Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 45 Kantor keluarga Adiwijaya


__ADS_3

Mama Rita mengajak Chaca masuk ke dalam ruangan putranya.Sementara Kendy masih diruangan staff nya.


"Chaca duduk disini ya.."Kata mama Rita yang meminta Chaca untuk duduk di sofa di sudut pintu.


"Mama mau keruangan papah dulu."Pamit mama Rita sambil mengusap rambut panjang Chaca.


"Sebentar lagi Kendy datang."


"Iya mah,"Jawab Chaca sambil mengulas senyum.


Mama Rita berlalu pergi dari ruangan Kendy.Sedangkan sendirian diruang kerja suaminya.


Ceklek


Pintu terbuka dan suaminyapun mengulas senyumnya.


"Maaf ya sayang agak lama,"Kata Kendy yang menghampiri istrinya dan duduk disampingnya.


"Gak papa kok mas,"Jawab Chaca.


Kendypun mulai menautkan bibir ke bibir istrinya.


Cup


"Mas... Ini kantor loh,"Kata Chaca yang melepas tautannya.


"Aduh sayang enggak ada yang lihat."Jawab Kendy sambil mengusap pipi istrinya dengan ibu tangan ibu jarinya.


"Ih.. Mas ini nakal sekali."Kata Chaca yang sambil memukul dada bidang suaminya pelan.


Kendypun memeluk istrinya dengan penuh kehangatan.


"Mas,enggak kerjakah?Kok malah melukin Chaca."Tanya Chaca sambil melepas pelukannya.


"Sedang jam makan siang sayang.Satu jam lagi mas keruangan papa ada janji sama pak Herman.Yang dibilang papa tadi pagi."Chacapun mengangguk.


Tok Tok Tok


Chaca dan Kendy mengalihkan pandangannya ke arah pintu.


"Iya.. Masuk."Jawab Kendy.


"Selamat siang pak Kendy.Ada beberapa berkas yang harus ditanda tangani hari ini."Kata Nana.


"Eh bu Chaca siang."Sapa Nana kepada Chaca.


"Selamat siang mbak Nana,"Sapa Chaca balik.


Setelah Kendy selesai menandatangi berkas,Nana berlalu pergi kembali ke ruang staff nya.


"Ada istrinya pak Ken kah Na?"Tanya sala satu staff laki-laki yang bernama Nino.


"Iya ada!Semakin cantik istrinya,sudah cantik sopan,punya usaha lagi dan masih umur 18 tahun kayaknya."Jawab Nana.


"Wau.. 18 tahun?Aku saja yang jalan 26 tahun masih jomblo akut."Sahut staff perempuan yang bernama Aida.


"Jodoh memang enggak kemana."Jawab staff perempuan yang lainnya.


Obrolan mereka terhenti karena Chaca keluar dari ruangan Kendy.

__ADS_1


"Hayo.. Ngomongin apa?Pasti ngomongin saya ya?"Canda Chaca ke seluruh staff divisi keuangan sambil berdiri di ujung daun pintu suaminya.


"E.Enggak kok bu."Jawab Aida terbata sambil mengulas senyumnya.


"Ya sudah,mbak Aida tolong di bagi-bagi cake mocalatte ini sama temen-temen ya."Kata Chaca sambil menyerahkan cake.


"Buat kami ya bu?Alhamdulillah,terimakasih ya bu."Seru tim divisi keuangan.


Chacapun membalas ucapan staff Kendy dengan mengangguk dan senyum.


"Kalian kalau weekend nongkrong dimana?"Tanya Chaca lagi.


"Tergantung sih bu,"Jawab Nana.


"Cobain ya weekend besok ke cafe saya.He..."Kata Chaca sambil promosi.


"Wahh.. Ibu promosi nih,"Sahut Nino.


"Dapat diskon kan bu?He he he.."Tanya Aida.


"Boleh.Khusus tim divisi besok diskon."Jawab Chaca.


"Ye......"Seru teman-teman divisi.


"Bu?"Tanya Nino sambil mengangkat tangannya.


"Iya?Kak Nino?"Jawab Chaca.


"Bawa ayank boleh?Xi xi xi..."Tanya Nino.


"Bawa ayank kena Charge."Sahut Nana kesal dan semua tertawa.


Chacapun tertawa ngekeh dengan tim accounting suaminya itu.


"Haduhh.. Sakit nih lama-lama perut.Ya sudah selamat bekerja."Kata Chaca.


"Terimakasih bu Chaca cakenya.."Sahut tim accounting.


"Iya.. Sama-sama tim."Balas Chaca sambil berlalu pergi.


...****************...


