Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 49 Api dendam yang berkobar


__ADS_3

Setelah pergi dari ruangan kerja Chaca,Fano melangkah kan kakinya keluar dari cafe milik Chaca.


Kendy yang berniat ingin menemui pria bermasker itu gagal,setelah melihat table 8 tidak bertuan.


"Hmmmm.. Mungkin sibuk,"Kata Kendy yang berdiri di table 8.


"Kenapa mas?"Tanya Chaca yang tiba-tiba datang menghampiri suaminya.


"Ini nah,cowok misterius itu enggak ada."Ucap Kendy.


"Mas sih,kelamaan main ******."Ledek Chaca.


"Aishhh.. Kamu sih membuatku tergoda."Jawab Kendy dengan mengedipkan satu mata nakalnya.


"Mulai..."Kata Chaca dan pergi menuju ke area balkon dan diikuti Kendy suaminya.


Balkon,,


Chaca pun menemui teman-temannya yang sudah berkumpul di balkon.Mayang Devan Ryan dan Rika.Best friendnya.


"Nah.. Tumben Rika dan Ryan mampir?"Kata Chaca sambil duduk di sofa dekat Rika.


"Aduhh.. Unyuk-unyuk.. Sikembar,,"Jawab Rika yang mengelus-ngelus perut Chaca.


"Ishh... Lagi weekend lah qualytime with friend itu juga perlu kali."Sahut Ryan.


"Cha,bagaimana laporannya?Ada yang salah enggak?"Tanya Mayang.


"Enggak ada Mayang,semua bagus-bagus."


"Please deh kalau sedang ngumpul coba deh jangan soal pekerjaan yang dibahas!Pusang tau,"Kata Rika ketus dan semua teman-temannya tertawa ngekeh.


"Hai.. Semua,"Sapa Kendy ke teman-teman Chaca.Dan mendudukan dirinya disofa samping istrinya.Rikapun berpindah tempat duduk dengan Ryan.


"Kok pindah?"Tanya Kendy.


"Enggak apa-apa kak.Mau dekat ayang duduknya."Jawab Rika.


"Berapa bulan lagi Cha lahiran?"Tanya Devan.


"Tinggal beberapa bulan lagi,"Jawab Chaca sambil mengelus perutnya.


"Perjuangan banget loh,bikin adonan si kembar ini."Celetuk Kendy yang mengulas senyum.Lalu tangannya di cubit istrinya.


"Ah.. Iya kah?Resepnya dong kak Ken,biar tok cer langsung tembus."Tanya Devan sambil ketawa.


"Mudah aj.. Itu.."Kata Kendy terpotong karena istrinya sudah menatapnya dengan pandangan mau marah.


"Enggak jadi."Jawab Kendy langsung menutup mulutnya.

__ADS_1


Semua teman-teman Chaca tertawa terbahak-bahak melihat Chaca yang melototin Kendy.


"Suami-suami takut istri tuh,"Sahut Ryan sambil menutup mukanya dengan menu coffe.


Lalu Kendy dengan gercepnya memeluk istrinya dan mencium pipi gembulnya.


"Mas...."Pekik Chaca.


"Malu,,"Jawab Chaca dengan pipi merah meronanya.


"Nah,, yang begini."Kata Devan.


"Bikin kita-kita kek nyamuk.."Kata Devan ketus.


"Enggak apa-apa biar kalian cepat merid!!"Jawab Kendy ngekek.


"Ha...???"Kata Rika yang terkejut terpelongo ketika melihat hp nya.


"Kenapa Rika?Serius amat?"Tanya Chaca.


"Ini Cha,ada kabar dari Imey eks osis kita dulu.Fano bebas dari penjara."Jawab Rika.


"Hah??"Kata semua teman-teman Chaca.


"Kok dia bisa secepat itu bebas?"Tanya Mayang penasaran.


"Kalian kayak enggak tau Fano,Fano itu kan orang tuanya berduit!"Sahut Devan.


"Sayang.. Enggak usah gelisah ya,ada aku suami kamu."Hibur Kendy ke istrinya sambil mengusap lengan istrinya yang memegang lengannya kuat.


"Mas.. Fano itu gila pisychopat.. A.. k,"Kata Chaca panik dan keningnya mulai mengeluarkan keringat.


Teman-temannya yang melihat keadaan Chaca merasa iba.


"Kak Ken,ajak Chaca pulang.Biar cafe Mayang yang handle."Kata Mayang.


"Betul kak,Cha.. Istirahat ya."Tambah Rika.


Mendengar saran dari teman-temannya Chaca,Kendy mengajak pulang Chaca kerumah untuk istirahat.


...****************...


Rey Fano Samudera..


Dirumah paman Herman,


Dikamar Fano.


Fano marah sejadi-jadinya.

__ADS_1


Prang.. Prang.. Prang..


"****!"Kata Fano yang meninju angin.


"Sialan kalian berdua."


Bugh..


Fano yang melayangkan tangannya ke dinding tembok.


"Enggak ada yang bisa memiliki Chaca.Hanya aku,hanya aku."


"AHKKKKKKKKK..."Teriak Fano.


"Chaca.. Aku sayang sama kamu.Hiks.. Hiks.."


Fano yang sesenggukan pun berlutut.


"Ha... Ha... Ha..."Kata Fano yang tertawa terbahak-bahak.


Dirumah Kendy,


Dikamar,


Chaca sedang mendudukan badannya diatas ranjang ditemani suaminya.


Chaca menyandarkan kepalanya di bahu Kendy,sedangkan tangan Kendy merangkul pinggang istrinya yang sudah tidak ramping lagi.


"Aku takut mas,"Kata Chaca pelan.


"Sayang.. Jangan mikirin yang aneh-aneh dong.Kamu ini sedang hamil,aku enggak mau kamu stress mikirin yang enggak-enggak!" Kendy yang menenangkan istrinya.


"Bukan mikirin yang aneh-aneh mas,tapi perasaanku....."


"Shhhhhhhttttt...."Kendy menutup bibir Chaca dengan jari telunjuknya.


"Tidak ada yang boleh menyakiti kamu dan si kembar sedikitpun.Jikalaupun ada,jangan panggil aku Kendy Adiwijaya yang akan meluluh lantakan tulang belulangnya."Kata Kendy yang sambil memeluk istrinya.


"Iya mas..."


"Entah kenapa perasaanku menjadi tidak tenang mendengar kebebasan Fano,apa yang akan terjadi kedepannya ya Allah.Sungguh hamba adalah orang yang lemah,lindungilah keluargaku."Batin Chaca.


"Mau makan kah?"Tanya Kendy dan Chaca mendongakkan kepalanya.


"Kenyang mas,"Jawab Chaca.


"Aku mau kita tidur siang."Tambah Chaca.


"Hmmmm ok.Yuk bobo ciang.."Kata Kendy sambil membantu istrinya untuk merebahkan badannya ke ranjang.

__ADS_1


Chaca pun tidur siang didalam pelukan Kendy.


__ADS_2