya menggebu-gebu sekarang berubah menciut,setelah dia melihat arogansinya Fano.
"Kamu dengar baik-baik ya!Kalau aku enggak bisa memiliki kamu jangan harap Kendy juga bisa memiliki kamu."Kata Fano sambil jari telunjuk menunjuk Chaca dan melangkah kan kakinya pergi keluar kamar.
Brakkkk
Fano yang membanting pintu dan mengunci Chaca dari luar.
Chacapun hanya bisa menangis dan memegangi perutnya sambil meratapi nasibnya.
"Mas.. Tolongin Chaca,hiks.. hiks.."Kata Chaca sesenggukan.
__ADS_1