
Sesaat Langkah Chaca terhenti dan melihat seorang anak laki-laki yang duduk diatas motor sportnya.Anak itu laki-laki itu adalah Fano yang dari tadi memperhatikan Chaca.
"Kenapa Cha kok bengong"tanya Mayang yang ikut terhenti langkah kakinya.
Kemudian Chaca melihat Fano datang nyamperin Chaca,Mayang & Rika.
"hmmm... hmmmm Mayang,Rika aku duluan ya"Kata Chaca yang berpamitan dan menghindari Fano.
"Cha....."panggil Fano namun Chaca tidak menoleh.
"Fan.. Mungkin Chaca butuh waktu untuk sendiri deh.Dia masih sedih."kata Rika yang mendekat ke arah Fano.
"Semakin kamu tekan Chaca yang ada Chaca semakin benci sama kamu"jelas Rika.
"Kamu dari dulu tau bagaimana sifatnya Chaca dia paling tidak suka di tekan atau di paksa."Saran Mayang.
"Tapi aku enggak menekan Chaca.. sampai kapan aku harus diam?"tanya balik Fano.
"Setidaknya beri dia waktu dulu.Ayok Mayang kita ke kelas."ajak RIka dan meninggalkan Fano.
Hari ini adalah hari Tryout pertama,dimana mata pelajarannya adalah matik.Matik adalah salah satu mata pelajaran yang diikutkan dalam ujian nasional atau ujian kelulusan.
Semua siswa tampak antusias dalam mengerjakan tryout nya. Suasananya yang hening menandakan siswa sedang serius dalam mengerjakan.
Waktu tryout sudah selesai,, semua murid mengemasin peralatannya untuk siap-siap pulang.Waktu pulang pukul 09.30, karena setiap harinya mereka hanya mengerjakan satu mata pelajaran.
"Cha.. Kita ber dua duluan ke depan ya. Enggak tahan mau ke toilet"pamit Rika yang panik kebelet.
"Ya sudah duluan gih.Keburu ngompol nanti"Ledek Chaca.
"ihhhhh....."Kata Rika dan ngibrit lari diikuti Mayang.
Sementara itu teman-teman Chaca sudah keluar dari kelas.Tinggal Chaca yang masih mengemasin barang-barangnya.
Ketika Chaca sudah selesai dan ber jalan ke arah pintu keluar,datang Fano.
Chacapun kaget karena Fano datang tepat di hadapannya.Fanopun menarik tangan Chaca ke dalam kelas.
Tap.. Tap..Tap suara langkah Fano yang mendekati Chaca.Chaca hanya diam dan berjalan mundur sampai punggungnya tersandar di dinding.Chaca nampak gugup.Spot jantungnya dag dig dug kencang,ketika Fano mensejajarkan kedua tangannya dengan kepala Chaca.
"Aku sayang sama kamu Cha,aku cinta sama kamu"Ucap Fano dan Chaca kaget dan menelan salivanya.
"Tapi kamu enggak pernah mengerti aku.Aku sakit Cha,aku memang gak bisa move on dari kamu."jelas Fano sambil memukul dadanya.
"T.Tapi Fan..."kata Chaca gugup.
"Shut up!"bentak Fano dan Chaca terkejut seketika mata Chaca berkaca-kaca dan dia mulai memalingkan wajahnya.Dan Fano mulai memalingkan wajah Chaca dengan tangan kanannya.
Tangan kirinya mulai menyibak rambut Chaca yang sedikit menghalau wajah Chaca.Fano pun kembali mensejajarkan kedua tangannya dengan kepala Chaca.
"Aku minta sama kamu.Kamu lupain Kino dan terima cinta aku"kata Fano.
"Kamu itu gila Fano"kata Chaca yang marah.
"Iya!Aku gila karena kamu!"bentak Fano dan melihat Chaca lagi-lagi memalingkan wajahnya.
Fano pun mulai memegang rahang Chaca.Dia mulai mendekat kan dirinya.
"Lepasin aku Fano!"Bentak Chaca dan mendorong Fano sampai tersungkur.
__ADS_1
Fanopun dengan sigap berdiri dan menarik Chaca kuat-kuat dan mendorongkan badannya ke dinding.Fano pun mulai mencium bibir Chaca.
"Tolong....."Teriak Chaca.
Dan.. Bugh..Bugh... Bugh..
Fano tersungkur.
"Cha..Cha..."Kata Kendy dan Chaca meluk Kendy sambil menangis.
Kendy pun mengajak Chaca keluar dari kelas.
Kendy membawa Chaca menjauh dari kelasnya.
Sampai nya di parkiran motor.
Chaca langsung memeluk erat Kendy,
"A.Aku takut...😭😭😭"kata Chaca dan Kendypun membalas pelukannya Chaca untuk menenangkannya.
