
Nampak Chaca diperiksa oleh seorang dokter diruang Igd.Dokter itu adalah dokter Kristin,dokter Kristin yang baru saja membantu proses persalinan pasien lain kini harus bertemu dengan Chaca lagi,sedangkan Kendy menunggu diluar tunggu.
"Dokter.. Bagaimana keadaan bayi kembar saya?"Tanya Chaca dengan nada suara seraknya.
"Ibu Chaca,dijaga baik-baik ya,Alhamdulillah mereka bisa diselamatkan."Jawab dokter Kristin.
Chacapun menangis haru,mendengar kabar kandungannya baik-baik saja.
"Dijaga baik-baik ibu ya"Pesan dokter Kristin dan beranjak pergi.
"Dok,??"Kata Chaca.
"Mmmm diluar ada suami saya?"Tanya Chaca sambil berpikir sejenak.
"Ada."Jawab singkat dokter Kristin.
"Dok.Saya boleh minta tolongkah?Saat ini saya butuh waktu untuk sendiri dulu,dokter bisa bilang gitu."Pinta Chaca yang memelas.
"Tapi?"
"Saya mohon dok?"Pinta Chaca yang memelas sambil mengedipkan kedua matanya.
Dokter Kristin pun mengangguk kan kepalanya.Kemudian dia beranjak keluar ruangan.
Ceklek
Dokter Kristin yang baru keluar dari ruangan Chaca.
Ternyata diluar sana sudah ada mama Rita dan ibu Dewi.
"Dok?Gimana keadaan istri dan anak saya?"Tanya Kendy yang panik.
"Alhamdulillah pak Kendy,bayi kembarnya bisa diselamatkan.Tolong kandungan ibu Chaca dijaga!Ya pak.Bukan kandungannya saja pak,terutama mood batin perasaannya."
"Kembar dok?Kembar berapa dok?"Tanya Kendy girang.
"Kembar 2 pak.Saya sarankan bapak untuk menjaga dengan baik.Satu lagi pak,ini pesan dari ibu Chaca."
"Apa dok?"Tanya Kendy.
"Berikan waktu luang untuk ibu Chaca,beliau berpesan ingin sendiri dulu."Kata dokter Kristin.Raut wajah Kendy yang nampak bahagia kini berubah sedih.
"Sabar pak ya."Kata dokter Kristin dan berlalu pergi.
Kendypun menarik nafasnya.Mendongakkan kepala ke atas dan menyandarkan kepalanya kedinding.Disitu dia mulai mengeluarkan buliran beningnya.
"Sabar nak.. Nanti ibu bantu bicara dengan Chaca."Kata ibu Dewi yang menguatkan menantunya itu.
"mama masuk dulu ya."Sambil mengusap punggung anaknya.
__ADS_1
"Kendy mau ikut mah.."Rengek Kendy.
"Kamu enggak dengar tadi dokter Kristin bilang apa?Jangan aneh-aneh Kendy!"Pekik mama Rita dan masuk ke ruang Igd tersebut diikuti ibu Dewi.
Ryanpun datang,memecahkan lamunan Kendy.
"Sabar kak,"Kata Ryan dan Kendy mengangguk duduk di kursi ruang tunggu.
"Mungkin ini salahku Ryan,aku belum bisa mengontrol emosiku.Akibat kebodohanku hampir saja merenggut nyawa ke dua anakku."Sesal Kendy sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kak Kendy datang minta maaf sama Chaca,bujuk dia.Ingat kak Kendy harus sabar moodnya ibu hamil itu naik turun."Ujar Ryan yang memberikan semangat.
Kendypun menganggukkan kepala sebagai tanda dia mengerti .
...****************...
Ceklek..
Mama Rita membuka pintu dan masuk ke ruang Igd diikuti dengan Ibu Dewi.
"Ibu.. Mama??"Kata Chaca dan memeluk kedua orang tuanya sambil menangis.
"Maafin Chaca,Chaca hampir tledor.Hiks.."Kata Chaca sambil menangis sesenggukan.
"Jangan sedih nak,Alhamdulillah kamu masih diberi kesempatan untuk menjaga mereka."Ucap Ibu Dewi sambil. mengusap perut Chaca yang masih datar.
"Maafin mama Rita sayang ya,seharusnya mama gak izinin kamu pergi."Sesal mama Rita.
"Ya sudah yang penting kalian baik-baik aja."Ucap mama Rita yang mengusap perut Chaca.
