Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 37#2 Nyidamnya bumil kebangetan.


__ADS_3

Di cafe,


Mang Dimanpun memberhentikan mobilnya didepan Cafe.Mang Diman pun memperhatikan Chaca dari kaca mobil.Dia memperhatikan Chaca yang memasang muka kusut sambil mengotak atik hpnya.Pikir mang Diman mungkin sedang ada masalah dengan Kendy.


"Non,sudah sampai."Tegur mang Diman lembut.


"Hah???"Kata Chaca.


"Sudah sampai di Cafe non."Ulang mang Diman sambil senyum.


"Oh.. Iya maaf mang Diman ya.Chaca sedang gak konsen."Jawab Chaca.


"Gak apa-apa non.Ngomong-ngomong tadi periksa kandungannya bagaimana?"Tanya mang Diman yang sedikit mencairkan suasana.


"Alhamdulillah mang baik kok adik bayinya."Jawab Chaca.


Chaca sudah membuat janji dengan dokter Kristin jam 8 pagi untuk memeriksa kandungannya.Dia berangkat dari rumah jam 7 lewat.Sebenernya masih kesel sama suaminya yang enggak sigap.


"Mang Chaca masuk dulu ya.. Makasih."Pamit Chaca sambil turun dari mobilnya.


...****************...


Di rumah Kendy,


Kendy bangun pukul 10 pagi.Dia menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa.


"Mamah.. Mamah.."Kata Kendy yang nyamperin mamahnya di dapur.


"Ada apa Ken?"Tanya mama Rita.


"Mama lihat Chaca?"Tanya Kendy panik.


"Chaca kan istri kamu.Masak kamu enggak tau?"Tanya balik mama Rita.


"Kalau Kendy tau enggak mungkin Kendy tanya sama mamah."Jawab Kendy Ketus.


Lalu mang Diman yang dari arah dapur pun keluar.


"Bu,ini ada titipan dari non Chaca."Kata mang Diman yang menyerahkan hasil usg.


"Makasih mang Diman."Kata Mama Rita.


"Sama-sama bu."Jawab Mang Diman dan berlalu pergi.


"Apa itu mah?"Tanya Kendy yang kepo.


"Ini hasil usg cucu mamah"Jawab Mama Rita.


"Cucu mamah?Anak Kendy dong."Pekik Kendy.


"Tuh.. Chaca pasti marah besar sama kamu.Masak kamu bisa lupa schedule Chaca ke dokter kandungan?Bangun siang terlambat ngantor pula."Kata mama Rita yang mulai ceramah.


"Mamah kok enggak bangunin Kendy sih,?"Kata Kendy sambil acak-acak rambutnya.


"Sudah dibangunin Chaca kan tadi pagi.Makanya kalau main bola jangan malam-malam."Ledek mama Rita dan berlalu menjauh dari Kendy.


"Haduhh.. Pasti nanti bumil ngomel-ngomel."Gerutu Kendy.


"Enggak bisa tinggal diam ini."Gerutu Kendy sambil berjalan.


Diseberang Cafe,

__ADS_1


Chaca,Mayang,Rika,Ryan dan Devan berkumpul.Jarang-jarang mereka berkumpul seperti ini.


"Nah.. Pesan sudah ada bu bos."Kata Rika yang melihat Chaca baru datang dan duduk 1 meja.


"Huhf"Kata Chaca kesal.


"Kenapa manyun?"Tanya Devan.


"Enggak apa-apa."Jawab Chaca santai.


"Cha.. Kita mau pesan ya."Kata Rika.


"Jangan lupa bayar!"Sahut Chaca ketus.


"Ih.. Chaca kamu galak banget sih"Kata Ryan.


"Kamu kenapa Cha?"Tanya Mayang yang lembut.


"Lagi kesel aku."Cerita Chaca.


"Lupain aja deh!Kalian kalau pesan,pesan aja.Ingat ya jangan pesan kue yang mengandung bau telur."Pesan Chaca.


"Why?"Tanya Ryan penasaran.


"Aku hamil."Jawab Chaca.


"Apa?"Seru temen-temennya yang menatap Chaca.


"Ih.. Lebay deh aku hamil.Aku enggak bisa cium bau telur aku bisa muntah"Jelas Chaca.


"Tok cer juga ya abang Kino.Hehehe..."Ledek Ryan dan kepalanya ditimpuk oleh Chaca menggunakan tabel resep.


Saat mereka sedang bertukar cerita.Tiba-tiba meja mereka dihampiri sosok yang mereka kenal.


