Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 8 Mama papa pamit pulang


__ADS_3

Mama Papa Kino pamit pulang.Karena mereka juga ada meeting dengan kliennya.


Chaca,Mayang dan Rika duduk dalam satu meja.


Ada pula Ryan dan Devan.


"Cantik sekali Chaca malam ini"puji Devan.


Chacapun hanya senyum.


"Cantik lah.. cewek siapa dulu."datang Kino dan duduk disamping Chaca.


"Mau gombalin Chaca?nih..."tambah Kino seraya bercanda sambil menarik kerah Devan.


"Ehhhh...... "kata Ryan.


"Bercanda......"jawab Kino.


Jam 10 malam acara berakhir.


Cuaca pada saat itu sedang gerimis-gerimis kecil.Kinopun mengantarkan Chaca pulang dengan menggunakan motor sportnya.


Lewat dari 15 menit hujan bertambah deras.


Kinopun mencari tempat teduh.Dia memberhentikan motornya di depan halte bis.


Mereka berduapun berteduh dari derasnya hujan dan sedikit petir menyambar.Lalu lintas saat itu sedang sepi sekali,apalagi dilihat jam tangan Kino sudah menunjukkan pukul 11 malam.


Kino menoleh kearah Chaca dan melihat Chaca kedingan.


Kino memberikan jaketnya dan memakaikannya.


"Dingin sekali ya..."Ucap Chaca menggigil.


"Ya...."jawab Kino.


"Cha.. aku punya sesuatu untuk kamu."Ucap Kino.


"Apa itu?."Tanya Chaca penasaran.


Kino pun merogoh kantong celananya dan mengeluarkan kotak berwarna merah terus membukanya.


Ekspresi raut wajah Chaca kaget dan bahagia.


Di otaknya sama sekali tidak ada pikiran kalau Kino akan memberikan Cincin.


"Kino?"Kata Chaca dan Kino memasangkan cincin itu dijemari manis Chaca.


"Cha.. aku sayang kamu.Mama dan papa juga merestui hubungan kita.Spesial di hari ulang tahun ini dan di malam valentain ini,aku mau bilang aku mau kamu jadi tunangan aku."kata Kino.


"Gimana Cha?"tanya Kino.Chaca tidak bisa memberikan Kino jawaban.Chaca hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda iya.


Raut wajah Chaca terlihat bahagia.


Hujan pun tambah deras,anginnya pun semakin kencang.


Malam semakin larut.Mereka berdua masih berteduh di halte bis.Terlihat Chaca semakin menggigil wajahnya terasa pucat.

__ADS_1


Kino mendekat kearah Chaca.


Kinopun memeluk Chaca dan memberikan pelukan hangatnya.


"Benar saja Chaca menggigil suhu malam ini memanglah sangat dingin"batin Kino.


Kino melepas pelukannya ke Chaca.


Dan dia semakin mendekatkan wajahnya ke Chaca.Kino menarik lengan Chaca dan menitahnya untuk duduk di pangkuan Kino.Chacapun mulai mengalungkan kedua tangannya ke leher Kino.Dan kedua tangan Kino yang melengkung di pinggang ramping Chaca.Mereka berdua saling mendekatkan hidung.


Hingga Kino menautkan lagi bibirnya bersama Chaca.


Nafas segar ber khas mint itu sepertinya mau berulah lagi.Kino memulai memagut mengecup bibir Chaca dan Chaca juga membalas kecupan itu dengan ******* bibir Kino.Sekali mereka juga saling memeluk.


Kino menghujani kecupan bibir Chaca.. 10 detik itu terasa cepat.Kecupan bibir Kinopun mulai turun dicuruk leher Chaca.Kino mulai ******* bibir Chaca.Mereka berdua bermain lidah saling bertukar saliva.Entah malam yang hujan deras dingin itu seperti memabukkan keduanya.Malam yang dingin itu merubah menjadi malam yang penuh kehangatan.


Dan merekapun juga masih bisa membatasi diri.Jangan sampai terjadi hal yang tidak diingainkan.Kebucinan mereka jangan sampai menjerumuskannya.


Hujan sudah reda,meskipun tetlihat gerimis kecil.Kinopun mengantar Chaca pulang.


Sampai di depan rumah Chaca.


"Terimakasih ya... hari ini aku bahagia banget"kata Chaca.


"Aku juga bahagia.Habis ini mandi terus minum teh hangat ya."pesan Kino. Dan Chacapun tiba-tiba meluk Kino erat.


"Eits... Cha"kata Kino dan melepas pelukkan Chaca.


"Udah malam... "kata Kino.


"Enggak tau kenapa aku mau menangis.Semoga tahun depan kita masih bisa bersama dan merayakan Valentain lagi"kata Chaca sambil menangis.


Entah kenapa ucapan Kino membuat hati Chaca galau gelisah.Seakan-akan Kino akan pergi lama.