"Mah,Chaca boleh enggak untuk beberapa hari ini pulang kerumah ibu.?"Tanya Chaca kepada mama Rita.
"Chaca.. "Kata ibu Dewi dengan kode menggelengkan kepalanya.
"Enggak apa-apa dek Dewi,saya tidak melarangnya.Mungkin dia sedang jenuh.Tapi ingat ya nak,kalau kamu sudah membaik pulang kerumah mama Rita ya."Jelas Mama Rita.Chacapun mengangguk.
Kendy yang berada diluar ruang tunggu pun,merasa gundah gulana.
Dia memutuskan untuk masuk ke ruang Igd setelah Ryan pamit pulang duluan.
Klek
Semua pandangan mata tertuju padanya.
"Ken?"Kata mama Rita pendek.
Kendy berjalan menuju kearah mama Rita dan ibu Dewi yang berada di sisi ranjang Chaca.
Entah kenapa Chaca yang terbaring lemas lebih memilih mengalihkan pandangannya ke arah lain.
__ADS_1
"Mah.. Ibu,boleh ya Kendy menyelesaikan masalah Kendy dan Chaca?"Kata Kendy.
"Mbak biarkan mereka berdua dulu.Mari kita keluar,"Ajak ibu Dewi.
Mama Rita sebenarnya enggan meninggalkan mereka,tapi mereka sekarang adalah sepasang suami istri yang mencoba untuk menyelesaikan masalah.
Saat mama Rita dan ibu Dewi meninggalkan mereka,Kendy mendekatkan dirinya dengan duduk dipinggiran ranjang pasien.Dia melihati istrinya yang dari tadi mengalihkan pandangannya.
"Sayang,aku minta maaf ya."Ucap Kendy dan nyium kening istrinya.Dan dia masih melihat istrinya memanyunkan bibirnya.
"Sayang,aku minta maaf ya."Ulangnya dan kecup bibir Chaca.
"Mas!"Pekik Chaca dan Kendypun tertawa ngekeh.
"Mas minta maaf ya,"Ulang Kendy.
"Enggak sebanding dengan apa yang mas lakuin tadi."Kata Chaca ketus.
"Ya udah sekarang kamu mau apa?Biar aku bisa menebus kesalahanku."
"Enggak ada!Chaca hanya butuh sendiri,"Jawab Chaca tegas.
Tok.. Tok.. Tok..
"Iya sebentar"Kata Kendy turun dari ranjang dan membuka pintu.
Ceklek
"Dokter Kristin,"Sapa Kendy.
"Iya pak Kendy saya mau memeriksa ibu Chaca dulu ya.Kalau ibu Chaca tidak ada keluhan ibu Chaca bisa pulang hari ini."Jawab dokter Kristin yang melangkahkan kakinya ke arah ranjang pasien dan diikuti mama Rita ibu Dewi dan Kendy.
Setelah diperiksa berulang-ulang dan tidak ada keluhan,Chaca diperbolehkan pulang.
"Jangan lupa minum vitaminnya ya ibu,susu bumilnya juga harus rajin diminum.Jangan khawatir lagi jika ibu mengalami mual muntah di pagi hari karena itu termasuk gejala morning sikness."Kata dokter Kristin.
"Pak Kendy tolong dijaga betul-betul ya kehamilan istrinya,jaga mood dan perasaanya.Karena ini awal kehamilan yang masih rentan,jangan sampai terjadi seperti ini lagi ya.Kasian kan ibu dan baby nya."Pesan dokter Kristin.
"Silahkan obatnya ditebus dulu.Sehat-sehat selalu ibu Chaca ya"Kata dokter Kristin dan beranjak pergi.
Kendypun mengambil kursi roda yang berada tidak jauh dari kamar mandi.Diapun memindahkan istrinya dari ranjang ke kursi roda.
"Mas.. Aku mau pulang kerumah ibu."Kata Chaca.
"Kenapa sayang?"Tanya Kendy kaget.
"Ken...."Kata mama Rita.
"Ya.. Sudah aku juga ikut."Jawab Kendy dan mendorong kursi roda itu keluar ruangan.
__ADS_1
Setelah menebus obat di apotik,mang Diman segera membawa Chaca,mama Rita dan ibu Dewi pulang.
Sementara Kendy kembali ke Cafe untuk mengambil mobilnya dan pulang kerumahnya untuk mengambil beberapa lembar baju istrinya dan bajunya.Untuk sementara mereka berdua tinggal di rumah ibu Dewi.Ibu mertuanya.