
Malam yang harusnya menjadi malam pertama bagi Chaca dan Kendy kini menjadi malam yang hampa.
Kendy yang tidak terbiasa tidur di sofa akhirnya dia menyerah.Dia mendudukkan badannya dan mengacak-acak rambutnya.
Dia berdiri sambil membawa bantalnya dan mulai beranjak ke ranjang tidur bermaksud untuk tidur diranjang.
Ketika dia menaruh bantalnya dengan pelan dia mendengar suara Chaca yang menggigil.
Lalu dia menaiki ranjang dan merangkak kearah Chaca dan membalikkan tubuhnya yang posisi tidurnya masih sama sebelumnya dan di pangku kepalanya.
"Sayang!"Kata Kendy yang menggugah Chaca sambil menaruh telapak tangannya di dahi Chaca untuk cek suhu.
"Sayang, hei "Gugah Kendy namun Chaca tidak menjawab.
"Panas kamu tinggi sekali.Sebentar ya,aku siapkan mobil dulu."Kata Kendy yang gugup.
Kendy pun bergegas turun ke lantai bawah,dia tak nampak satu orangpun disana.Kemungkinan malam yang sudah larut dan kecapaian karena habis mengadakan acara pernikahan.
Akhirnya Kendy bertemu dengan mbok Darmi di dapur yang sedang mengambil air minum.
"Mbok tolongin Kendy,tolong bantu kemasin baju Chaca saya mau membawanya kerumah sakit."Pinta Kendy tergesa-gesa.
"Non Chaca sakit apa den?"Tanya mbok Darmi nampak terkejut.
"Demam tinggi mbok,tolong ya.Saya mau cari mang Diman dulu mbok."Kata Kendy.
Kendypun pergi ke tempat security,biasanya jam-jam tengah malam ini mang Diman nongkrong dengan pak security.
Setelah berhasil bertemu dengan mang Diman Kendy membawa Chaca kerumah sakit.
...****************...
IGD
Untuk sementara perawat membawa Chaca keruang darurat untuk di periksa.Setelah itu dibawa ke ruang inap untuk pemulihan.
Diruang tunggu,
"Mang Diman,pulang duluan boleh ya.Biar saya yang nungguin Chaca.Besok pagi mang Diman tolong kesini lagi bawakan baju ganti untuk Kendy serta handphone Kendy yang tertinggal di meja rias Chaca."Pesan Kendy.
"Kasih tau mamah ya mang,"Tambahnya.
"Iya den,mang Diman pamit duluan"Pamit mang Diman dan berlalu pergi.
30 menit setelah pemeriksaan Chaca sudah dipindah ke ruang inap.Analisa dokter Chaca demam tinggi karena dari kelelahan.
Diruang Anggrek,
Nampak Kendy sedang menunggui istrinya yang terbaring lemas di atas ranjang pasien.
Dia duduk terjaga di kursi.
__ADS_1
Merasa lelah akhirnya dia menopangkan kepalanya dipinggiran ranjang pasien dengan beralaskan kedua lengannya untuk di jadikan bantal.
Keesokan paginya dihari minggu.
Semua keluarga sudah berkumpul di dapur.Nampak mama Rita dan bu Dewi sedang siap menyiapkan sarapan.
"Memang ya kalau pengantin baru itu paling males kalau sudah turun ranjang."Canda mama Rita dan bu Dewi ketawa.
"Haduh mbk,ceritanya iri ya."Tambah bu Dewi.
"Hehehe".
"Maaf bu!Den Kendy pergi kerumah sakit membawa non Chaca."Kata bu Darmi dan menceritakan kejadian semalam.
"Kalau begitu sudah disiapkan kah mbok?Bentar kami siap-siap dulu."Kata mama Rita.
Dirumah sakit..
Chaca mulai membuka mata pelan-pelan.Dia juga melihat suaminya yang tertidur di kursi jaga pasien yang tidak jauh dari ranjangnya.
Chacapun membelai rambut suaminya,hingga belaiannya membangunkan Kendy.
"Sayang.."Kata Kendy sambil meraih telapak tangan Chaca dan menciumnya.
"Mas,aku haus."Kata Chaca dengan suara seraknya yang habis bangun tidur.
Mendengar permintaan dari istrinya itu,Kendy dengan cepat mengambil air putih di meja nakas dan membantu mendudukkan Chaca di ranjang pasien serta membantu Chaca meminumkannya.
Ceklek
"Haduh anak mamah.."Kata mama Rita yang datang tiba-tiba langsung memeluk menantunya itu.Chacapun hanya mengeryitkan kening dahinya sambil melihati Kendy yang berdiri disamping ibunya ibu Dewi.