Chacapun segera membersihkan diri.Dilihat Cindi dan ibunya sudah tidur.Mereka juga tahu kalau Chaca pulang telat karena terjebak hujan dijalan.


Didapur Chaca membuat teh hangat.


Dan duduk di meja makan sambil menyisir rambutnya yang panjang terurai.


Ditempat lain Kino yang tadinya berpamitan sama Chaca pulang ternyata dia berkumpul di Jalan 14 Februari.


Disana sudah terlihat anak-anak motorsport untuk berkumpul.Kinopun mematikan handphonenya agar tidak ada yang menghubunginya.


Cuaca malam ini memang sangat dingin,jalanan basah dan licin karena habis hujan deras.


Dirumah Chaca,


Mama Kino caling......


"Hallo nak,"sapa mama Kino via Videocall.


"Iya tante,nak ada Kino kah?"tanya mama Kino.


"Tante,Kino sudah pulang dari rumah Chaca sekitar 1,5 jam lalu!."jawab Chaca.


"Tapi nak,ini sudah jam 2 pagi.Kino belum sampai dirumah.Hpnya juga tidak aktif."Kata mama Kino yang mulai panik.

__ADS_1


"Tante tenang dulu ya.Chaca bantu telfon teman-teman.Nanti Chaca kabarin tante lagi."


Kata Chaca.


"iya nak secepat nya ya"kata mama Kino dan mengakhiri VideoCallnya.


"Dimana kamu Kino..."Batin Chaca.


Chacapun menelfon semua teman-temannya.Hasilnya juga nihil.Akhirnya datang Ryan dan Devan kerumah Chaca.Diruang tamu.


"Bu.izinin Chaca sebentar ya mencari Kino.Chaca khawatir sudah malam Kino belum pulang,mamanya tadi nelfon Chaca."


pinta Chaca.


"Tapi Cha..."kata ibunya terpotong.


"Chaca enggak enak bu.Chaca merasa bersalah kalau Kino terjadi apa-apa dijalan."terang Chaca.


"Ya sudahlah nak.Hati-hati dijalan.Ini sudah malam diluar dingin.Nak Ryan dan Devan.Ibu titip Chaca ya"pesan ibu Chaca.


"Iya bu.kalau begitu kami permisi dulu ya"kata Ryan.


Mereka bertiga pun mulai mencari Kino dengan membawa mobil Devan.Malam sudah menunjukan pukul 03.Mereka pun tak menemukan apa-apa.Chaca yang panik berulang-ulang menghubungi Kino berharap ada kabar baik.Namun handphone Kino tak kunjung aktif.


Mobil Devan pun terhenti.


"Kenapa Devan berhenti"tanya Chaca.


"Cha.. aku lihat itu ada anak-anak balap motor.Dari arah sana."tunjuk Devan.


"Coba Devan kita ke jalan 14 Februari"usul Chaca.Dan Devanpun segera menuju ke jalan 14 Februari.


Devan pun memperlambat lambat mobilnya.Sambil melihat kanana kiri berharap ada Kino.Devanpun menghentikan mobilnya.


"Kenapa lagi Van?"tanya Ryan.


"Kayaknya kita harus turun deh dari mobil.Coba lihat ada keramaian apa ya disana?Enggak mungkin kalau kita naik mobil"Jawab Devan.


Banyak anak-anak motor yang berkerumun.


Disana juga terlihat mobil patroli kantibmas dan tak lama terdengar suara sirene mobil ambulance.Chaca,Ryan dan Devan pun semakin penasaran.Dan bergegas lari melihat kerumunan itu.


"Maaf pak ada apa ya?"tanya Chaca yang memberanikan diri.


"Maaf mbk ya kami sedang bertugas introgasi sebentar karena mereka terjaring razia balap liar."jawab putugas polisi.


Dan Chaca syok melihat darah di jalan aspal tersebut.


"Pak apa ada korban ya?."tanya Ryan.


"Sebenarnya tujuan adik-adik ini apa?saya tegaskan ya jangan mengganggu petugas bekerja"jawab petugas tegas.


"Maaf pak.Kami juga sedang mencari teman kami barang kali dia juga ikut balapan ini.Karena keluarganya sedang mencari.Karena kebetulan juga teman kami juga suka trek-trekkan motor"Tambah Devan.


"Kalau begitu ada identitasnya atau fotonya?Karena kami sudah mendata sebagian". Chacapun menunjukkan Foto Kino ke pak polisi.


"Mbk tolong hubungi keluarganya kebetulan korban kecelakaan itu sama persis difoto ini."

__ADS_1


Chacapun syok mendengarnya.


Ryan dan Devan mencoba mendengar arahan petugas polisi tersebut.Mereka bergegas ke rumah sakit dan mengecek betul-betul korban laka di jalan 14 Februari.


__ADS_2