Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 52 Kepanikan Kendy


__ADS_3

Sejak dari tadi pagi Kendy mondar-mandir kesana kesini dengan tangan yang mengepal.Polisipun sudah mendatangi rumah Kendy serta membawa cctv terakhir di tempat dia membeli bubur kacang hijau.


Salah satu anggota polisi itu pun mulai mengecek cctv,Kendy,pak Bayu,mama Rita,ibu Dewi serta Mayang ikut memantau di laptop Kendy.


"Hah.. Pak?Bisa slide nya agak pelan?"Tanya Mayang yang tidak asing dengan gerak-gerik laki-laki bermasker.


"Kamu kenal Mayang?"Tanya Kendy menatap Mayang.


"Sepertinya kak,kalau dilihat dari perawakannya dan penampilannya sepertinya ini member baru cafe.Keponakan pak Herman."Jawab Mayang.


"Herman?"Semua terkejut.


"Astaga.Baru ingat Kendy,waktu itu laki-laki ini juga yang menolong Chaca ketika mau terjatuh."Sahut Kendy.


"Baiklah.Sepertinya kita perlu memanggil Herman untuk memastikannya.Bagaimana pak polisi?"Tanya pak Bayu ke polisi.


"Baik lah pak Bayu silahkan menghubungi pak Herman.Kami juga akan mencoba mengecek semua cctv yang ada di sekitar perumahan ini."Jawab pak polisi itu dan pak Bayu menganggukan kepala sebagai jawabannya.


45 Menit kemudian,


Pak Herman langsung mendatangi kediaman rumahnya Kendy.


"Bayu,sepertinya ada hal penting."Kata pak Herman yang tiba-tiba datang menghampiri pak Bayu yang sedang duduk memandangi laptop.


"Herman,aku minta tolong sama kamu.Aku butuh bantuan kamu."


"Kemarilah,coba lihat kamu mengenali laki-laki ini?"Kata pak Bayu sambil menunjukan laptop itu ke pak Herman.


"Fano?"Kata pak Herman.


"Fano?"Ulang semua orang terkejut ketika pak Herman menyebut nama Fano.


"Sekarang dimana om Fano?Dia menculik istri Kendy om,aku mohon om kasih tau d.."


"Mas Herman.Aku minta tolong mas,tolong kasih tau dimana Fano berada?Tolong tunjukan,kasian Chaca dia sedang hamil besar sebentar lagi dia mau melahirkan."Tambah ibu Dewi yang menyela pembicaraan Kendy dan pak Herman.


"Tunggu.. Tunggu.. Ya,saya masih belum paham jalan cerita nya kenapa Fano bisa menculik istrinya Kendy."


Kendy pun mulai speak up dia menjelaskan kronologinya.


"Baik lah.Saya paham sekarang,saya akan sekuat tenaga saya membantu kalian.Dewi.. Kamu yang tenang."Jawab pak Herman.

__ADS_1


"Baiklah pak Bayu dan pak Kendy,laporan kami terima.Kami segera melakukan pengejaran kepada saudara Rey Fano Samudera."Ucap salah seorang polisi itu.


"Terimakasih pak atas bantuannya,kami tunggu informasi selanjutnya."Jawab pak Bayu dan beberapa anggota polisi itu pun mengangguk dan berlalu pergi.


"Bayu,Rita,Dewi dan Kendy,saya minta maaf atas perbuatan yang Fano lakukan.Saya.. sa..."


"Terus ini gimana om?Masak kita seperti orang bodoh yang hanya diam disini?Chaca dalam bahaya om,Fano itu gila!"Ucap Kendy dengan emosi.


"Kendy!!"Pekik pak Bayu.


"Begini saja,Herman tolong cek cctv atau kamar Fano untuk menemukan petunjuk.Kendy kamu sama papa kita susuri cctv sambil cek jalan.Mama dan dek Dewi cukup dirumah bantu kami dengan doa yah.Mayang... Handle dulu yang berhubungan dengan cafe ya."Kata pak Bayu dan semua menganggukan kepala.


"Baik om tante bu Dewi Mayang pamit ke cafe"Ucap Mayang.