"Kamu sakit apa nak,?"Tanya ibu Dewi yang ikut panik juga.
"Demam tinggi saja kok bu."Sahut Kendy.Dan Chaca mengangguk.
"Kok kamu pakai baju kimono nak, enggak ada baju yang lain?"Tanya mama Rita ke pada Chaca dan pertanyaan itu membuat Chaca terkejut.
"Buru-buru mah,enggak terpikir Kendy yang penting kerumah sakit dulu."Pekik Kendy.
"Ya sudah ganti baju dulu ya nak.Kendy bantuin Chaca."Kata mama Rita membuat Chaca dan Kendy saling melotot kaget.
"Chaca sudah gede mah.Biar ganti baju sendiri."Kendy yang mengelak.
"Kamu kan suaminya!Dibantu istri kalau sedang sakit.!"Kata mama Rita sambil jitak kepala anaknya itu.
Mama Rita dan Bu Dewipun keluar dari ruangan Chaca.Tinggal Chaca dan Kendy.
Chaca yang duduk diranjang sambil menyandarkan punggungnya hanya memperhatikan Kendy yang mengacak-acak tas nya itu.Lalu Kendy mengeluarkan set baju rumahan nya Chaca.
"Ini bajunya aku taruh disini.Aku ke kamar mandi dulu biar kamu bisa ganti baju.Kalau sudah selesai kasih tau aku."Kata Kendy lembut dan berjalan kearah kamar mandi dan Chaca hanya diam dan seraya mengambil set baju rumahannya itu.
__ADS_1
Entah mengapa sekarang Chaca dan Kendy menjadi canggung.Beda dengan sebelumnya yang sebelum ijab qobul,kadang mereka sering berpagutan bibir.
Entah apa karena kejadian semalam?
Setelah Chaca selesai mengganti baju,Kendy keluar dari kamar mandi.Dan menghampiri Chaca.
Kendy pun membersihkan kaki dan tangan Chaca menggunakan handuk yang dibawa oleh mama Rita.
Chaca hanya bisa memperhatikan Kendy yang telaten sekali dalam merawatnya.Dia merasa di emong.Mengingat masa kecilnya dia sudah ditinggalkan ayahnya.Kini dia di ratukan oleh orang yang tepat.
Ketika tangan Kendy berpindah membersihkan wajah sang istri yang sedang duduk diranjang,dengan gerakan cepat Chaca langsung menarik tangan suaminya.
"Kenapa sayang?"Kata Kendy terkejut.
Chaca hanya tersenyum.
Cup
"Hadiah buat suamiku."Kata Chaca yang mengecup bibir Kendy beberapa detik.
Kendypun mengulas senyumnya dan memeluk Chaca.
"Aku senang sekali akhirnya kamu mau bersuara."Kata Kendy dan mengecup kening istrinya.
"Aku minta maaf ya,atas kesalahanku."Ucap Kendy dan Chaca senyum mengangguk.
"Hmmmm..."Kata Kendy dan Chaca hanya mengernyitkan alisnya.
"Kamu sudah siap belum?"Tanya Kendy senyum smirk dan berbisik ke arah Chaca.
Mendengar suaminya berbisik membuat Chaca ketawa malu-malu sambil menutup mulutnya.
"Sayang.. Gimana?Kamu dari semalem irit betul ngomong."Kata Kendy dengan wajah merengut.
"Bagaimana ya."Kata Chaca.
"Jadi kamu enggak mau melayani suami kamu?Dosa loh."Kata Kendy ketus lalu Chaca mengalungkan kedua tangannya ke leher Kendy.
Dia mengecup bibir Kendy.
Kendy pun membalas kecupan itu dengan ******* bibir kaca
Merekapun saling menikmati pagutan itu.
Kendy sangat antusias dalam berciuman dengan istrinya itu.Pagutan yang tadinya dibibir kini berpindah di curuk leher sang istri.
Dia menyesapi setiap inci lehernya sang istri dia tidak mau melewatinya.
Hingga tanpa terasa bibirnya semakin turun di dua gundukan gunung.Kendy mulai membenamkan wajahnya di gundukan itu. Dan Kendy mencoba membuka kain penutup gundukan itu.
"Mas!"Pekik Chaca sambil mencekal tangan Kendy.
__ADS_1
"Aishhh"Kata Kendy kecewa.
"Ini rumah sakit!Diluar ada mama dan ibu."Kata Chaca dan Kendypun menghela nafasnya dengan kecewa.