Ruangan pak Bayu,


Terdengar dari luar pintu suara tertawa pak Bayu dan temannya.


Tok.. Tok..


"Masuk.."Jawab pak Bayu.


Ceklek,


Kendy yang membuka pintunya masuk kedalam ruangan dan menghampiri papanya.


"Herman kenalin ini anakku Kendy.Dia yang akan menggantikan aku nanti di dunia perbisnisan"Kata pak Bayu yang berdiri sambil menepuk pundak Kendy.Kendy pun hanya senyum manis.


"Kendy om."Sapa Kendy yang berjabat tangan dengan pak Herman.


"Herman!Herman Samudera."Sapa balik pak Herman sambil membalas jabat tangan.

__ADS_1


"Mari kita duduk dulu."Kata pak Bayu.


Ketiga laki-laki itu pun mulai mendiskusikan tentang kerjasamanya dalam mengurus perusahaan masing-masing.


"Pah,ini sudah jam 3.Tadi ada istri Kendy diruangan,boleh Kendy mengundur diri duluan pah."Kata Kendy sambil melihat jam tangannya.


"Iya Kendy,kasian Chaca sedang hamil besar.Sekalian kalian pulang duluan tadi mamah masih ke bawah."Jelas pak Bayu dan Kendy berlalu pergi meninggalkan ruangan kerja pak Bayu.


"Wait.. Wait.. Kamu sebentar lagi jadi kakek Bayu?"Kata Herman penasaran sambil mengangkat tangannya didagu.


"Iya... Ha ha ha.."


"Sialan!"


"Makanya cepat kawin.Mau sampai kapan kamu menjadi perjaka tua."Ledek pak Bayu sambil nyruput kopinya.


"Itulah sampai saat ini yang ku alami.Gara-gara perempuan itu meninggalkanku, aku sampai saat ini menjadi trauma."Jelas pak Herman.


"Ya bukan salahnya dia kali,kamunya saja yang kelamaan merantau.Ingat broo.. Perempuan itu butuh kepastian,bukan janji-janji."Goda. pak Bayu.


"Tapi kan aku begini demi masa depan kita.!"Jawabnya yang tak ingin kalah.


"Berjuang bersama dari nol itu rasaanya lebih happy ending dari pada berjuang sendirian sad ending."Tambah pak Bayu.


"Faktanya kamu ditinggalinnya dan dia lebih memilih lelaki biasa yang setiap harinya bisa menemani dan diajak berjuang bersama."


"Stop.. Stop.. Deh,iya aku salah."


"Aku mengakuinya!Seandainya kalau aku boleh memutar waktu,aku akan nemilih dia daripada menerima tawaran merantau ke negeri orang."Tambah pak Herman sekilas dengan wajah sedihnya.


"Semangatlah broo.Lupain,fokus menata diri untuk masa depan.Mau kamu kasih siapa hartamu yang banyak itu kalau kamu tidak memiliki pendamping hidup dan keturunan?".Kata pak Bayu yang menyemangati temannya itu.


"Ya tentunya ponakan ku siapa lagi?Huhf...."


Tak terasa obrolan mereka yang tadinya hanya membicarakan masalah bisnis,kini malah berlanjut ke dalam masalah pribadi.


++Kalah-kalah emak-emak obrolannya😁++


Sore hari sepasang suami istri Chaca dan Kendy sudah sampai dirumahnya.


Merekapun bergegas masuk kedalam rumah untuk membersihkan diri.


Ceklek


Chaca yang membuka pintu kamarnya dan masuk kedalam kamar diikuti Kendy suami siap siaganya.


Kemudian Chaca mendudukan dirinya diranjang sambil mengusap perut nya.


"Astagfirullah..."Sambil menarik nafas panjang dan mengeluarkannya pelan-pelan.


"Sayang?Kamu kenapa?"Tanya Kendy dan menghampiri istrinya yang duduk dipinggiran ranjang.


"Aku merasa capek sekali mas,naik tangga dari bawah sampai ke kamar ini saja sudah membuat ku ngos-ngosan rasanya."Jawab Chaca dengan mengeluh.


"Iya sayang sabar ya.Kamu sedang hamil besar,enggak nanggung juga yang kamu bawa 2 calon anak bayi.Aku paham betul dengan kondisi kamu saat ini.Kamu mau mandi atau istirahat dulu?"Tanya Kendy sambil tangan kanan merangkul istrinya dan tangan satunya mengusap perut istrinya.


"Mas.. Aku mau berendam air hangat di bathup ya."Jawab Chaca sambil memandang wajah suaminya.


"Iya sayang.Tunggu sebentar ya,aku siapkan dulu."Kata Kendy sambil mengecup dahi istrinya dan berdiri menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2