Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 54 Tragedi di rumah minimalis


__ADS_3

Kendy sangat geram dengan Fano yang menculik istrinya.Apalagi Kendy melihat pipi Chaca merah bekas gambaran tangan Fano.Suami mana yang tidak geram melihat istri yang di cintainya ditampar oleh orang.


"Minggir kalian.. "Sontak Fano sambil menodongkan pisau ke arah Chaca yang berusaha keluar dari pintu.


"Fano!"Bentak Kendy.


"Lepasin istri ku."Kata Kendy yang emosi sambil mendekat ke arah Fano namun dihalangi oleh Ryan.


"Kak Fano itu gila.Tahan emosimu kita cari celah yang lain."Bisik Ryan ke telinga Kendy sambil menenangkannya.


"Fano."Kata pak Herman.


"Ini pasti dalangnya paman,"Kata Fano.


"Paman yang membawa mereka kesini.Iya kan."Bentak Fano.


"Jalan Cha.. "Kata Fano ke arah Chaca sambil menodong pisaunya.


"Mas... Tolong auwww... "Kata Chaca sambil memegangi perutnya.


"Chaca.."Kata Kendy yang berusaha mendekat kearah istrinya namun Fano mencegahnya dengan todongan pisau.


"Jangan mendekat kalian."Kata Fano sedikit langkahnya keluar dari kamar.


"Fano!!Tolong Chaca kesakitan Fano,enggak punya hati kah kamu sama dia?"Kata Kendy yang mulai menitikan air matanya yang melihat istrinya di cengkeram oleh Fano dalam keadaan hamil besar.


"Kalau kamu mencintai Chaca,biarkan aku pergi sama dia.Setelah ini aku akan membawa dia kerumah sakit."Jawab Fano.


"Aww.. Mas.. "Rintih Chaca lagi yang mengerang kesakitan.


"Mas.. Perut Chaca mules.Aduh mas.. Tolong."Rintih Chaca lagi.


Kendy yang melihat istrinya dalam kesakitan merasa tak tega.Dengan membulatkan tekat Kendy mendekat mau meraih tangan Chaca namun lagi-lagi Fano menodongkan pisaunya.


"Kendy!!"Pekik Fano.Kendypun menghentikan langkahnya.


Fano tidak mengetahui di belakangnya sudah ada Devan.Devan pun mengkode Kendy dengan mengedipkan salah satu matanya.


Disaat lengah Devan pun memukul punggung Fano dengan tangan kuatnya.


"Agrrrggggg"Teriak Fano tersungkur terjatuh pingsan dan pisau yang digenggam pun terjatuh.


"Sayang.."Kata Kendy yang menghampiri istrinya dan memeluk erat Chaca.


Pak Herman,Ryan dan Devan sedang sibuk mengabari keluarga dan polisi.Hingga mereka lengah tidak sadar kalau Fano sedang pura-pura pingsan.


"Mas..Hiks.. Hiks.." Chaca sesenggukan.


"Ayok kita pulang."Kata Kendy.

__ADS_1


Dengan sayup-sayup Fano membuka matanya dan mengambil pisau.Fano pun bergegas lari menusukan pisau itu ke punggung Kendy.


"Aargggghhh"Teriak Kendy dan menoleh ke arah punggungnya.


"Mas..."Teriak Chaca dan pak Herman,Ryan dan Devan membalikkan badannya.


Merekapun bergegas menghampiri Chaca dan Kendy.


Ryan dan Devan langsung membekuk Fano.Tangan Kanan dan kirinya dipegangin oleh Ryan dan Devan.


Kendy dengan kondisi pisau yang tertancap dipunggung belakang nya menyerang Fano dengan membabi buta.


Bugh bugh bugh bugh


Sampai benar-benar Fano tersungkur.Kekuatan Kendy melemah.Akhirnya dia ikut juga tersungkur dengan aliran darah segarnya.


"Mas.. Ken.. Mas..."Kata Chaca yang duduk selonjor sambil memangku suaminya yang terbaring.


Pak Herman pun datang membawa polisi.Mayang dan Rikapun juga ikut datang untuk mendampingi Chaca.


"Mas.. Bangun mas..."Chaca yang menggugah suaminya dengan sesenggukan.


Sayup-sayup dengan rintihan sakitnya,Kendy mengangkat tangannya dan memegangi perut Chaca sambil tersenyum.


"Mas.. Kita kerumah sakit mas.Mas kuat.. Jangan tinggalin Chaca mas.. Chaca enggak mau mas pergi."Katanya sesenggukan sambil menciumi tangan besar suaminya.


"Devan Ryan ayo angkat Kak Kendy."Kata Pak Herman sambil membantu Kendy.


...****************...