Merasa Kendy membalas pelukkanya,Chaca langsung melepas pelukan Kendy.
"M.Maaf!"kata Chaca yang menundukan wajah.
"Enggak apa-apa.Kalau kamu butuh sandaran"Celoteh Kendy.
"Aku mau pulang"kata Chaca.
"Ya.. Udah aku antar"
Selama dalam perjalananannya mereka berdua diam dalam seribu bahasa. Kendy pun mengerti akan apa yang dialami Chaca.
"Terimkasih!"Kata Chaca yang tersenyum namun masih dengan wajah menunduk.
Belum sempat menjawab,Chaca langsung masuk ke dalam rumah.
"Hmmmmmmmm"Kata Kendy.
"Fano!"katanya sambil mengepalkan tangannya.
Sampai di dalam kamar,Chaca merebahkan badannya ke kasur sambil memandangi langit-langit plafon kamarnya.
Sambil memejamkan matanya.Dia mengingat kejadian yang dialaminya.
Kemudian Chaca membuka matanya lebar-lebar.
"Jahat kamu Fano."kata Chaca lirih.
"aaaaaaaaaaaggghhhhhhh"teriak Chaca sekeras mungkin.
Ibu Chaca yang berada di warung yang bersebelahan dengan kamar Chaca kaget.
Kemudian langsung mendatangi Chaca.
"Astagfirullah nak....."kata ibunya yang mendapati Chaca dalam kesedihan.
"Kamu kenapa nak"Tanya ibu Chaca.
"Enggk kenapa-kenapa bu. "jawab Chaca sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Cerita ke ibu."bujuk ibu Chaca.
"Bu.Chaca mau terima tawaran yang di berikan keluarga Kino."jawab Chaca.
"Ya.. udah nanti ibu akan bilang ke keluarga Kino."
"Terimakasih ya bu"ucap Chaca dan memeluk ibunya.
"Ibu ke warung dulu ya nak,"pamit ibu dan Chaca mengangguk.
Waktu sudah menunjukkan 11 siang,tidak lama Chaca keluar dari kamar dan membantu ibunya yang berjualan nasi.
Warung hari ini berasa ramai sekali.
Sehingga warung ibu Chaca tutup jam 2 siang lebih awal.
"Alhamdulillah ibu.. "kata Chaca senang sambil memeluk ibunya.
"Alhamdulillah nak.Dagangan hari ini habis semua"kata ibu Chaca sambil menghitung uang hasil jualannya.
"Ini buat kamu "kata ibu Chaca sambil memberi uang warna biru 2 lembar.
"Makasih ya bu... Tapi Chaca mohon maaf ibu saja yang simpan ya"kata Chaca yang menolak lembut sambil mengembalikan uangnya ke ibu.
"Tapi nak.. ini buat kamu jajan."
"Buat ibu simpan ya..."Chaca menolak uang pemberian ibunya dengan lembut.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang mengintai mereka didepan warung yang berdiri bersandar di dekat pintu dan menyilangkan kedua tanganya.
Cowok itu terenyuh sekali melihat perlakuan Chaca kepada ibunya yang sangat lembut.
"Kak Kendy!"Kata Chaca kaget.
"He... He... anu,"jawab Kendy singkat.
"Anu apa?"selidik Chaca dan ibunya menyenggol lengan Chaca.
"Cha..Cha..,Sini nak masuk"perintah ibu Chaca dan Kendy melangkahkan kakinya untuk mendekat.
"Perasaan tadi ibu lihat nak Kendy habis dari rumah ibu."tanya ibu Chaca.
"Iya bu.Tadi Kendy mau pulang tapi tiba-tiba motornya mogok di depan gang.Jadi Kendy dorong ke bengkel kan kata mang bengkel agak lama jadi Kendy ambil arah kesini."jelas Kendy panjang lebar.
"Oh.....??,,"kata Chaca dan ibu Kendy bersamaan.
"Cuman O....?"gumam Kendy. Chaca dan ibunya hanya mengeryitkan keningnya.
"Itu......."
"klurukkkkkkk...... kluruk..."suara bunyi perut Kendy lapar.Dan tangan Kendy sambil memegangi perutnya.
"Astaga nak Kendy lapar ya?"kata ibu Chaca dan Kendy mengangguk.
"Ya.. Jangan malu-malu nak.Maafin ibu gak peka😁 Soalnya kamu tadi habis dorong motor berat itu.Sini duduk."ucap Ibu Chaca dan menyuruh Kendy untuk duduk.
"Chaca.. Nak tolong dimasakin nak Kendy."
"Tap...."kata Chaca terpotong.
__ADS_1
"Lauknya habis semua nak.Kan kasian masak nak Kendy dikasih makan peyek saja.Ya sudah ibu mau masuk kerumah dulu."