"Kak Ken.?"Sapa teman-teman Chaca.


"Wah ramai nih, "Kata Kendy yang baru datang sambil berdiri di depan Chaca.


Chaca yang melihat suaminya datangpun langsung diam kikuk.


"Kalian lanjutkan dulu ya,aku ke ruangan sebentar."Kata Chaca berdiri dan diikuti suaminya.


Teman-temannya pun saling sikut menyikut.


"Udah,bukan urusan kita!"Jelas Mayang yang menetralkan suasana.


Ruang kerja Chaca,


Ceklek


Chaca membuka pintu dan masuk diikutin suaminya.Lalu dia duduk di meja kerjanya dan bertatapan dengan suaminya.


"Pergi tanpa izin,hp dimatikan.!"Ucap Kendy dengan raut kesal.


"Kamu sudah punya suami dan kamu sedang hamil.Apa pantas seperti itu.!"Kata Kendy sambil berdiri.


"Aku sudah izin mas sama mama.Dan itu aku diantar sama mang Diman."Jawab Chaca.


"Aku suami kamu,kamu harusnya izin sama aku."


"Aku sudah bangunin kamu mas,tapi kamu sendiri yang gak bangun-bangun."Kilah Chaca.

__ADS_1


"Dan aku pergi periksa kandungan ke dokter Kristin pagi-pagi.Karena jam 9 pagi dia mau melakukan tindakan dengan pasien lain."Chaca yang membela diri.


"Kenapa kamu mas yang marah?Harusnya aku yang marah,kamu itu enggak ....


Brakkkkkk


Kendy menggebrak meja kerja Chaca sontak membuat Chaca kaget.


"Jadi seperti ini sifat aslimu mas?"Ucap Chaca yang menahan bulir-bulir air matanya yang mau jatuh.


"Cha..."Kata Kendy pendek.


"Kamu itu egois,kamu enggak pernah memberikan aku kesempatan untuk ...."


"Kamu hamil!"Teriak Kendy.


"Wajar aku protek,aku suami kamu.Kalau terjadi apa-apa dengan kamu dan anak kita aku enggak bisa maafin diriku."Ucap Kendy dengan nada meninggi.


Sakit mendengar ucapan suaminya dengan nada tinggi,Chaca mengambil tas slempangnya dan mau pergi.Namun dicekal Kendy.


"Mas!"Pekik Chaca yang tangannya masih dicekal.Dan berusaha memberontak.


"Kalau suami berbicara dan menasehati,jangan beranjak pergi.Itu dosa!"


"Tapi nada mas bicara terlalu tinggi,wajar aku berontak."Kata Chaca yang mengibaskan tangan Kendy dengan kuat.


"Auhhhhh "Kata Chaca yang meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.


"Kamu kenapa sayang?"Tanya Kendy panik yang hendak meraih tangan istrinya namun dikibaskan oleh Chaca.


"Aduhh..."Chaca yang masih meringis kesakitan tak bisa menahan rasa sakitnya.Dia pun melihat darah keluar dilantai.


"Mas ada darah keluar mas.Aduh sakit mas perut aku,hiks.."Rintih Chaca.


Kendy dengan sigap pun menggendong Chaca yang merintih kesakitan.


Semua pengunjung cafe juga panik,termasuk teman-temannya.


"Mayang tolong bersihkan ruangan ibu Chaca ya,dia mengalami pendarahan."Ucap Kendy tergesa-gesa.


"Apa?"Kata Temen-temennya kaget.


"Kak pakai mobil ku."Kata Ryan.


"Ayoh cepat Ryan tolonng.Rika tolong telfonin mama ya aku di klinik dokter Kristin."Kata Kendy yang panik dan menggondong istrinya keluar cafe.


"Aduh Chacha,"Kata Rika.


"Padahal tadi dia baik-baik saja loh."Tambah Devan.


"Apa mungkin mereka tadi ada masalah?"Kata Mayang.


"Aduhh apapun yang terjadi semoga dia dan janinnya baik-baik saja."Ucap Mayang.


"Aamiin"Jawab semuanya.


"Aku keruang Chaca dulu ya Rika.Cepat kabarin mama Rita."Kata Mayang dan menggeret Devan.


"Iya-iya."Jawab Rika yang panik.


"Aduh.. Mama Rita,mama Rita."Gerutu Rika sambil melihat hp dan scrol hp nya naik-turun mencari nomor handphone mama Rita.

__ADS_1


__ADS_2