"Mayang.. Aku butuh bantuan Devan dan Ryan ya.Tolong telfon kan mereka untuk kerumah kalau mereka enggak sibuk."


"Iya kak,Mayang telfon kan.."Ucap Mayang dan scrolling handphonenya.


...****************...


Fano membuka pintu kamar,


Dia membawa banyak makanan dan buah-buahan untuk Chaca.Tidak lupa dia juga membawakan segelas susu untuk ibu hamil.


"Ini aku bawain semua makanan buat kamu.Dan ini aku bawa kan makan siang dan susu buat kamu."Kata Fano sambil duduk ditepian ranjang dan membawa nampan yang berisi soup ayam dan nasi.


"Buka mulutnya ya.."Kata Fano sambil menyendokan nasi.


Chaca pun mengibaskan tangan Fano yang akan menyuapinya.


Klenteng klenteng


Suara sendok yang terjatuh.


Fanopun masih sabar dengan mengambil sendok yang baru dan berusaha menyuapin Chaca.Namun tetep sama,Chaca hanya membungkam mulutnya.


"Hmmm..."Fano mendengus.


"Lepasin aku Fano!"Ucap Chaca dengan menatap tajam mata Fano.


"Makanlah.Aku enggak mau kamu dan anak di dalam perutmu kenapa-kenapa.Aku memang jahat tapi aku masih punya hati nurani."Jawab Fano yang mengalihkan pembicaraan.Dan berdiri mengambil 1 buah apel di meja rias dan mengupas membelakangi Chaca.

__ADS_1


Dilihatnya Fano lengah yang sedang mengupas buah,Chaca berusaha berjalan pelan menuju ke arah pintu.


Belum sampai pintu terbuka,tangan Fano sudah mencekal lengan Chaca.


"Mau kemana kamu?"Tanya Fano dengan tatapan tajam.


"Aku mau pulang Fano,lepasin aku."Kata Chaca yang mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Fano.


"Coba saja kalau kamu berani."Kata Fano sambil menodongkan pisau ke arah Chaca.


"Kamu gila..."Teriak Chaca dan berjalan pelan ke arah ranjang dan mendudukkan tubuhnya dipinggiran ranjang.


Chacapun mengambil nampan yang berisi makanan dan menyendokkannya.Fano hanya berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada.Dia melihati Chaca yang lahap makan.


"Sok-sok an mau lari hah?"Kata Fano lirih.


Chaca yang mendengar omongan Fanopun diabaikannya.Dia buru-buru menghabiskan makanannya karena sudah muak melihat muka Fano yang berdiri dihadapannya.


Setelah Chaca menyelesaikan aktivitas makannya,Fano merapikan bekas makan Chaca dan ditaruhnya di nampan.


"Aku bawakan kamu beberapa cemilan makanan buat kamu.Makanlah.."Kata Fano sambil mengambil nampan dan beranjak pergi.


Namun langkahnya terhenti dan dia membalikkan badannya.


"Jangan harap kamu bisa lari dari sini."Pesan Fano diapun membalikkan badannya lagi dan berlalu pergi menutup pintu dan mengunci pintu dari luar.


"Akhhhhhhhh... "Kata Chaca yang melempar guling ke arah pintu.


Diapun menangis sambil memegangi perut besarnya.


"Hiks.. Hiks.. Hiks.."


Dengan menyeka air mata nya,Chaca beranjak dari ranjang dan berdiri meliha-lihat isi dari kamar yang menjadi tempat penyekapannya.


Dia mencoba membuka lemari baju dan mencari kunci atau alat bantu lainnya agar dia bisa meloloskan dirinya.


Usahanya ternyata tak menemukan hasil.


"Aku enggak boleh diam,percuma melawan Fano kalau tidak menggunakan akal!Fano itu physicopat gila."Gumam Chaca.


"Lebih baik saat ini aku mengumpulkan tenaga dan makan makanan cemilan agar aku memiliki tenaga untuk berfikir."Gumamnya lagi.

__ADS_1


Chacapun memutuskan untuk kembali duduk ditepian ranjang sambil memakan burger yang sudah disiapkan Fano.


"Mas.. Tolongin kita."Batin Chaca sambil mengunyah burgernya sambil sesenggukan.


__ADS_2