Didalam mobil Devan sudah ada Mayang yang duduk disamping Chaca.


Dan di mobil Pak Herman sudah ada Ryan,Rika dan Kendy.


🚗🚗🚗Mobil Devan.


"Awww aduh... Mayang,"Rintih Chaca sambil memegangi perut Chaca.


"Chaca kenapa?"Tanya Mayang yang ikut panik.


"Perut aku sakit Mayang... Awwww..."Rintih Chaca sambil mengeluarkan keringat di keningnya.


"Kita kerumah sakit ya Cha."


"Devan cepetan dong,sepertinya Chaca mau melahirkan ini."Kata Mayang.


"Iya.. Iya sabar."Jawab Devan sebagai pengemudinya.


"Chaca.. Coba jangan panik ya.Ikutin ak.."

__ADS_1


"Aduh Mayang.. Air ketubannya sepertinya sudah keluar.Aduh... Mas Ken... Hiks..."Rintih Chaca sambil memegangi perutnya.


"Cha.. Tenang ya.. Tarik nafas panjang lalu keluarkan."Instruksi Mayang dan Chaca mengikutinya.


"Devan ayok cepetan."Kata Mayang yang di belakang kemudi Devan.


"Aduh.. Masih sakit Mayang.Hiks.. Hiks.."Rintih Chaca.


"Ayo Chaca ulangi lagi Cha,sebentar lagi kita sampai rumah sakit."Mayang yang sambil menenangkan Chaca.


🚘🚘🚘🚘🚘Mobil pak Herman.


"Ryan cepat sedikit Ryan.. Kendy kondisi lemas sekali."Kata Pak Herman yang memegangj Kendy.


"Iya om,2 putaran sekitar 15 menit kita sampai rumah sakitnya."


Mobil Pak Herman sudah tiba di rumah sakit,disana sudah standby pak Bayu,mama Rita dan ibu Dewi yang sudah menunggu.


Sesuai intruksi sebelumnya perawat pun langsung datang dengan membawa brankar.


Kendy pun dipapah oleh Ryan,Pak Bayu dan Pak Herman lalu hdi tengkurapkan di brankar.Karena punggung belakang Kendy sudah mengeluarkan banyak darah.


"Kendy.... Hiks.. Hiks.."Ucap mama Rita yang menangis melihat Kendy di bawa ke ruang Icu.


5 Menit kemudian datanglah MObil Devan dengan membawa Chaca.Perawatpun membawa kursi roda nya Mayang membantu Chaca untuk memapah nya ke kursi Roda.Lalu Ibu Dewi menghampiri anaknya dengan penuh linangan air matanya.


"Chaca.."Ibu Dewi memeluk erat dan menciumi anaknya.


"Maaf ibu.Pasien sudah mengalami pecah ketuban,kami mau memeriksany ibu."Jelas seorang perawat.


"Saya ikut sus..."Kata ibu Dewi yang mengikuti langkah perawat ke ruang bersalin.


Sampainya di ruang bersalin..


Chaca masih didampingi ibu Dewi dan Mayang.Sementara mama Rita masih mendampingi Kendy.


"Permisi ibu Chaca kami akan menyuntikan obat perangsang babi ya.Agar babynya bisa membantu jalan keluar."Ucap dokter sambil menyuntikan obat ke infus Chaca.


"Setelah 10 menit perut akan terasa nyeri kontraksi jangan khawatir karena babynya sedang mencari jalan keluar ."Kata dokter.


"Sudah waktunya lahiran kah dokter anak saya?"Tanya ibu Dewi.


"Iya ibu.Air ketubannya sudah pecah dan tadi sudah dilihat sudah pembukaan 1.Karena itu kami perlu memberi induksi untuk merangsang babynya agar membantu jalannya keluar."Jelas Bu Dokter.Dan Chacapun menganggukkan kepalanya.


"Dok.. Bagaimana keadaan suami saya?"Tanya Chaca gelisah sambil memegangi perutnya.


"Suami ibu sedang dalam penanganan dokter yang lain ibu.Baik ibu Chaca saya tinggal dulu,nanti akan ada perawat yang mengontrol keadaan ibu."Kata bu dokter sembari berlalu pergi.


"Bu,Chaca mau melihat mas Kendy bu.Hiks.. Hiks.. Mas Kendy harus tau bu Chaca mau melahirkan.Hiks.. Hiks..."Rengek Chaca sesenggukan kepada ibunya.

__ADS_1


"Nak.. Tadi dokter barusan bilang,kalau nak Kendy sedang dalam penanganan dokter.Chaca fokus dulu dengan lahiran nya ya nak..."Ucap ibu Dewi sambil mengusap rambut anak sulungnya.


__ADS_2